Cetaphil: Benjolan Mengecil Dan Noda Wajah Memudar

Juni 29, 2016 dian nafi 5 Comments

Cetaphil: Benjolan Mengecil Dan Noda Wajah Memudar


 Jerawat batu sudah menjadi teman lamaku sejak masih remaja. Hanya saja entah bagaimana beberapa waktu terakhir saat dewasa ini, beberapa jerawat batu tidak lagi kecil seperti dulu. Ada yang membesar sehingga cukup mengganggu. Serupa tahi lalat yang lumayan besar tapi warnanya putih. Dan letaknya di sekitar mata membuatnya tak mudah disembunyikan. 

Bahkan ada satu jerawat batu persis berada di sudut mata dalam sehingga nge-ganjel banget. Mau dihilangkan dengan upaya yang biasanya alias model cuthikan atau dicungkil dengan alat di salon juga berbahaya banget untuk mata. Mau di-treatment dengan putih telur yang dioleskan ke jerawatnya, juga khawatir bisa masuk mata dan malah beresiko yang tidak ringan. 

So, selama ini tak banyak yang bisa kulakukan. Karena beberapa sabun wajah ataupun cairan pembersih tak bisa membuatnya mengempis atau hilang. 

Sampai kemudian sebuah bingkisan datang ke rumah. Wadahnya tidak begitu besar tapi konon harganya lumayan lah. 

Awal memakai, agak kurang yakin dengannya. Oh ya, namanya Cetaphil.  
Sebab tidak ada buliran scrub yang agak kasar, yang sering kita temukan dalam sabun wajah dengan fungsi menghilangkan jerawat. Apalagi ini kan musuhnya jerawat batu. 

Jadi cairannya lembut/ Lembut banget. Daaan...nggak berbusa. Tambah kurang meyakinkan tho?




Tapi setelah beberapa kali memakainya, setiap mandi pagi, mandi sore dan malam sebelum tidur. Juga setiap habis bepergian. Kok terasa ada yang beda dengan kulit wajahku. Saat kuelus, terasa lebih lembut. Sepertinya pori-pori kulit yang tadinya membesar atau melebar, kini lebih menutup.

Lalu saat kuperhatikan bayangan wajahku di cermin setelah lima hari memakai cetaphil, loh itu beneran mengempis ya benjolan jerawat batu dekat mata? Kuraba-raba untuk memastikan. Dan benar ternyata. Ukurannya tidak sebesar sebelumnya. Wow! That's great!

And....yang juga menggembirakan adalah noda titik-titik hitam yang ada di sekitar tonjolan pipi dekat ujung mata luar kanan kiri juga mulai memudar. Tidak sehitam dan sebanyak sebelumnya. Alhamdulillah. Seneng banget.

Jadi semangat menatap masa depan menyambut jodoh kembali. Hahaha...halagh.



 Rupanya Cetaphil Gentle Skin Cleanser ini memang sadar kalau membersihkan kulit merupakan salah satu langkah paling penting jika kita ingin menjaga kulit agar tetap sehat dan terlihat muda. Membersihkan kulit secara efektif dapat meningkatkan kualitas kulit dan membuat kulit lebih cerah. 

Pantas kalau harga sebotol kecil itu lebih dari seratus ribu rupiah, karena Cetaphil Gentle Skin Cleanser ini selain lembut, juga tidak menyebabkan iritasi, bebas sabun, dan bebas parfum. Juga mudah dibilas, menjaga kulit bersih, dan lembab

 This is a powerfully gentle wash. 

Formula bebas sabun ini rupanya telah memenangkan berbagai penghargaan dan pengakuan dari berbagai lembaga kecantikan dan kesehatan. Cetaphil Gentle Skin Cleanser memiliki kandungan yang lembut dan tidak menyebabkan iritasi ketika membersihkan kulit. Baik untuk segala jenis kulit, bahkan kulit bayi sekalipun.

  • Cocok untuk semua jenis kulit
  • Ideal untuk wajah dan seluruh tubuh
  • Bekerja tanpa menyebabkan iritasi kulit
  • Formula pH-balanced bebas sabun
  • Dapat digunakan dengan atau tanpa air
 Keren ya. Jadi kepikiran untuk mencoba produk Cetaphil lainnya nih. Dan juga beli Cetaphil cleanser lagi jika seandainya yang sebotol ini habis nanti. 


Memang musti bayar lebih sedikit untuk mendapatkan kualitas yang lebih baik. Tapi kita semua tahu kan, kulit dan kecantikan kita adalah aset dan juga investasi serta amanah yang harus dijaga dan dirawat dengan baik. Sehingga tampil semakin percaya diri dan akhirnya meraih kesuksesan. And also both, Outer and Inner Beauty.


5 komentar:

Taufiq Ismail, Chrisye dan Ramadhan

Juni 29, 2016 dian nafi 0 Comments

Taufiq Ismail,  Chrisye dan Ramadhan




Penyair Taufiq Ismail menulis sebuah artikel tentang Krismansyah Rahadi (1949-2007) di majalah sastra HORISON:
Di tahun 1997 saya bertemu Chrisye sehabis sebuah acara, dan dia berkata, “Bang, saya punya sebuah lagu. Saya sudah coba menuliskan kata-katanya, tapi saya tidak puas. Bisakah Abang tolong tuliskan liriknya?” Karena saya suka lagu-lagu Chrisye, saya katakan bisa. Saya tanyakan kapan mesti selesai. Dia bilang sebulan. Menilik kegiatan saya yang lain, deadline sebulan itu bolehlah.
Kaset lagu itu dikirimkannya, berikut keterangan berapa baris lirik diperlukan, dan untuk setiap larik berapa jumlah ketukannya, yang akan diisi dengan suku kata. Chrisye menginginkan puisi relijius.
Kemudian saya dengarkan lagu itu. Indah sekali. Saya suka betul. Sesudah seminggu, tidak ada ide. Dua minggu begitu juga. Minggu ketiga inspirasi masih tertutup. Saya mulai gelisah. Di ujung minggu keempat tetap buntu. Saya heran. Padahal lagu itu cantik jelita. Tapi kalau ide memang macet, apa mau dikatakan. Tampaknya saya akan telepon Chrisye keesokan harinya dan saya mau bilang, “Chris, maaf ya, macet. Sori.” Saya akan kembalikan pita rekaman itu.
Saya punya kebiasaan rutin baca Surah Yasin. Malam itu, ketika sampai ayat 65 yang berbunyi, A’udzubillahiminasy syaithonirrojim. “Alyauma nakhtimu ’alaa afwahihim, wa tukallimuna aidhihim, wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanu yaksibuun” saya berhenti. Maknanya, “Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan.” Saya tergugah. Makna ayat tentang Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa!
Saya hidupkan lagi pita rekaman dan saya bergegas memindahkan makna itu ke larik-larik lagi tersebut. Pada mulanya saya ragu apakah makna yang sangat berbobot itu akan bisa masuk pas ke dalamnya. Bismillah. Keragu-raguan teratasi dan alhamdulillah penulisan lirik itu selesai. Lagu itu saya beri judul Ketika Tangan dan Kaki Berkata.
Keesokannya dengan lega saya berkata di telepon, “Chris, alhamdulillah selesai.” Chrisye sangat gembira. Saya belum beritahu padanya asal-usul inspirasi lirik tersebut.
Berikutnya hal tidak biasa terjadilah. Ketika berlatih di kamar menyanyikannya baru dua baris Chrisye menangis, menyanyi lagi, menangis lagi, berkali-kali.

Di dalam memoarnya yang dituliskan Alberthiene Endah, Chrisye–Sebuah Memoar Musikal, 2007 (halaman 308-309), bertutur Chrisye:
Lirik yang dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang karier, yang menggetarkan sekujur tubuh saya. Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu. Liriknya benar-benar mencekam dan menggetarkan. Dibungkus melodi yang begitu menyayat, lagu itu bertambah susah saya nyanyikan! Di kamar, saya berkali-kali menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, air mata saya membanjir. Saya coba lagi. Menangis lagi. Yanti sampai syok! Dia kaget melihat respons saya yang tidak biasa terhadap sebuah lagu. Taufiq memberi judul pada lagu itu sederhana sekali, Ketika Tangan dan Kaki Berkata.

Lirik itu begitu merasuk dan membuat saya dihadapkan pada kenyataan, betapa tak berdayanya manusia ketika hari akhir tiba. Sepanjang malam saya gelisah. Saya akhirnya menelepon Taufiq dan menceritakan kesulitan saya.
“Saya mendapatkan ilham lirik itu dari Surat Yasin ayat 65…” kata Taufiq. Ia menyarankan saya untuk tenang saat menyanyikannya. Karena sebagaimana bunyi ayatnya, orang memang sering kali tergetar membaca isinya.
Walau sudah ditenangkan Yanti dan Taufiq, tetap saja saya menemukan kesulitan saat mencoba merekam di studio. Gagal, dan gagal lagi. Berkali-kali saya menangis dan duduk dengan lemas. Gila! Seumur-umur, sepanjang sejarah karir saya, belum pernah saya merasakan hal seperti ini. Dilumpuhkan oleh lagu sendiri!
Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu. Erwin Gutawa yang sudah senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam itu, langsung mengingatkan saya, bahwa keberangkatan ke Australia sudah tak bisa ditunda lagi. Hari terakhir menjelang ke Australia, saya lalu mengajak Yanti ke studio, menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk mendoakan saya.
Dengan susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga selesai. Dan tidak ada take ulang! Tidak mungkin. Karena saya sudah menangis dan tak sanggup menyanyikannya lagi. Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu itu, itulah suara saya dengan getaran yang paling autentik, dan tak terulang! Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya mendengarkan lagu itu saja, rasanya ingin berlari!
Lagu itu menjadi salah satu lagu paling penting dalam deretan lagu yang pernah saya nyanyikan. Kekuatan spiritual di dalamnya benar-benar benar meluluhkan perasaan. Itulah pengalaman batin saya yang paling dalam selama menyanyi.
Penuturan Chrisye dalam memoarnya itu mengejutkan saya. Penghayatannya terhadap Pengadilan Hari Akhir sedemikian sensitif dan luarbiasanya, dengan saksi tetesan air matanya. Bukan main. Saya tidak menyangka sedemikian mendalam penghayatannya terhadap makna Pengadilan Hari Akhir di hari kiamat kelak.
Mengenai menangis ketika menyanyi, hal yang serupa terjadi dengan Iin Parlina dengan lagu Rindu Rasul. Di dalam konser atau pertunjukan, Iin biasanya cuma kuat menyanyikannya dua baris, dan pada baris ketiga Iin akan menunduk dan membelakangi penonton menahan sedu sedannya. Demikian sensitif dia pada shalawat Rasul dalam lagu tersebut.
***
Setelah rekaman Ketika Tangan dan Kaki Berkata selesai, dalam peluncuran album yang saya hadiri, Chrisye meneruskan titipan honorarium dari produser untuk lagu tersebut. Saya enggan menerimanya. Chrisye terkejut. “Kenapa Bang, kurang?” Saya jelaskan bahwa saya tidak orisinil menuliskan lirik lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata itu. Saya cuma jadi tempat lewat, jadi saluran saja. Jadi saya tak berhak menerimanya. Bukankah itu dari Surah Yasin ayat 65, firman Tuhan? Saya akan bersalah menerima sesuatu yang bukan hak saya.
Kami jadi berdebat. Chrisye mengatakan bahwa dia menghargai pendirian saya, tetapi itu merepotkan administrasi. Akhirnya Chrisye menemukan jalan keluar. “Begini saja Bang, Abang tetap terima fee ini, agar administrasi rapi. Kalau Abang merasa bersalah, atau berdosa, nah, mohonlah ampun kepada Allah. Tuhan Maha Pengampun ’kan?”
Saya pikir jalan yang ditawarkan Chrisye betul juga. Kalau saya berkeras menolak, akan kelihatan kaku, dan bisa ditafsirkan berlebihan. Akhirnya solusi Chrisye saya terima. Chrisye senang, saya pun senang.
***
Pada subuh hari Jum’at, 30 Maret 2007, pukul 04.08, penyanyi legendaris Chrisye wafat dalam usia 58 tahun, setelah tiga tahun lebih keluar masuk rumah sakit, termasuk berobat di Singapura. Diagnosis yang mengejutkan adalah kanker paru-paru stadium empat. Dia meninggalkan isteri, Yanti, dan empat anak, Risty, Nissa, Pasha dan Masha, 9 album proyek, 4 album sountrack, 20 album solo dan 2 filem. Semoga penyanyi yang lembut hati dan pengunjung masjid setia ini, tangan dan kakinya kelak akan bersaksi tentang amal salehnya serta menuntunnya memasuki Gerbang Hari Akhir yang semoga terbuka lebar baginya. Amin. #
Ketika Tangan dan Kaki Berkata
Lirik : Taufiq Ismail
Lagu : Chrisye
Akan datang hari mulut dikunci
Kata tak ada lagi
Akan tiba masa tak ada suara
Dari mulut kita
Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita bila harinya
Tanggung jawab tiba
Rabbana…
Tangan kami…
Kaki kami…
Mulut kami…
Mata hati kami…
Luruskanlah…
Kukuhkanlah…
Di jalan cahaya….
sempurna
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin
Semoga Bermanfaat.
❤

0 komentar:

Bergaya Di Hari Fitri

Juni 26, 2016 dian nafi 0 Comments

Bergaya Di Hari Fitri



Yang sebenarnya belanja baju baru di hari lebaran tidak lagi menjadi prioritasku. Yang pertama karena usia sudah semakin dewasa (uhuk, maksudnya tua) sehingga sudah lewat masa-masa euforia berbaju baru ketika hari raya idul Fitri tiba. Yang kedua, sebab sebenarnya tidak hari raya pun sudah kadung sering belanja baju baru. Utamanya ketika akan mengisi sharing kepenulisan di suatu tempat, dan merasa bahwa beberapa baju serta kostum sudah seringkali dipakai. Sehingga kalau dipakai lagi, di foto Instagram ataupun postingan blog kesannya kok kostumnya itu lagi itu lagi ya.
Jadi supaya fresh, selain memadupadankan kostum yang ada dengan ganti kerudung atau mix match atasan bawahan dan outer dengan gaya dan tampilan lain, pilihannya juga dengan membeli kostum baru. 

But, kalau ada yang nawarin dapat voucher belanja di hijabenka dan semacamnya untuk bisa beli gratis kostum, pasti nggak akan menolak dong.

Dan inilah Lima kostum yang akan kupilih. Cekidot ya...

0 komentar:

Air Putih Untuk Kopi

Juni 26, 2016 dian nafi 0 Comments

Air Putih Untuk Kopi




Menyambut ajakan Koalisi Online Pesona Indonesia aka KOPI untuk mengkampanyekan 'Serunya menjadi bloggers kabar baik', jadi teringat akan pro kontra tentang menceritakan pencapaian-pencapaian kita melalui social media maupun blog. Ada yang menganggapnya sebagai sikap sombong lah, atau pamer lah, atau apalah apalah.  

Padahal kalau kita mau melihat dari sudut pandang positif, hal tersebut sebenarnya banyak kebaikannya juga lho. Antara lain jadi menyemangati diri sendiri untuk terus menjaga prestasi dan terdorong menggapai pencapaian dan kesuksesan berikutnya. Kemudian dari sisi pembaca, postingan kabar baik tentang pencapaian ini bisa menginspirasi dan memotivasi. Iya kan? Karena daripada sekedar iri dan cemburu, alangkah baiknya ini menjadi pemacu dan pemicu untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dan pencapaian kesuksesan. 

Apalagi jika kabar baik ini lebih luas lagi sifat dan bentuknya. Semua kabar baik dan positif yang terus kita alirkan dari berbagai sudut dan sisi, akan lama-lama dengan sendirinya mengcounter berbagai berita buruk dan busuk yang saat ini makin banyak tersebar di mana-mana. Berbagai fitnah,  kekerasan dan kriminal seolah menjadi makanan sehari-hari yang sulit ditolak, saking sering dan banyak di mana-mana.  Kabar dan berita baik seperti air putih yang dituangkan ke dalam cangkir berisi kopi, sehingga lama-lama kopi itu meluap keluar cangkir, air putih dan kopi bercampur, lalu warna hitam atau keruh lama-lama menjadi bening dan semakin jernih karena air putih yang kita tuangkan terus ke dalam kopi. 

So, kita sambut baik ajakan KOPI ini.  Adapun deklarasi KOPI sendiri terdiri dari tiga poin penting. Pertama, peduli merah putih dengan turut serta berperan aktif menginformasikan dunia pariwisata, perfilman, budaya, musik, fashion, dan kuliner Indonesia yang berbasis good news. Kedua, mengedepankan informasi positif mengenai pesona Indonesia untuk dunia. Ketiga, berupaya jadi saksi pertama kreativitas anak negeri dan akan mengapreasinya dalam bentuk tulisan persembahan untuk bangsa dan dunia.



0 komentar:

Writravellicious goes to Batam And Singapore

Juni 21, 2016 dian nafi 4 Comments

Writravellicious goes to Batam And Singapore

Jalan-jalan  ke Batam Singapura  4 D 3 N


tiba di bandara batam, langit terang. 


so, begitu mendarat di bumi Batam, langsung capcus survey ke pabrik pembuatan modul platform untuk pangkalan rig dan offshore. 



usai  survey, jalan ke lucky plaza batam untuk cari gadget, ponsel, laptop dan kamera. Pulang dari lucky plaza itulah baru hujan turun dengan lumayan lebatnya. 



Sebelum acara sharing di Masjid Raya Batam, sempat selonjoran dan bebersih dulu di hotel haris batam, yang mengarah persis depan Batam Centre.


Alhamdulillah sore pas jadual mau sharing, hujan berhenti. Hingga Batam Centre yang luas yang harus dilewati dari arah Hotel Haris ke Masjid Raya itupun terasa sejuk. Sebab udara yang mengalir membawa suasana sisa hujan dan langit sebagian masih tertutupi awan. 




Masjid raya batam ini bukan ukurannya saja yang besar dan luas juga tinggi. Tetapi lingkungannya, pelatarannya, dan taman-taman serta piazza-piazzanya juga super luas. 



Sore itu sharing kepenulisan bareng teman-teman dari Forum Lingkar Pena Batam berlangsung sukses dan lancar. Komunitas penulis  FLP yang dirintis mbak Helvy Tiana Rosa dan Asma Nadia ini memang merambah di seluruh Indonesia dan bahkan banyak negara. 






Kali ini aku berbagi sedikit tentang bagaimana menulis chicken soup stories, kisah-kisah inspiratif yang kita alami ataupun terjadi di sekitar kita.  Salah satu genre tulisan yang paling mudah bagi para penulis pemula yang baru akan menerjuni dunia kepenulisan ini, sebelum kemudian merambah menulis cerita pendek aka cerpen dan novel dst. 




Terus karena hotel hanya menyediakan sarapan, makan malamnya di batam mall dan  sempat nonton aadc2 untuk menikmati akting mbak dian sastro dan nicholas saputra. 



Hari berikutnya sebelum menyeberang ke singapura, jalan ke pulau galang. Dan sempat foto di jembatan transbalerang


Kampung vietnam di pulau galang ini sebenarnya dulu merupakan tempat pengungsian bagi warga vietnam yang terusir dari negerinya sebab ada perang saudara. Ada peninggalan beberapa tempat beribadah, gereja, kuil, pagoda di sana. Juga monumen-monumen perahu yang menggambarkan kendaraan yang dipakai orang-orang pelarian ini. 






Sampai ke pusat kota Batam lagi, waktu sudah hampir siang.  Setelah sempat makan siang di resto port batam, akhirnya naik ferry untuk menyeberang ke spore. 

Dari dalam kapal, tampak hujan kembali turun deras. Jendela-jendela ferry basah sehingga pemandangan Singapura tampak lamat-lamat dari kejauhan dan berembun.


Masih hujan waktu ferry merapat ke dermaga, tapi sudah tidak sederas tadi. Semuanya tampak berjalan lancar sampai akhirnya langkah sempat terhadang agak lama ketika tiba di ruang imigrasi pelabuhan Singapura. Memang konon belakangan ini pengamanannya ketat sekali. 





Mata langsung  seger lihat jalan-jalan dan taman-taman di Singapura. Bersiiiih, hijauuuuu, rapiiiii.... pokoknya bikin iri abis deh. 



Serunya lagi, dari jendela hotel chancellor orchard, pemandangan Singapura yang bersih biru langitnya dan hijau buminya terpampang nyata dan memanjakan mata sekali. 





Stasiun  Mass Rapid Transportation alias mrt terdekat dari Chancellor adalah Dhoby Ghaut. Dari sanalah semua perjalanan menuju tempat-tempat wisata dimulai.




little india


Di mustafa centre apalagi yang bisa dikerjakan kecuali belanja oleh-oleh. Ada coklat, kaos, souvenir, hiasan dinding, aksesoris dll.


Sholat maghrib di masjid angelican yang ada di dalam kawasan little India juga. 



Malam itu mampir kafe dekat chancellor untuk makan nasi briyani dan kambing serta kopi terenak di orchard road


Paginya kaki melangkah ke merlion park, destinasi wajib dikunjugi di Singapura. Macam monas di Indonesia dan Jakarta. Icon kota dan negara. 



the thinker





susuri jalan menuju garden the bay
ada shooting film india

susuri tepian sungai/laut di pedestrian yang memanjakan pejalan kaki


Garden by park


Supertree






esplanade




nunggu shuttle

Sentosa




batal ke casino

universal studio




monorail


kfc sentosa



madam tussaud








nunggu bus

orchard road, belanja pashmina, kaos, 




makan di lucky plaza






masjid alfalah singapura




Coffee bean paragon orchard road




Taxi to changi

Changi Airport

Musholla






Terima kasih teman-teman Batam dan Singapura. Thanks a lot!
 


4 komentar:

UNTUK BERGAYA DI FOTO

Juni 20, 2016 dian nafi 0 Comments

UNTUK BERGAYA DI FOTO



Seringkali kita tahunya para perempuan yang hobi banget koleksi segala macam aksesoris di samping juga fashion. Sudah punya jilbab dan pashmina yang warna hijau saja misalnya, masih beli  lagi pashmina dengan warna hijau dengan gradasi lain. Sudah punya bross banyak, masih juga beli bross lain karena modelnya lebih baru dan cocok untuk kostum lain dan seterusnya dan sebagainya.

Tapi ternyata yang punya hobi belanja aksesoris dan kelengkapan fashion bukan Cuma para perempuan saja lho. Ada teman-temanku yang cowok juga yang punya hobi belanja kayak begitu. Beberapa orang pria bahkan melakukannya dengan  insidentil dan bukannya terencana  dengan matang.

Contohnya nih, sahabatku yang satu ini yang kupikir pola pikir dan gaya hidupnya masih sederhana kayak dulu jaman sekolah dan kuliah. Eh pas kita tinggal untuk suatu acara, dan dia terpaksa tidak bisa gabung karena beda komunitas dan beda pergaulan gitu, ternyata dia malah jalan sendiri ke mall. Dan tahu apa yang dia bawa pulang?

“Eh apaan nih ada kotak segede gini?” tanya kami terheran-heran melihat barang belanjaan yang dia dapat hanya dalam satu setengah jam tidak bersama kami tadi.

“Oh tadi aku beli jam tangan. Nih!” jawabnya santai sambil menunjukkan sebuah jam yang ciamik banget di pergelangan tangannya. Yang itu artinya kotak gedhe tadi sudah kosong, karena isinya sudah berpindah tempat.

Oh my God!

“Lhoh, tadi katanya ke mall mau cari buah-buahan?”

“Iya, memang. Tuh aku beli apel dan pisang buat kita semua.”

“Lhah bukannya kamu sudah punya jam tangan di rumah?”  tebak kami. Karena dia kan kelihatan kalau di foto-foto fesbuk atau instagramnya tampak selalu memakai jam tangan.

“Iya, ada beberapa. Tadi ketinggalan di rumah.  Jadi aku beli saja tadi,” sahutnya santai.


OMG!

Kami jadi ternganga dan  terbengong-bengong melihat aksinya yang terlihat spontan dan mengejutkan.  Bayangkan, belanja ratusan ribu rupiah begitu saja tanpa terencana dan seperti kalau kita beli es krim gitu saja gayanya. Enteng.

“Terus kenapa gitu memangnya kalau nggak bawa jam tangan? Kan ada penunjuk jam di ponsel?” kejar teman yang lainnya.

“Yach, kalau difoto kurang mantap, bro. Beda kalau pakai jam tangan. Tampak gaya, stylish,” jawabnya sambil cengengesan.

Wah, kejutan nih anak. Memang ya, kalau orang sudah berduit dan uangnya berlebih-lebih gitu, jadi gampang saja beli beli. Padahal bukan kebutuhan primer, sekunder dan bahkan tersier lagi.  Asal pingin aja, ada uangnya, ya beli lah. Tanpa ba bi bu, cang cing cung. Kami memperhatikan model jam expedition yang melingkar manis di dekat pergelangan tangannya. 

Dan mengalirlah kemudian cerita dan curhatan seputar belanja di antara kami, sembari menunggu datangnya pesanan makanan malam itu. Rupa-rupanya kebiasaan belanja teman-teman ini termasuk beli model jam expedition juga sudah mulai merambah dan bahkan ada juga yang bergeser ke pembelian online. MatahariMall menjadi salah satu yang suka dikunjungi teman-teman jika sedang berburu barang-barang. Termasuk temanku yang dulu sederhana dan nerimo tapi sekarang berubah agak borju (bukan burjo ya) dan hobi belanja jam tangan itu juga suka berseluncur ke toko-toko online termasuk MatahariMall.com.

Sembari makan malam bersama, tak  lupa kami ber-wefie ria, juga minta difotokan oleh pramusaji restoran agar kami semua tampil manis dan utuh di kamera. Teman cowok  yang barusan belanja jam tangan tadi tak lupa memamerkan aksesoris barunya. Cekrek. Uploaaaad.

0 komentar:

Wisata Alam Ke Nglimut

Juni 09, 2016 dian nafi 0 Comments

Wisata Alam Ke Nglimut


Alam selalu memberikan kita kesegaran kembali setelah kepenatan sehari-hari. Seringkali alam yang masih perawan, masih asli, susah kita kunjungi dan nikmati karena tingkat kesulitan penjelajahan dan aksesnya. Karenanya kita musti berterima kasih juga pada para kapitalis aka pengusaha yang telah mengupayakan adanya wisata alam yang bisa kita nikmati dalam paket yang mudah dikunjungi tanpa harus babat alas.




Termasuk di antaranya adalah wisata alam di Nglimut ini. Memadukan antara alam asli yang berasal dari hutan setempat dengan taman-taman yang artifisial membuat tempat wisata ini nyaman. Bahkan bukan saja buat orang dewasa juga remaja, tetapi juga anak-anak.




Ke sinilah kami membawa anak-anak didik kami di PAUD (pendidikan anak usia dini) fadhoilusy syukriyah berkunjung saat akhir tahun ajaran.  Paud FS ini merupakan PAUD kedua yang kurintis bersama bulik setelah PAUD cahaya di Semarang yang dulu kurintis bareng almarhum suami.




Ada banyak sekali  hal yang bisa kita nikmati di Nglimut ini. Utamanya adalah anak-anak bisa berenang dan bermain air. Yang seru adalah sembari berenang, kita bisa menikmati  pemandangan yang langsung lepas ke alam bebas.  Wow! Subhanallah!




Ada banyak saung yang tersaji di sepanjang jalan-jalan di kawasan wisata ini. Kita bisa rehat sebentar di sana ketika lelah berjalan. Bisa juga untuk ajang makan bersama sekaligus bercengkerama sembari menikmati alam sekitar.




Berbagai elemen taman diciptakan alami menyerupai alam sesungguhnya, meskipun misalnya tampilannya bambu tetapi sebenarnya dibuat dari beton. Ahaha. Seperti jembatan-jembatan lengkung yang melintasi kali-kali alias sungai-sungai kecil yang diciptakan berkelok-kelok dalam taman yang sangat luas.



Pedestrian dengan paving bersanding dengan taman dan hehijauan rumput yang karena saking luasnya, kadang ada juga yang kurang terawat. Namun malah menjadikan pemandangan yang alamiah. Karena rumput-rumput yang tinggi menjadi dinamika tersendiri di antara rumput yang tertata rapi.





0 komentar:

Tips Memilih Baju Jersey Ketika Membeli Secara Online

Juni 08, 2016 dian nafi 0 Comments

Tips Memilih Baju Jersey Ketika Membeli Secara Online

Mencari baju jersey secara online sangatlah mudah. Namun memilih baju jersey yang tepat dan berkualitas secara online tidak semudah yang Anda bayangkan. Pasalnya, ada banyak pilihan baju jersey yang ditawarkan oleh berbagai macam toko online yang berbeda dan setiap toko menawarkan harga yang menarik untuk dipertimbangkan. Namun pada dasarnya, ada beberapa tips memilih baju jersey  secara online yang perlu Anda terapkan untuk bisa menemukan dan membeli baju jersey yang tepat sesuai keinginan. Beberapa tips tersebut antara lain:

  1. Kunjungi situs toko online yang terpercaya.
Memilih situs toko online yang tepat dan terpercaya menjadi salah satu hal penting dalam memilih dan membeli jersey yang Anda inginkan. Dengan mengenali kualitas setiap situs toko online dengan baik dan membandingkannya secara objektif, tentu saja Anda bisa mendapatkan referensi situs toko jersey online yang terpercaya. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa baju jersey yang ditawarkan memiliki kualitas yang baik dan tidak mengecewakan. Sebab pada dasarnya, situs toko online terpercaya pasti memberikan pilihan produk berkualitas untuk para pelanggan.

  1. Kenali macam-macam jersey yang ada di pasaran.
Saat ini berbagai macam baju jersey yang ada di pasaran memiliki tingkat kualitas yang berbeda. Ada yang original dan ada pula yang KW, masing-masing memiliki karakter dan kualitas yang berbeda. Untuk jersey original, tentu saja kualitasnya berada di atas rata-rata. Sementara itu, jersey KW terdiri dari beberapa kelas dengan kualitas yang sangat beragam. Diantaranya yaitu KW Thailand, KW Hongkong hingga KW lokal. Karena kualitasnya berbeda, maka Anda harus mengenali satu per satu jenis jersey yang ditawarkan oleh toko online pilihan Anda.

  1. Perhatikan spesifikasi jersey dengan seksama.
Selain mempertimbangkan jenis jersey yang ditawarkan berdasarkan tingkat kualitasnya, tips memilih baju jersey berikutnya juga perlu dilakukan dengan memperhatikan kualitas jersey berdasarkan spesifikasinya. Kenalilah bahan jersey yang ditawarkan dan karakteristik dari bahan jersey yang tersedia. Pastikan jersey nyaman dipakai, tahan lama dan tidak mudah rusak. Selain itu, pastikanlah informasi spesifikasi mengenai baju jersey yang ditampilkan oleh toko online pilihan Anda dijelaskan secara detail dan lengkap dengan gambar dari produk yang ditawarkan.

  1. Pertimbangkan testimoni pelanggan.
Untuk mengetahui kualitas baju jersey yang ditawarkan oleh salah satu atau beberapa toko online yang Anda kunjungi, Anda dapat mengamati respon pelanggan melalui testimoni yang diberikan. Pertimbangkanlah testimoni tersebut untuk mengenali dan mengetahui kualitas jersey yang ditawarkan. Namun Anda harus memastikan betul bahwa testimoni tersebut tidak di rekayasa sebelum mempercayainya.

  1. Cermati ukuran, warna dan detail desain jersey yang ditawarkan.
Mencermati ukuran, warna dan detail jersey sangatlah penting dan harus disesuaikan dengan kebutuhan. Pilihlah ukuran jersey yang tepat sehingga pemakaiannya terasa pas di badan. Selain itu, cermatilah warna ataupun desain jersey yang tersedia melalui gambar yang ditampilkan untuk mengetahui seperti apa baju jersey yang ditawarkan oleh toko online pilihan Anda dengan lebih jelas.
sumber : anekajerseyboladotcom


Itulah berbagai macam tips memilih baju jersey secara online yang perlu dilakukan agar baju jersey yang Anda beli kualitasnya tidak mengecewakan. Selain beberapa tips di atas, jangan lupa untuk melakukan survey dan membandingkan penawaran harga antara satu toko online dengan toko lainnya agar baju jersey berkualitas yang diinginkan bisa diperoleh dengan harga yang sesuai dan lebih bersahabat sesuai budget belanja.

0 komentar: