improving writerpreneurship

Post Top Ad

Some People Drive Us To Find Some Other People

Some People Drive Us To Find Some Other People

Banyak orang yang mendorongku untuk melanjutkan tulisan kisah tentangmu. Ada fans-mu yang nanyain via instagram, via twitter, via line dan bahkan sms. Dari mana kumulai, itulah masalahnya. Sementara semuanya memang berawal dari  rasa  kepenasaranku saja yang menemukan pintu keluarnya pagi itu.

Aku buru-buru  lari ke lantai atas untuk menyelesaikan tugas pagi ini. Menjemur cucian dengan tergesa-gesa sembari meneriaki anak-anak supaya bergegas mandi. "Kenapa mi. Ini kan hari libur," protes si bungsu yang malas mandi. 
"Mau ada Armada datang ke masjid. Ayo buruan, Jangan sampai telat!"
"Armada ki sopo?" dengan polosnya si bungsu bertanya pada sang kakak yang juga masih malas-malasan selonjoran nonton tv. Sementara dari atas, aku melotot gemas. Yang sbnrnya tadinya aku juga gak kenal Armada. Adalah seorang sahabat maya sekaligus guru menulisku yang pertama2, yang membawa nama vokalis itu. Perusahaan ahensi tempatnya bekerja dulu pernah kerjasama dengan brand rokok yang mengusung band ini kelilingan sumatera. Suatu ketika saat nelpon
Dia pamer kalau sedang duduk sebelahan dengan Rizal, vokalis band, di arena konser di Sumatra. Yang mana sih?pikirku saat itu karena aku belum begitu ngeh
Tapi karena yang pamer ini guru yang notabene aku kagumi, aku sadar vokalis band yang ia maksud pasti bukan sembarangan orang. "Mau nitip salam,gak?"
Yach,nitip salam gimana,kenal aja nggak, batinku. Tapi dari promosi guruku itu aku jadi memperhatikan si vokalis itu kalau pas muncul videoklip tv
Di kemudian hari aku juga baru nyadar kalau ada postingan guruku di fb yang menggambarkan bgm antusiasme,terutama cewek2 saat nonton konsernya
Kusambar baju terbaruku yang sedianya akan kupakai lebaran nanti. Peduli amat dengan komentar ibu atau adikku nanti kalau lihat kelebay-anku ini
"Wah,pagi2 amat datang padahal hari libur. Eh baju baru?" benar saja dugaanku. Tanpa berhenti dari keasyikannya berkebun,ibu menyambut kdtgnku
"Ada band Armada mau dtg konser ntar malam,siang ini rombongannya mau ke masjid dulu," jelasku singkat. "katanya mrk mau bakso ik,di mana y?"
"Oh pantes pake baju baru,mau ada tamu dari jakarta," ibu yang terbiasa dengan kegiatanku liputan sana sini jadi manggut2.
"Coba hubungi sepupumu aja,
Kan kedai baksonya msh gres," usul ibu,"harus pastikan dia buka kedainya ntar sore atau nggak.soalnya semalam kok gak buka."
Aku langsung telpon. Tapi nggak diangkat.
Sementara itu mataku juga bolak balik mengamati WA,menunggu kabar teman2 yang jalan dari semarang untuk liputan&city tour
Kayaknya sepupuku kelelahan sejak beberapa hari ini semangat dengan kedai barunya. Duh,padahal aku sempat mention Rizal(yang baru saja kufollow)
Aku nawarin siapa tahu dia mau makan bakso di kedai sepupuku. Kabar anak2 band Armada pengen bakso kudpt dari teman yang ikut meetup semalam.
"Bu,ke masjid dulu y," pamitku sembari nitipin si sulung yang sudah langsung ngejogrok dpn tv.Si bungsu nggak mau ditinggal,ia juga mau ketemu Armada
"Kok lama,mi?" keluh si bungsu padahal aku sudah bawakan buku buat dia baca selagi menunggu. 
"Ya,namanya juga rombongan banyak org."
Padahal mataku...
..pun bolak balik lihat WA. 
Aku nunggu di masjid aja ya,tulisku td ke teman koordinator.Sembari membyangkan spt apa pertemuanku ntar dengan Rizal
Aku slalu excited untuk ketemu org2 hebat. Kuanggap mrk ini punya energi yang sgt besar,yang bisa kuserap energi&daya kreatifitasnya,berharap bisa ..ketularan kreatifitasnya,magnitude,magnificentnya. Seketika berkelebat gambar2 di kepalaku mengingat memori perjuanganku untuk bertemu..
..neo letto alias sabrang lor putra emha ainun najib. Juga gitarisnya sheila on seven aka SO7, Eross Candra. Kuingat betapa besar energi mrk
"Mrk sampai!" aku histeris saat baca WA terbaru. Si bungsu bergegas bgn&mengikuti langkah2 pjgku ke arah parkiran masjid. 
"Mana Armadanya?"
Pertanyaan si bungsu sbnrnya mewakili pertanyaanku juga.Kutekan penasaran,sampai akhirnya si mbak dari konsultan PR menjelaskan ttg citytour
Rupanya city tour ini cuma diikuti para jurnalis. si mas2 Armadanya entah di mana. Intinya kita baru ketemu mrk ntar malam jelang mrk konser.
"Dan kyknya si adik gak bisa ikut ke tenda pers karena ada di dalam arena konser&hy yang 17 thn ke atas yang boleh masuk,"jelas si mbak konsultan PR 
Terpaksalah aku menenangkan si bungsu yang kecewa karena kemungkinan gak akan ketemu Armada&membujuknya untuk tinggal di rumah saja. #MBTM
Seharian itu aku&tim ke bbrp destinasi,meliput tempat2 wisata&destinasi di kota kecilku. Yang berkesan tentu saja saat ke tempat pembuatan bedug
Temen,tekun,jujur,sabar,narimo,ikhlas. Prinsip2 tirakat pengrajin bedug ini kemudian kucuitkan di twitter&mention Rizal,juga rokok sponsorny
Sampai sore kami tiba di lokasi konser,ternyata msh blum jlas di mana keberadaan anak2 Armada ini.Aku sudah mau putus asa saja saat maghrib dtg
Nggak enak sama ibu karena nitip anak2 kelamaan,sama capek juga nggak jelas kpn org yang ditunggu2 ini akan dtg, membuatku nggak jenak. 

Sedang nggak sholat jadi agak gak.kemrungsung pas maghrib benar2 dtg. Tapi gak doyan makan karena keinget anak2 di rmh. Sialnya malah digodain tmn2

Katanya aku gak doyan makan karena resah nungguin Rizal yang gak dtg2 juga. alamak. Ya itu juga sih,tapi yang lbh merisaukan sbnrnya aku gak enak.

kalau pulang kemalaman. Siapa yang antar nanti sementara tmn2 baliknya ke semarang,dan gmn menjelaskannya ke ibu meski beliau pasti mengerti

Lha wong dulu aku mau ketemu neo letto aja pakai nyebrang bbrp kali dari rumah ke sebrang alun2. Sampai pulang&tidur dulu,lalu kembali lagi..

tengah malam nyebrang alun2 lagi setelah di-sms korlap konser kalau neo letto on the way ke lokasi konser. Dus aku bergegas nyegat&alhm ketemu




Tapi neo letto kan anaknya emha,jadi ibuku setuiu aja. Sedang rizal ini siapa. Btw,ini kan urusan kerjaan yang hrs tuntas,jadi mudah2an ibu is fine lah

Bakda maghrib terhibur dengan konferensi pers yang mendtgkan pakar etnomusicologi&pemenang kompetisi bedug thn ini&thn lalu yang mirip kecenganku..

akhir2 ini.kecengan yang bikin aku sesaat lupa usia. Dia 15 thn lbh muda dari aku&kami terlibat crush. It's embarassing actually,but it's so.

ifficult to just erase him from.my mind. Kami sbnrnya sudah lama saling mengagumi dari jarak jauh.&pertemuan darat yang kedua bbrp bln lalu..

malah memercikkan api2 dalam jiwa kami,aku ingin lepas dari situasi itu karena merasa tak pantas tapi tak tahu caranya.Eh ini di dpn mata malah.

ada yang mirip wajah,postur,gestur dan kenaifannya. Gmn gak naif,ia bilang ama EO supaya diberi kesempatan manggung brg Armada. What?! Hey!

How dare him! Dream on!Don't dare! Nggak sengaja aku ngejerit guyon gitu tapi dengan ekspresi serius,sementara yang lain padha ketawa2 denganr yang naïf

"Langkahi dulu mayatku,mbak ya?"seloroh salah seorg tmn. Hampir semua org di tenda pers skrg tahu kalau aku ngebet bgt pengen ketemu Rizal

Hahaha. Ben wae lah. Biarin aja. Mungkin seruangan itu cuma aku yang (tiba2) ngefans Rizal. Teman2 satu tim bahkan terang2an bilang gak kenal

Sampai jam 9 malam yang dijanjikan bhw akan ada konferensi pers dengan Armada,tak juga tampak tanda2 akan dimulainya sesi plg kutunggu ini. Duh.

Aku hampir balik kanan, nyaris putus asa. "Aku pulang aja ya," desisku. Beberapa teman2/jurnalis bhkn sudah ada yang hengkang,keluar dari arena.balik. Bentar lagi,tanggung,sisi hatiku yang lain bicara. "Nah! Ini yang ditunggu2 datang!" si mbak konsultan PR spt memberi kode padaku. Ufh!akhirnya!



Proses kreatif penulisan Man Behind The Microphone  bisa di baca dalam postingan ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad