Catatan Syukur 2015 Dan Resolusi 2016

Desember 30, 2015 dian nafi 0 Comments

Catatan Syukur 2015 Dan Resolusi 2016


Ada banyak hal yang mungkin kita lewatkan dalam setahun ini. Ada beberapa poin yang kita lupakan. Ada target-target dan keinginan yang belum kesampaian. Tapi tak kita pungkir, alhamdulillah ada banyak berkat yang kita juga dapatkan sepanjang tahun ini. 



Yuk kita syukuri, agar semakin bertambah nikmat dan karunia Dia berikan pada kita. Agar kita tetap semangat menatap masa depan. 


Alhamdulillah sepanjang 2015, ada beberapa buku yang terbit  

Novel GUS terbitan Kaki Langit Kencana 
Hebohnya Emak-Emak terbitan  Indiva
Bidadari Surga Pun Cemburu terbitan Tiga Serangkai
Novel Matahari Mata Hati terbitan Tiga Serangkai
Socioteenpreneur terbitan Emir Books, Erlangga
Muslimah Kudu Happy terbitan Javalitera, TransIdea, Solusi


2.   Alhamdulillah terselenggara beberapa    Launching/Peluncuran Dan  Bedah Buku


7 Jan 2015 Rilis Dan Pengenalan Novel Gus
17 Mei 2015:Sharing Nulis&Launching Matahari Mata Hati
5 Sept 2015: Launching Bidadari Surga Pun Cemburu l Gramedia Jl. Pemuda Semarang l 11.00 WIB
5 Sept 2015: Diskusi Novel Matahari Mata Hati l Gramedia Pandanaran Semarang l 15.00-17.00 WIB
Roadshow Socioteenpreneur
Rilis dan Pengenalan Muslimah Kudu Happy

3.    Alhamdulillah saya berkesempatan  Blusukan dan sharing ke kampus-kampus, sekolah, komunitas dll

14 Jan 2015: Sharing Kepenulisan di Univ Muria Kudus

24 Mei 2015: Share&Care Yatim Mandiri l Klub Genius Semarang
31 Agustus 2015 Sharing Kepenulisan di SMKN 3 Semarang with Faber Castell

16 Okt 2015: Sharing Kepenulisan Dies NataliesUndip
19 Okt 2015: Sharing Writerpreneur  Di Pameran Buku Kota Wali


7 Jan 2015 : Wawancara Suara Merdeka
6 Nov 2015: Sharing Di Radio Imelda FM
28 Okt 2015: Sharing Socioteenpreneur Di Medan

8 Nov 2015: Sharing Kepenulisan Di SMP Darul Quran
14 Nov 2015: Juri Lomba Menulis Guru PAUD Korda Semarang

23 Nov 2015: Sharing Socioteenpreneur di SMK Katamso Medan
25 Nov 2015: Sharing Kepenulisan Di SMA Muhammadiyah Purwodadi
7 Des 2015: Sharing Kepenulisan Di Islamic Fair Baiturrahman Semarang


4.      Alhamdulillah Profil saya muncul Di Media

7 Jan 2015: Wawancara Suara Merdeka
9 Agustus 2015: Wawancara Tribun Jateng


5.  Alhamdulillah di tahun ini  beberapa kali   
 Jelajah Radio

6 Maret 2015: Talkshow Novel Gus di GajahMada FM
15 Maret 2015: Talkshow Hasfriends di Sonora FM
3 Juli 2015: Talkshow Novel Matahari Mata Hati di radio Gajah Mada FM Semarang
19 Agustus 2015: Talkshow Bidadari Surga Pun Cemburu&Matahari Mata Hati di radio PRO2 FM Jogja
5 Sept 2015: Talkshow di radio Sonora FM l 13.30 WIB
18 Sept 2015: Talkshow Bidadari Surga Pun Cemburu l GajahMada FM Semarang


6.      Alhamdulillah Halan-halan while Roadshow dan Sharing

Istana Maimun
Masjid Raya Medan
Tjong A Fie  Medan
 Merdeka Walk Medan
Taman Buah Mekarsari  Cileungsi Bogor
Kota Lama Jakarta

7.      Alhamdulillah juga Have Fun, Sharing With Gengs and Family

10-11 Jan 2015 : Harlah TPQ & Maulid& Launch Rumah Pintar Muslimat
April 2015 Kampus Fiksi  Emas
8 Juli 2015: Buka Bersama Fatayat di Gedung NU
19 Sept 2015: Future Leader Summit l Wisma Perdamaian Semarang
18 Okt 2015: Sharing Kepenulisan Essay Di Taman Literasi Demak

6 Nov 2015: Sharing Kepenulisan Di Tea House Java Mall
14 Nov 2015: Temu Kangen Arsitektur Undip Tembalang

21 Des 2015: Kopdar Penulis di Depok

18-24 Des 2015 Jalan-jalan Jakarta, Bekasi, Depok, Bogor

8.      Alhamdulillah Menang Lomba Dan Award

Kisah Inspiratif by Indiva
Travel Tips & Stories by  Gramedia Pustaka Utama
Novel Gus Dan Novel Matahari Mata Hati masuk dalam long list API 2015
Cover Novel Gus masuk short list 20 besar cover favorit Anugerah Pembaca Indonesia 2015

9.      Alhamdulillah belajar Monetizing Blog

20-23 Feb 2015: Monetize Blog, Project Brief, Paid For Review
26 Sept 2015: Parenting With Dancow l Ada Banyumanik Smg
Nulis buat hellosemarang
Nulis buat rockingmama
Nulis buat Lazada

10.  Alhamdulillah Bertemu  dan belajar dari orang-orang hebat

7 Maret 2015: Kunjungan Menteri Sosial dan Bazar
15 Maret 2015: Coaching Clinic with Dewi Lestari
11 Juli 2015 : Band Armada, Pakar Etnomusicologi
Juli 2015 : Pakar Sejarah Dari Tionghoa
Agustus 2015: Living Legend, NH  Dini
18 Sept 2015 Pakar Dan Pelaku HomeSchooling
22 Nov 2015: Rizal Armada
26 Des 2015:  Founder Akber dan JRU



Nah! Sekarang apa resolusi untuk 2016
Duh, antara keinginan, harapan, resolusi, rencana, target dan semacamnya itu agak deg-deg ser ya ngomonginnya. Hmmmm….biar absurd sekalian kita tulis semuanya aja tuh nyampur antara keinginan, harapan, resolusi, rencana, target, impian dst:D

-          Punya mobil lagi
-     Being more generous, lebih murah hati
-          Umroh
-      roadshow dan jalan ke banyak tempat di Indonesia
-      sharing dan jalan ke luar negeri
-          Sekolah lagi
-          Settle/mapan
-          Menikah (?) atau setidaknya punya (beberapa) pacar (lagi)*ahaha
-          Istiqomah, taat, akhlaqul karimah
-          Kolaborasi, sinergis
-          DN writing school
-          Sukses dalam program litbang Fatayat, DK
-          Rintis Akber Demak
-     Hidup dan kembangkan rumah baca dan belajar Hasfriends
-          Anak-anak makin baik, sukses belajar dan ngaji
-          Ndarus hafalan Quran yang sudah pernah kepegang. Hiks.
-     Konsultan arsitektur run well
-          dll


0 komentar:

Busana Untuk Host Dan Presentasi

Desember 30, 2015 dian nafi 0 Comments

Busana Untuk Host Dan Presentasi


Aku sering terkesan dengan host, pembawa acara, mc juga moderator  yang sering menemani para nara sumber cuap-cuap di panggung. Selain mereka trampil berbahasa dan berkomunikasi, mereka juga sangat pintar dan cerdas dalam memilih penampilan. Sehingga performa mereka tampak prima, sedap dipandang mata serta membawa suasana segar sepanjang acara.

Baik performer, penampil, presenter  maupun host, sama-sama musti pandai memilih busana agar event terselenggara dengan sukses dan berkesan. Apa aja sih tips nya? Yuk tengok :)



Kita, bagaimanapun, terpengaruh oleh tampilan visual, oleh karena itu mempertimbangkan busana presenter ketika tampil, adalah salah satu langkah memukau audiens. Prinsip selama ini yang saya ambil, busana presenter haruslah 1 level di atas penampilan audiens. Saya memang bukan pemerhati busana, namun dari beberapa referensi ada sejumlah pilihan busana yang bisa jadi pertimbangan ketika kita akan tampil presentasi. Apa saja? Yuk kita simak sama-sama:
  1. Busana presenter sesuai icon. Coba Anda perhatikan ketika Steve Jobs tampil. Dirinya selalu menggunakan busana yang sama. Mungkin karena pakaian itu adalah iconnya. Steve jobs selalu menggunakan swater gelap, celana jeans tanpa sabuk dan sepatu kets. Hal yang identik bisa Anda jumpai pada sosok Dahlan Iskan atau Jokowi.  Mas Ebo selalu menggunakan topi dan syal. Sedangkan guru saya Jamil Azzaini, selalu mengenakan batik.
  2. Busana presenter sesuai suasana presentasi. Adapula presenter yang tidak tampil selalu menggunakan busana sesuai iconnya, namun pakaiannnya disesuaikan dengan nuansa presentasi. Ketika outbond, maka busana yang dipakai adalah t-shirt berkerah dengan celana jeans dan sepatu kets. Sedangkan ketika event indoor, dia menggunakan hem lengan panjang dan berdasi.
  3. Busana presenter sesuai dengan profesi. Apa maksudnya? Busana presentasinya disesuaikan dengan profesi presenter. Semisal profesi Anda seorang dokter atau peneliti, maka busana resmi dengan sepatu vantofel bisa mengindikasikan Anda seorang yang cerdas dan terpelajar. Seorang chef bisa mengenakan baju putih lengkap dengan celemeknya ketika presentasi. Mungkin ini terlihat sepele, namun pakaian secara psikologis bisa meningkatkan kepercayaan diri Anda dan kepercayaan audiens terhadap materi yang Anda sampaikan.
  4. Busana presenter sesuai materi presentasi. busana presenter disesuaikan dengan materi presentasinya. Ada yang berpakaian dalang, petualang, ibu rumah tangga, pekerja kantoran dan sebagainya. Jika Anda simak presentasi James Gwee juga demikian. James Gwee pernah berpakaian tentara dan pekerja bangunan, sesuai dengan materi presentasinya.
Nah, itulah tips presentasi hari ini tentang busana presentasi. Silakan Anda pilih mana yang sesuai dengan ciri khas Anda. Sekali lagi, meski ada 4 macam tipe busana presentasi, namuan prinsip dasar busana presenter adalah satu level lebih bersih dan lebih rapi dibanding audiens.

0 komentar:

Tips Busana Untuk Wawancara Dan Pitching

Desember 30, 2015 dian nafi 0 Comments



Tips Busana Untuk Wawancara Dan Pitching
My Fave Red And Black

Bertemu langsung dengan  penulis Amerika ini di kampus UKSW Satya Wacana Salatiga serasa mimpi yang menjadi nyata. Kami selama ini terhubung hanya via dunia maya, baik fesbuk,maupun skype, dan akhirnya kopi darat  membuat rasa di dada melambung-lambung. 


Pertemuan sepenting ini membuatku sempat bingung memilih kostum, seperti layaknya seseorang yang hendak pergi untuk pitching proyek, rembug bisnis ataupun  wawancara kerja. 



Karena kesan pertama memang sangatlah berarti. 

Selain bersih, rapi, dan sopan, Anda juga harus cermat memilih warna motif pakaian yang Anda kenakan. Aturan pokoknya adalah jangan sampai pewawancara lebih perhatian pada apa yang Anda kenakan dibanding keterampilan dan kualifikasi yang Anda miliki. Anda tidak akan mau pewawancara mengingat gaya berpakaian Anda yang nyentrik dan mengabaikan kelebihan-kelebihan Anda.

Berikut tips memilih warna dan motif 

1.     Pilih warna dan motif yang padat/solid
Pakaian yang berwarna solid atau bisa juga dianggap tanpa motif tidak mengganggu konsentrasi dan perhatian pewawancara. Kalaupun bermotif sebaiknya yang halus, kecil-kecil, sehingga dari kejauhan tidak tampak.
Warna biru tua, abu-abu, dan hitam mengesankan profesionalitas.

2.     Pilih warna netral
Sekali lagi Anda tak akan mau diingat karena pakaian Anda yangngejreng dibanding kemampuan Anda. Selain warna biru tua, abu-abu, dan hitam, warna putih juga warna pilihan terbaik untuk wawancara kerja.
Bila ingin menambahkan warna pada warna pakaian yang netral, pilihlah warna pucat sehingga tidak terlalu mencolok dan ‘menantang’.

3.     Menyesuaikan tradisi perusahaan.
Bila Anda mengetahui warna-warna yang biasa digunakan perusahaan yang menyediakan lowongan posisi pekerjaan, Anda bisa memilih warna-warna itu atau yang senada. Tapi bila tidak tahu, paling aman Anda mengenakan warna solid dan netral.
Setiap warna memberi kesan yang berbeda. Memilih warna yang tepat bisa membantu Anda menunjukkan siapa diri Anda.

Berikut beberapa warna dan kesan yang dimunculkannya :

-         Warna coklat adalah warna netral yang membangkitkan perasaan tenang. Warna yang paling tepat dipilih untuk wawancara kerja.
-         Warna biru khususnya biru Navy juga pilihan warna yang tepat untuk pakaian saat wawancara kerja. Warna biru mengesankan ketenangan dan kepercayaan diri. Warna biru disukai banyak orang. Mengenakan pakaian dengan warna yang disukai pewawancara akan mempengaruhi suasana hatinya.
-         Warna abu-abu juga warna yang paling disarankan untuk wawancara kerja. Abu-abu adalah warna yang sering dipilih untuk pakaian resmi. Warna ini mengesankan sophisticated dan netral. Warna ini juga membuat Anda terlihat kuat/kokoh.
-         Warna hitam adalah warna yang paling populer untuk wawancara kerja. Warna ini mengesankan kekuatan, kepercayaan diri, otoriter. Karena itu warna ini sangat sesuai untuk melamar pekerjaan di perusahaan konservatif seperti firma hukum, atau melamar posisi eksekutif tingkat tinggi. Hati-hati mengenakannya pada wawancara kerja perusahaan dengan lingkungan yang santai, Anda akan terkesan ‘tidak mudah didekati’. Anda bisa menggunakan cara lain dengan memilih warna hitam untuk asesoris seperti dasi atau syal, tetap terlihat kuat/kokoh tapi tidak berlebihan.
-         Warna merah adalah warna terang yang kuat, yang mengesankan energy dan semangat. Memilih warna merah untuk asesoris seperti dasi atau syal akan mengesankan semangat yang tinggi tanpa membuat Anda terlihat emosional.
-         Warna putih adalah warna yang renyah dan bersih. Warna ini mengesankan kesederhanaan dan kejujuran. Warna putih adalah warna yang paling tepat untuk kemeja atau blus.

Yang paling penting adalah kelebihan-kelebihan Anda berupa keterampilan dan kualifikasi, yang Anda tunjukkan melalui jawaban-jawaban pertanyaan dari pewawancara. Tetapi bila berdasarkan kemampuan ada beberapa orang yang memiliki nilai yang sama, maka bagaimana cara Anda berpakaian menjadi alasan Anda untuk dipilih.

(sumber : http://jobsearch.about.com)

0 komentar:

Tips Packing Untuk Berlibur Sambil Belajar

Desember 30, 2015 dian nafi 0 Comments

Tips Packing Untuk Berlibur Sambil Belajar


Di qoryah Toyyibah Salatiga, kita bisa menikmati sejuknya hawa pegunungan, suasana ramah dan hangat pedesaan, juga sekaligus menyerap banyak pelajaran yang tercecer di sana sini. Baik yang dikhutbahkan ataupun yang diqudwahkan alias ditauladankan. Seru kan?


Purple And Yellow at Qoryah Thoyyibah Sosiopreneur Salatiga 



Mengemas pakaian untuk liburan mungkin kelihatannya sepele, tapi ternyata tak semudah itu. Pernahkah  mengalami kejadian, sudah membawa berpotong-potong pakaian tapi hanya satu dan dua yang terpakai, bahkan harus membeli baju baru karena salah kostum?

Saat bepergian tentu saja kita tak dapat membawa seluruh isi lemari pakaian. Jadi sangat penting untuk menentukan pakaian yang tepat agar liburan nyaman dan semakin menyenangkan. Apa saja pakaian yang sebaiknya dibawa ketika liburan, terutama dalam waktu yang lama? 


1. Lakukan Riset
Sebelum liburan, lakukan riset kecil-kecilan. Misalnya jika Anda ke luar negeri, cek negara tersebut sedang memasuki musim apa; dingin, hujan, panas atau semi? Hal ini akan menentukan pakaian apa saja yang harus dipakai. Coat tebal dan sepatu boots tentunya tidak akan terpakai saat musim panas. 

2. Rencanakan Kegiatan
Kegiatan apa saja yang akan Anda lakukan sesampainya di tempat liburan? Rencanakan aktivitas liburan Anda secara matang, dengan begitu akan lebih mudah memilih pakaian. Jika agenda liburan termasuk pergi makan malam di resto mewah, maka perlu membawa gaun formal. Jika klub malam yang ingin didatangi, bawalah pakaian pesta yang sedikit 'bling bling'.Berencana berenang atau main pasir di pantai? Jangan lupa bawa summer dress, celana pendek dan sandal.

3. Pakaian Basic
Kemanapun Anda pergi, bawalah selalu pakaian basic atau busana kapsul (klasik dan tak lekang zaman). Pakaian basic atau kapsul bisa berupa jeans, t-shirt putih, blazer, celana panjang berpotongan lurus, little black dress dan sepatu flat. Tapi semua orang bisa saja mendefinisikan pakaian basic secara berbeda, tergantung yang sehari-hari mereka kenakan. Jadi bawalah pakaian yang memang sering Anda kenakan. Setelah itu, biasanya akan lebih mudah menentukan jenis busana lainnya yang lebih fancy dan fashionable.

4. Tentukan Warna
Warna merupakan salah satu aspek penting saat memilih pakaian untuk dibawa bepergian. Pilihlah beberapa warna yang mudah dipadu-padankan. Misalnya satu atau dua warna basic/natural (hitam, abu-abu, khaki, putih) dengan tiga atau empat warna terang.

5. Pilih Sepatu dengan Bijak
Sepatu memakan banyak tempat di koper, maka sangat penting untuk hanya membawa satu atau dua pasang saja. Bawalah sepatu yang serbaguna dan cocok dikenakan ke berbagai kesempatan. Pilih sepatu warna hitam, netral atau bernuansa metalik. Jika rencana liburan Anda pergi ke berbagai tempat dan memerlukan penampilan yang berbeda, bawalah sepasang sepatu pumps, flat, sandal dan sneakers.

6. Pilih yang Berdaya Pakai Tinggi
Tak ada gunanya membawa banyak pakaian dan aksesori untuk liburan jika Anda tidak benar-benar bisa memakainya. Tak terbiasa pakai blouse backless? Maka tak perlu dibawa hanya karena alasan ingin lebih gaya. Lebih nyaman dengan celana panjang longgar, maka tak perlu membawa hot pants atau rok super mini. Bawalah pakaian yang sering dan Anda pun nyaman mengenakannya.


Yuk rencanakan dan persiapkan sebaik mungkin :)

0 komentar:

Tips Busana Untuk Workshop Dan Bisnis

Desember 30, 2015 dian nafi 0 Comments


Tips Busana Untuk Workshop Dan Bisnis




Kalau mau sekalian jalan-jalan setelah mengikuti workshop dan pelatihan, memang semestinya kita menyiapkan spare baju. Sehingga yang kita kenakan saat mengikuti pelatihan ataupun pertemuan resmi sesuai dengan suasananya.  So, memang nggak boleh malas dan asal kalau kita mau packing baju untuk bepergian. 



Dalam ilmu komunikasi, pakaian adalah bentuk komunikasi non-verbal yang sadar atau tidak, sangat mempengaruhi efektivitas komunikasi Anda. Jadi, jangan pernah menyepelekan soal penampilan, apalagi jika Anda seorang pebisnis. Bayangkan apabila Anda menemui calon investor dengan kaus lusuh, celana jeans berlubang di bagian lutut, dan rambut yang ditata secara asal-asalan. Ia bisa langsung “menolak” Anda bahkan sebelum Anda presentasi, hanya karena penampilan Anda yang membuatnya il-feel.
 Berikut beberapa tips berpenampilan untuk menunjang kegiatan:

1. Jangan Salah Kostum

Berdasarkan tingkat formalitasnya, event-event yang Anda hadiri akan terbagi tiga, yaitu formal, semiformal, dan nonformal. Tiap kategori memiliki dresscode-nya tersendiri.
Misalnya untuk acara formal seperti gala dinner, pria sebaiknya menggunakan kemeja dan jas resmi, dengan bawahan berupa celana panjang yang satu stel dengan jasnya. Untuk wanita, sebaiknya memakai gaun.
Apabila Anda perlu menghadiri acara semiformal seperti seminar, mengunjungi pameran atau meeting dengan partner bisnis, Anda bisa tampil lebih kasual dengan menggunakan polo shirt (pria) dan denim. Sementara bagi wanita, Anda bisa menggunakan dress atau blouse yang rapi dan sopan.
Kaus oblong atau T-Shirt sebaiknya hanya Anda gunakan untuk suasana yang benar-benar santai seperti saat melakukan kegiatan produksi atau saat kulakan di pasar.

2. Jangan Copycat

Mungkin Anda pernah menemukan sebuah foto dimana sang model tampak cantik dan menarik dengan apa yang ia kenakan. Namun, daripada Anda meniru mentah-mentah style-nya yang belum tentu cocok dengan tubuh dan karakter Anda, lebih baik sesuaikan dengan gaya pribadi Anda.
Belum tahu pakaian seperti apa yang tepat untuk Anda?  perusahaan yang besar biasanya men-training salesperson-nya dengan pengetahuan dasar mengenai pakaian yang cocok dengan bentuk tubuh tertentu dan untuk event tertentu. Anda bisa berdiskusi dengan mereka.

3. Pastikan Anda Nyaman

Inilah mengapa ada fitting room atau ruang pas di pusat-pusat perbelanjaan. Anda harus memastikan bahwa pakaian tersebut cukup ukurannya, nyaman dipakai, dan terlihat bagus di tubuh Anda.
Setelah membeli pun, Anda mungkin perlu mencoba memakainya lagi di rumah, kalau perlu dengan alas kaki dan aksesoris, untuk memastikan bahwa penampilan Anda secara keseluruhan matching dan sekali lagi, Anda nyaman dan leluasa bergerak saat memakainya.

4. Jangan Berlebihan

Apabila Anda adalah seorang pemilik bisnis, tidak apa-apa berpenampilan sedikit lebih gaya daripada karyawan, yang penting tetap wajar. Tidak perlu pamer dengan menunjukkan  merk baju, atau menggunakan perhiasan yang berlebihan. Terlalu banyak menggunakan perhiasan selain mengundang kejahatan, juga bisa membuat orang tak nyaman karena Anda terkesan menyombongkan diri. Untuk event bisnis, salah satu aksesoris paling ‘aman’ dipakai adalah jam tangan. Untuk pria, smartphoneAnda saja sudah bisa jadi ‘aksesoris’ yang cukup keren kok.

5. Bersih dan Wangi

Ini berlaku di event apapun. Jangan sampai ada baju Anda kusut atau ada kotoran di sepatu. Gunakan deodorant dan cologne secukupnya agar tidak bau badan. Pastikan aroma nafas Anda tidak membuat orang lain tutup hidung. Kalau perlu, sediakan beberapa permen mint dalam tas Anda.

0 komentar:

Tips Busana Mengajar

Desember 30, 2015 dian nafi 0 Comments

Tips Busana Mengajar

Pergi ke kampus untuk sharing kepenulisan, seringkali menuntut kita berpikir agak panjang dalam mengenakan setelan busana. Selain mempertimbangkan kepantasan, kesopanan dan kepatutan, tentu saja juga memperhatikan budaya serta kebiasaan yang ada di dalam kampus tersebut. 
Tampilan yang dipilih bisa berbeda, andai kampus  itu mungkin kampus desain, kreatif yang ala-ala seniman begitu. Tapi memasuki kampus yang sarat dengan nuansa keagamaan seperti Unissula, pilihan memakai busana ala-ala ibu Dosen mungkin yang paling tepat.  

 So, here we are. Dengan  setelan jas biru dengan kerudung sederhana bermotif bunga dengan warnaa serupa jas, sebuah setelan krem dengan sedikit ukiran kerawang menjadi aksen yang menyembul di belakangnya. Dua kain memanjang dari kerudung, bisa menggantikan syal/ shawl yang biasa dipakai para performer/public speaker.


Nah, ini beberapa tipsnya:
Secara prinsip busana yang bisa dikenakan untuk mengajar hampir sama dengan busana pekerja kantor pada umumnya, yakni formal dan rapi. Berikut tipsnya:
o Pilih model celana yang tidak ketat.
o Hindari busana berbahan kaus atau jin.
o Jika bertubuh gemuk, pilih celana dengan model mengerucut ke bawah. Tidak kebesaran (pas di badan tapi tidak ketat). Pilih atasan yang loose, panjangnya sampai paha atau sedikit lebih, tambahkan blazer body fit. Pilihan lainnya adalah blus panjang, tambahkan ikat pinggang kecil yang diikat longgar. Untuk warnanya, pilih warna gelap atau earth tone yang hangat tapi tidak mencolok.
o Jika bertubuh tinggi dan kurus, pilih celana model kulot atau palazzo longgar. Untuk atasannya bisa ditambahkan vest. Warna-warna cerah membuat penampilan terlihat lebih segar.

0 komentar: