Recent Posts

Hobi Naik Kereta Alhamdulillah aku senang banget karena akhir pekan lalu sebuah kesempatan menelusuri kota Jakarta kembali hadir. Kebe...

Hobi Naik Kereta



Hobi Naik Kereta


Alhamdulillah aku senang banget karena akhir pekan lalu sebuah kesempatan menelusuri kota Jakarta kembali hadir. Kebetulan ada jadual event, jadi sekalian aku gunakan beberapa hari di seputar tanggal itu untuk traveling sekaligus sebagai monthly escape routine. Memang biasanya setiap satu bulan sekali, ndilalah ada saja jalannya bagiku untuk melakukan perjalanan sejenak menepikan diri dari kesibukan dan rutinitas sehari-hari. Semacam nge-charge battery supaya full energized dan sekaligus memperoleh banyak inspirasi untuk jadi bahan tulisan.

Dan seperti biasanya kalau pergi ke Jakarta, aku selalu memilih naik kereta api. Selain karena lebih cepat sampai, anti macet dan belakangan justru ada banyak pilihan harga lebih murah tinimbang naik bis, apalagi pesawat.

Apalagi ada Pegipegi yang menyediakan layanan pembelian tiket kereta api. Sehingga aku bisa merencanakan perjalanan jauh-jauh hari. Karena memang untuk mendapatkan harga tiket kereta yang murah itu harus dipesan jauh sebelum hari H- nya.

Dus, sekitar satu bulan sebelum keberangkatan, aku sudah langsung mencari tiket itu. Gampang banget caranya. Pertama-tama kita perlu  memasukkan tempat asal keberangkatan kita.  Ada pilihan nama-nama stasiun dari beberapa list kota, kita tinggal memilihnya saja. Klik. Setelah itu, kita juga harus memilih stasiun tujuan dari perjalanan kita nanti. Aku biasanya berangkat dari Stasiun Tawang Semarang menuju Stasiun Pasar Senen Jakarta. Kali ini juga begitu.

Jangan lupa memasukkan tanggal keberangkatan dan tanggal kepulangan. Sudah ada kalendernya yang sekaligus menunjukkan hari-harinya, sehingga kita tinggal meng-klik saja pilihan tanggalnya.

Usai memasukkan jumlah penumpang, kita bisa langsung search alias melakukan pencarian otomatis oleh mesin. Cling, Cuma butuh waktu sebentar saja, semua jenis kereta berikut harga tiketnya sudah langsung terpampang di layar. Kita tinggal memilih kereta mana yang akan kita naiki, baik saat berangkat dan baliknya. Nggak harus sama, bisa aja naiknya pakai brantas dan pulangnya naik tawang jaya.


Oh ya, sudah tertera pula harga tiketnya di samping nama kereta dengan jadual alias schedule-nya lho. Jadi kita bisa sekaligus membandingkan. Nah, tinggal apa nih prioritas kita. Apakah harga yang murah, bahkan yang paling murah, atau jadual yang memungkinkan dan nyaman bagi kita. Karena kan ada kereta yang harga tiketnya murah sekali, tapi kita harus sudah siap di stasiun jam satu malam saat semestinya kita masih lelap tidur he he he. Yach tinggal pilih saja sih.

Pilihanku ya kereta dengan harga terjangkau dengan jadual yang sesuai dengan kebutuhan saja.

Jaman dulu saat masih muda banget, aku bahkan seringkali memilih naik kereta yang harganya agak mahal sedikit tetapi bisa langsung berangkat ke Jakarta dan pulang dari Jakarta pada hari yang sama. Berangkat jam lima pagi, sampai Jakarta jam sebelas siang langsung menuju venue acara. Usai acara berlangsung sampai sore atau malam, aku bergegas ke Stasiun kereta lagi untuk pulang  balik ke Semarang.

Namun belakangan ini seringkali aku meluangkan waktu lebih banyak di Jakarta. Jadi tidak langsung pergi pulang ulang alik kayak dulu lagi. Kenapa berubah polanya ya karena situasinya lebih memungkinkan. Dan efeknya ternyata lebih irit dalam biaya transportasinya. Eaaaaa…

Setelah memilih kereta yang kita inginkan dari list tadi, selanjutnya kita tinggal klik dan melanjutkan sampai pembayaran. Udah deh. Kemudian kita dapat nomer dan barcode tiket pemesanan, yang bisa kita print di stasiun kereta nanti sebelum berangkat.
Gampang kan.

0 komentar:

Tips Menulis Pembuka Esai dan Penutupnya Baca juga: workshop menulis esai (1) workshop menulis esai (2) Esai itu karya sastra, ...

Tips Menulis Pembuka Esai dan Penutupnya

Tips Menulis Pembuka Esai dan Penutupnya



Baca juga:
workshop menulis esai (1)

workshop menulis esai (2)


Esai itu karya sastra, bukan karya akademik.

Kenapa pembuka itu penting. Judul itu atap. Kalimat pertama itu teras. Ktk awalannya saja sdh tdk menggugah, tdk membuat penasaran, tdk membuat nyaman, tdk akan melanjutkan. Apalagi pembaca jaman now. Inilah knapa hoax cepat viral. Krn kalimat pembukanya bagus,seolh kbnrn


Umumnya penulis hoax sgt mengintensifkan kalimat pembuka, paragraf pertama. Karya jurnalistik yg main clickbait, juga main di kalimat pembuka. Seolah menarik, pdhl isinya cuma pengulangan saja.

Ada 3 jenis teks, pilihan penyajian. Informasi, presentasi, narasi Bgm merayu mitra penutur. Butuh kesabaran dlm membuka. Jgn sprint, pilih maraton Dalam musik, pakai prelude, nada2 utk masuk Interlude. Jarak antara bagian2 Spt film india ada intersection, jeda utk menikmati

Meski spt simbal, utk menghentak di awal, tapi pukullah dg pelan. Esai mengeksplorasi bahasa. Pilihan katanya berbeda dg artikel opini, secara bentuk. Pakai hati. Kalau sdh biasa main2 dg bahasa, bisa main dg rasa. Rahasia kalimat, hy dg geser2 sdkt bisa beda banget nuansanya


Ktk jalan penuh dg selokan, penulis biasanya gagal bikin jembatannya. Ibarat hrs lompat, tdk bisa santai. Butuh kohesi, keterpaduan. Koherensi, saling terkait maknanya. Pakai partikel atau klause. Misal kata, ya. Sbg jembatan antar paragraf yg agak jauh hubungan idenya. #esai


Pakai perangkat kebahasaan yg sederhana utk nyambung. Tak terpungkiri Pasalnya Bahkan Walhasil Seolah konvensinya gak bener. Inilah debat antara org linguistic dan sastra Pdhl mrk pakai: oleh karena itu

Kalau hy memberi informasi, yg penting infonya yg dituturkan, bukan penuturnya. Punya efek atau tdk, gak penting2 amat. Jika bentuknya presentasi, arah sasaran yg dipentingkan penutur, bgm bs merayu jk hy dirinya yg diomongkan.


6 fungsi bahasa Ekspresif: mengungkpkn diri sendiri Konatif: yg penting sasaran, Anda Referensial Metalinguistic Fatic: sentuhan Kalau pakai narasi, mencakup 4 fungsi. Kalau bs meramu byk fungsi, dayanya lbh kuat.

Pembuka yg bersahabat dg pembaca. Tdk menggurui. Krn skrg pilihannya lbh byk, tantangannya lbh berat. Memanusiakan manusia. Org ingin dibuat jenak. Belajarlah pd penipu ulung. Sembuhkan ketergesa2an dg tdk mengedepankan pikiran. Buat karakterisasi dulu. Jangan definisi2

Kamu pikir pembaca bodoh? Jurnal utk kebutuhan khusus. Kalau koran, utk kebutuhan umum, tulisan hrs populer. Kalau esai, utk kebutuhan sendiri.

Ukuran subyektif dlm esai. ketika subyektifmu dikeluarkan, hrs tetap pd sandaran bukan fiksi, bukan tuduhan. Tunjukkan data. Ada pembuktian thd fakta. Latihan buat karakterisasi tanpa kata yg dimaksud. Antara marah dg pemarah itu berbeda. Marah itu reaksi batin, spontan

Pemarah itu sifat. Perhatikan, jebakan kalimat. Ada kohesi koherensi antar unsur di tiap kalimat. Satu paragraf, satu pokok pikiran. Satu kejadian, aksi reaksi dan reaksi balik. Beginilah bahasa membentuk konsep. Stlh nulis, baca lagi, rasakan. Dptkn keasyikan menulis


Perhatikan diksi, irama. Taufik ismail dokter hewan Dosen jurnalistik malah belum bisa menulis berita. Ilmu tinemu kanthi laku Pendidikan bahasa hrsnya dipisah dr pendidikan sastra

Pengaruhnya besar pd tradisi menulis. Ada 100rb dosen, jutaan guru, hrsnya jd agen2 literasi tp tdk pernah membaca dan menulis Scr konseptual sbnrnya byk org bs bercerita, tp kenapa lbh byk curhat Sesubyektif2nya esai tetap ada pertimbangan logika.
Bentuknya menceritakan. Ciri esai pd pilihan katanya. Jenak mana antara disuruh mikir tebakan dg mikir konsep? Cara penuturan ringan, meskipun itu konsep. Pilihan kata2nya hrs nyambung dg kalimat yg sblmnya. Kata 'memang' adl adverba itu menyatakan fakta kebenaran.


Instingtif. Pd akhirnya kita akan spt itu, jk sdh berdisiplin terus berlatih2. Tdk berpikir teori lagi, krn sdh mempraktikkan. Kita diberi keleluasaan memakai kata2 yg bahkan belum masuk kamus Hidup tdk diatur oleh pusat bahasa. Kita boleh berkreasi Penting kedisiplinan berbhs


Anakronisme. Menulis itu mirip main musik. Ada yg stacatto dll. Esai itu musik jazz. Musik tanpa titi nada. Jarang ditilik org, krn tdk semua pemusik bisa main jazz Litza mineli di film new york new york Hy bs dilakukan org yg sdh menguasai semua teknik alat musiknya


Musik lain ada titi nada. Jazz tdk ada teorinya. Membutuhkan teknik lebih dr sekedar menulis biasa. Ada juga esai yg gayanya sangat akademis sekali. Diksi esai lbh lembut secara nuansa. Tdk mengajak ber-konsep2.


Bgm sbnrnya sebuah logika itu dibangun. Logika fiksi dan logika nonfiksi/fakta. Yg tdk pakai logika hanya cinta


Karakter dibentuk oleh kebiasaan. Bukan reaksi psikologis emosional spontan, tapi rentetan reaksi2 yg terus menerus. Perangkatnya bisa dg kata keterangan waktu yg menunjukkan kebiasaan. Esai adlh bentuk prosa. Hanya punya Lisensia dialogia. Bukan poetica.


Kalau poetic-nya hanya pemanis, ditulis secara miring italic, boleh. Bentuk puisi punya lisensia poetica. Di prosa hanya boleh memasukkan lisensia dialogia. Lisensi=keleluasaan. Sajak prosais. Ada kesadaran2 pribadi utk berkarya sesuai passion. Kalau makaryo, boleh juga.



Karakterisasi adlh poin paling penting dlm prosa, baik fiksi dan non fiksi The writer is dead. Yg hidup tokoh2nya yg mengemban karakter utk menjalankan lakonnya Pengusung cerita adl tokoh yg memiliki karakter Siasat karakterisasi dg main2 teknik. Pakai trik kyk main sulap


Redundansi/pengulangan membuat tdk nyaman. Maka ganti nama tokoh dg karakterisasi yg lebih detail, menggambarkan fisik,gestur dll nya Malam lebaran Bulan di atas kuburan Sitor situmorang Dibicarakan terus menerus bhkn dibahas dlm tesis2, disertasi2 akademik. Melahirkan teori


Karakterisasi bisa dg metafora Jangan pakai kata2 klise Bikin metafora sendiri, yg sesuai fakta. Kreatif. Ketika dibaca seratus tahun lagi, tdk akan basi. Bisa jd pembahasan2 di masa mendatang Betapa pentingnya menjaga pilihan kata yg kita tulis Antara kata memang dan selalu


Tiap paragraf ada core nya. Utk mengembangkan, pikirkan hubungan tiap paragraf. Wujudkan kerangka dlm paragraf2 yg tdk lepas. Cari cara mengakhiri yg tdk menggurui. Yg menggantung. Retoris. Nunjem spy dayanya kuat.


Anekdot, lagu bs sbg pengayaan. Akhiri dg asosiasi. Main2 dg analogi utk mengakhiri dg lembut. Pakai gaya bahasa retoris. Manfaatkan hal2 yg sdh ada,viral Judul bisa dg hal2 yg populer Rima Judul spt atap, kasih ornamen yg menarik, ada cirinya.


Butuh disiplin saja utk bs merampungkan tulisan. Praktikkan semampunya. Jangan mikir teori2. Krn gak akan sampai2. Goda pembaca dg judul keren, teknik pembuka, penutup yg lembut, tdk main pukul simbal. Ada epilude, sisa2 nada.


**

Mau ikut pelatihan menulis Esai juga?
Daftarkan diri segera ke Hasfa Camp!


Butuh space, meja dan layanan internet untuk start-up mu?   
Butuh teman dan mentor untuk networking dan brainstorming?
Yuk gabung ke Hasfa Coworking Space
SMS/WA 085701591957

0 komentar:

workshop menulis esai Baca juga rangkuman workshop menulis esai day 1  ya Nah, berikut ini materi workshop menulis esai hari kedua. ...

workshop menulis esai

workshop menulis esai


Baca juga rangkuman workshop menulis esai day 1 ya

Nah, berikut ini materi workshop menulis esai hari kedua.


Harus ada daging yg bisa diberi bumbu apa saja sesuai dg keinginan/kebutuhan. Sesuai krentheg ati. Perlu penajaman, efisiensi kalimat dan kata.
Kalau lebay, jd ada ketidakefisiensian keperangkatan bahasa. Spt bikin seblak, kebanyakan kencur, kakehan lombok Cara mengukurnya bgm?
Bedakan esai dg artikel ilmiah populer. Seorg chef ketika disodori daging dan berbagai bumbu, yg dia pikirkan adlh apa yg dibutuhkan sesuai dg situasi dan kondisi.

Dr artikel ilmiah populer bs jd esai. Esai tdk berarti membatasi pd hal pribadi. Esai bukan pd topiknya, tetapi pd cara penyajiannya. Pakai perspektif sudut pandang dr satu hal, seseorang. Fokus ke itu. Di balik itu terbaca pemahaman pemikiran yg mau disampaikan

Hanya menceritakan tanpa menyampaikan secara tersurat pernyataan2 yg men-judge. Memberi gambaran. Brainstorming Practice: gambarkan ttg orang cantik, tp tdk pakai kata cantik.

Itu cara yg dilakukan esai. Kalau opini tdk begitu. Dalam esai: Kedepankan pemahaman logis thdp sesuatu, dan dg pembuktian. Feature: jurnalisme sastrawi. Prosa spt fiksi, tp fakta. Feature perlu konfirmasi. Esai tdk perlu konfirmasi utk mengungkapkan persepsi kt

Kalau dr bentuknya sama. Feature, esai, cerpen. Bedanya adl bentuk yg tak tersurat. Prosesnya beda. Sama2 rendang. Ngomong ama yg py, itu feature. Gak bilang ama yg py, itu esai Gak peduli ngomong atau gak, itu cerpen

Cara paling gampang membuat esai: Ada konsep, pakai kendaraan cerita dlm bentuk naratif. Mainkan gaya bahasa/stilistika Term of refence, field of experience: dua istilah dlm bhs inggris yg susah terjemahan bhs indonesianya

Butuh saringan utk percakapan yg masuk ke esai. Esai tdk bertujuan membuka fakta. Mirip cubitan. Mmg fakta, tp tokoh bisa disembunyikan dg nama lain. Pertgjwabnmya subyektif. Tdk akan dituntut siapapun. Tapi bukan fiktif.

Bisa diperjelas dg dialog antar tokoh dlm esai. Dg ucapan yg khas yg benar2 ada. Kalau hrs dg bhs lokal, boleh. Diberi terjemahan bhs indonesia. Makin meyakinkan pembaca. Pertajam dg gerak2nya. Mgkn hy cerita di satu tempat. Tp bs tjd di semua ruang lainnya. Beri gbrn

Tujuan esai adl kritik halus. Itulah dampaknya. Boleh jadi efek opini dan esai sama.

George orwell: Di panti derma Persoalan pertama menulis adl bgm cara membuka dan menutup. Teknik pembuka #esai ada trilyunan cara. Dlm tekniknya, mengembangkan tdk panjang pembahasan. Kalau sdh dibuka, tinggal masuk

Unduh kbbi 5, puebi. Sbg babonnya. Byk baca ttg gaya bahasa. Perlu disiplin penulis utk rajin2 baca. Amal jariyah dari asal kata jariy, tetangga. Pahami bedanya dg amal ilmiah. Pahami makna setiap kata2 dg baik dan benar.

Perlu kegenitan dlm membuat judul. Spy gak pucat, tulisan perlu pakai bedak, lipstik, maskara, kerudung, korsase, penggayaan. Sifat esai: subyektif dan menghibur Pakai gaya bahasa. Dan kita kaya. Krn ada serapan dr bhs asing, bhs daerah dll

Dinamika bhs indonesia slalu berubah. Ada yg dibuang, ada yg dimasukkan. Cara mengutip, juga berubah. Pahami perilaku berbahasa. Kalau bentuk teknis, ikuti panduan. Istiqomah jd istiqamah Rasuah, dr kata riswah Muruah, dr kata marwah

Py gagasan utk mengkritik tapi tdk punya daya, alihkan lewat esai. Bukan rekayasa, tapi rekadaya. Alhujurat 6, prinsip tabayun. Bisa jd ide cerita, tp gak hrs pakai kata tabayun, tp ada konsep ttg tabayun Terserah kita daging itu mau diapakan.

Bukan jenis tulisan, tapi media menyampaikan gagasan yg paling sesuailah yg penting. Bisa juga utk menelanjangi diri sendiri. Autokritik

Esai menuliskan kemanusiaan. Cerita personal. Resepsi pembaca beragam. Akan muncul bentuk2 baru spt transformasi dst. Tujuan dasar menulis adl ingin dibaca. Shg ada ikhtiar teknik menulis. yg klise, sumir tdk menarik Lihat lebih dlm 300 kt lbh bagus drpd bertele2

Lihat dari berbagai sisi, aspek. Gunakan sudut pandang. Beri sentuhan aspek psikologis, dg dukungan pikiran. Penulis esai tdk hrs pintar di bidang itu. Tdk bisa disebut pakar. Kembangkan lbh drpd sekedar curhat. Perkuat dg cerita lain yg serupa. Beri ilustrasi2

Gambarkan situasinya, bisa jd pembukaan yg manis. Esai: Hanya satu cerita tp potret yg jauh lbh besar. Dinas pendidikan fardlu ain baca esai2 pendidikan, krn ada kritik2. Terjemahkan konsep2 ke dlm cerita aksi langsung.

Jgn terlalu wantah/jelas. Jgn bikin dialog yg boros, krn mirip percakapan keseharian Guyonan hy jd pengantar, jalan menuju inti esai Cerita obrolan dg tukang becak, tdk menyinggung artefak. Tp dr situ, terbaca bhw situs2 sdh berubah. Intinya ternyt Kt abai thd sejarah

Itulah kekuatan penulis. Dg gaya lugunya. Bre redana yg nulis. Org jawa py kekuatan kultural ttg ini. Kritikan tdk lgs justru lbh mengena. Gagasan besar tdk hrs disampaikan scr langsung Ex: goro2
Stilistika tdk hrs mendayu2. Pakai metafora yg khas, unik, bikin sendiri. Perlambangan yg tdk biasa. Asosiasi yg kita buat sendiri. Jebakan pemilihan diksi yg ruwet, klo tdk diimbangi kemampuan merangkainya dg tepat Pakai diksi biasa asal komposisi musikal,rima,nada enak
Cari yg lbh fokus. Gagasan unik. Kembangkan gagasan nakal yg positif. Dg judul2 yg genit. Ex penyakit kok disyukuri. Aib kok direkomendasikan. Bosan jd pahlawan. Reaksi2 thd status wa, bs dikembangkan jd esai. Krn reaksi2 itu biasanya kebalikan dr reaksi yg sbnrnya

Kita menjaga diri agar tetap manusiawi. Cerita dg lbh terstruktur. Boleh mengungkapkan perasaan tp tdk boleh emosionil. Esai juga boleh lihat kenyataan kasuistik, meski tdk seluruhnya spt itu.

Jika ada senarai berbagai jenis konsep cinta, bisa dikembangkan jd buku esai ttg cinta. Jadi esais cinta.

Istri mudaku lebih tua dari istri tuaku, kata ki enthus. Bs dikembangkan jd esai, krn umumnya istri muda kan lbh muda. Lirik lagu bisa dimasukkan asal proporsinya pas. Tekuk2 spy tdk menggurui, pakai asosiasi yg dekat

ngkapan2 itu tak terbatas. Lagu2 yg genit bs dijadikan bahan pemanis. Bs jd jeda bg pembaca. Misal banyu langit Bila tdk berhasil memainkan irama kalimat, bs di tengah2 capek, tulisannya tdk habis dibaca. Ada teknik jembatan antar paragraf. 1 paragraf=1 pokok pkrn

Krn org py batasan psikologis dlm membaca. Ada di psicolinguistic. Agar tak hambar dan bisa tajam menikam, tuliskan saja scr jujur perasaan apa adanya, reaksi spontan yg kt dpt dr asumsi umum tp bgm lanjutannya, baru ungkapkan. Hal2 inspiratif sangat bagus jd esai


Gak usah tulis simpulannya. Pembaca bs menyimpulkan sendiri. Kutip nama org terkenal dan ungkapan2nya. Redundancy buang saja Konflik bs dg org lain, bs dg diri sendiri. Konflik dg diri bisanya ditulis dg esai

Bangun irama dg jeda pengalihan adegan. Jangan monoton dan bikin capek pembaca. Ucapkan lalu Rasakan Tuturannya jgn terlalu dekat. Pakai nama2 yg ekstrim jika tokohnya byk, tdk ada konsonan yg serupa. Menutup dg soft.

Porsi hrs jelas, kita hrs tetapkan. Ilustrasi pembuka jgn byk2. Guyonan yg pas. Cari yg lbh ringkas dan pas. Kalau mau guyon, pakai gaya stand up comedy, jangan pakai gaya dagelan mataraman. Jgn terlalu lebai

Bukan pernyataan, tapi menceritakan. Ada cara utk memuji. Ada aspek saling berkaitan antar teks, krn utk membaca teks hrs spt itu. Kohesi (keterpaduan gramatikal leksikal) dan koreherensi (keterpautan unsur2 dlm wacana)

alau ada bbrp konsep, cari titik temunya. Celotehan jd modal esai, kemas jd cerita. Esai itu ngomong tp tdk lgs. Tampilkan fakta ceritanya, esai bukan semata gagasan.


Jgn nafsu menampilkan opini dlm esai.



**
Mau ikut pelatihan-pelatihan bermanfaat?
Daftarkan diri segera ke Hasfa Camp!
Ada Selasa Esai juga di Hasfa Camp


Butuh space, meja dan layanan internet untuk start-up mu?   
Butuh teman dan mentor untuk networking dan brainstorming?
Yuk gabung ke Hasfa Coworking Space
SMS/WA 085701591957

0 komentar:

Hectic and Overwhelming? Pernah nggak merasakan, kok kayaknya kerjaan buanyak banget ya. Semua mua harus kita selesaikan dengan cepat dan...

Hectic and Overwhelming?

Hectic and Overwhelming?
Pernah nggak merasakan, kok kayaknya kerjaan buanyak banget ya. Semua mua harus kita selesaikan dengan cepat dan tepat, dalam waktu yang berdekatan. Hadeuuuh, ini gimana cara membagi waktu dan energinya. Bagaimana cara untuk merampungkan banyak hal dengan keterbatasan kita. Rasanya so hectic, sibuk banget, dan overwhelming, alias tumpuk undung istilah jawanya. 

Kayak kemarin ini, ada leader grup whatsapp yang nanya, lho mbak kok gak pernah kelihatan aktif di grup kenapa, kok gak ikut ambil bagian dalam meramaikan beberapa event online yang digelar. 

Iya, maaf banget ya Mbak. Pas Sibuk terus.  Kampus, universitas, 3 organisasi, 3 komunitas, nulis, ngeblog, pondok, anak2, kbih, ngajar Nulis, Life coaching, bootcamp startup dll. Belum problem-problem lainnya seperti gebetan yang nggak juga jelas kapan realisasi janjinya, si emak yang suka kadang cari perhatian seiring usia yang bertambah, dan ditambah drama-drama dari beberapa anggota jam'iyah. Hadeuuuh ribet banget deh. 

Saat hectic dan over whelming  (sibuk dan kewalahan) seperti ini, kita kadang jadi kehilangan arah, tidak menempatkan prioritas dengan tepat sehingga keteteran, dan yang lebih parah adalah kesehatan kita menurun, keseimbangan hidup juga terganggu. 

Belum lagi karena hectic dan over whelming ini, ada proyek dan pekerjaan yang hasilnya menjadi tidak maksimal. Yang mengakibatkan ketidakpercayaan klien dan menjadikan proyek kita dihentikan, atau jasa dan produk kita  tidak dipakai lagi pada kesempatan berikutnya. Bahkan mungkin tidak direferensikan ke calon klien potensial lainnya, yang terburuk mungkin malah mendapatkan black list karena dianggap tidak punya kapasitas yang memadai dan tidak profesional. Waduh, kan berabe. 

Yang paling parah, kemudian ada yang lost orientation, lalu mis-leading, tidak jelas arah dan tujuan. Inilah saatnya menata ulang kembali, agar semua berjalan on track, dan tidak terjadi hal yang mengakibatkan kerugian bagi lembaga, organisasi, komunitas, klien dan utamanya  diri sendiri, kesehatan, keseimbangan hidup. 


Bagi teman-teman yang merasa hectic dan overwhelming, yuk kita tata kembali kehidupan kita.  RESET YOUR LIFE!
**
EVENT RESET YOUR LIFE TERDEKAT
NOVEMBER 22, 2019
09.00-12.00 WIB
HTM: Rp 300.000

Hotel Amaris Pancoran Jakarta Selatan

TENTANG RESET COACHING
Kehidupan tidak akan maju jika tidak mau membuat perubahan atau menata ulang. Hidup diibaratkan seperti rumah dan komputer. Apa yang terjadi jika rumah dan komputer tidak pernah di atur ulang? Tentunya keadaan rumah akan kacau dan komputer akan menjadi sangat lambat. Begitupun dengan hidup. Kita perlu melakukan Atur Ulang agar hidup mempunyai arah tujuan dengan jelas. Oleh karena itu, dalam pelatihan ini akan membahas masalah yang ada diatas yaitu bagaimana menata ulang kehidupan yang amburadul menjadi lebih baik. Dalam konteks baik sebagai pribadi maupun sebagai bagian dari semesta yang lebih luas.  Melalui Workshop ini, Anda akan dapat memindai permasalahan Anda, meredefinisi diri, dan menata kembali aspek-aspek kehidupan Anda seperti karir, asmara, dan kehidupan.

Workshop ini sesuai untuk Anda yang ingin mengatur ulang hidup Anda. Bagi Anda yang sedang memiliki masalah asmara, karir, bisnis, hubungan, kehidupan; Anda disarankan untuk mengikuti workshop ini. Materi yang akan Anda pelajari dalam Workshop ini adalah:
1. Memindai Akar Masalah Diri Anda
2. Menjelaskan dan menggambarkan ulang diri Anda
3. Langkah dan Tips menata kembali kehidupan

Daftar Sekarang. Langsung klik  http://bit.ly/daftarreset

0 komentar:

Tips Membuat Event Literasi Selanjutnya ada sesi Merancang Event Literasi oleh Kadek Purnami. Kami ketemu waktu aku datang ke UWRF d...

Tips Membuat Event Literasi


Tips Membuat Event Literasi


Selanjutnya ada sesi Merancang Event Literasi oleh Kadek Purnami. Kami ketemu waktu aku datang ke UWRF di Ubud tahun 2013.
Berikut petikan paparannya kali ini.


Creating event. Jd langit kelam yg memanggungkan writers yg jd bintangnya. Dreaming spt apa event nya. Perencanaan sepanjang event, ada plan A plan B jk tdk sesuai rencana awal Visi uwrf: become world class literary event. Mengikat semua aspek,kemasan dll

Target audience Demografi, age, gender, income range/class. Uwrf 40-50th, org yg py byk waktu utk membaca. 20-35th suka lihat pemutaram film, diskusi tema anak muda. Skala event mempengaruhi audience n harga tiket Sesuaikan dg dana. Cr funding



5 orang nyiapin event satelit selama 2 bulan. 6-8 bulan utk nyiapin uwrf, 20 org. Ada 2 event. Uwrf 5 hari dan Ubud food festival 3 hari Bagian partnership Program Satelit di berau, banten, dll Sinkronasi brbagai pihak. Project detail: pelunvuran buku,workshop PIC


Dept program hrs uptodate. Siapa penulis yg hits dst. Utk dpt isu terkini: Baca buku, nonton film. Film mana yg hrs diputar sesuai tema. Stlh dpt referensi, buat program sesuai template yg sdh ada. 180 penulis dr 30 negara. 3 tempat, jam 8-16 70 topik sesi diskusi



Anak2 muda gali sisi kreatifitas dg youth program Rangkul semua genre, shg lbh lebar cakupannya Tematik dan isu2 lbh luas Sponsor: Kreatif utk dpt In kind support: akomodasi, transport Utk dpt sponsor: Perush hrs percaya visi misi kita Idealisme perush nyambung gak



Marketing Web Media cetak Blog Sosmed Printed Radio, tv Merchandise



Production Venue Logistic Audiovisual Ijin Ambulance Catering Transport



Post event


Seleksi writers berdasarkan tema. Apa yg dilakukan sesuai tema tsb Penulis establish yg sdh dpt award Seleksi emerging. Karya yg belum dipublish penerbit besar Penulis dr penerbit yg kerjasama 1236 karya masuk 2018 Tim kurator Kualitas Tematik: urban, modern, myth


semoga bisa gabung event UWRF ataupun satelite nya lagi... Aamiin




0 komentar:

Tips Menggali Ide Tulisan Ini beberapa rangkuman yang kudapat saat workshop literasi di Semarang Writers Week 2019 hari kedua  Lacak id...

Tips Menggali Ide Tulisan

Tips Menggali Ide Tulisan



Ini beberapa rangkuman yang kudapat saat workshop literasi di Semarang Writers Week 2019 hari kedua 


Lacak ide di kepalamu oleh Vabyo Ada kenangan, kenyataan yg dipersepsikan, harapan di kepala kita

Jujur pd diri sendiri. Cermin adl simbol pikiran. 2015 kena stroke. Pembuluh darah pecah di otak kiri. Berhbng dg bahasa. Lihat cermin, kaget lihat wajah yg brewokan krn tersamgkut di th 87. Nangis. Akhirnya dibius Kdg klo ada kenyataan tdk sesuai yg diinginkn,berkilah

Jujur pd perasaan diri sendiri. Kalau marah, kenapa. Kalau sedih, gmn. Random tanyain audience: harusnya jawab dg detail perasaan Karir sbg penulis vabyo dilalui dg main2, petak umpet

Selain main2, berimajinasi, antara lain perbanyak prasangka. Latih dg lihat foto, berita dan perbyk prasangka, simpati dg yg tjd sktr kita. Uji prasangka Amati & rasuki Ex. Khdpn siput bs jd metafora Mainkan kartu trus tulis kisahmu


iri adl mampu yg tertunda.
Cemburu tdk selalu negatif. Lalu ada game Challenge. Vabyp membagikan kartu ke semua peserta. MAsig-masing diminta praktik nulis sesuai dengan kartu yang didapatkan. Angka warnanya diasosiasikan dengan emosi yang sudah dikategorikan oleh Vabyo. Seru.

Yang maju ke depan, dapat hadiah.

0 komentar: