Serunya Jambore Literasi Pekalongan

Agustus 25, 2016 dian nafi 2 Comments





Alhamdulillah Jambore literasi kembali digelar di Pekalongan. 
Kali ini pesertanya sekitar seratus-an orang dari berbagai daerah dan instansi di Pekalongan.

Materi yang hari itu dibagikan adalah Joy Writerpreneurship, bagaimana menjadi seorang writerpreneur dengan cara yang menyenangkan.


Apa aja sih sebenarnya yang musti dilakukan untuk bisa menjadi writerpreneur?
Nih dia langkah-langkahnya:

Write and polish your manuscript
Create your business plan
Create your author platform
Engage your audience
Prepare for your book launch
Maintain your momentum
Sharing the value of your success




Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti sesi sharing writerpreneurship ini. Dan banyak sekali penanya. Sehingga tidak semuanya dapat kesempatan untuk bertanya langsung. So, teman-teman bisa tanya via sms/wa 085701591957 atau line diannafi57

Sampai jumpa di sesi sharing kepenulisan berikutnya.
Insya Allah

2 komentar:

Selamatkan Ibu Dan Bayinya

Agustus 24, 2016 dian nafi 0 Comments



Selamatkan Ibu Dan Bayinya




Innaa lillahi wa innaa ilaihi roojiuun.

Rasanya seperti ada sebuah pisau dingin menyayat hati saat aku mendengar kabar itu. Sepupuku kembali mengalami keguguran. Ini untuk yang kedua kalinya. Betapa pedihnya. Bagaimanapun keturunan merupakan salah satu yang ditunggu-tunggu dalam sebuah pernikahan.

Saat melihat dia sudah tersenyum bahkan tertawa-tawa setelah operasi kuret sambil memegang plastik berisi janin yang telah tiada itu, makin teririslah jiwa kami yang menyaksikan fotonya. Kami, saudara-saudaranya bahkan kehilangan kata-kata. Speechless. Saat itu hanya doa yang otomatis mengalir dari dalam lubuk hati, semoga dia mendapat ganti yang lebih baik. Hendak mendoakannya secara eksplisit semoga hamil lagi juga agak bingung, mengingat usianya memang tidak muda untuk usia ibu hamil lagi. Allaaahh...

Dan realitanya banyak sekali di sekitar kita sebenarnya, para ibu yang kehilangan bayinya. Baik saat masih dalam kandungan, maupun ketika sudah lahir. Saat beberapa tahun lalu ketika aku berkesempatan datang ke UWRF di Ubud, seorang ibu yang tak lagi muda sangat menarik perhatianku. Meskipun dia bule tetapi dia punya perhatian dan concern pada kesehatan ibu hamil, ibu menyusui dan bayi. Subhanallah. Takjub saya. Betapa kepedulian yang lahir dari ketulusan dan atas dasar kemanusiaan sungguh tak melihat adanya perbedaan suku bangsa, RAS, dan semacamnya.


Kalau seorang bule saja demikian perhatiannya, semestinya kita sebagai anak bangsa sendiri haruslah lebih peduli. Iya kan?

Makanya ketika hadir sebuah program yang digagas oleh Kementerian Kesehatan ini, rasanya hati juga tergerak untuk turut mengkampanyekan. Semoga menjadi salah satu alternatif dalam mencegah terjadinya banyak kasus kematian ibu hamil dan bayinya.

Adalah sebuah program bernama SMS Bunda yang memanfaatkan Tekhnologi Mobile
untuk menyelamatkan ibu dan bayi di Indonesia

Layanan SMS yang memberikan informasi kesehatan bagi ibu hamil dan nifas, sampai anak mencapai usia 2 tahun (1000 hari kehidupan pertama).


Tujuannya adalah:
Pengetahuan ibu meningkat
Ibu dapat mengidentifikasi tanda bahaya selama hamil dan nifas
Ibu dapat mencari pertolongan tepat waktu
Pengingat jadwal kunjungan ibu, bayi dan imunisasi


SMSbunda mengirimkan informasi kepada ibu langsung ke telepon genggamnya

Disusun oleh : Direktorat Ibu, Direktorat Anak, Direktorat Gizi dan Pusat Promosi

sampai hari ini sudah lebih dari 30 kab/kota yang sudah meluncurkan program SMSbunda. Namun pada dasarnya SMSbunda dapat di akses diseluruh wilayah Indonesia. Sudah ada lebih dari 200 kab/kota yang mendaftar SMSbunda.
1.      Registrasi dilakukan Pendaftar – 1 SMS:
 Ketik: REG(spasi)PERKIRAAN TGL  BERSALIN(spasi)KAB/KOTA
 Contoh : REG 23/07/2015 Pandeglang
               Kirim ke: 08118 469 468

2.      Registrasi dilakukan oleh orang lain:
 
Ketik: UNDANG(spasi)NO HP  IBU(spasi)PERKIRAAN TGL  BERSALIN(spasi)KAB/KOTA
 
Contoh : UNDANG 08123456789 23/07/2015 Pandeglang
                Kirim ke: 08118 469 468

3.      Registrasi dilakukan melalui data yang dikumpulkan (KOLEKTIF)
 

Atau
REG (Spasi) Perkiraan Tgl Bersalin (Spasi) Kab/Kota
REG 05/02/2016 SEMARANG

kirim ke: 08118 469 468

Ganti Tgl Bersalin
LAHIR (Spasi) Tgl Bersalin
LAHIR 01/02/2016
Daftarkan Teman
UNDANG (Spasi) No HP Teman (Spasi) Perkiraan Tgl Bersalin (Spasi) Kota/Kab
UNDANG 081325692121 05/02/2016 SEMARANG


Harapan dan Rencana ke depan

Semakin banyak ibu dan keluarga yang mendapatkan manfaat SMSbunda

Semakin banyak ibu/suami/keluarga yang
mendaftar SMSbunda

Semakin banyak ibu, bayi dan anak
yang sehat dan selamat
  


Semoga program ini makin diketahui khalayak dan bisa membantu para ibu hamil ya.





0 komentar:

Workshop Parenting And Education

Agustus 24, 2016 dian nafi 0 Comments


Workshop Parenting And Education



Bertempat di Aula Pertemuan Gedung Kampus Universitas Semarang aka UNNES yang baru di daerah Sampangan Semarang, workshop parenting and education digelar beberapa waktu lalu.

Pembicaranya antara lain ibu Ratna Megawangi istri Bapak Menteri Sofyan Djalil, yang sekaligus menjadi keynote speaker dalam acara yang dihadiri ratusan orang ini, bahkan sampai seribu orang lebih.





Pelatihan selama tiga hari ini terdiri atas beberapa sesi. Kesemua temanya menarik dan sangat bermanfaat. Beberapa hal mungkin sudah pernah atau seringkali kita dengar, namun penegasan juga beberapa praktik langsung menjadikannya tetap bermanfaat dan mudah-mudahan berdaya guna.

However, ada beberapa PR alias pekerjaan rumah yang langsung tercatat dalam kepala, antara lain supaya menemukan beberapa musik yang bisa membantu kita mengulangi sesi fokus ke jantung ini di rumah atau tempat kita masing-masing.

Karena dengan jiwa yang sehat yang memperhatikan daya kerja dan fungsi otak serta jantung, akan menjadikan kita juga menjadi orang tua dan pendidik yang sehat dalam tugas pengasuhan dan pendidikan anak-anak kita.

Berikut beberapa catatan pentingnya.
Agar anak-anak  tidak hanya tahu tapi juga melakukan, ajarkan dg strategi.agar praktik dg spontan, rasanya hidup. Mk perlu Teknik pengaliran pilar karakter

Berkarakter berarti cinta kebaikan, bermanfaat/memberi nilai tambah, memimpin/berinisiatif melakukan kebaikan.
 
Hal yg sederhana, suatu kebaikan kecil bisa menghasilkan kebaikan yg menular, terus menerus. Sejatinya kita kembali yg akan menerimanya
 
Kuncinya ciptakan suasana senang, bahagia, shg apapun yg disampaikan akan diterima dg baik.
 
Orang tua dan Guru serta pendidik berkarakter berarti  mengajar dg CINTA,penuh ksh syg,beri perhatian, empati, slalu perbaiki diri,mnj kesempurnaan karakter,sabar,ikhlas,kreatif
Siap mjd MODEL bagi anak didik
 
9 pilar karakter:cinta Tuhan&ciptaanNya,mandiri disiplin tg jwb,jujur amanah bijak,hormat santun pendengar yg baik,deemawan suka menolong.. dll
 
Pengaliran karakter/moral: mengetahui(makna&alasan)> merasakan > melakukan > penegasan > tahu dst (recycling) alias diulangi lagi prosesnya dari awal, begitu seterusnya. 



0 komentar:

#NgemilBaca Jogja Jelang Senja

Agustus 24, 2016 dian nafi 0 Comments

#NgemilBaca Jogja Jelang Senja


Jatuh cinta bareng Desi,or kritik kesewenang-wenangan dan kedzoliman aparat terhadap rakyat yang dikemas dalam cerita cinta klasik kontroversial, ini yang bisa menjadi alternatif judul resensi atau review Jogja Jelang Senja aka


Kalau diringkas dalam satu kalimat premis, JJS ini bisa berbunyi sebagai berikut
Kisah Cinta Segitiga dan Beda Agama antara Aktifis Demonstran dan Pekerja Kerajinan Perak serta anak Pejabat Yang Oknum Petinggi Petrus. 

Jiaaah, ngeri thoo. Langsung kelihatan konflik dan kompleksitasnya. Ada bau drama percintaannya, sosial politiknya, eksotisme Jogja dan kerajinan peraknya, juga kontroversial cinta beda agama serta keseruan cinta segitiga.


Stat from Mid res. Opening scene lgs menggambarkan konflik utama yg membw kita penasaran gmn awal & kelanjutannya nanti. Baru flashback.

Setiap tokoh yg tadinya diceritakan scr terpisah,ternyata slg bersinggungan satu sama lain tdk sj dlm main plotnya kisah cinta tsb maupun subplot nya aparat & Intel vs aktifis & demonstran. Motif2,kebetulan2, surprise2 agaknya dirancang sedemikian rupa shg inevitable

Pengen tahu di mana tepatnya aku nangis ngguguk saat baca ? Nih dia kalimatnya.....

Kedua mata Aris bengap biru,ujung bibirnya berdarah.kemeja merah.kedua kakinya lemah. Oh Tuhan,Kau berikan kondisi plg buruk bagiku saat..
...harus ketemu orang tua kekasihku. Kau sungguh maha bercanda, batin Aris sblm semuanya mjd gelap *Tuhan mmg Maha Bercanda,we know it


Tapi aku  gak suka akhir ceritanya,soalnya gak happy ending nowadays i prefer choose happy one coz story we create however influence our life



0 komentar:

Tampil Perfect Ala Saya

Agustus 23, 2016 dian nafi 0 Comments

Tampil Perfect Ala Saya



Menjadi secantik dan semempesona mungkin adalah keinginan setiap perempuan. Meski tentu saja tidak bisa demikian realitanya karena kita tetap saja manusia yang penuh kekurangan.

Namun jika kita mau mencermati, sebenarnya ada beberapa bagian dari tubuh dan wajah kita, yang kalau kita mau enhance alias tonjolkan sedikit saja kelebihannya, ia akan menjadi sesuatu yang mendukung penampilan sempurna ala kita.


Kalau versiku, bulu mata lah yang menjadi salah satu bagian yang bisa aku beri perhatian tambahan. Sehingga kalau sedang menghadiri undangan workshop, seminar, pelatihan baik sebagai peserta maupun nara sumber, aku selalu sempatkan untuk memoleskan maskara pada bulu mata. Di samping tentu saja menggunakan lipstik pada bibir.

Karenanya jika produk yang dimiliki perfect beauty me yang konon bisa membuat bulu mata ini semakin lentik dan menarik bisa aku punya, pasti akan sangat berguna sekali dalam mendukung penampilanku.

Oh ya, dan yang terpenting dari semua yang kita kenakan, baik kostum maupun riasan, jangan pernah ketinggalan satu hal yang sebenarnya kita semua punya namun kadangkala kita tinggalkan, yaitu senyum. Selalu siap dan sediakan serta tebarkan senyum terbaik yang muncul dari hati tulus yang terindah, insya Allah akan menjadikan penampilan kita semakin sempurna.

Selamat mencoba ya:)

0 komentar:

Ragam Airsoft Gun yang Sering Digunakan

Agustus 22, 2016 dian nafi 0 Comments


Ragam Airsoft Gun yang Sering Digunakan


Melakukan aktivitas outdoor tentu menjadi hal yang sangat menyenangkan. Karena selain bisa menyegarkan pikiran juga bisa membuat tubuh menjadi sehat. Ada banyak kegiatan outdoor yang bisa dilakukan. Salah satunya yang membuat tertantang adalah bermain airsoft gun  secara outdoor. Mainan airsoft ini sekarang sedang disukai oleh banyak orang. Wajar saja karena permainan ini memang menyenangkan dan sangat seru. Dijamin sekali Anda mencobanya pasti tak ingin berhenti.




Jika Anda tertarik untuk bermain airsoft tentu saja ada beberapa perlengkapan yang harus dipakai. Misalnya saja helm, sepatu dan baju. Perlengkapan ini tidak sembarangan dan baiknya Anda memilih yang benar-benar dirancang untuk bermain airsoft. Tak lupa juga Anda harus membawa mainan airsoft sendiri. Karena tanpa airsoft tentu saja permainan tidak bisa berjalan bukan? Saat ini ada banyak jenis airsoft yang tersedia di pasaran. Namun tahukah Anda manakah airsoft yang sering digunakan? Jika belum tahu lebih baik Anda baca ulasan berikut tentang ragam jenis mainan airsoft yang sering digunakan.



Airsoft gas

Airsoft gun yang satu ini paling berbeda diantara jenis yang lainnya. Pasalnya untuk mengoperasikannya harus menggunakan gas khusus yang bertekanan tinggi. Sebab jika tekanannya tidak tinggi tentu saja tidak akan bisa mendorong peluru untuk keluar dari airsoft. Jenis gas yang lazim digunakan pada airsoft jenis ini adalah polysiloxane dan propana. Selain gas tersebut biasanya masih ada jenis gas lain yang digunakan. Gas lain yang digunakan untuk mengoperasikan airsoft ini biasanya memiliki tekanan yang hampir sama dengan karbon dioksida. Umumnya para penggemar airsoft menyebut airsoft jenis ini green gas.



Spring

Spring adalah jenis airsoft yang paling sering digunakan. Prinsip kerja dari spring adalah menembak kan peluru menggunakan pegas atau per yang ada di dalamnya. Memang terdengar sangat sederhana, ternyata airsoft yang satu ini cukup rumit untuk digunakan. Bahkan Anda harus dalam posisi tertentu agar airsoft ini bisa menembak sasaran sebaik mungkin. Tapi biarpun harus dalam posisi tertentu untuk mengoperasikannya, ternyata airsoft jenis spring ini justru memiliki banyak penggemar.



Airsoft elektrik

Jenis airsoft yang satu ini sistem kerjanya menggunakan dynamo elektrik atau motor yang ada di dalamnya. Airsoft yang satu ini memang lebih modern dibandingkan dengan jenis lainnya. Tenaga yang akan menggerakkan dynamo atau motor didalamnya adalah baterai. Tenaga baterai inilah yang kemudian menggerakkan piniom lalu menggerakkan gearset yang terpasang. Dari gearset ini piston bisa menarik pegas yang ada dan kemudian bisa menembak kan peluru yang terpasang.



Itulah beberapa jenis airsoft yang umum digunakan oleh para penggemar. Masing-masing airsoft itu tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Lebih baik sebelum membeli Anda ketahui dulu seputar informasinya. Selain berbeda spesifikasi, harga dari masing-masing jenis airsoft tersebut juga berbeda-beda. Jika Anda sebagai pemula, cari saja airsoft yang mudah digunakan. Tapi jika sudah profesional tak masalah bukan ingin memilih jenis yang mana saja.



Jika membeli airsoft gun sebaiknya di tempat yang sudah terpercaya. Membeli airsoft di sembarang tempat tentu saja tak akan menjamin kualitasnya. Airsoft ini sekarang juga tidak hanya tersedia di toko langsung saja. Namun bisa juga dibeli pada toko online atau marketplace yang sudah terpercaya. Demikian informasi seputar jenis-jenis airsoft yang sering digunakan. Semoga bisa membantu Anda yang sedang butuh referensi airsoft.

0 komentar:

Ngopi Di Hotel Bunga Karang Bekasi

Agustus 21, 2016 dian nafi 0 Comments

Ngopi Di Hotel Bunga Karang Bekasi





Kereta kami tiba dini hari di Bekasi yang masih menyisakan gerimis. Mobil jemputan membawa kami langsung menuju penginapan di tengah kota ini. Hotel Bunga Karang adalah salah satu hotel bintang satu yang cukup luas di kota Bekasi. Letaknya  yang strategis memudahkan kita  untuk jalan ke tempat- tempat menarik lainnya di kota Bekasi.





Area kawasan hotel Bunga Karang Bekasi terbagi menjadi dua bagian besar. Bagian depan terdiri atas bangunan berlantai dua dengan area entrance dan lobby serta restaurant.  Sedangkan kawasan bagian dalam bangunannya menghadap area taman hijau yang lebih luas. Terdapat sebuah musholla di sebelah timurnya, yang menjadi area singgah adikku dan anak lelakiku tiap azan memanggil.


Kami tinggal di  kawasan yang lebih privat karena terletak di area belakang. Kamar dengan double bed ini didesain minimalis, sehingga ruangan tampak luas dan clean. Sebuah televisi menjadi alternatif hiburan saat mata belum terpejam ketika malam makin larut. Meski begitu kami melewatkan waktu bersama dengan lebih banyak berbincang, bersenda gurau dan bercengkerama.




Selain wifi gratis, restaurant dan musholla, hotel Bunga Karang Bekasi juga menyediakan ruang pertemuan aka convention atau meeting room. Terdapat pula layanan laundry bagi mereka yang menginap lama dan tidak mau mencuci sendiri. Ya iyalah, kalau jalan-jalan mah jalan-jalan aja ya. 









Setiap kamarnya dilengkapi AC dan juga water heather sehingga meski hujan lebat dan cuaca dingin kita tak takut mandi. Brrrrr...





Setiap pagi kami mendapat layanan sarapan yang sudah include dalam biaya inapnya. Ngopi dan menikmati nasi gorengnya  menjadi pilihan asyik untuk memulai hari sebelum kami melanjutkan aktifitas dengan jalan-jalan ke destinasi wilayah Bekasi dan sekitaran.

Menginap tiga malam di hotel Bunga Karang Bekasi ditutup dengan insiden rubuhnya pohon karena angin kencang malam itu. Untungnya jarak pohon besar ini jauh dari area kamar-kamar dan rubuhnya ke arah taman, sehingga semua aman dan terkendali.





0 komentar:

Kabur Ke Tanah Surga

Agustus 17, 2016 dian nafi 0 Comments

Kabur Ke Tanah Surga

Cerpen

Kabur Ke Tanah Surga

by Dian Nafi





Etra melongokkan kepalanya ke luar jendela dan menangkap pemandangan gelap langit yang masih juga tak ada tanda-tanda akan segera terang. Wajahnya kembali tertekuk saat memandangi satu per satu temannya di dekatnya. Ruang duduk di messnya perusahaan tambang minyak dan gas ini terasa makin sesak saja rasanya.
“Kalian beneran masih akan tinggal di sini selama beberapa hari ini?” tanyanya retoris.
Dia sadar bahwa ketiga rekan di dekatnya ini sesungguhnya juga mulai muak dan bosan terkurung dalam mess. Cuaca buruk di luar sana menyebabkan jadual penerbangan mereka ke Halim tertunda. Sejak tiba dari rig offshore di tengah laut kepulauan Natuna kemarin lusa, hanya tidur makan dalam tempat persinggahan sementara di Matak ini yang mereka bisa lakukan.
“Tapi siapa yang berani minta ijin sama atasan?” Slem angkat bicara. Nama aslinya Slamet.
Sekawanan pekerja off-shore tambang minyak internasional itu saling menelisik, saling menunggu.
“Yach, bareng-bareng ayuk lah minta ijinnya,” Faisal bangkit dari tempat duduknya.
Langkah kakinya yang mantap menuju arah ruangan petugas traffic membuat ketiga temannya segera mengikuti. Sudah lama sekali mereka ingin pergi ke Tarempa, pulau Anambas. Olim kebetulan orang lokal Tarempa. Dialah biangnya yang mengompori gerombolan ini untuk punya mimpi ke tanah yang konon katanya salah satu surga di Indonesia. Tapi kesempatannya tak pernah ada. Setiap dua minggu mereka harus tinggal di tengah laut, di atas platform rig off-shore. Dua minggu sisa bulan itu harus kembali berada di rumah tinggal masing-masing, bersama, anak istri. Mau tak mau. Karena kalau yang jatah dua minggu untuk keluarga itupun mereka ambil buat jalan-jalan, bukan saja mereka akan kena complain dan marah, tetapi juga menghabiskan uang yang tidak sedikit.
Dan tiba-tiba kini mereka terdampar di Matak karena cuaca buruk, seperti membuka peluang bagi terwujudnya impian itu. Ya kan?
**
“Sialan nih orang traffic,” keluh Olim.
Teman-temannya yang lain hanya mengangkat bahu. Apa mau dikata, mimpi mungkin tinggal mimpi belaka. Ternyata permohonan ijin mereka tidak diterima.
“Ayolah, ngopi saja di ruang makan,” ajak Etra sambil memberi isyarat dengan tangannya.
“Ya yuk, ngopi ngopi biar nggak bete. Siapa tahu cuaca akan membaik, sehingga kita bisa segera ke Halim,” sahut Faisal, namun suara lemahnya menunjukkan kalau sebenarnya ia tak begitu bersemangat dengan ajakannya sendiri.
“Kalian nggak denger pengumumannya tadi. Menurut perkiraan, cuaca buruk ini akan berlangsung setidaknya tiga hari. Bisa lebih. Aku sih nggak mau lumutan di sini,” Olim mendengus kesal.
“Aku juga mau ngopi saja,” Slem menyahut, menghentikan omelan Olim.
Sesaat hening..
“......tapi ngopi di Tarempa,” lanjutan kalimat Slem membuat mata teman-temannya membelalak. Mereka semestinya tahu kepada siapa sesungguhnya Slem berpihak. Dua orang yang sekilas sangat berbeda itu sama-sama putra daerah Tarempa.
“So.....” Etra berusaha menebak jalan pikiran yang lainnya.
“Kabur lah. Ayo cepat, selagi masih pagi dan belum banyak yang bangun,” sahut Olim.
“Sekarang? Belum mandi, sarapan, packing....” cerocos Faisal terhenti karena mulutnya keburu dibekap dengan cepat oleh Slem.
Dengan pakaian apa adanya di badan, mereka mengendap-endap keluar dari mess. Olim berjalan paling depan memimpin rombongan pelarian.
“Yang penting padha bawa dompet dan ATM. Kalau nggak bawa, ntar aku traktir lah,” Olim memberi petunjuk perjalanan yang pertama dan utama.
Otomatis masing-masing mengecek dompet di celana. Namun dengan tekad tetap akan menagih traktiran. Semua masih dalam keadaan tegang dan baru cair ketika tubuh-tubuh bergelora oleh kenekatan itu duduk di dalam taksi. Bukan taksi juga sebenarnya. Angkutan umum yang dicarter menuju pantai.
“Apa tadi kata orang Traffic?” Olim memancing perbincangan dengan nada terdengar mengolok-olok orang traffic.
“Kalau mau ke sana ya resiko ditanggung sendiri, kalau ada kecelakaan atau apa company ndak tanggung jawab,” Etra menirukan kembali apa yang mereka sama-sama dengar tadi.
Olim tergelak-gelak. Yang lain ikut tertawa.
“Lha wong dipamitin baik-baik kok nggak kasih ijin.  Ya udah akhirnya main kabur saja,” timpal Slem.
Di antara keriuhan tawa, Olim dan Slem gantian merancang apa yang mereka akan lakukan selama beberapa hari di Tarempa nanti. Sehingga tak terasa mereka akhirnya sampai ke bibir pantai.
Untunglah saat itu sedang ada boat yang  siap untuk segera berangkat. Menggunakan  boat, mereka menempuh satu jam perjalanan menyeberang menuju pulau Tarempa. Biaya tujuh ratus lima puluh ribu rupiah pun  dibagi berempat. Nanti akan ada waktunya tersendiri untuk minta traktiran Si Olim yang sudah siap sedia jadi bos penraktir kali ini.
Pemandangan kepulauan Anambas dari kejauhan, laut dan langitnya benar-benar memukau mereka. Bahkan Olim dan Slem yang asli anak sana juga tak bisa menyembunyikan kekagumannya akan lukisan Sang Maha Pencipta keindahan ini.

Sesampai daratan pulau yang dituju, kaki-kaki yang terbiasa menapaki lantai-lantai dingin platform di tengah lautan itu menikmati pasir dan tanah Tarempa. Mereka sama-sama menggulung lengan baju seragam merah menyala andalan. Juga menggulung celana merahnya sampai ke lutut. Langit dan laut yang membiru, pepohonan hijau yang rapat, coklatnya warna tanah dan pasir berpadu dengan rumah-rumah sederhana yang sebagian besar menggunakan bahan alami.
“Nah! Itu dia orangnya,” seru Olim saat sebuah motor datang dengan dua orang berboncengan di atasnya. Dia mengenalkan keduanya kepada kelima rekan pelariannya.
“Kita akan butuh koki dalam hari-hari di Tarempa. Kenalin ini orang-orang yang masakannya bikin ketagihan,” seloroh Olim.
“Pinter ngaduk kopi juga mereka?” selidik Etra.
“Ntar rasain sendiri ya,” jawab Slem.
“Gila nih bawa sepeda motor plat nomernya sudah lewat masanya,” celetuk Faisal sembari memperhatikan kendaraan yang baru datang itu.
“Di Tarempa itu motor gak ada yang plat nomernya masih berlaku.  Gak ada plat nomernya juga banyak. Karena ya dipakai di situ-situ aja.  Motor hilang ya paling besoknya ketemu karena ndak bisa dibawa keluar pulau,” jelas Olim.
Dua koki lokal itu pun, Harun dan Rudi namanya, membawa mereka belanja ikan untuk dibakar di lokasi air terjun yang akan mereka datangi nanti. Tak lupa masing-masing merogoh dompet untuk belanja baju ganti karena mereka tidak mungkin memakai seragam merah itu selama tiga hari di sini. Untung ada ATM sehingga mereka yang uang cash-nya sedikit bisa mengambil uang sesuai kebutuhan.
Selepas belanja, mereka naik boat satu jam lamanya menuju air terjun. Benar kata orang maupun artikel-artikel di web-web maupun blog itu, ternyata pemandangan air terjun itu benar-benar mengagumkan. Surga di depan mata.
Selagi dua teman baru dari lokal yang ditunjuk sebagai koki itu memasak dan membakar ikan, mereka berangkat untuk mandi dan bermain air di seputaran air terjun.
“Argghh!!”  Teriakan Etra mengalihkan perhatian teman-temannya dari keasyikannya masing-masing. Karena itu lebih terdengar sebagai teriakan kesakitan.
“Ada apa, Tra?” Olim mencemaskan laki-laki yang perawakannya paling kecil dibandingkan mereka semua.
Etra meringis, mengaduh sembari mengangkat bagian tubuhnya dari dalam air. Tampak darah mengalir dari kakinya. Teman-teman langsung mengerubunginya.
“Kayaknya kena batu,” duga Etra. Wajahnya cemas karena darah yang keluar lumayan banyak.
Olim dengan cepat berlari mengambil sesuatu dari balik semak-semak dekat air terjun dan kembali menghampiri Etra. Dengan cekatan sebagaimana ia biasanya menangani mesin-mesin di rig off-shore, tangannya bergerak melakukan penanganan pada kaki Etra yang berdarah. Ia membalut kaki Etra dengan dedaunan tanaman. Wajah-wajah di sana melihat dengan penuh perhatian dan keingintahuan. Ajaib memang karena entah bagaimana, darah yang tadinya mengalir banyak lambat laun berhenti dan mampet. Decak kagum ditengahi penjelasan Olim dan rintihan Etra pun bersambung dengan acara bermain air yang sempat tertunda. Dan tentu saja berfoto dengan latar pemandangan air terjun yang seperti tampak dalam kalender-kalender.  Hari itu ditutup dengan acara makan-makan dan ngopi. Aroma kopi yang sangat menggoda membuat mereka sejenak melupakan peristiwa kaki Etra yang berdarah. Bahkan Etra sendiri pun mengabaikan kesakitannya. Mulut-mulut itupun sibuk menyeruput.
**

Malam itu selepas dari bermain air dan mandi di air terjun, mereka kembali naik boat menyeberang untuk menginap di Tarempa. Tubuh-tubuh yang lelah itu pun ambruk dalam penginapan, sudah tak terbalut seragam merah-merah sebab sudah berganti kaos dan celana yang baru saja mereka beli hari ini.
Pagi-pagi sekali bakda subuh, tubuh-tubuh yang kemarin letih itu telah bugar kembali dan duduk di kursi-kursi warung dekat penginapan. Akhirnya momen yang mereka idam-idamkan sejak lama itu terwujud juga. Ngopi di Tarempa. Hidung kembang kempis menghidu harum aroma kopi yang tersaji dalam cangkir-cangkir bergambar sulur dedaunan.  Bibir menyesap dan menyeruput kopi hitam nikmat itu bahkan sampai ke ampas-ampasnya. Berbagai penganan, jajanan juga menemani sarapan mereka di situ. Nasi lemak seperti yang biasa tersaji di Malaysia menjadi salah satu hidangan istimewa pagi ini.
Usai ngopi, sarapan dan mandi, mereka bergegas menuju destinasi selanjutnya. Memanjat, naik ke gunungnya juga. Kepayahan yang mereka harus tempuhi sepadan dengan pemandangan yang mereka bisa lihat dari atas. Keseluruhan pulau Tarempa  tampak semuanya.
Dan ada pula  air terjun yang sangat tinggi. Etra dan teman-teman asal Jakarta tidak berani naik ke batu-batuannya dari bawah. Ada satu temen yang dari Batak. Sepertinya dia sedari  kecilnya memang sudah terbiasa.  Dia naik ke atas sendiri sampai ke hulunya air. Jadi  sampai ke ujung.
Kalau orang lokal jangan ditanya, jelas saja mereka sangat berani. Termasuk Olim dan Slem.
Malamnya mereka kembali menikmati lezatnya ngopi di Tarempa dan makan ikan bakar yang sangat sedap. Tempat makannya ramai dan enak di pinggir pantai. Mereka takkan mungkin melupakan salah satu malam yang indah dan menyenangkan itu.

**
Sayangnya suasana menyenangkan semalam jadi agak rusak pas mereka mau pulang. Pagi itu  jam  tujuh sesuai kesepakatan dan janjian semalam, seharusnya mereka sudah berkumpul di pantai bersama dua teman lokal. Sebab siang itu mereka serombongan harus  balik ke halim dan dua orang lokal ini akan turut serta sebab hendak mengikuti training.
Namun ditunggu sampai jam tujuh lebih, Rudi tak juga nampak. Telponnya  mati. Dicari ke rumahnya tidak tampak batang hidungnya. Dari orang rumahnya, mereka dapat info kalau Rudi  ke rumah orang tuanya ternyata dan agak jauh. Etra mengajak Harun untuk menjemput Rudi dengan naik ojek. Tapi Harun tidak mau.
“Bagaimana ini. Saat ini  susah lho di sini bahan bakarnya. Lagi mimim stock jadi nggak ada boat yang bisa jalan,” kejar Olim.
Infonya barusan membuat teman-teman yang ada di depannya yang tadinya sudah stress karena bisa kena warning, menjadi semakin stress saja.  
“Sekarang cuman ada satu boat akhirnya yang bisa,” lapor Harun.
Mereka kasak kusuk, takut terlambat juga di Mataknya. Akhirnya Rudi pun ditinggal, padahal dia yang sebenarnya guide mereka jalan-jalan dan banyak yang membayar-bayarkan ongkosnya.
Saat sudah mau sampai boatnya di Matak, Rudi  baru telpon dan marah-marah besar. Dia minta boatnya balik karena tidak ada boat lain yang bisa jalan. Dia bilang, “kalian ini tidak terima kasih ya. Aku gak kenal lagi sama kalian ya. Dia terus menyerocos lewat telpon.
Mereka tetap bersikeras sampai Matak karena takut habis juga solarnya nanti kalau balik lagi ke Tarempa. Sampai Matak mereka cari-cari boat yang menganggur.. Untungnya masih ada satu yang bisa. Itupun minim solar dan mereka pakai untuk menjemput. Uangnya dibayarkan dulu.
Mereka pun menunggu Rudi dijemput.
Begitu sampai Matak dia langsung marah-marah besar. Mereka berempat hanya diam aja dan berusaha menenangkannya dengan memberi tahu kisahnya tadi.
Rudi memukul  Harun, temennya yang  sama-sama dari Tarempa itu.  Dia tentu tidak berani memukul teman-teman yang dari Jakarta. Dengan mereka, dia cuma berani mengomel dan marah.
Etra mencoba memisahkan Rudi dan Harun, tapi malah dia dibentak-bentak. Lalu rombongan itu menyodorkan Olim yang paling senior siapa tahu dia bisa luluh. Eh dia tetap marah, sambil bilang,”gak kenal lagi sama bapak, karena bapak nggak tahu terima kasih.”
Akhirnya mereka membawa dua mobil ke bandara Matak. Rudi tidak mau ikut mobil sewaan teman-temannya.  Smenjak itu ramailah berita di off-shore. Sekitar dua bulanan dia tidak mau menyapa gerombolan itu. Tapi lama kelamaan mulai reda. Malahan marahannya dia jadi bahan ledekan di offshore. Kalau lagi padha ketemuan atau guyon, tahu-tahu ada yang  menyeletuk, “eh aku nggak kenal bapak ya. Siapa bapak. Aku gak kenal.” Dan gerrr semua jadi tertawa-tawa ingat kejadian itu. Jadi guyonan akhirnya. Rudi beruntung karena akhirnya dia lolos jadi anggota dewan daerahnya dan resign dari offshore.  
“Kalian beruntung lho bisa ngopi di Tarempa,” ujarnya suatu ketika saat ketemu lagi sama gerombolan pelarian itu.
“Iya, teman-teman yang sudah puluhan tahun kerja di offshore saja belum tentu bisa jalan-jalan kayak kita lho,” aku Etra.
“Yach memang rejeki,” sahut Olim.
“Dan butuh berani untuk nanggung risiko,” imbuh Slem.
“Kalau ketahuan  ada risiko siap-siap ditendang he he,” Faisal terkekeh.
“Kayaknya orang traffic tahu sih tapi kita cuek saja jadi tidak masalah,” kenang Olim.
“Haha, tapi kita tetap kena marahnya Harun,” Etra meringis.
“Eh yang jadi sasaran marah sebenarnya Harun kan, karena mereka sama-sama anak Tarempa yang  mau training bareng ke Jakarta waktu itu,” Faisal meraba-raba.
“Iya,” Rudi menyambar cepat.
“Eh bapak siapa. Saya tidak kenal bapak ya,” celetuk Etra.
Dan semua terbahak-bahak ingat kejadian itu.
“Oh, untungnya ngopinya enak banget ya di Tarempa. Aku sih nggak kapok. Masih ingin ke tanah surga itu,” Faisal menimpali.
Teman-temannya manggut-manggut setuju sembari pikiran mereka menerawang kembali keasyikan saat-saat ngopi di tepi pantai, di tanah Surga, Tarempa kepulauan Anambas.






**

Blog post ini dibuat dalam rangka mengikuti
Kompetisi Menulis Cerpen #MyCupOfStory Diselenggarakan oleh GIORDANO dan
Nulisbuku.com

0 komentar: