Menjual Prestasi Murid

Menjual Prestasi Murid


Yang sebenarnya embrio tulisan ini munculnya  pada beberapa waktu lalu. Saat diri mengalami kegelisahan ketika melihat bahwa ada banyak  kecenderungan orang-orang tertentu yang seolah menjual prestasi murid. Namun kemudian kecenderungan ini ternyata diikuti oleh sebagian besar orang lainnya. Baik sengaja atau tidak. Baik terang-terangan  atau tersamar.

Misalnya saja ada kelompok grup terdiri dari banyak penulis yang sebenarnya masing-masing anggotanya  dulunya sudah establish alias punya jam terbang sendiri,  kemudian oleh yang seolah 'empunya' di sana, para anggota inilah yang dikedepankan sebagai seolah 'lulusan' yang jadi sukses sebab bergabung di dalamnya.

Ada lagi institusi lain yang juga mengetengahkan beberapa 'muridnya' yang sebenarnya di situ hanya belajar sehari dua hari, namun ditampilkan sebagai 'alumni' institusi tersebut.

Dan masih banyak lagi contohnya. Agak-agak lupa ya, soalnya ini sebenarnya kegelisahannya sudah berlalu sih. Hehe. Kalau diibaratkan kompor pawon, sudah surut apinya.

Apakah yang seperti itu sah? Hmm, ya boleh saja sih.  Namun kurang elok saja.  Bagi mereka yang sudah mengenal personnya sendiri, mungkin paham yang sesungguhnya. Buat yang belum kenal, mereka bisa menelan mentah 'info' dan 'kabar' yang dikondisikan. But, nggak apa-apa juga kali ya sedekah keberadaan untuk kemajuan kelompok atau insitusi dan semacamnya.

Namun ada juga kawan-kawan yang kemudian memilih  sama sekali lepas dari yang sedemikian ini ketika melihat kecenderungannya. Membangun sendiri rumahnya untuk mereka menjadi pemegang kendalinya sendiri.

Setiap jalan dan pilihan tentulah ada resikonya masing-masing.  Butuh keberanian dan energi yang lebih, tentu saja.



Komentar