Tips Sewa Rumah Murah

Januari 23, 2017 dian nafi 0 Comments





Tips Sewa Rumah Murah






Mencari rumah disewakan dengan harga murah memang tidaklah mudah. Meski banyak penawaran atas sewa rumah yang cukup menggiurkan, namun hanya sedikit yang memberikan harga sewa yang terjangkau. Padahal rumah dengan biaya sewa yang murah menjadi incaran para calon penyewa dengan alasan mereka masih harus memenuhi biaya-biaya lainnya seperti listrik, air dan sebagainya.
Alasan inilah yang mendasari para penyewa rumah untuk mencari dengan harga terbaik agar dapat memenuhi kebutuhan lainnya yang tak kalah pentingnya. Untuk itu para penyewa mau tidak mau di tuntut untuk cermat dalam memilih rumah sewa yang berkualitas.
Lalu bagaimana caranya agar mendapatkan biaya sewa rumah yang murah? Berikut ini tips sewa rumah murah yang bisa menjadi panduan untuk Anda.
1. Perhatikan lokasi rumah
Pertama-tama Anda harus memperhatikan lokasi rumah yang akan Anda sewa. Karena lokasi akan menentukan tinggi rendahnya harga sewa. Sebagai contoh, rumah yang terletak di pusat kota akan cenderung disewakan dengan harga mahal dibanding rumah yang terletak di pinggiran kota.

Dengan harga sewa yang murah, maka Anda dapat menghemat anggaran untuk biaya kontrakan dan dapat dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan lain yang sama pentingnya.

2. Perhatikan luas dan jumlah kamar
Tinggi rendahnya harga rumah juga terkait dengan jumlah kamar yang tersedia. Jadi sebelum memutuskan menyewa sebuah rumah, sebaiknya sesuaikan jumlah kamar dengan jumlah anggota keluarga. Karena sayang sekali jika ada kamar yang kosong dimana kamar juga menentukan harga sewa.

3. Lakukan nego harga dengan cermat
Salah satu trik yang ternyata cukup berhasil saat mencari rumah disewakan adalah melakukan nego harga dengan cermat. Saat Anda tertarik pada sebuah rumah, jangan langsung menampakkan ketertarikan Anda. Akan lebih baik jika Anda memberikan sedikit keluhan atau kritikan akan kondisi rumah.

Pemilik rumah biasanya memperhatikan gelagat calon penyewa, jika Anda tampak bahagia, biasanya harga sewa tidak bisa ditawar lagi. Kalau pun bisa ditawar, itu pun dengan margin yang sangat kecil.

4. Lakukan perbandingan harga
Sebelum memutuskan untuk menyewa sebuah rumah, lakukan perbandingan harga terlebih dahulu antara rumah yang satu dengan yang lain dalam satu wilayah. Kondisi rumah harus sama-sama baik dan layak untuk di sewa. Dalam hal ini, Anda akan tahu berapa harga sewa yang rata-rata ditawarkan sebagai dasar Anda membuat kesepakatan nantinya.

Nah, itulah tips sewa rumah murah yang bisa menjadi inspirasi Anda. Semoga dapat membantu Anda menemukan rumah disewakan yang sesuai dengan apa yang Anda inginkan.

0 komentar:

TIGA HAL YANG BIKIN AKU HISTERIS

Januari 19, 2017 dian nafi 0 Comments

TIGA HAL YANG BIKIN AKU HISTERIS




KETEMU DAN SALAMAN DENGAN EROS SO7
kalian harusnya melihat caraku mencuri kesempatan agar bisa mencerap energi kreatif eross
aku berdiri pura-pura cuek di sisi berseberangan dengan barisan para menwa yang rapat menjadi pagar antara audience dengan jalur sirkulasi tempat Eross akan lewat.
sempat diingatkan untuk berdiri di belakang pagar menwa itu bersama audience lain, tapi aku menolak

pas Eross mau lewat, aku pura - pura santai. biasa saja. tetapi begitu Eross hampir di depanku. aku berbisik, Eross. dia menoleh ke arahku, memberi senyum terbaiknya dan menjabat tangan erat tanganku. lama sekali. sampai terayun ke depan dengan langkahnya yang terus melaju. dia baru melepaskannya ketika aku merenggangkan jemariku.

oh oh.
kalian harusnya melihat aku jejingkrakan setelah itu. sampai memukul punggung seorang penonton yang ada di sebelahku. sebegitu hebohnya sampai kaosnya hampir tertarik tanganku. dan aku yakin teriakan hebohku bersamaan jejibgkrakanku itu pasti membuat senyum Eross semakin lebar. masih ada orang seumuran dia yang heboh ketemu dia :D

oh my god. oh ghost..oh ghost..
itu tadi benar - benar eross. dan aku berhasil ketemu langsung dan berjabat tangan dengannya.

1996 - 2012
setelah  enam belas tahun  cuma jadi fans dari jauh.

KETEMU DAN SALAMAN DENGAN SABRANG NOE LETTO PANULUH
Hati kecilku tahu, jika aku tertarik dengan panggung dan pertunjukan, ini bukan semata karena bintangnya di sana. Tetapi dunia entertainment show dan event organizer adalah salah satu bidang yang pernah dijalani lelaki itu yang kusebut sebagai Mentari, setelah dulu pernah kusebut sebagai Gerhana karena gelapnya pernah melintasi hidupku.
Berada di backstage, mengingatkanku padanya, aktifitasnya. Aku membayangkan dirinya di  tempat ini, di belakang panggung. Aku menjadi seolah dirinya di sini. Aku merasakan situasi yang biasanya melingkupinya, meresapi suasananya, sibuknya, asyiknya, tegangnya. Jadi bukan semata Letto atau Noe-nya yang menarikku berdekatan dengan panggung, tetapi sebab kisah mentariku yang sekarang entah di mana itu yang memicuku. aku serasa berjumpa dengannya di ruang rindu ini, di kesibukan persiapan pertunjukan, di gegap gempita perayaan dan antusiasme pengunjung dan sibuknya para kru.
Tapi bertemu Noe Letto juga jadi tujuanku kali ini. Aku selalu mengagumi orang-orang kreatif seperti Gerhana eh Mentari. Gelisah mengintip ke arah backstage dari balik pagar besi bercat hitam setinggi tubuhku, aku mencari cara bagaimana agar bisa masuk ke sana.
Tiba-tiba seorang pria berkaos hitam berwajah bersih keluar dari pintu pagar besi. Tergesa aku mendekatinya. Aku mengira dia pasti salah satu kru Letto.
“Letto datang, mas?”
“Iya” jawabnya sambil tersenyum ramah.
“Mas Noe juga datang? Mas Sabrang?”
“Iya”
“bisa bantu saya masuk mas? Saya pingin ketemu mas Noe”
“Bisa. Tapi sebentar ya, saya masih ada urusan. Nanti saya kembali’
Pria itu bergegas pergi dan benar saja ketika dia melintas aku melihat tulisan CREW besar di punggung kaosnya. Oke, semantara waktu aku lega. Aku ada peluang untuk bisa masuk. Mas  yang tadi itu sudah menjanjikannya kan?
Sambil menunggu aku menjajal memotret dengan kameraku wajah-wajah orang di dekatku. Karena jika malam hari aku tidak yakin hasil kameranya akan bagus. Tetapi setelah kucoba beberapa settingan, hasilnya lumayanlah. Aku siap berfoto ria bersama dengan mas Noe yang anak seorang Emha Ainun Najib, salah satu idolaku yang lain. Budayawan yang egalitair dan relijius.

**

Padahal aku di sana dengan kamera tergenggam di tanganku, tapi belum berhasil foto dengannya. Karena aku terlupa, termangu. Sibuk menyambutnya yang datang tiba-tiba dari arah yang sama sekali tak kuduga. Karena kupikir mas Noe sudah di dalam pagar besi itu. Tapi ternyata ia baru datang setelah aku berdiri di pintu itu beberapa menit ini. Tuhan memang sayang padaku, memberikan rejeki ini untukku. Wajahku pasti berseri, aku yakin itu. Aliran kebahagiaan pelan merayap memasuki relung sanubari.
 “Mas Sabrang….”
Seruku lirih menyebut nama kecilnya.. Sabrang Mowo Damar Panuluh.
Dia pun ramah tersenyum, tersadar bahwa aku pastilah penggemarnya. , Ia menggenggam erat tanganku.
“Siapa ya?” 
Oh, dia sempat menanyakan itu. Dan aku bodohnya tidak menyebutkan namaku dengan jelas.
“Eh, nanti bisa minta fotonya ya mas. Saya juga mau memberikan buku saya”
“Iya..iya” jawabnya sambil tersenyum ramah.
Matanya menyiratkan kesediaan untuk berbincang denganku lebih lama.  Sayangnya karena didorong polisi yang mengawal dari belakang, kakinya pun melangkah masuk melalui pintu pagar besi itu. Namun karena tangannya masih menggenggam telapak tanganku, otomatis aku tergerak untuk ikut masuk. Lagipula itu juga yang kuinginkan. Namun seorang tentara galak dari dalam pagar itu menghadangku. Tanganku dilepaskannya dari genggaman tangan mas Sabrang.
“Ini siapa?”
Tidak ada yang bisa menjawab. Karena memang tidak ada seorangpun yang mengenalku. Mas Sabrang menatapku gamang. Aku berharap ia mengucapkan sesuatu dan meminta tentara itu mengijinkan aku masuk. Tapi aku kemudian memakluminya ketika ia tak berucap sepatah katapun kemudian berlalu. Ia baru saja mengenalku tadi. Jika tidak ada yang mengenalku di sini apalagi dia yang orang jauh.
Dan aku termangu di luar pagar menyadari kebodohanku. Kenapa aku tadi tidak segera saja menyerahkan bukuku padanya. Tidak minta foto bersamanya segera. Tidak perlu masuk ke pagar itu kan? Semuanya juga bisa dikerjakan di luar pagar, tadi itu, waktu kami bertemu hanya berdua karena sepertinya memang tidak orang lain selain aku yang menyadari kehadiran dan keberadaannya. Iya kan? Tadi itu kesempatanku, peluangku, tapi aku melewatkannya begitu saja. Bodohnya aku. Sialan. Ops. Menyesal sekali jadinya. Aku seketika teringat pameo yang mengatakan bahwa keberuntungan adalah ketika persiapan bertemu dengan peluang. Luck is when preparation meets opportunity. Mentalku saja tadi yang belum siap karena tak segera tangkas mengambil peluang dan bertindak cepat. Iya kan?
Uh oh. Mudah-mudahan nanti masih ada peluang melakukan apa-apa yang belum sempat kudapatkan, foto, menyerahkan buku, minta tanda tangan dan foto bersama. Aku tolah toleh mencari seorang kru yang tadi berjanji untuk mengantarku.
Wah! Tapi tadi aku beneran ketemu langsung dan salaman dengan Noe ya? Ngobrol lagi! Beneran kan? Memikirkan anugrah itu kudapatkan barusan, langsung tubuhku jingkrak-jingkrak kegirangan. Tidak memperdulikan pandangan heran yang mungkin datang dari orang-orang di sekitarku. Aku jingkrak – jingkrak lagi.
Oh yes! Yes!
 
KETEMU DAN SALAMAN DENGAN RIZAL ARMADA
Aku buru-buru  lari ke lantai atas untuk menyelesaikan tugas pagi ini. Menjemur cucian dengan tergesa-gesa sembari meneriaki anak-anak supaya bergegas mandi. "Kenapa mi. Ini kan hari libur," protes si bungsu yang malas mandi. 
"Mau ada Armada datang ke masjid. Ayo buruan, Jangan sampai telat!"
"Armada ki sopo?" dengan polosnya si bungsu bertanya pada sang kakak yang juga masih malas-malasan selonjoran nonton tv. Sementara dari atas, aku melotot gemas. Yang sbnrnya tadinya aku juga gak kenal Armada. Adalah seorang sahabat maya sekaligus guru menulisku yang pertama2, yang membawa nama vokalis itu. Perusahaan ahensi tempatnya bekerja dulu pernah kerjasama dengan brand rokok yang mengusung band ini kelilingan sumatera. Suatu ketika saat nelpon
Dia pamer kalau sedang duduk sebelahan dengan Rizal, vokalis band, di arena konser di Sumatra. Yang mana sih?pikirku saat itu karena aku belum begitu ngeh
Tapi karena yang pamer ini guru yang notabene aku kagumi, aku sadar vokalis band yang ia maksud pasti bukan sembarangan orang. "Mau nitip salam,gak?"
Yach,nitip salam gimana,kenal aja nggak, batinku. Tapi dari promosi guruku itu aku jadi memperhatikan si vokalis itu kalau pas muncul videoklip tv
Di kemudian hari aku juga baru nyadar kalau ada postingan guruku di fb yang menggambarkan bgm antusiasme,terutama cewek2 saat nonton konsernya
Kusambar baju terbaruku yang sedianya akan kupakai lebaran nanti. Peduli amat dengan komentar ibu atau adikku nanti kalau lihat kelebay-anku ini
"Wah,pagi2 amat datang padahal hari libur. Eh baju baru?" benar saja dugaanku. Tanpa berhenti dari keasyikannya berkebun,ibu menyambut kdtgnku
"Ada band Armada mau dtg konser ntar malam,siang ini rombongannya mau ke masjid dulu," jelasku singkat. "katanya mrk mau bakso ik,di mana y?"
"Oh pantes pake baju baru,mau ada tamu dari jakarta," ibu yang terbiasa dengan kegiatanku liputan sana sini jadi manggut2.
"Coba hubungi sepupumu aja,
Kan kedai baksonya msh gres," usul ibu,"harus pastikan dia buka kedainya ntar sore atau nggak.soalnya semalam kok gak buka."
Aku langsung telpon. Tapi nggak diangkat.
Sementara itu mataku juga bolak balik mengamati WA,menunggu kabar teman2 yang jalan dari semarang untuk liputan&city tour
Kayaknya sepupuku kelelahan sejak beberapa hari ini semangat dengan kedai barunya. Duh,padahal aku sempat mention Rizal(yang baru saja kufollow)
Aku nawarin siapa tahu dia mau makan bakso di kedai sepupuku. Kabar anak2 band Armada pengen bakso kudpt dari teman yang ikut meetup semalam.
"Bu,ke masjid dulu y," pamitku sembari nitipin si sulung yang sudah langsung ngejogrok dpn tv.Si bungsu nggak mau ditinggal,ia juga mau ketemu Armada
"Kok lama,mi?" keluh si bungsu padahal aku sudah bawakan buku buat dia baca selagi menunggu. 
"Ya,namanya juga rombongan banyak org."
Padahal mataku...
..pun bolak balik lihat WA. 
Aku nunggu di masjid aja ya,tulisku td ke teman koordinator.Sembari membyangkan spt apa pertemuanku ntar dengan Rizal
Aku slalu excited untuk ketemu org2 hebat. Kuanggap mrk ini punya energi yang sgt besar,yang bisa kuserap energi&daya kreatifitasnya,berharap bisa ..ketularan kreatifitasnya,magnitude,magnificentnya. Seketika berkelebat gambar2 di kepalaku mengingat memori perjuanganku untuk bertemu..
..neo letto alias sabrang lor putra emha ainun najib. Juga gitarisnya sheila on seven aka SO7, Eross Candra. Kuingat betapa besar energi mrk
"Mrk sampai!" aku histeris saat baca WA terbaru. Si bungsu bergegas bgn&mengikuti langkah2 pjgku ke arah parkiran masjid. 
"Mana Armadanya?"
Pertanyaan si bungsu sbnrnya mewakili pertanyaanku juga.Kutekan penasaran,sampai akhirnya si mbak dari konsultan PR menjelaskan ttg citytour
Rupanya city tour ini cuma diikuti para jurnalis. si mas2 Armadanya entah di mana. Intinya kita baru ketemu mrk ntar malam jelang mrk konser.
"Dan kyknya si adik gak bisa ikut ke tenda pers karena ada di dalam arena konser&hy yang 17 thn ke atas yang boleh masuk,"jelas si mbak konsultan PR 
Terpaksalah aku menenangkan si bungsu yang kecewa karena kemungkinan gak akan ketemu Armada&membujuknya untuk tinggal di rumah saja. #MBTM
Seharian itu aku&tim ke bbrp destinasi,meliput tempat2 wisata&destinasi di kota kecilku. Yang berkesan tentu saja saat ke tempat pembuatan bedug
Temen,tekun,jujur,sabar,narimo,ikhlas. Prinsip2 tirakat pengrajin bedug ini kemudian kucuitkan di twitter&mention Rizal,juga rokok sponsorny
Sampai sore kami tiba di lokasi konser,ternyata msh blum jlas di mana keberadaan anak2 Armada ini.Aku sudah mau putus asa saja saat maghrib dtg
Nggak enak sama ibu karena nitip anak2 kelamaan,sama capek juga nggak jelas kpn org yang ditunggu2 ini akan dtg, membuatku nggak jenak. 
Sedang nggak sholat jadi agak gak.kemrungsung pas maghrib benar2 dtg. Tapi gak doyan makan karena keinget anak2 di rmh. Sialnya malah digodain tmn2
Katanya aku gak doyan makan karena resah nungguin Rizal yang gak dtg2 juga. alamak. Ya itu juga sih,tapi yang lbh merisaukan sbnrnya aku gak enak.
kalau pulang kemalaman. Siapa yang antar nanti sementara tmn2 baliknya ke semarang,dan gmn menjelaskannya ke ibu meski beliau pasti mengerti
Lha wong dulu aku mau ketemu neo letto aja pakai nyebrang bbrp kali dari rumah ke sebrang alun2. Sampai pulang&tidur dulu,lalu kembali lagi..
tengah malam nyebrang alun2 lagi setelah di-sms korlap konser kalau neo letto on the way ke lokasi konser. Dus aku bergegas nyegat&alhm ketemu


Tapi neo letto kan anaknya emha,jadi ibuku setuiu aja. Sedang rizal ini siapa. Btw,ini kan urusan kerjaan yang hrs tuntas,jadi mudah2an ibu is fine lah
Bakda maghrib terhibur dengan konferensi pers yang mendtgkan pakar etnomusicologi&pemenang kompetisi bedug thn ini&thn lalu yang mirip kecenganku..
akhir2 ini.kecengan yang bikin aku sesaat lupa usia. Dia 15 thn lbh muda dari aku&kami terlibat crush. It's embarassing actually,but it's so.
ifficult to just erase him from.my mind. Kami sbnrnya sudah lama saling mengagumi dari jarak jauh.&pertemuan darat yang kedua bbrp bln lalu..
malah memercikkan api2 dalam jiwa kami,aku ingin lepas dari situasi itu karena merasa tak pantas tapi tak tahu caranya.Eh ini di dpn mata malah.
ada yang mirip wajah,postur,gestur dan kenaifannya. Gmn gak naif,ia bilang ama EO supaya diberi kesempatan manggung brg Armada. What?! Hey!
How dare him! Dream on!Don't dare! Nggak sengaja aku ngejerit guyon gitu tapi dengan ekspresi serius,sementara yang lain padha ketawa2 denganr yang naïf
"Langkahi dulu mayatku,mbak ya?"seloroh salah seorg tmn. Hampir semua org di tenda pers skrg tahu kalau aku ngebet bgt pengen ketemu Rizal
Hahaha. Ben wae lah. Biarin aja. Mungkin seruangan itu cuma aku yang (tiba2) ngefans Rizal. Teman2 satu tim bahkan terang2an bilang gak kenal
Sampai jam 9 malam yang dijanjikan bhw akan ada konferensi pers dengan Armada,tak juga tampak tanda2 akan dimulainya sesi plg kutunggu ini. Duh.
Aku hampir balik kanan, nyaris putus asa. "Aku pulang aja ya," desisku. Beberapa teman2/jurnalis bhkn sudah ada yang hengkang,keluar dari arena.balik. Bentar lagi,tanggung,sisi hatiku yang lain bicara. "Nah! Ini yang ditunggu2 datang!" si mbak konsultan PR spt memberi kode padaku. Ufh!akhirnya! Dan bisa ditebak bahwa  aku histeris ketika akhirnya bertemu!


SIAPA LAGI YANG BISA BIKIN AKU HISTERIS?
Orang setipe mereka yang ingin kutemui juga adalah Piyu-nya Padi dan mas Budjana-nya Gigi. Meskipun dengan Budjana aku sudah beberapa kali bertemu dalam mimpi, tapi kalau ketemu langsung pasti deh energinya lebih dahsyat.

Aku selalu terpukau dengan orang-orang kreatif macam mereka. Dulunya dengan Ariel juga, tapi sejak kasus itu memang jadi agak ilfil ya. hehe. Bukan sok suci lho. Cuma karena jadi ketahuan kalau dari mana dia dapat energi kreatifnya, jadi kepikiran 'halagh yo wae'. Gitchu :D

Dan belakangan aku juga ingin ketemu Maher Zain dan Humood. 

0 komentar:

Souvenir Dari Korea Makin Perkuat Impian

Januari 17, 2017 dian nafi 0 Comments

Souvenir Dari Korea Makin Perkuat Impian

Malam itu sepasang suami istri yang adalah kenalan via twitter datang ke rumah. Mereka ternyata seniorku jauh, alias dulunya sama-sama sekolah di SMA yang sama. Keduanya pengajar alias dosen di Jakarta, tetapi memilih tinggal di daerah Bogor.

Sering bepergian ke Korea untuk memberi perkuliahan Bahasa Indonesia bagi para mahasiswa Korea, membuat si mbak ini jadi punya banyak souvenir dari negara itu. So, aku jadi kecipratan deh dapat salah satunya. Gantungan kunci dengan hiasan sepasang pengantin memakai baju tradisional Korea ini bukan saja menjadi kenang-kenangan dari si mbak sahabat baru, tetapi juga semacam pemacuku untuk terus menyimpan impian bisa keliling dunia, selain juga tentu saja keliling Indonesia. Dan Korea tentu saja menjadi salah satu destinasinya. Aamiin aamiin ya robbal alamiin.



Demi untuk bisa beneran datang ke Korea, mulai sekarang aku jadi rajin tengak-tengok tentang kekoreaan, hahaha. Karena kata almarhum ayahku dulu, kalau aku mau pergi haji umroh ya harus menguasai beneran dulu ilmu manasik hajinya biar panggilannya tambah kenceng. Alhamdulillah akhirnya aku bisa ke Makkah Madinah tahun 2009 untuk haji dan umroh.

Terus setelah kepengen banget ke Singapura sejak tahun 2013, dan aktif kepoin Spore, alhamdulillah bisa ke negeri Singa itu tahun 2016 kemarin.



sehingga aku bisa stalking banyak hal tentang wisata Korea karena di situsnya itu ada
Paket Tour Wisata Halal Korea.



Selain kita mengenal lebih jauh seperti apakah Korea itu, budayanya, kulinernya, tempat wisata sejarah maupun alamnya, festivalnya dll, juga ada beberapa pilihan paket wisata. Mau yang lima hari atau enam hari atau tujuh hari, lengkap dengan itinerarynya. Wah, dijamin nggak akan kesasar dan buang-buang waktu serta energi ya kan? Sudah pasti ada tour guide-nya dan akomodasi telah diatur dengan baik sehingga tinggal menikmati saja. 


Kalau aku beneran sampai Korea, beberapa destinasi inilah yang ingin aku kunjungi. Simak yaaa....

Berkunjung ke pusat Islam di Seoul yaitu Masjid Itaewon pasti akan menjadi pengalaman spiritual dan relijius yang sangat bermakna. Apalagi jika bisa  bertemu dengan Imam besar di sana untuk berbincang mengenai perkembangan agama Islam yang tersebar di Seoul.

Berdasarkan manuskrip kuno, agama Islam sudah masuk ke Korea sejak abad ke-9 di masa kerajaan Silla Bersatu. Pada masa itu, Islam dibawa oleh para pedagang muslim dari Persia, Irak, dan Arab. Islam diterima di kerajaan ini sebagai budaya baru.

Islam berasimilasi dengan Buddhisme dan Shamanisme.Banyak pedagang muslim yang menetap di sini dan membentuk desa-desa muslim. Budaya Islam dapat dibuktikan dengan penemuan-penemuan patung-patung wali kerajaan dengan karakter khas Persia serta manuskrip kerajaan Silla.

Hubungan baik ini masih berlanjut sampai abad 15 di masa akhir kerajaan Goryeo. Setelah itu jejak Islam menghilang dan muncul kembali di abad ke 20 sampai sekarang. 



Islam kembali dikenal di Korea pada masa perang Korea melalui Manchuria dan Brigade Turki. Brigade Turki yang berada di bawah perintah PBB membantu Korea Selatan selama masa Perang Korea. Selain membantu di medan perang,

Turki juga membantu pekerjaan kemanusiaan melalui Korea Muslim Society (1955) dan mendirikan masjid Pertama di kota Iteawon Korea Selatan. Pada tahun 1967, KMS berubah menjadi Korea Muslim Federation dan berkantor pusat di masjid yang sama, yaitu Soeul Central mosque menjadi daftar tempat wisata di korea selatan untuk peziarah muslim.
 


Sebagai seorang lulusan teknik arsitektur, tak elok jika tidak mengunjungi bangunan-bangunan yang dulu ada gambarnya di buku-buku perkuliahan. Ahay. Jadi langkah berikutnya mustilah sampai ke Gyeongbok Palace.




Korea memang punya keunikan budaya yang sangat menarik. Karena  terdapat banyak tradisi, inovasi serta kehidupan tradisional dan modern yang saling berdampingan. Selain itu banyak juga bangunan peninggalan bersejarah yang bisa dikunjungi selama di sana, diantaranya adalah Gyeongbokgung Palace, Changdeokgung Palace dan juga Bukchon Hanok Village.





Pesona indah alamnya juga dapat membuat para wisatwan betah berlama-lama berlibur di Korea Selatan. Jika  mengunjungi Seoul, kita  bisa singgah di Nami Island yang sangat terkenal dan memiliki pemandangan yang sangat cocok untuk mengabadikan momen berlibur  ke Korea. Selain itu bisa juga mengunjungi Mt. Seorak, Busan ataupun Jeju Island yang terkenal.





Everland di Seoul ataupun Lotte World juga pasti akan menambah warna bagi liburan kita di Korea. Apalagi kalau liburannya bawa anak-anak kita. Yeay!







Singgah ke Gingseng Outlet, Cosmetic Outlet, Red Pine, Amethyst Factory, Duty Free Shop. Berbelanja di kawasan MYEONGDONG FSHION STREET untuk berburu oleh-oleh khas Korea pasti juga akan seru.






Dan yang pasti tidak boleh terlewatkan adalah mencobai semua macam kuliner Korea yang khas. Semoga akan sempat  untuk mencicipi kuliner ala negeri gingseng ini seperti bungeo-ppang, hoppang, baked sweet potatoes & chestnuts roasted dan toppoki dll.


Mudah-mudahan beneran bisa sampai Korea ya. Aamiin ya robbal alamiin. 


<a href="http://www.cheria-travel.com/2016/11/lomba-menulis-artikel-kreatif.html"><img alt="Lomba Menulis Artikel Cheria Wisata" src="https://3.bp.blogspot.com/-x_guOvouttQ/WC5NADXp2KI/AAAAAAAAYIA/2HP4W4Cl1QwXdz-oRB1srJ3DLz04vmy5ACLcB/s1600/lomba-menulis-artikel5%2523.jpg" width='300px' height='300px'/></a>

0 komentar: