3 Merchandise Untuk Promo Buku

April 30, 2016 dian nafi 2 Comments

3 Merchandise Untuk Promo Buku


Sejak terjun dan tersesat di rimba belantara kepenulisan di tahun 2008, aku semakin sadar dan paham bahwa dunia literasi ini sungguh serius dan ketat persaingannya. Alhamdulillah penerbit, komunitas juga pembaca menemaniku dalam masa-masa itu sampai aku kecanduan terus menulis dan mempromosikannya. 




Selain promo di radio, televisi, media massa dan acara launching serta berbagai road show, ada merchandise yang diproduksi untuk membersamai buku yang terbit.

Bisa berupa kaos, tote bag, mug, gantungan kunci, magnet kulkas dan lain sebagainya.

Kaos
Kita tahu kaos itu bisa dipakai di badan. Jadi kalau kita sedang jalan dengan memakai kaos dengan tulisan dan gambar yang menunjukkan cover serta identitas buku atau novel kita, sama halnya kita berpromosi. Apalagi kalau kaos itu dipakai banyak orang.

Pada bulan September lalu, penerbit memproduksi  selusin kaos untuk dibagikan saat launching novel baruku berjudul Matahari Mata Hati. Warnanya merah disesuaikan dengan warna cover buku non fiksiku berjudul Bidadari Surga Pun Cemburu yang launching di hari yang sama. Sedangkan tulisan yang tertera adalah Matahari Mata Hati dengan gambar pohon dan burung-burung sebagaimana tampak di covernya.

Jadi, sekali dayung dua pulau terlampau tuh. Satu kaos untuk promo sekaligus dua buku baru. Ahay.

Bahannya juga tebal dan nyaman dipakai. Aku bahkan hobi sekali memakai kaos itu di beberapa kesempatan kemudian.


Beberapa teman dan sahabatku juga mendapat kaos itu karena terpilih saat mengajukan pertanyaan di sesi tanya jawab setelah acara talk show buku.

photo coutesy by mbak hid



Tote Bag

Selain kaos, tote bag juga bisa menjadi merchandise pilihan untuk ajang promo buku. Selain memang bermanfaat sekali karena bisa digunakan sebagai wadah dan tas (apalagi sekarang harus bayar dua ratus rupiah kalau kita menginginkan plastik sebagai tempat belanjaan di mall)

Tote bag juga sering ditenteng ke mana-mana. Kampus, kantor, kopdaran, belanja, ngopi, jalan-jalan, piknik, bahkan sholat ke masjid. Ya kan?:)

Mug

Nah! ini nih yang juga kekinian dan ngehits banget. Bahkan penulis maestro kita, ibu NH Dini juga menggunakan mug sebagai merchandise yang bisa sekaligus mempromosikan novelnya. Di samping beliau menjadikannya souvenir perayaan acara ulang tahunnya yang kedelapan puluh waktu itu.






Senang sekali saat tahu kalau sekarang ada web custom bagus yang bisa membantu kita dalam menyiapkan berbagai merchandise tersebut.

Mau coba juga?
Yuk segera rancang dan wujudkan merchandise untuk promosikan buku dan juga produk-produkmu!

Nb: Tulisan ini diikutsertakan dalam CustomBagus Blogging Competition


                         

2 komentar:

Buku Dan Novel Dengan Spirit Islam Nusantara

April 28, 2016 dian nafi 0 Comments

Buku Dan Novel Dengan Spirit Islam Nusantara

Kemarin saat dicolek untuk ikut meramaikan tagar #SpiritIslamNusantara alhamdulillah malah jadi kesempatan untuk mempromosikan lagi beberapa buku dan novelku yang ndilalah memang punya spirit Islam Nusantara. hehe.

Cekidot ya:)

Ada novel Gus terbitan Kaki Langit Kencana-nya Grup Prenada.


Meski rumah dilempari batu,dicaci org2 yg tdk suka kehdrn&misinya, Bu nyai trus menebar kasih

Lantunan quran&keberhsln Bu nyai&keluarga memberdayakn warga shg perekonomian desa meningkat,membuat syiarnya berhasil

Jika di pesantren membawa perubahan dr masy yg suka mabuk,judi&maksiat jd masy qurani...

Di kesbran&kasih berbuah kesdran masy sktr pesantren,tak lagi mengemis&melakukan profesi2 tak pantas


Kemudian ada novel Mesir Suatu Waktu.

Byknya mhsw dr Indonesia yg belajar di AlAzhar sejak dulu hingga kini adlh salah satu dr yg...
antusias, semangat&tekun utk belajar langsung dari guru2 & Masyayikh yg jelas sanadnya sampai pd Rasulullah.

Dan ada buku Gue Takut Allah terbitan Diva Press

Berani memilih lbh takut pada Allah drpd menggadaikan kebenaran utk kepentingan segelintir org


Lalu ada Miss Backpacker Naik Haji


Meski kabah jd kiblat,Mekkah medinah jd tempat yg dirindukan,tp juga tetap mencintai negeri

Ada Bidadari Surga Pun Cemburu

Cermin Kalinyamat; Malahayati;Safiatudin;Nyi Ageng Serang;Aisyah We Tenriolle;Cut Nyak Dien
Tengku Fakinah; Pocut Baren; Nyak Meutia; Pocut Meureh Intan; Siti Walidah; Kartini; Dewi Sartika;Rohana Kudus;
Rahmah El-Yunusiyah; HR. Rasuna Said; Solichah A. Wahid Hasyim menjunjung tinggi nilai2 agama & mencintai negerinya.

Ada lagi novel skrg msh revisi&tunggu masa rilis di penerbit. Doakan lancar,manfaat&berkah. Kasih teasernya gak ya?:D




0 komentar:

Belajar Dari SGA, Huruf Kecil Dan Oddang

April 26, 2016 dian nafi 0 Comments

Belajar Dari SGA, Huruf Kecil Dan Oddang



24 April kemarin, seperti biasanya bukannya yang ulang tahun dapat hadiah, tetapi justru ia yang menghadiahi. Hadiah ultah KF ke-3 kali ini spesial bangets. Karena kami diberi kesempatan untuk belajar langsung dari para sastrawan hebat di negeri ini. 

Ada maestro, mas Seno Gumira Ajidarma, penyair Aan Mansyur dan Faisal Oddang yang meski masih muda tapi sudah mengglobal sampai ke Asean. Alhamdulillah senang banget karena saya bareng SGA pernah sama-sama diminta menulis endorsment untuk sebuah novel tentang Papua dan toleransi.


Agar berhasil dalam menulis harus keluar dari tiga mitos tentang sastra ~ Seno Gumira Ajidarma

Banyak membaca, memanjakan imajinasi, memiliki sudut pandang yang baru & berbeda serta motivasi kuat merupakan tips utama menulis.
omong kosong belajar jadi penulis kalo tidak membaca.
buku tehnik menulis itu banyak, tapi tidak akan lahir seorg penulis itu tanpa membaca
Ngaku penulis kok nggak mau baca, ya pensiun aja
Mitos sastra; Sastra itu curhat, bahasa mendayu-dayu, isinya petuah itu omong kosong
Penulis itu yang paling penting adalah sudut pandangnya

buku yg menarik itu yg menggugah kita unk menulis
semakin banyak menulis, secara tidak lngsung kita sudah belajar
Jika kita terbiasa menulis, rasanya ada semacam musikal yg mnyertai tiap tulisan kita

meniru itu boleh, tapi plagiat itu dilarang. Silakan meniru dam jng plagiat
Mengarang itu sesuatu yg menyenangkan. Tapi plagiat itu tidak bakalan bahagia

Saya itu tidak punya tips. Tapi kalo kita kreatif pasti bisa berhasil. Pokoknya bacalah
Penulis itu tak diukur dngn umur. Jadi susah dijelaskan brp umur yg tepat menjadi penulis


Kalau urutannya, SGA jadi gongnya. Nah, sebelumnya ada Aan dan Faisal dulu. Ini beberapa kutipannya:


Kalau kata Aan Mansyur, Tugas penulis adalah mengajak orang untuk berhenti sebentar.

1997 - 1998 saya habiskan untuk membaca buku di 7 perpus makasar - M. Aan Mansyur
2015 ia membuat "kata kerja" dan dia pustakawan.

Biar kamu tdak lupa, catatlah kata kakeknya.
Salh satu yg dilakukan penulis adl berpikir 2 langkah lebih depan daripada pembaca. Misal dari A ke D
Hampir semua tulisannya ditulis dinihari, rata-rata pukul 04.00

Di komunitas ia berperan sebagai penulis, karena teman2nya tak ada yg jadi penulis

Kalo kalian ketahui menulis di Indonesia salah satu takdirnya adalah Miskin, kata Aan. *Hadeuh*
Hampir semua puisi yg kalian baca, itu pembaca pertama adalah Ibu Saya
Puisi menjadi alat komunikasi saya dng ibu saya
Membaca buku itu sama halnya dengan konsumsi
Semakin banya kamu membaca buku, semakin sadar banyak hal yg tak kamu ketahui
Ketika anda menulis, anda akan terjerumus pada pekerjaan yg tak ada waktu istirahatnya
Semakin lambat kamu berjalan, semakin banyak hal yg kamu dapat (lebih detail)
Bertanya pada hati "apa tujuan kamu menulis?" sebuah pertanyaan dari Aan untuk kita semua.
Menulis itu sebenarnya adalah menulis ulang
Menulis itu ada 2 kemungkinan; kalo kamu tdk mendokumentasikan kecerdasanmu, ya mendokumentasikan kebodohanmu -
Menulislah seperti Gandhi, dan mengeditlah seperti Hitler
Saya berhenti mengedit jika sudah mentok tulisan itu tak bisa dikurangi
Pulang, menulis sampai sesering mungkin, dan jng berusaha jadi penulis



Nah, kemudian giliran Faisal Oddang nih.

Setiap cerita yg saya tulis, itu sebagian besar pernah saya alami di masa lalu -
Setiap tulisan saya tak lepas dari lokalitas Sulawesi Selatan -
Saya suka menulis karena ayah saya selalu menceritakan waktu mau tidur
Jika ide mentok, saya akan tulis dengan sudut pandang yg berbeda

"Belum tentu sepatu yang saya gunakan berjalan kompatibel buat kaki teman-teman." 
Agar tidak jenuh dalam menulis, cintailah menulis seperti kau mencintai kekasihmu. 
Bila Aan Mansyur tidak bisa menulis di tempat ramai, maka Faisal Oddang justru kebalikannya. Dia justru tidak bisa menulis di tempat sepi.



Met Ultah kampus fiksi diva press, semoga makin sukses dan berkah. Aamiin.


*beberapa kutipan diambil dari cuitan Nasir

0 komentar:

Lomba Menulis Potensi Desaku

April 25, 2016 dian nafi 0 Comments

Lomba Menulis Potensi Desaku



Hai, teman-teman, ada info lomba nulis lagi nih :)


Persyaratan dan Ketentuan Lomba :
1. Pendaftaran Lomba Gratis
2. Peserta adalah warga Kabupaten Bojonegoro
3. Tema Postingan “POTENSI LOKAL DESAKU”
4. Dibuka 21 Maret 2016 dan Di tutup 30 April 2016 Pukul 00.00
5. Harus join ke Group facebook : fb.com/groups/FKKBBojonegoro
6. Harus follow dan mention link tulisan ke twitter @RTIKBojonegoro dan @DinasKominfoBjn
7. Tulisan di posting di salah satu media online di antaranya blog dan website (KIM, WebDes, JIM) disarankan tidak menggunakan blog pribadi
8. Tulisan merupakan hasil karya individu, bukan jiplakan atau copy paste dari tulisan orang lain
9. Tulisan belum pernah dipublikasikan sebelumnya
10. Tulisan menggunakan bahasa Indonesia dengan gaya penulisan bebas, sesuai dengan karakter dan gaya khas peserta
11. Tulisan harus disertai foto-foto pendukung tentang “POTENSI LOKAL DESAKU” dan tidak mengandung SARA
12. Boleh mengirimkan lebih dari satu tulisan
13. Peserta wajib memasang banner di bawah ini pada widget sidebar atau di dalam postingan sebagai tanda keikutsertaan lomba
14. Peserta harus mengirimkan link URL dari artikel yang ditulis (bukan halaman depan blog atau website) melalui Group facebook : fb.com/groups/FKKBBojonegoro dan mengisi formulir online di www.bojonegoro.info
Penilaian :
1. Kesesuaian dengan Tema dan kualitas isi tulisan
2. Kepatuhan persyaratan dan ketentuan
3. Orisinalitas ide
4. Gaya dan teknik penulisan
5. Penempatan foto dan keterangan
6. Jumlah like dan share sosial media
7. Kualitas dan interaksi komentar pembaca pada setiap artikel akan menjadi nilai tambah
8. Keputusan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat
Hadiah Lomba :
Akan dipilih 3 orang pemenang mendapatkan masing-masing :
– Uang Tunai + Merchandise + Piagam + Domain

sumber : http://www.rtikbojonegoro.or.id/lomba-menulis-potensi-lokal-desaku/

0 komentar:

Negeri Singa Yang Digandrungi

April 23, 2016 dian nafi 0 Comments


Negeri Singa Yang Digandrungi

So excited karena dalam beberapa minggu ke depan, insyaAllah cita-cita ingin mengunjungi Batam dan Singapura akan terwujud. (Doakan lancar dan berkah ya) Semoga juga bisa terus bersyukur atas anugerahNya yang indah dan menjadi orang yang pandai berterima kasih. Aamiin.,

Sebelum benar-benar jalan-jalan ke sana, jadi getol buka-buka dan baca-baca apa saja yang berhubungan dengan Batam Dan Singapura. Termasuk brosur-brosur yang kemarin didapat di Singapura Travel Fair. 

Nih dia beberapa tempat dan destinasi di Singapura yang kayaknya wajib dikunjungi.
Merlion adalah sebuah patung dengan kepala singa dan berbadan ikan yang sudah menjadi maskot Singapura. Nama Merlion merupakan gabungan dari “mermaid” dan “lion” atau dalam bahasa Indonesia adalah ikan duyung dan singa. Taman Merlion Park buka 24 jam setiap hari dan tidak dipungut biaya bagi siapapun yang ingin berkunjung, sehingga anda dapat menghemat biaya perjalanan anda. Selain berfoto-foto anda juga dapat menikmati sungai di lokasi ini karena Merlion Park terletak di depan Singapore River.


Universal Studios adalah taman hiburan seperti Dufan di Jakarta dan merupakan salah satu tempat wisata di Singapura yang paling terkenal bagi warga Indonesia. Harga tiket Universal Studios pada akhir pekan, tanggal merah, dan musim liburan cukup mahal, bisa sampai dengan sekitar 1 juta Rupiah untuk orang dewasa. Apabila anda ingin hemat, cukup berfoto di depan bola dunia Universal Studios saja. Apabila anda ingin masuk dan bermain di Universal Studios, datanglah pada pagi hari karena antrian permainan di Universal Studios bisa sangat panjang, kecuali anda mempunyai tiket prioritas sehingga anda tidak perlu mengantri panjang, namun tentu saja harga tiket ini lebih mahal dari tiket biasa.


Orchard Road atau Jalan Orchard adalah nama sebuah jalan di Singapura yang sangat terkenal dengan wisata belanjanya. Selain dipenuhi pusat belanja, Orchard Road juga dipenuhi restoran, spa, dan lain-lain. Untuk berkunjung ke Orchard Road tentu saja gratis apabila hanya melihat-lihat saja. Apabila Orchard Road adalah tempat tujuan utama anda di Singapura, saya sarankan carilah hotel di sekitar Orchard Road supaya tidak kesulitan membawa barang belanjaan menggunakan kendaraan umum. Di sepanjang Sentosa Island ada 3 buah stasiun MRT jadi anda tidak perlu kuatir jauh dari stasiun. Orchard Road adalah salah satu tempat wisata di Singapura yang wajib dikunjungi, walaupun hanya melihat-lihat saja.


Sentosa Island adalah sebuah tempat wisata di Singapura yang lengkap, namun tidak menyatu dengan pulau utama Singapura, melainkan berada di pulau yang terpisah. Banyak cara untuk mencapai Sentosa Island, yang paling menarik adalah dengan menggunakan kereta gantung karena anda juga dapat menikmati pemandangan kota Singapura dari ketinggian. Harga menaiki kereta gantung memang cukup mahal, yaitu sekitar 300,000 Rupiah, namun menaiki kereta gantung ini dapat memberikan pengalaman yang menarik untuk anda. Apabila anda ingin berhemat, ada cara lain untuk mencapai Sentosa Island yaitu dengan berjalan kaki, menaiki monorail Sentosa Express, dan menggunakan bus. Yang bisa anda temukan di Sentosa Island adalah pantai, hotel, spa, restoran, tempat belanja, tempat bermain golf, berbagai macam atraksi hiburan, kasino, dan lain-lain.


Bugis Street, jalan di Singapura yang terkenal dengan wisata belanjanya. Berbeda dengan Orchard Road yang menawarkan pengalaman belanja mewah, Bugis Street menawarkan pengalaman wisata belanja murah ala jalanan. Biasanya Bugis Street adalah tempat wisatawan berburu oleh-oleh murah di Singapura. Sangat mudah sekali mencapai Bugis Street, anda hanya perlu menaiki MRT dan turun di stasiun Bugis. Lokasi Bugis Street hanya sekitar 50 meter dari stasiun Bugis. Bugis Street adalah tempat wisata belanja jalanan yang terbesar di Singapura.


Sesuai dengan namanya, Chinatownadalah sebuah kawasan dengan suasana seperti di China. Mayoritas penduduk di daerah Chinatown adalah keturunan China, sehingga sangat terasa kentalnya budaya China di daerah ini, misalnya di bentuk bangunan, hiasan, barang dagangan, dan lain-lain. Chinatown sudah menjadi salah satu tempat wisatadi Singapura yang paling disukai wisatawan karena merupakan perpaduan menarik antara wisata kuliner, belanja, budaya, dan juga sejarah. Apabila anda ingin berbelanja di sini, jangan lupa untuk menawar harga terlebih dahulu. Apabila anda ingin berwisata kuliner di Chinatown, perlu diingat bahwa sebagian besar penjual makanan dan minuman di Chinatown buka mulai dari sore hari hingga tengah malam. Mudah sekali untuk mencapai Chinatown, anda cukup menggunakan MRT dan turun di stasiun Chinatown.

sumber: internet



Dengan suasana khas India dan dipenuhi orang-orang India, Little India akan membuat anda serasa berada di India. Berada di seberang Chinatown, Little India adalah tempat yang menjual berbagai jenis kerajinan khas India, berbagai jenis makanan khas India, emas, dupa, minyak pijat, parfum, kain hingga jasa peramalan nasib. Di tempat yang cocok untuk berburu oleh-oleh khas India ini terdapat bebauan khas India, dan biasanya adalah bau rempah-rempah. Saya sendiri kurang suka tempat ini karena saya kurang nyaman dengan bau keringat orang India, namun walau begitu, Little India adalah salah satu tempat wisata di Singapura yang cukup menarik untuk dikunjungi.

Arab Street adalah pusatnya umat Islam di Singapura, sehingga anda dapat menemukan banyak toko berbau Islam di daerah ini, misalnya berbagai jenis busana Islam dan kelengkapan ibadah. Selain itu anda juga dapat menemukan penjual parfum, karpet, dan kain-kain mewah yang berwarna-warni, termasuk batik khas Indonesia. Pedagang barang-barang tersebut biasanya ramai pengunjung pada siang hari, pada malam hari yang banyak berjualan adalah pedagang makanan khas Arab. Biasanya wisatawan datang ke lokasi ini untuk mencari suasananya, bukan untuk berbelanja.

Raffless Landing Site mungkin tidak umum di telinga wisatawan Indonesia karena wisata sejarah memang tidak banyak peminatnya. Raffless adalah nama dari pendiri sekaligus gubernur Singapura modern, sedangkan Raffless Landing Site adalah tempat untuk mengenang jasa-jasa dari Raffless. Di tempat ini anda dapat melihat patung replika dari Raffless, mengenal sejarah Singapura, melihat diorama sejarah dan budaya Singapura, serta berfoto-foto di sebelah patung Raffless dengan latar belakang sungai dan kota Singapura. Apabila anda tertarik berkunjung ke Raffless Landing Site, stasiun MRT terdekat adalah stasiun Raffless Place.




Esplanade berlokasi dekat dengan patung kebanggaan Singapura yaitu Merlion. Esplanade adalah sebuah pusat seni dan merupakan salah satu pusat seni yang paling aktif dan sibuk di dunia. Dengan bentuk atapnya yang unik dan mirip buah durian, Esplanade memiliki banyak fasilitas yang berhubungan dengan seni, misalnya ruang konser, teater dalam ruangan, teater luar ruangan, perpustakaan, ruangan pameran lukisan, hingga food court dan lain-lain. Memasuki tempat ini tidak dipungut biaya, kecuali sedang ada konser yang mengharuskan membeli tiket. Suasana di sekitar Esplanade juga sangat indah, jadi walaupun sedang tidak ada konser, tempat ini masih menarik bagi wisatawan.

Gardens by The Bay adalah sebuah taman unik yang berada di sekitar Marina Bay. Seperti selayaknya taman, Gardens by The Bay mempunyai banyak pohon dan tumbuhan hijau, yang membuat unik adalah di sini anda dapat menemukan beberapa pohon buatan raksasa. Pohon-pohon buatan ini terbuat dari baja dan berfungsi untuk menampung air hujan dan juga menampung energi matahari. Pada malam hari, lampu yang dipasang di pohon buatan setinggi gedung bertingkat 16 ini akan menyala, sehingga menjadi sangat indah. Untuk berkeliling di area ini tidak dikenakan biaya, namun bila anda ingin naik dan berjalan-jalan di jembatan yang menghubungkan pohon-pohon buatan ini, anda harus membeli tiket seharga kira-kira 50,000 Rupiah. Selain itu, di area ini terdapat juga Cloud Forest dan Flower Dome yang merupakan tempat konservatori tanaman dan bunga dengan harga tiket sekitar 350,000 Rupiah.


Singapore Flyer merupakan sejenis Bianglala di Dufan namun dengan ukurang yang sangat besar, bahkan merupakan yang paling besar di dunia dengan tinggi 165 meter, atau setara dengan gedung bertingkat 42. Memiliki 28 kabin dengan kapasitas untuk 10-15 orang, sekali putaran Singapore Flyer akan memakan waktu sekitar 30 menit. Selama 30 menit itu anda akan dapat menikmati pemandangan kota Singapura, bahkan anda juga bisa melihat Indonesia dari Singapore Flyer. Apabila anda berminat menaiki wahana Singapore Flyer, anda bisa menggunakan MRT dan turun di stasiun Promenade. Harga tiket untuk menaiki Singapore Flyer adalah sekitar 350,000 Rupiah.


Henderson Waves Bridge mungkin jarang menjadi pilihan utama tempat wisata di Singapura, namun sebenarnya tempat ini sangatlah menarik. Henderson Waves Bridge adalah sebuah jembatan kayu dengan desain yang unik dan menyerupai gelombang ombak. Mulai dari jam 7 malam, Henderson Waves Bridge akan menyalakan lampunya yang sudah diatur sedemikian rupa sehingga menjadi sangat indah.Henderson Waves Bridge adalah jembatan untuk pejalan kaki yang memiliki ketinggian tertinggi di Singapura, sehingga anda dapat menikmati pemandangan kota Singapura dari jembatan ini. Apabila anda ingin berkunjung ke Henderson Waves Bridge, anda bisa turun di stasiun MRT Harbour Front.

Marina Bay Sands adalah ikon sekaligus tempat wisata di Singapura yang terbaru. Hampir semua wisatawan dari Indonesia yang datang ke Singapura berfoto-foto dengan latar belakang Marina Bay Sands. Marina Bay Sands adalah sebuah pusat hiburan dan resort terpadu yang dibuka sejak tahun 2010. Penampilan visual bangunan Marina Bay Sands sangatlah unik dan tiada duanya di dunia dengan 3 gedung utama yang dihubungkan dengan bangunan berbentuk kapal di atasnya. Marina Bay Sands memiliki ribuan kamar hotel, kasino, teater, ruang kesenian, restoran, klub malam, taman, hingga mall mewah dan lain-lain, semuanya dalam satu lokasi. Selain itu di bangunan berbentuk perahu yang ada di atas gedung, terdapat kolam renang yang merupakan kolam renang terpanjang di dunia dengan panjang sekitar 150 meter, dan berada di ketinggian 200 meter. Di ketinggian tersebut, anda dapat melihat Singapura, Indonesia, dan Malaysia. Apabila anda ingin naik ke atas Marina Bay Sands, anda harus membayar sekitar 250,000 Rupiah. Pada malam hari, Marina Bay Sands mempertontonkan atraksi cahaya yang menarik dan dipantulkan oleh danau Marina Bay. Stasiun MRT terdekat dari Marina Bay Sands adalah stasiun Marina Bay dan stasiun Promenade.
16. Helix Bridge


Helix Bridge

Helix Bridge adalah sebuah jembatan dengan arsitektur yang sangat menawan. Dengan panjang sekitar 280 meter, Helix Bridge adalah jembatan pejalan kaki yang terpanjang di Singapura. Jembatan yang berada di Marina Bay ini berbentuk spiral seperti DNA dan akan menyala pada malam hari sehingga menambah keindahan dari jembatan ini.

Art Science Museum adalah sebuah museum yang berlokasi di Marina Bay Sands. Berlokasi di tepi danau Marina Bay, Art Science Museum memiliki bentuk menyerupai bunga teratai. Tidak hanya itu saja keunikan dari desain bunga teratai Art Science Museum, desain teratai ini juga mempunyai fungsi mengumpulkan air hujan, dan mengalirkannya menjadi sebuah air terjun. Art Science Museum adalah tempat pameran seni kelas dunia berlangsung sehingga sangat menarik untuk dikunjungi.


Singapore Botanical Gardens adalah paru-paru bagi Singapura. Memiliki bermacam-macam tanaman dari berbagai belahan dunia, Singapore Botanical Gardens adalah tempat yang cocok untuk berjalan-jalan santai dengan gratis. Dengan luas sekitar 74 hektar, Singapore Botanical Gardens adalah tempat wisata di Singapura yang sangat cocok bagi pecinta tanaman dan bunga. Singapore Botanical Gardens buka dari jam 5 pagi, sehingga tempat ini banyak dipakai warga Singapura untuk berolahraga pagi. Selain taman dan kebun, Singapore Botanical Gardens juga memiliki danau angsa dan danau yang memiliki panggung di tengahnya. Di tempat ini juga terdapat National Orchid Garden dengan tiket masuk seharga kurang lebih 50,000 Rupiah. Untuk mencapai Singapore Botanical Gardens, turunlah di stasiun MRT Botanic Gardens.


Singapore River adalah sebuah sungai di Singapura yang mengalir dari tengah Singapura sampai ke lautan. Sungai ini begitu terkenal bagi wisatawan dan merupakan salah satu tempat wisata di Singapura yang paling ramai dikunjungi wisatawan. Kegiatan yang menarik di Singapore River adalah Singapore River Cruise, atau wisata menyusuri sungai dengan menggunakan perahu listrik yang canggih. Sambil menikmati pemandangan Singapura dari sungai, pemandu di perahu akan memberi penjelasan mengenai Singapore River, gedung-gedung yang dilewati, sejarah Singapura, dan lain-lain. Harga tiket menyusuri Singapore River adalah sekitar 250,000 Rupiah.


Jurong Bird Park adalah tempat wisata di Singapura yang sangat terkenal di dunia, karena merupakan taman burung yang terbesar di dunia. Jurong Bird Park memiliki lebih dari 8,000 ekor burung dari sekitar 600 spesies yang berbeda. Burung-burung ini berasal tidak hanya dari Singapura saja, melainkan dari seluruh dunia. Apabila anda lelah berjalan kaki berkeliling Jurong Bird Park, di sini ada fasilitas mengamati burung dengan menggunakan monorail. Selain mengamati burung, anda juga dapat berfoto-foto dengan burung, memberi makan burung, dan menonton acara atraksi burung yang diadakan di Jurong Bird Park setiap harinya. Harga tiket masuk Jurong Bird Park adalah sekitar 200,000 Rupiah, sedangkan harga monorail adalah sekitar 50,000 Rupiah. Stasiun MRT terdekat adalah stasiun Boon Lay.





St. Andrew’s Cathedral adalah gereja pertama dan terbesar di Singapura. Dengan gaya bangunan kuno, St. Andrew’s Cathedral adalah salah satu bangunan yang paling indah di Singapura dan telah ditetapkan sebagai salah satu monumen nasional Singapura pada tahun 1973. Memasuki area St. Andrew’s Cathedral tidak dipungut biaya. Stasiun MRT terdekat adalah stasiun City Hall.



Masjid Sultan adalah bangunan bersejarah yang terletak di Kampung Glam, Singapura. Masjid Sultan adalah masjid yang pertama di Singapura dan sekarang sudah menjadi salah satu tempat wisata di Singapura. Dulunya, Masjid Sultan adalah lokasi tempat tinggal warga Indonesia yang berdagang di Singapura. Masjid Sultan terbuka bagi siapa saja yang ingin masuk melihat ke dalam, namun mungkin anda akan diminta menggunakan sebuah jubah panjang supaya lebih sopan. Keunikan dari Masjid Sultan adalah kubahnya yang berwarna emas. Masjid Sultan sangatlah berbeda dengan masjid di Indonesia yang kurang terawat, Masjid Sultan sangatlah bersih dan rapi. Tidak dipungut biaya untuk dapat menikmati keindahan Masjid Sultan.

Semoga bisa jadi mengunjungi beberapa di antara destinasi ini. Aamiin.

Kalau referensimu, mana yang paling wajib di antara beberapa tempat itu?
Atau punya saran destinasi lainnya? Share ya :)

0 komentar:

Prosperity Door, Hospitality, Luck And Happiness

April 23, 2016 dian nafi 0 Comments

Prosperity Door, Hospitality, Luck And Happiness




When you let some body help you but you're not thankful & grateful enough, maybe your luck someday will become his/her luck.

Coz energi come to its magnet. Just like water come to its reservoir. After those all lessons, will you still become ignorant&thankless man?

Coz someone deserves for those all compliments, we should happy for him/her while we still try harder to be better. Coz race still run

&don't forget to grateful&thankful always. Never underestimate anybody. Coz behind the low profile, there's hidden power we never imagine.

Joining race to not hit anyone else,but to get win-win result for everyone. Coz the era ask us to build anything togeher. Other-centris.

The thing that make heart being breaker is not the achievement which we don't get, but realizing maybe his/her work and pray is harder than us.

it's a little contemplation of this week. we need to write this note so we don't forget the lesson. hope it will be useful for all readers ^_^


0 komentar:

Profil Dian Nafi

April 22, 2016 dian nafi 0 Comments

Profil Dian Nafi

sosmed dian nafi

Pecinta purnama, penikmat hujan. Lulusan Arsitektur Undip.
Pengelola PAUD. Founder komunitas Hasfriend. CEO Hasfa Publishing. Pegiat IIDN, FLP, KEB, GR, BP, WB dan banyak komunitas lainnya. Blogger. Pimred DeMagz. Mentor Kampus Fiksi,
BeWriter, Hasfa Class, Kelas Inspirasi, DN Writing School, Akademi
Berbagi. Pemenang Favorit LMCR ROHTO 2011 dan 2013. Penulis Terpilih
WS Kepenulisan PBA dan KPK 2011, Penulis Terpilih WS Cerpen Kompas
2012. Profilnya dimuat di Harian Analisa Medan (2011) Buku Profil
Perempuan Pengarang dan Penulis Indonesia (KosaKataKita, 2012) Jawa
Pos-Radar Semarang (2013) Alinea TV (2014) Koran Sindo (2014) Tribun
Jateng (2015).
Menang Lomba Menulis bersama A Fuadi, dan antologi tersebut terpilih
sebagai nominasi kategori Buku dan Desain Sampul Non Fiksi Terfavorit
Anugerah Pembaca Indonesia 2012 dan masuk dalam Kick Andy. Novel GUS
masuk dalam short list Terfavorit Anugerah Pembaca Indonesia 2015.
Penulis Novel Mayasmara.Tulisan dimuat di beberapa media, 22 buku
tunggal  dan 84 antologi/omnibook diterbitkan oleh berbagai penerbit.
Di antaranya: Jendela-Zikrul Hakim, Quanta-Elexmedia, Bentang,
Gramedia Pustaka Utama,  Leutika, Hasfa, Imania-Mizan, Familia, Qudsi,
Bypass, Javalitera, Plotpoint, Grasindo, Diandra, Bunyan, Divapress,
Erlangga, Prenada, Nuansa, Visi Media, Indiva.
  http://www.hybridwriterpreneur.com l FB: ummihasfa |
Twitter: @ummihasfa | kbcahaya@gmail.com | 085701591957

0 komentar:

Mendeteksi Kecenderungan Seksual Sejak Dini

April 21, 2016 dian nafi 0 Comments



Mendeteksi Kecenderungan Seksual Sejak Dini





Beberapa waktu lalu saya berkesempatan menghadiri undangan seminar dari Pimpinan Wilayah NU Jawa Tengah di Gedung NU Jl. Dr. Cipto Semarang. Kali ini tema yang diangkat adalah tentang LGBT. Lesbian, Gay, Biseksual and Transgender.


Tak ayal lagi, ruangan hall lantai 3 hari itu full sesak audience. Padahal mereka harus bayar untuk tiketnya dan ruangan sebesar itu dengan audience sebanyak itu membuat AC yang ada seolah jadi tak cukup berguna.

Seminar bertajuk “Deteksi Dini Orientasi Seksual Anak sebagai Upaya Mencegah Fenomena LGBT: Kenali dan Atasi Sejak Dini.”


Nara sumbernya, kak Sinyo Egi, bilang kalau LGBT dan Same Sex Attraction (SSA) itu tidak sama. LGBT itu identitas sosial, sedangkan SSA adalah orientasi seksual.


LGBT adalah identitas sosial, semacam penerimaan diri, pencitraan, identitas formal (KTP, KK, dll), aktualisasi diri yang hadir sebagai lawan dari identitas hetero. Itulah kenapa kaum LGBT juga ingin diakui eksistensinya sebagai kaum hetero seperti persamaan pengakuan di mata masyarakat, persamaan legalisasi pernikahan dan lain sebagainya.


SSA itu orientasi seksual sesama jenis. Misalnya ada orang yang mempunyai SSA dan pernah melakukan tindakan seks sesama jenis tetapi dia tidak ingin menjadi LGBT maka kita tidak bisa menyebutnya sebagai LGBT. Jadi SSA belum tentu LGBT, tapi kalau LGB sudah pasti mempunyai SSA.


Orientasi (ketertarikan) seksual seseorang itu seperti niat. Jika  niat buruk  diteruskan akan berakibat buruk. Sebaliknya jika tidak diteruskan, berarti dia hanya berhenti di niat saja.

Jka niat buruk berhasil  ditahan, kita berhak pahala atas kemampuan mengendalikan hawa nafsu ini.
Selama SSA masih berupa niat maka tidak akan berdosa. Jika sudah berwujud tindakan, maka berdosalah dia.


Apakah SSA bisa disembuhkan? Bisa, asal punya keinginan dan tekad yang kuat,  So, jangan  langsung menghakimi mereka yang baru punya kecenderungan saja. Selamatkan mereka sebelum lebih jauh tersesat. Jangan sampai tindakan dan ucapan serta sikap kita yang apriori justru makin membuatnya semakin jauh dari hidayah dan masuk ke dalam dosa. 

bagaimanapun, orientasi seks sesama jenis ini mungkin juga manusiawi. Jadi sebaiknya tetap sabar dan terus berusaha hidup di jalan Allah. Menikah dengan lain jenis bisa menjadi penyembuhnya.

LGBT muncul tahun 1960an di Amerika Serikat. Mereka menginginkan pengakuan identitas berupa legalitas, normalitas dan sosial. Dua puluh satu negara  di dunia kini telah mengakui LGBT. Semoga negeri kita terselamatkan dari dekadensi moral dan kemanusiaan. Aamiin.

Apa Sih Penyebab Orientasi SSA

Pembelokan orientasi seksual ini bisa terjadi pada masa-masa balita. Jika tidak  dicegah, maka kecenderungan untuk menyukai sesama jenis akan bertumbuh terus.

Kalau memang benar gay bawaan gen,  seharusnya di era modern  ini ditemukan alat untuk mendeteksi orientasi seksual  bayi yang lahir, tapi kan  tidak pernah ada alat  ini. So, sudah jelas setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, alami,  asali.

Pola asuh yang salah, menjadi penyebab perubahan kecenderungan asali.

Yang pertama, pemaksaan dalam mengambil role model. Mereka yang broken home, ada dominasi ibu, atau dominasi ayah, terjadi kekerasan rumah tangga, bisa mengalami hal ini.

Jika  karena ketimpangan peran dan kekecewaan, lalu  anak  tidak mau menjadi seperti ayah/ ibu atau nantinya tidak mau menikah dengan laki-laki/ perempuan seperti ayah/ ibu, ini bisa berbahaya. 

So orang tua punya peranan penting dalam  pencegahan orientasi seksual yang salah. 


Over protective (terlalu dimanja/ dilindungi) juga berakibat tidak baik. Anak bungsu, tunggal, satu-satunya jenis kelamin dalam keluarga atau anak istimewa (paling ganteng, paling putih paling pintar, dll) biasanya akan mengalaminya. 

Yang kedua, jika salah dalam mengambil role model.  Secara hubungan keluarga mungkin harmonis, tapi anak-anak dibiarkan memilih model tanpa diberi pegangan. So dampingi mereka, pilih sekolah dan/atau penitipan anak dengan baik. Bagi yatim piatu, peran ayah dan ibu bisa digantikan oleh  kakek, nenek, bibi, paman, guru atau sosok lain yang bisa membantu dalam proses pengasuhan mereka. 

Selanjutnya juga diberikan gambaran tentang tahapan bagaimana kecenderungan seksual ini mengalami pembelokan dari anak kecil hingga pra remaja dan remaja serta apa saja yang musti kita waspadai dan lakukan untuk meresponnya.


0 komentar:

Sharing kepenulisan di Sekolah Perempuan

April 21, 2016 dian nafi 0 Comments

Sharing kepenulisan di sekolah perempuan




Alhamdulillah kemarin saya dipercaya untuk sharing kepenulisan di sekolah perempuan.
Berikut beberapa kutipannya. Semoga bermanfaat:)


[19/4 19.32] Dian Nafi: Langsung aja ya, saya sharing sedikit cerita saya tersesat di rimba belantara literasi ini. Dan ingin dengar cerita dari teman2 juga :)
[19/4 19.34] Dian Nafi: Berawal tahun 2008 ketika harus Iddah 4 bulan 10 hari di rumah, saya akhirnya kenal fesbuk. Kesedihan dan kehilangan suami secara mendadak dlm kecelakaan membawa saya menuliskannya dalam note2.
[19/4 19.35] Dian Nafi: Mungkin karena itulah ketika ada info lomba nulis, saya lalu dicolek teman2 utk ikutan krn katanya tulisan saya menyentuh hati.
[19/4 19.36] Dian Nafi: Tiga kali ikut lomba nulis, menang terus. Alhamdulillah. Lalu saya memberanikan diri utk nulis yg agak panjang. Novel mayasmara menjadi debut.
[19/4 19.37] Dian Nafi: Karena mau dikirim utk uwrf tapi waktunya sempit sehingga tidak mungkin dikirim via penerbit mayor, karena akan kelamaan prosesnya, saya cetak sendiri. Dan Alhamdulillah laris
[19/4 19.39] Dian Nafi: Hal berikutnya yang menjadi point lagi adalah saat saya menang lomba nulis bareng Ahmad  Fuadi negeri 5 menara.
[19/4 19.40] Dian Nafi: Lalu ikut menulis bareng2 utk 101 bisnis online paling laris dan berturut-turut storycake yg diterbitkan Gramedia
[19/4 19.40] Dian Nafi: Diterbitkan Mizan juga jadi point lagi
[19/4 19.40] Dian Nafi: Kemudian menang lomba nulis di Grasindo dua kali berturut-turut dalam dua tahun juga anugrah
[19/4 19.42] Dian Nafi: Yang saya kejar memang lomba terus, karena saya pernah dengar kalau memang naskah lomba lebih diperhatikan sebab memang penerbit cari pemenang
[19/4 19.43] Dian Nafi: Ada beberapa naskah yang meski tidak keluar jadi juara, tapi saya dihubungi penerbit, kesediaan untuk diterbitkan
[19/4 19.44] Dian Nafi: Ada yang menangnya sebenarnya lomba cerpen utk antologi. Lalu di kesempatan berikutnya dihubungi lagi untuk nulis yang lebih panjang aka novel.
[19/4 19.45] Dian Nafi: Ada naskah yang dipesan penerbit untuk dituliskan versi panjangnya, setelah membaca cuitan saya di Twitter yang diberi tagar judul bakal novel tsb
[19/4 19.46] Dian Nafi: Selanjutnya banyak penerbit yang menghubungi utk nulis tema pesanan ataupun mrk minta stock naskah yg saya punya
[19/4 19.47] Dian Nafi: Alhamdulillah saat ini ada sekitar 22 buku tunggal dan 84 antologi diterbitkan belasan penerbit.
[19/4 19.48] Dian Nafi: Antologi itu buku bareng2 bbrp penulis, misal 8-12 penulis
[19/4 19.51] Dian Nafi: Saya basicnya arsitektur, sebelum itu ya desain dan proyek an. Sama mengelola paud yg saya rintis 2006
[19/4 19.52] Lia SP: Mbak Dian pernah ditipu penerbit tidak?
[19/4 19.53] Dian Nafi: Tapi setelah saya trace kembali, rupanya saya sdh suka nulis dari SD. Ayah memberi hadiah diary saat ultah saya 8 tahun. Selanjutnya saya nulis sampai puluhan diary. Di SMA dan kampus alhmdlh dipercaya jd redaksi majalah dan Mading. Tapi mmg gak pernah terbayangkan sebelumnya kalau dunia literasi ini akan menjadi bagian hidup yang saya cintai
[19/4 19.54] Dian Nafi: Ditipu nggak dibayar royaltinya?
[19/4 19.55] Dian Nafi: Semoga nggak akan ya. Alhamdulillah sampai dg saat ini berjalan baik. Beberapa penerbit besar itu ngasih DP kisaran 2 JT an setelah kita teken kontrak
[19/4 19.57] Maulina SP: Mbak dian. Tulisannya rata2 fiksi ya?
[19/4 19.57] Dian Nafi: Ada fiksi dan non fiksi, sekarang mulai imbang jumlahnya
[19/4 19.58] Maulina SP: Gimana mengembangkan ide untuk jnis penulisan yg berbeda?
[19/4 19.59] Dian Nafi: Untuk non fiksi, saya suka memakai mind mapping dan brainstorming
[19/4 19.59] Dian Nafi: Utk fiksi, saya pakai drama 3 babak dan bbrp pengembangannya
[19/4 20.01] Maulina SP: Maksud drama 3 babak? Maaf mbak masih buta nih
[19/4 20.02] Dian Nafi: Drama 3 babak, Google saja ya
[19/4 20.02] Dian Nafi: Ada banyak penjelasan yg panjang di sana
[19/4 20.02] Dian Nafi: Atau sebagai gambaran singkat di sini
[19/4 20.03] Dian Nafi: Cerita dimulai dengan pemicu (1)  lalu konflik datang (2A) konflik meningkat hingga klimaks (2B) lalu resolusi/penurunan (3)
[19/4 20.05] Dian Nafi: Senangnya nulis tuh karena kita jadi kepancing untuk mengulik lebih banyak hal lagi ya. Misal tadinya embrionya kita punya, berangkat dari kegelisahan, lalu saat eksekusi kita butuh referensi lebih banyak, mau gak mau kita jadi harus banyak baca dan belajar lagi
[19/4 20.06] Dian Nafi: Itu sih yang paling bikin kecanduan dalam nulis
[19/4 20.07] Dian Nafi: Dan kebetulan karena saya ternyata suka panggung, jd tersalurkan saat diminta sharing kepenulisan di kampus, pesantren, institusi, sekolahan, komunitas dll. 
[19/4 20.07] Dian Nafi: Jalan2 gratisnya aja sudah senang, apalagi dapat uang saku
[19/4 20.09] Dian Nafi: Dukanya, kadang penjualan tak selalu bagus. Sehingga kepikiran untuk tak lagi di dunia Kepenulisan, krn kalau ngarsitek duitnya sebenarnya lebih banyak. Hehe. Tapi berhubung cinta, yach balik lagi ke kepenulisan lagi
[19/4 20.10] Dian Nafi: Jadi sekarang ngarsiteknya tetap jalan, meski gak sebanyak dulu krn harus bagi waktu *curcol*
[19/4 20.12] Dian Nafi: Tipsnya sih tetap semangat dan menikmati proses. Semua profesional dulunya amatir
[19/4 20.14] Dian Nafi: Terus mengasah kepekaan utk meningkatkan kualitas tulisan
[19/4 20.15] Dian Nafi: Membranding diri ternyata penting banget. Temukan kekuatan dan kekhasan diri kita sehingga bisa stand out, dikenali dari ribuan penulis yg skrg ada dan terus lahir
[19/4 20.16] Dian Nafi: Kesempatan dan peluang saja tidak cukup, harus ditunjang dengan capability, kemampuan dan kualitas karya utk bisa diterima
[19/4 20.17] Dian Nafi: Jaga attitude agar berhubungan baik dg semua pihak, pembaca, penerbit, dan pihak2 lain yg berkaitan, termasuk sesama penulis
[19/4 20.18] Dian Nafi: Oh ya, maintain atau merawat fans/penggemar juga susah2 gampang 
[19/4 20.19] Dian Nafi: Terlalu dekat kadang bikin dia lihat kekurangan kita, lalu gak lagi jd fans. Kalau terlalu jaga jarak, dikira sombong, yg tadinya lover malah bisa jd hater
[19/4 20.23] Dian Nafi: Crossing atau menyebrang dari zona nyaman juga bisa menjadi salah satu metode utk mengaktivasi kemampuan menulis kita. Utk beri warna baru dst
[19/4 20.24] Dian Nafi: Meski dalam perjalanannya, akhirnya kita akan menemukan sesuatu yg khas, yg benar-benar menarik perhatian kita dan kita kuasai materinya
[19/4 20.26] Dian Nafi: Saya pernah dengar ternyata konon katanya setiap kita punya keberuntungan pemula. Jadi akan tiba masa kita memenangkan sesuatu, sesudahnya kita yg hrs pertahankan
[19/4 20.27] Dian Nafi: Kalau dari pengalaman menang lomba, biasanya karena apa yg saya tulis itu pas sesuai banget dengan tema yang diberikan penerbit
[19/4 20.27] Dian Nafi: Pernah suatu ketika salah seorang editor penerbit yang lombanya saya menang nomer dua, dia buka rahasia.
[19/4 20.29] Dian Nafi: Sebenarnya menurutnya sayalah yg layak juara satu, tapi rapat dewan juri menunjuk naskah penulis yg lebih dulu terjun ke dunia Kepenulisan sbg juara satunya. Begitulah. Namanya juga industri, ada banyak pertimbangan2 selain karya
[19/4 20.34] Dian Nafi: Sukanya lagi insyaAllah saya akan ke Batam, spore dan Malaysia bulan depan, siapa tahu bisa kopdaran dengan teman2 SP dan indscript serta IIDN, yuk :)
[19/4 20.36] Dian Nafi: Saya masih harus banyak belajar untuk bisa menulis yang bagus. Terutama untuk menulis yang detail memang butuh kesabaran, ketekunan dst. Padahal detail itulah yang membuat sebuah tulisan baik fiksi atau non fiksi menjadi bagus, luas dan dalam juga mengena
[19/4 20.44] Dian Nafi: Kalau boleh menyitir ungkapan mbak Dewi lestari, ide/gagasan yang hendak lahir dan dibaca dunia itu sesungguhnya yang membajak/menggunakan kita (using us) sebagai perantara. Ada ide yang mungkin sudah ada, tapi sudut pandangan, perspektif kita yang berbeda lah yang membuatnya istimewa
[19/4 20.47] Dian Nafi: Setiap karya, setiap penulis akan menemukan pembacanya. Ada dua pendekatan dlm menulis, melihat dan mengikuti tren atau menciptakan tren. Just shout out your voice, again and again, anywhere, everywhere, anyhow, whenever, until the tribe sing with us  aamiin
[19/4 20.47] Dian Nafi: Sepertinya itu yg saya bisa sedikit bagikan, smoga bermanfaat. I love to hearing a lot from you all 
[19/4 21.37] Sati SP: Mba dian mau nanya, dengan berbagai aktifitas nulis dan keluarga bagaimana bentuk supportnya? Supaya bisa bagi-bagi antara anak dan nulis
[20/4 03.29] Dian Nafi: Maaf tadi ketiduran, kecapekan. @mbak sari & mbak Ika: saya nulis ketika anak2 sekolah dan tidur. Malam jam 21.30-22.30 dan dini hari jam 3-4.
[20/4 03.30] Dian Nafi: Awalnya ibu belum mendukung, jd saya ngunpet2 kalau nulis. Tapi setelah beliau melihat ada hasilnya dan saya tidak main-main, barulah beliau mendukung
[20/4 03.32] Dian Nafi: @mbak Ima: nama pena tetap Dian Nafi. Menulis bareng mas Ahmad Fuadi itu, memang lomba yang dibuat penerbit, 8 pemenang termasuk saya, tulisannya diterbitkan menjadi antologi bersama tulisan mas Ahmad Fuadi
[20/4 03.45] Dian Nafi: @mbak ima: Buku2 sy yg sdh terbit:antara lain: miss backpacker naik haji (Mizan), 101 bisnis online paling laris, SC mompreneur, SC nikmatnya syukur, SC Ramadhan, SC keajaiban rejeki(Gramedia) ayah,lelaki itu Mengkhianatiku, gue takut Allah (diva) Mesir suatu waktu, just in love (Grasindo) berjalan menembus batas (Bentang) gado2 poligami (Elex) socioteenpreneur (Erlangga) Gus (prenada) Bidadari surga pun cemburu, matahari mata hati (tiga serangkai) muslimah kudu happy (solusi) sarvatraesa (Diandra) mayasmara, lelaki kutunggu lelakumu, segitiga (hasfa) buku2 ABK, rumah tangga penuh cinta (familia) lebih dari bidadari (qudsi) mereka yg menggugat (visimedia) kasumi (Javalitera) dll. Masih punya mimpi utk bisa menembus bbrp penerbit lain yg belum menerbitkan tulisan saya. Hehe. Doakan ya
[20/4 03.46] Dian Nafi: @mbak Vie, lulusan SP mudah-mudahan lebih keren lagi. Saling mendoakan ya:)
[20/4 04.22] Dian Nafi: @mbak sari&mbak Ika: manage-nya, nulis, baca, belajar teknik nulis, berguru, beraktifitas lain masing-masing porsinya 20℅ an. Kalau pas nggak baca buku, biasanya nulisnya juga jd seret, macet atau gak kepikiran punya bahan. Jd makin banyak baca, biasanya jd makin produktif
[20/4 05.22] Dian Nafi: Nyesel juga, krn sbnrnya kenal Ollie sdh cukup lama, tapi kok ya nggak krenthek serius ngeblog dari jaman dulu :(
[20/4 05.25] Dian Nafi: Jadi meski agak telat, sy coba ikut peruntungan di dunia perbloggan juga via www.hybridwriterpreneur.com
[20/4 05.27] Dian Nafi: Alhamdulillah sementara dr blog baru ikut content writing 200rb per artikel 4x dalam sebulan. Article placement 100 rb/buah 8x dlm sebulan.
[20/4 06.15] Dian Nafi: @mery biasanya pemberi kerja(advertising, brand,penerbit, agen dll) yg blog walking jalan-jalan cari2 yg sesuai kebutuhan mrk, atau juga via Googling, ntar kalau jodoh dan rejeki ndilalah nyangkut di blog kita. Jd contact kita hrs tertera jelas di blog agar mudah dikontak
[20/4 06.16] Dian Nafi: @anita idealnya 1 jam itu paling nggak dapat sekitar 4 halaman. Kalau lagi beruntung, sekali duduk gitu bisa dapat 8-12 halaman. Kalau lagi macet, paling cuma 1 halaman atau bahkan cuma coret2 ide/random aja
[20/4 06.32] Sp 24: Pagiii mba dian nafi..salam kenal saya ike dr sp11. Blog saya lagi mati suri mba...lamaaaa blum diisi lagi. Sudah ada niat sih tapi selalu pupus terbang entah kemana hehe 
[20/4 06.40] Dian Nafi: Pagi, mbak Ike, salam kenal kembali. Niat dan tekadnya dipertebal lagi aja, bayangkan bahwa saat nulis di blog itu spt sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Postingan2 di blog yg senada/sama temanya bisa dikumpulkan utk jadi satu naskah buku 

0 komentar:

Habis Gelap Terbitlah Terang

April 21, 2016 dian nafi 0 Comments

Habis Gelap Terbitlah Terang


Sudah lama baca dan dengar kalau Raden Ajeng Kartini dulu sempat ngaji dari mbah Yai Soleh Darat. Sebab dulu waktu film Kartini yang pertama itu, bulikku  sempat jadi figurannya. Bersama Kartini mengaji di Demak. Karenanya sempat kuusulkan juga dengan sutradara dan produser Film Kartini yang akan datang, akan dibintangi Dian Sastro, agar mereka tak lupa memasukkan adegan sangat super penting ini. Dan mereka say yes. Jadi kita tunggu saja kru film shooting di Demak ya. Asyiiik. 


Ketika RA KARTINI bertanya kepada KYAI SHALEH DARAT gurunya pendiri NU dan Muhammadiyah...
" Hukum seorang yg berilmu namun menyembunyikan ilmunya"
“Bagaimana aku dapat mencintai agamaku kalau aku tidak mengerti dan tidak boleh memahaminya. Al Qur’an terlalu suci, tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apapun. Di sini tidak ada yang mengerti bahasa Arab. Orang-orang di sini belajar membaca Al Qur’an tapi tidak mengerti apa yang dibacanya. Kupikir, pekerjaan orang gilakah, orang diajar membaca tapi tidak mengerti apa yg dibacanya.”
Perlu diketahui, pada waktu pemerintahan Hindia Belanda, umat muslim memang dibolehkan mengajarkan Al-Qur’an dengan syarat tidak diterjemahkan alias hanya belajar baca huruf arab saja (pengaruh ini masih dapat kita jumpai saat ini, di mana belajar Al-Quran dianggap selesai ketika telah mampu membaca Al-Quran dengan lancar sampai akhir, walaupun tidak paham maknanya –khataman-). Dan ini memang taktik Belanda agar orang-orang Indonesia tidak paham terhadap Al-quran dan akhirnya mereka tidak akan angkat senjata kepada penjajah kafir belanda.
Suatu ketika, Kartini berkunjung ke rumah pamannya, seorang Bupati Demak. Saat itu sedang berlangsung pengajian bulanan khusus untuk anggota keluarga. Kartini ikut mendengarkan pengajian bersama wanita lain dari balik tabir.
Kartini tertarik kepada materi yg sedang diberikan, tafsir Al Fatihah, oleh Kyai Shaleh Darat. Setelah selesai pengajian, Kartini mendesak pamannya agar bersedia untuk menemaninya menemui Kyai Shaleh Darat.
“Kyai, perkenankanlah saya menanyakan, bagaimana hukumnya apabila seorang yang berilmu, namun menyembunyikan ilmunya?“
...
Pertanyaan ini diajukan Kartini kepada Kyai Haji Muhammad Sholeh bin Umar, atau lebih dikenal dengan Kyai Sholeh Darat, ketika berkunjung ke rumah pamannya Pangeran Ario Hadiningrat, Bupati Demak. Waktu itu sedang berlangsung pengajian bulanan khusus untuk anggota keluarga dan Kartini ikut mendengarkan bersama para raden ayu lainnya dari balik tabir. Karena tertarik pada materi pengajian tentang tafsir Al-Fatihah, setelah selesai Kartini mendesak pamannya agar bersedia menemaninya untuk menemui Kyai tersebut.
Tertegun mendengar pertanyaan Kartini, Kyai balik bertanya,
“Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?“
“Kyai, selama hidupku baru kali inilah aku sempat mengerti makna dan arti surat pertama (Al-Fatihah), dan induk Al-Quran yang isinya begitu indah menggetarkan sanubariku. Maka bukan buatan rasa syukur hati aku kepada Allah, namun aku heran tak habis-habisnya, mengapa selama ini para ulama kita melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al-Quran dalam bahasa Jawa. Bukankah Al-Quran itu justru kitab pimpinan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?“
Ibu Kartini muda yang di kala itu belajar Islam dari seorang guru mengaji, memang telah lama merasa tidak puas dengan cara mengajar guru itu karena bersifat dogmatis dan indoktrinatif. Walaupun kakeknya Kyai Haji Madirono dan neneknya Nyai Haji Aminah dari garis ibunya, M. A. Ngasirah adalah pasangan guru agama, Kartini merasa belum bisa mencintai agamanya. Betapa tidak? Beliau hanya diajar bagaimana membaca dan menghapal Al-Qurâ’an dan cara melakukan shalat, tapi tidak diajarkan terjemahan, apalagi tafsirnya. Pada waktu itu penjajah Belanda memang memperbolehkan orang mempelajari Al-Qurâ’an asal jangan diterjemahkan.
Kartini menceritakan bahwa selama hidupnya baru kali itulah dia sempat mengerti makna dan arti surat Al-Fatihah, yang isinya begitu indah menggetarkan hati. Kemudian atas permintaan Kartini, Kyai Shaleh diminta menerjemahkan Al Qur’an dalam bahasa Jawa di dalam sebuah buku berjudul Faidhur Rahman Fit Tafsiril Quran jilid pertama yang terdiri dari 13 juz, mulai surat Al Fatihah hingga surat Ibrahim. Buku itu dihadiahkan kepada Kartini saat dia (Kartini) menikah dengan R. M. Joyodiningrat, Bupati Rembang.
Kyai Shaleh meninggal saat baru menerjemahkan jilid pertama tersebut. Namun, hal ini sudah cukup membuka pikiran Kartini dalam mengenal Islam.
Tahu tidak? Sebenarnya ungkapan "Habis Gelap Terbitlah Terang" itu sebenarnya ditemukan Kartini dalam surat Al Baqarah ayat 257, yaitu firman Allah“ …minazh-zhulumaati ilan-nuur” yang artinya “dari kegelapan-kegelapan (kekufuran) menuju cahaya (Islam)”.
Oleh Kartini diungkapkan dalam bahasa Belanda "Door Duisternis Tot Licht". Dan kemudian, oleh Armien pane yang menerjemahkan kumpulan surat-surat Kartini diungkapkan menjadi "Habis Gelap Terbitlah Terang".

0 komentar: