Yang Cantik Dan Unik

Desember 19, 2016 dian nafi 0 Comments


YANG CANTIK YANG UNIK





Sejak masih kecil, aku suka banget lihat printhilan-printhilan dekorasi. Apalagi yang membuat interior ruangan dan rumah menjadi lebih indah. Seringkali foto-foto interior berikut aksesorisnya  di koran dan majalah ini kugunting dan kutempelkan dalam buku besarku. Kliping berbagai desain rumah juga interior inilah salah satu hal yang mendorongku untuk kuliah arsitektur.
Saat lulus kuliah, aku kepikiran untuk membuka toko barang-barang interior dan aneka dekorasi yang menjadi satu dengan konsultan desain. Tapi belum terlaksana bikin tokonya, meski konsultan desain arsitekturnya terus jalan sampai sekarang.
So, mata pun masih terus hijau tiap kali lihat pernak-pernik yang dipajang di toko di jalanan yang dilewati, atau di kedai tempat wisata yang sedang dikunjungi, juga toko-toko online yang sekarang makin semarak. Termasuk yang ada di salah satu situs milik temanku.
Seru banget lihat web makarame ini.  Pilihan itemnya banyak banget dan manis-manis. Web-nya juga keren. Di bagian paling atas sudah langsung tercantum alamatnya. 50662 Sukorini 1 Sumowono, Jawa Tengah. Menandakan bahwa situs ini real, tidak fiktif. Hal yang paling dicemaskan pembeli adalah kredibilitas toko dan penjualnya.
Banyak sekali pilihan pernak-pernik yang bisa dibeli. Ada alas makan, alat dan bahan craft, alat tulis dan kantor, batu hias, dekorasi,   dompet dan tas, fashion, gantungan kunci, hanger, hidrogel, jampel anti panas, kaktus dan sukulen, kotak tisu, matras perca, miniatur vespa, peralatan dapur, sandal, souvenir kaktus, tempat pensil dan topiary tree.
Semua kategori diklasifikasikan dengan rapi. Desain-desainnya juga manis dan ciamik banget.  Foto-foto yang ditampilkan juga cakep-cakep. Keterangan tentang produk berikut harga dan troli belanjanya sudah ada di masing-masing item. Sehingga memudahkan pembeli untuk memilih sekaligus belanja.
Makarame juga memberikan aneka tips lewat postingan blognya. Kiat-kiat inilah yang juga menjadi pemikat bagi pengunjung untuk datang ke web ini. Postingan blog meliputi beberapa topik, ada ecoist, eco-friendly crafts, business, health, news, parenting, relationship, wedding dan advertorial. Termasuk di dalamnya ada info kontes yang diselenggarakan.
Selalu ada postingan baru sebagaimana ada juga produk baru, yang menjadikan situs Makarame ini tetap eksis dan menjadi lirikan para calon pembeli. Dan juga memungkinkan pembelian lagi oleh langganan ataupun mereka yang sudah pernah merasakan layanan dan produk Makarame.
Eco-friendly crafts yang menjadi konsep dan sekaligus nilai utama yang dijual Makarame ini sungguh patut mendapat dukungan. Bukan saja karena alat dan bahannya murah dan memanfaatkan material daur ulang. Tetapi juga kita acungi jempol upaya-upayanya menjaga kelestarian alam dan pencegahan global warming sebab menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan.  Termasuk juga menggugah masyarakat untuk mencintai produk daur ulang ini.

Bahkan Makarame       berani menyebut dan memplokamirkan dirinya sebagai marketplace kerajinan daur ulang yang pertama di Indonesia. Wow! Keren ya!
Mungkin karena positioning ini pulalah yang menyebabkan tim jurnalis Liputan 6 SCTV datang dan merekam serta mengabadikannya di acara Bedah Usaha.  

Ada kolom dan laman vendor yang bekerja sama dengan Makarame juga ditayangkan di situs ini. Jika ingin menjadi vendor juga, ikuti saja ketentuannya. Karena memang dibuka peluang untuk itu. Kita bisa baca di FAQ-nya. Di bagian paling bawah situs inilah, link FAQ itu  disematkan. Termasuk nomor  dan email kontak Makarame, logo brand dan juga kolom untuk subscribe situs ini. Rapi dan trendy.

0 komentar:

16 TIPS BERTAHAN MENJADI PENULIS

Desember 10, 2016 dian nafi 0 Comments


16 TIPS BERTAHAN MENJADI PENULIS


Tak bisa kita pungkiri bahwa rimba raya belantara kepenulisan ini terus bergerak dengan cepat dengan berbagai perubahannya yang kadang tak bisa diprediksi. Gelombang naik turunnya yang mendebarkan juga menggelisahkan. Apakah kita akan bertahan? Bagaimana kiatnya?
  • Always believe in yourself. You have something to offer others, something worth sharing, something unique and special.

 Percayalah bahwa kita punya sesuatu untuk yang berharga untuk ditawarkan dan dibagikan pada orang lain, sesuatu yang unik dan istimewa.

  • Know the experts are not always right. There is rarely one singular way to do anything. Find your own style and way to do what you need to do to succeed.
 Ahli tidak selalu benar. Temukan gaya kita sendiri dan lakukan apa yang kita butuhkan untuk menjadi sukses
  • Never accept defeat. Change course, yes. Give up, no. Admit you made an error or mistake but don’t throw in the towel.
Jangan menyerah meskipun sudah melakukan kekeliruan dan kesalahan. 
  • Learn from others. Copy the habits of successful people when it suits you but don’t be just like them. The world needs you—not a replica of someone else.
Belajar dari orang lain. Tiru kebiasaan orang-orang sukses yang sesuai dengan diri kita, jangan hanya seperti mereka. Dunia butuh kita yang otentik, bukan hanya replika dari seseorang.
  • Realize you can improve every aspect of your writing, editing, publicity, marketing, sales, distribution, etc. Push the bar higher and keep reaching beyond your comfort zone.
Sadarilah bahwa kita bisa meningkatkan setiap aspek dalam diri kita dalam menulis, mengedit, mempublikasikan, memasarkan, menjual dan mendistribusikan tulisan kita.
  • Stop making excuses or looking for reasons you fall short.
Berhenti membuat alasan-alasan.
  • Find ways to overcome challenges or setbacks. If you just want to sulk about the unfairness of life go see a therapist, but take your passion, vision, energy, and talent and pour it into your efforts to be a successful writer.
Cari cara untuk mengatasi tantangan-tantangan.
  • Understand that those around you don’t always believe in you the way you do. In fact, some friends, family members, or colleagues would be jealous or feel threatened by your success. Don’t look for them to inspire you—it happens from within you.
Sadari dan mengertilah bahwa tak semua yang ada di sekitar kita percaya dengan cara yang kita lakukan.
  • Exploit your strength, sacrifice your weakness. Don’t worry if you suck at something—play up where you can excel. But, do realize, you are the sum of your weakness and strengths, so where ever you can improve or grow, you should.
Eksplorasi kekuatan, dan korbankan kelemahan kita
  • Remember your successes, forget your failures. Repeat the good, dismiss the bad. We’re all too quick to focus on one’s criticism while forgetting all the praise. Filter out the negative and just build on what worked for you in the past.
Ingat kesuksesan kita, lupakan kegagalan kita.
  • Wipe the slate clean–and often. Sometimes you just need a fresh start. Each day can bring new opportunity. You are not living one long day for life—we experience life in increments and your goal is to keep coming out on top, one day at a time.
Hapus dan bersihkan. kadang kita butuh mulai lagi dari awal dengan kesegaran baru. setiap hari sesungguhnya menawarkan peluang baru.
  • Change something. Sometimes you need to reshuffle the cards in order to draw the one you want. If you feel stuck or living below your potential, make a change. It may involve adding or deleting something or someone. It may involve taking the opposite approach to something. It may involve taking a risk or experimenting. Have the mindset that you have nothing to lose and you may just win big.
Ubahlah sesuatu. Kadangkala kita membutuhkan perubahan. Jika macet atau berada di bawah potensi yang semestinya kita punya, buatlah perubahan. Mungkin menambah atau mengurangi sesuatu atau orang. Mungkin berarti mengambil pendekatan yang berkebalikan. tentu saja beresiko dalam implementasinya. Tapi miliki mindset untuk nothing to lose alias tulus, dan mungkin kita bahka mendapatkan kemenangan besar.
  • Keep a positive, confident, sharing attitude present in all of your interactions. You will rub off on others and they in turn will mirror your smile, energy, and infectious good will. It costs nothing to project a winning approach and the payoff can be immense.
Tetap positif, percaya diri, senang berbagi dalam setiap kali kita berinteraksi. Jika kita senantiasa tersenyum, mengalirkan energi dan menginfeksi kebaikan, insya Allah begitu pula yang kembali pada kita.
  • Go back to the basics when you’re struggling. Remind yourself of what you’re looking to accomplish and reflect on prior successes.
Kembai ke dasar ketika kita berjuang. Ingatkan diri sendiri apa yang sedang kita cari, kejar dan selesaikan dan refleksikan pada kesuksesan yang diprioritaskan.
  • Treat yourself like a winner. Reward yourself now and make yourself feel worthy of the fruits of your labor.
Perlakukan diri kita sebagai pemenang, dan bukannya pecundang. Berikan hadiah pada diri sendiri jika mendapatkan pencapaian, buat diri kita berharga, merasakan buah atas kerja keras kita.
  • Act as if—as if you succeeded, as if you are great, as if you are who you strive to be.
Berbuat dan berperilaku seolah kita sukses, seolah kita hebat, seolah kita menjadi orang yang sedang kita tengah perjuangkan untuk menjadi. 

 

 

0 komentar:

Sharing Kepenulisan Di Pesta Sejuta Buku

Desember 10, 2016 dian nafi 1 Comments



Sharing Kepenulisan Di Pesta Sejuta Buku



Alhamdulillah beberapa waktu lalu di panggung utama Pesta Sejuta Buku yang digelar di gedung Wanita Semarang, sharing kepenulisan dan komunitas kepenulisan berjalan lancar.

Meski hujan terus turun rintik-rintik membersamai acara kali ini. Namun semoga yang sedikit dibagikan ini bermanfaat dan membawa berkah. Aamiin.

Berikut ada satu liputan yang ditulis oleh salah satu media di Semarang atas acara kemarin ini. Cekidot ya....












SEMARANG–Sebagai salah satu rangkaian acara Pesta Semarang Sejuta Buku, kemarin (13/11) telah diadakan talkshow bersama Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) Semarang dan juga Komunitas Gandjel Rel. Talkshow ini menghadirkan Dian Nafi selaku pembina Komunitas IIDN Semarang dan juga Rahmi Aziza yang merupakan salah satu founder Komunitas Gandjel Rel. Dua komunitas ini merupakan wadah bagi para penulis wanita yang ada di Semarang dan sekitarnya.  Acara dihadiri oleh cukup banyak pengunjung meskipun baru dimulai pada pukul 20.00 WIB.
Talkshow yang diselenggarakan di Gedung Wanita Semarang ini membahas secara mendalam tentang kedua komunitas tersebut serta dunia kepenulisan. IIDN Semarang sendiri merupakan komunitas bagi wanita yang suka menulis atau tertarik dengan dunia kepenulisan. Komunitas ini telah berdiri sejak tahun 2011. Dian Nafi mengungkapkan bahwa meskipun komunitas ini bernama Ibu-Ibu Doyan Nulis, namun para wanita yang belum berumah tangga pun juga bisa bergabung. “Tidak harus yang bisa menulis atau sudah punya tulisan. Yang tertarik dengan buku juga bisa bergabung. Langsung saja bergabung di facebook kami, nanti sudah otomatis terdaftar sebagai anggota,” jelasnya.
Selain sering melakukan kopdar (kopi daratrutin satu minggu sekali, komunitas ini juga sering melakukan kunjungan-kunjungan ke media dan juga penerbit. IIDN Semarang pun kerap diajak bekerja sama dengan instansi untuk menyelenggarakan lomba menulis.
Di tahun 2015, Rahmi Aziza yang juga merupakan anggota IIDN Semarang mempunyai ide untuk membuat sebuah komunitas blogger wanita, kemudian lahirlah Komunitas Gandjel Rel. “Awalnya kami sering kumpul dengan komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis Semarang. Terus karena melihat banyak yang nge-blog seperti itu, terus kami kepikiran yuk kita bikin juga komunitas blogger perempuan gitu, biar ada wadahnya yang khusus perempuan.” terang Rahmi.
Kedua komunitas ini menjadi wadah bagi para wanita yang berdomisili di Semarang dan sekitarnya untuk mengenal dan mendalami dunia kepenulisan, “Menulis itu adalah seni bertutur, berdialog, yang kita tuangkan dalam bentuk tulisan. Jadi sebenarnya semua orang itu bisa menulis. Karena kita pasti sering berdialog, bertutur dan berargumentasi. Cuma memang kita perlu banyak baca, kemudian banyak latihan, dan utamanya kalau punya komunitas seperti ini kita bisa punya kompor, saling support ya. Jadi, kita share itu temen-temen bisa kasih masukan,“ jelas Dian Nafi.
Bincang-bincang pun dilanjutkan dengan membahas tentang dunia kepenulisan. “Kita memang harus punya budaya, tradisi, habbit untuk tiap hari menulis, dipaksa. Cari waktu yang kira-kira longgar gitu, misalnya dini hari. terus ada target. Pokoknya belum bangkit dari tempat duduk sebelum dapet misalnya satu halaman gitu, ya atau dua halaman. Dan kompornya atau bahan bakarnya adalah motivasi. Kalau motivasi nya cukup kuat, pasti pengen nulis sampai selesai,” jelas Dian ketika menjawab salah satu pertanyaan peserta terkait bagaimana cara menjadi penulis produktif.
“Ada satu rahasia yang pernah saya dapet, yaitu setiap orang punya satu keberuntungan pemula. Jadi, setiap orang punya satu keberuntungan, hanya berlaku satu kali, golden ticket. Nanti ketika dia dapet momennya, ketika dapet keberuntungan itu, dia mungkin naik. Nanti setelah itu baru pr-nya dia supaya mempertahankan. Jadi anggap kita itu punya sesuatu di dalem, terus sebenernya butuh dikeluarin aja. Nah, tinggal kita ngasah itu,” tambah Dian Nafi. Dian Nafi sendiri telah menerbitkan 22 buku dan 80 buku antalogi. Sedangkan Rahmi Aziza adalah penulis komik Mak Irits yang karyanya bisa kita nikmati di Webtoon

sumber: http://duniasrikandi.tumblr.com/post/153171679917/ceriwis-bersama-ibu-ibu-doyan-nulis-semarang-dan

1 komentar: