hybrid writerpreneur

improving writerpreneurship

Post Top Ad

Desember 07, 2022

Short Story (Sequel from The Young Man and The Old City)

by , in

 Short Story (Sequel from The Young Man and The Old City)




agak menakjubkan kalau nemu satu orang yang meski telah bertahun-tahun gak ketemu, tapi tiap ketemu gak sengaja karena event selalu membuahkan cerpen-cerpen baru *kompilasinya bisa jadi satu buku lagi *serial *sequel dari the young man and the old city

kamu tidak pernah punya fotonya satu pun, tapi wajah dan senyumnya selalu terpampang jelas di benakmu.

Deg-degan. Then finally finding his smile, sooner than i thought before.

Lho kan dadi jerawaten. Marai ketemu owg.

Anak muda ini memang deh. Dan sekarang aku diawasi kakaknya krn tadi kami ketahuan saling melambaikan tangan: Aneh banget. Kenapa kalau ketemu malah kangen Dan sekarang saling curi pandang Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kucoba pejamkan mata saja. tapi yang ada di pelupuk mata yg terpejam justru wajahnya yg tersenyum. Jadi sekarang balik melek, tapi nunduk dalam-dalam. *kenapa juga dudukku sejurus dg pintu shg memungkinkan scene ini terjadi Anehnya pas barusan mengangkat kepala dan melirik ke arah dia berdiri tadi, berharap dia masih di sana. Ya nggak mungkin lah dia akan berdiri di situ terus. Eh barusan mikir gini, anaknya terlihat berlari2an di seberang. Dus berarti dia masih di situ. *buru2 nunduk lagi Dan sekarang matamu mencari-cari lagi sosoknya. Berharap kalian saling bercakap-cakap lagi meski hanya lewat tatapan dan pandangan mata saja, dari arah kejauhan. Gini lho rasa lagunya dewi yul dan broery marantika sekarang anak kecilnya yang ganteng berdiri di tempatnya berdiri tadi. Menyandarkan kepalanya di pagar masjid, memandangiku dari kejauhan. Dengan sorot mata jenakanya yg seperti mata ibunya yang seperti mataku. Dia berlari ke arah dalam ruangan masjid begitu iqomat terdengar. Dan barusan iparnya memandangiku, curiga kenapa aku terus mengawasi pintu But then saved by my conversation with his nephew about their studies and upcoming final assignment. So glad he's back with another costum. Oh gosh, my aunty tease me and him when we walk in front of him. We laugh, three of us. Then she talk about our past - how i just left him for arranged marriage by my parents. We pass a home at corner of the gang. Then i just realize that he buy a home near my grandma's home. A home that i and he dreamed of when we were still together. He manifest what we dream of, event I have left him suddenly and not in manner. He actually sent me some messages through whatsapp. I know he miss me sometimes or sonething like that. But i answer it by wise messages. Be good, jangan bosan untuk menjadi anak baik. I block him from any other opportunities. For our own goodness and integrity. Just now he offer to bring some of the family to the reception tomorrow. Should i join his car or avoid him by riding another car? Finally i choose another car than his car My aunty curiously ask me which car I join at morning event. Coz she heard about his offering. (She come in 2nd session so she's not with us) I explain that I know he bring his car but I choose to join my brother's car. My aunty laugh widely. (Between proud of her niece and reflect on her styory life). the paradoxical part is that my aunt once cheated on her husband, who was back with his ex. I can feel her trauma and her parriality to the wife. So even i know my aunt love me much, i should have empathy with any wives. I've experienced by myself Kenapa aku buru2 pulang Avoid total damage? Biar bikin kangen? Gabungan keduanya? My aunty texted me when i am on bus way home. Tuh dicariin tuh So awkward when his nephew whom we take care of when he was still baby,call me 'mbak' rather than 'tante' right now. Just like his uncle call me in that past. We carry that baby alternately while we walk around kampung early morning. His mom keep eye on us with her sincere smile His nephew's age right now is the same age when the uncle was with me. Wow, i can see the pattern as used to be. 24 is my fave. So weird when i almost 50, still 24 have something to pay attention. Gimana sih kalau lihat istri mantan mirip banget wajah dan gesturnya dg kita Seneng? Sedih? Campur aduk? Ditambah baru nyadar kalau suami kita sebenarnya ternyata mirip banget dengan mantan kita Suddenly this morning we met. I walk pass by his house when he prepare his car in garage. Coz i need handbag, so i stop by and borrow it. He try to bring a bag but not suitable with the event. So the neighbour-who know what i mean-try to explain it. When i make a call with my sis his wife come down from the house bringing two handbags. She shocked when realizing that it is me. As usual she kiss my backhand with respect (such as i am the first wife:D), then ask me to choose between two handbags. She ask me to take it than return it. What should i do Take it? Return it after the event? Finally I take it coz she insist. Segitu baiknya istrinya, jadi gak mungkin aku bikin luka di hatinya ya kan. *noted.

My aunty texted me again when i have arrived at my hometown. He is very dilligent in helping our family while his eyes trying to find me at my grandma's house:D

**

Nih dia info novel yang sebelumnya ya.


November 28, 2022

Bazaar 100 UMKM dan Pentas Seni Budaya di Lapangan Bangsri Jepara

by , in
November 10, 2022

Film Favorit Dian Nafi

by , in

 Film Favorit Dian Nafi




Sebagai seorang hybrid writerpreneur, menonton film bagi dian nafi tentu saja merupakan sunnah kalau tidak bisa dikatakam sebagai wajib sih. Hehe. Kalau ada film film baru yang bagus, baik itu produksi luar negeri maupun dalam negeri, aku berusaha menontonnya. Apakah itu  menonton di bioskop atau di tempat lain. Baik sendirian, sama anak-anak ataupun kawan-kawan. Lebih senamg lagi kalau pas dapat tugas liputan atau promo film. Karena selain gratisan nontonnya, juga dapat uang kompensasi untuk liputannya. Eaaaa.


Ngomomgin soal film favorit, ada banyak banget lah. Kalau yang akhir akhir ini  aku suka film Mencuri Raden Saleh. Bukan karena itu produksinya visinema angga sasongko yanh notabene anak perudahaannya pak Gita Wirjawan yang adalah dosen dan idolaku ya. Tapi memang beneran filmnya bagus banget. Baik dari segi sinematografi  alur cerita yang tak biasa, penuh twist dan permainan akting bintang bintang mudanya yang ciamik.

Kalau film luar negeri tentu saja aku suka produksi marvel. Superhero films ini adalah menu wajib yang harus kutonton karena menuruti keinginan anak anak remajaku yang juga penasaran. FOMO fear of missing out alias gak mau ketinggalan tadinya yang menjadi motivasi awal. Tapi setelah beberapa kali nonton spiderman,  batman, dan lain lain termasuk endgame, lama-lama nyandu juga. Sadar bahwa film filmnya memang yahud. 


By the way anyway busway, aku sebenarnya punya film favorit dari dulu sampai sekarang yang kalau nonton masih suka nangis gregetan. Macam kuch kuch hota hai, kabhi kushi kabhi gam, dan film film shakhrukh khan lainnya. Maklum, ngefans berat hehe.


Film film lain yang mungkin tidak viral atau populer tapi aku suka,  ada juga. Biasanya karena direkomendasikan oleh teman, saudara atau kenalan dan kolega.

Masih kepikiran lho sampai sekarang. Kapan ya kira-kira cerita novel atau cerpenku juga difilmkan. Eaaaaa.


Aamiin ya Allah. Ya robbal alamiin.

Kalau kamu, apa film favoritmu?

Oktober 26, 2022

Whistle Blowing Series by Dian Nafi

by , in

 Whistle Blowing Series by Dian Nafi 



Sebagai seorang hybrid writerpreneur, tentu saja harus selalu kreatif dan produktif menelurkan karya-karya terbaru.  Ya kan? Oleh karena itulah seri buku whistle blowing ini lahir. 

Sudah pernah dengar istilah whistle blowing, belum? 
Whistle Blowing tuh aktifitas atau kegiatannya. Whistle Blower adalah orangnya alias pelakunya. 

Whistle blower adalah pembisik atau pewadul yang melaporkan penyimpangan-penyimpangan ke pihak-pihak berwenang atau pihak-pihak independen yang concern, supaya ada penindakan/penyelidikan lebih lanjut.

Ada beberapa novel, cerpen ataupun puisi juga yang sudah menjadi semacam whistle blowing dalam bentuk cerita dan sastra. Ingat buku Saksi Mata karya Seno Gumira Ajidarma? Nah, semacam itulah. Jadi bisa juga disebut sebagai karya kritik sosial. Kalau kritik itu terhadap hal-hal yang sudah diketahui banyak orang, nah kalau whistle blowing tuh mungkin belum banyak diketahui publik. Tapi kita melihat dan menyaksikannya karena kebetulan berada dekat dengan peristiwa dan orang-orangnya. Bahkan yang terjadi tanpa sengaja alias semesta membawa kita mengetahuinya. 

Contoh lainnya ada novel Zaki Yamani tentang pengedar narkoba, novel Tere Liye tentang mafia-mafia dan oligarki, juga beberapa novel lainnya, yang bahkan memenangkan award/penghargaan baik di dalam atau luar negeri. 

Paper conference, tesis, disertasi dan semacamnya sebenarnya berperan juga sebagai whistle blowing system yang scientific proven.

Twitter tuh sudah kayak whistle blower. Buat yang berkutat di jurnalisme investigasi, sekeping cuitan bisa jadi clue untuk menjelajah investigasi lebih jauh.


Sementara ini ada 3 judul buku yang termasuk dalam Whistle Blowing Series by Dian Nafi:
Desperate Anger
(Kemarahan Yang Putus Asa)

Dissappoinment Anger
(Kemarahan Yang Kecewa)

Aliansi Orang Sadik










Oktober 19, 2022

Suka Drakor atau Nggak?

by , in

 Suka Drakor atau Nggak?



Ini pertanyaan yang sungguh sulit.

Masalahnya adalah bukan suka atau tidak suka. Tapi tidak sempat.

Beneran!

Karena suatu kali saat aku sedang berada dalam  barisan panjang antrian untuk mengurus perpanjangan surat ijin mengemudi, alias sim, aku terpaku melihat drama korea yang ditayangkan di televisi ruangan kantor polres itu.


Lah ternyata drama korea menarik banget ya. Seru. Pemain pemainnya sangat natural, tidak tampak sedang acting, dan kostum serta setting lokasi juga vibe nya so believable.


Pantesan aja banyak yang suka dengan drama korea. Dua adik perempuanku itu juga fans berat drama korea. Kalau mereka bertemu dan ngobrolin drama korea, pasti seru banget.


Pernah beberapa kali aku mendapati adikku tengah menangis gero gero dan dlewer dlewer di ruang tengah rumah kami, karena dia lagi nonton drama korea.


Trus pertanyaannya kok sampai gak sempat nonton drama korea ki lho ngapain aja?

Ya banyak yang dikerjakan.

Trus pertanyaan berikutnya mungkin adalah tapi kok kalau ada film barat atau film indonesia yamg bagus, dibela belain dan disempat sempati pergi ke bioskop?

Lah ya iya, karena kadang ada kebutuhan untuk merefresh dan menggali kepiawaian  telling story nya para film maker tersebut. Atau juga karena ingin keep in touch dengan para pembuat ataupun pemain filmnya. Karena setelah nonton bisa mention mention atau nge tag nge tag. 


Sebabnya mungkin dari kecil memang aku sukanya film barat dan film india malahan. Drama korea ini datang kan belakangan pas aku sudah tua ini. Eaaaa.


Eh pernah juga ding aku nonton drama korea yang bikin aku nangis parah, berlinang air mata, sampai kepalaku pusing. Mungkin juga ini salH satu aspek kenapa tanpa sadar aku tidak begitu nonton drama korea. Khawatir nangis nangis lagi yang sampai bikin pening kepala. Mungkin lho yaaa.

Oh ya satu lagi, mungkin aku khawatir bakal kecanduan drama korea kayak yang teman-teman ceritakan di media sosial. Kecanduan yang bisa merampas waktu lain padahal sudah ada alokasi tugasnya, kan ya berabe. Ya kan

Btw aku mau deh coba nonton drama korea lagi.  Sini sini kasih judul judul drama korea rekomendasimu




Oktober 05, 2022

Dian Nafi: Spiritual, Religiousity, Islamic, Deradicalization, Moderation

by , in

 

dian nafi

Dian Nafi: Spiritual, Religiousity, Islamic, Deradicalization, Moderation, Tolerance, Humanity


field/research interests

Dian Nafi: Spiritual, Religiousity, Islamic, Deradicalization, Moderation, Humanity

Hj. Dian Nafiatul Awaliyah, ST. MPP.

 

Conference

Attend 2nd Biennale International Conference at Netherland (Theme: Seeking the middle path (Al Wassatiyyah) articulations of modern Islam), 2019

Attend the 6th interfaith dialogue NICMCR at Wassenaar Netherland, 2019

Paper presentation

Women Poverty, Polygamy and Radicalism at international conference at Radboud University, Nijmegen, Netherland, 2019. 

Hybrid Paradox Mode for Resilience       at the Barcelona Conference on Arts, Media & Culture, 2021

Hybrid Paradox Strategy for Community Engagement at Southeast Asia Conference on Media, Cinema and Art, 2021

Hybrid Paradox Approach for Depolarization and Deradicalization             at Star Scholars Conference, 2022

Alhikam Religious Book Insight for Resilience Mindset at the Asian Conference on Ethics, Religion & Philosophy 2020

Shaping Religious and Ecologist Youth through Literacy at ICAS 2021

 

Journal

Demak Coastal Conflict Resolution           at Resolution Conflict Collaboration Journal Padjadjaran University, 2021

 

Publishing Book

Kolaborasi, Hasfa Publishing, 2021.

 

Award

Finalist Fellowship TEMPO Journalism Investigation (theme: radicalism)

 

Speaking

Theme:Collaboration at Festival Human Rights, 2021

Theme:Democration at Gusdurian Discussion, 2022

 

Education

Public Policy Master (2020-2022)

Alfattah Religious Boarding School (1990-1994)

AlMunawwir Religious Boarding School (1994-1999)

 

 

Organization

Advocacy Division at Muslimat NU Demak (biggest religious organization in Indonesia), 2021-2025

Activist at Gusdurian (Tolerance & Interfaith Community) (2021-now)

Head of Annisa (Religious Women Organization) Technique Faculty Diponegoro University (1995-1999)

Head of Annisa (Religious Women Organization) Architecture Diponegoro University (1994-1999)

Head of Annisa (Religious Women Organization) Senior High School (1991-1994)

SOCIAL MEDIA:


https://facebook.com/ummihasfa

https://twitter.com/ummihasfa

https://instagram.com/diannafi

https://youtube.com/ummihasfa

https://linkedin.com/in/nafidian

https://pinterest.com/diannafiDN

Email : diannafihasfa@gmail.com

BLOGS:





ACADEMIC ADDRESS

ID Scopus         : https://www.scopus.com/authid/detail.uri?authorId=57223292593 
Google Scholar : http://scholar.google.com/citations?user=ce5u5mAAAAAJ&hl=id
Researchgate : https://www.researchgate.net/profile/Dian_Nafi2
Orcid : https://orcid.org/0000-0002-2714-9775
ID Shinta         : https://sinta.kemdikbud.go.id/authors/profile/6699291
September 18, 2022

Writing Session Women Writers Conference

by , in

Panel lainnya di Women Writers Conference:
  1. Musdah Mulia dan Muslimah Reformis
  2. Faqihuddin Abdul Kodir dan Muslimah Reformis
  3. Musriya dan Muslimah Reformis
  4. Husein Muhammad dan Muslimah Reformis
  5. Kajian Gender Islam Nur Rofiah
  6. Participant Reflection
  7. Perempuan dan Pesantren
  8. Merumuskan Hukum Keluarga Adil Gender
  9. Perjalanan Menuju Mubaadalah
  10. Writing Session
Gambar

writing session Jadi 5 kelompok Tokoh perempuan Isu keluarga Pemberdayaan perempuan Seni dan sastra
Gambar
Partai poligami rame beut
Niswa, penddkn utk PBA utk mhswi Sari, kebijakan RUU PKS Nisa, relasi suis UU perkawinan Hili, kebijakan negara, publik 30% Amy, penddkn seks sejak dini Nursyamsiyah, politik perempuan Irna, perempuan bangjo Putri, perempuan Kalbar Ian, Domestifikasi Naili, gender dlm pddkn

Msg2 py karakter. Soul. Buya husein: tasawuf Kang oci: filsafat,kebudyaan K aril: news,politik,kemanusiaan Zahra: isu perempuan,aktifis, perlindungan anak, sastra Kyai faqih: lugas Tdk hrs pakai ayat dan hadits utk nulis yg py perspektif mubadalah

Materi pembelajaran bhs arab seringkali tdk memgarusutamakan kesetaraan gender

Sesi Reintropeksi Kewirausahaan perempuan Sosiologi, pddkn parenting yg berperspektif mubadalah Politik perempuan, keterwakilan di parlemen Ktdkterpilihan dipengaruhi byk hal. DPD tdk ada yg terpilih. Nomer urut tdk di atas Biaya politik mahal Budaya patriarki Paham keagamaan
Gambar
Solusi Relasi sosial, modal sosial Paradigm Edukasi Menggiatkan Membumikn

Teori gozmen. Kebijakan publik yg baik itu jk adil, universal Dekonstruksi penafsiran ayat dan hadits Konsep mubadalah utk membgn kesetaraan gender berdsr 5 goals SDGS

Membaca ulang ayat iddah Dg adanya Iddah, seorg perempuan bertransisi jd lbh kuat. Masa adaptasi. Belum menemukan tinjauan psikologisnya

Membaca hak2 suara perempuan dlm teks2 hadits yg diriwayatkan perawi perempuan 717 hadits Rasul adl feminis pertama Krn suara perempuan didengarkan sejak ada islam Umar bilang dulu kami tdk dengar suara perempuan Hafsah berargumen pd Rasul Via kisah2 yg akan dikompilasi jd buku


Gambar
Feedback dari bapak mubaadalah indonesia. Rukun utamanya keadilan hakiki. Dakwahkan kebaikannya, jgn problemnya. Memahami problem bagus utk menawarkan solusi kita. Tapi jangan terlalu byk mendekontruksi, jgn terlalu besar porsi kritiknya, krn tawaran solusinya tdk terlalu terlihat.


Gambar
Time for participant reflection Stlh dengar ttg mubaadalah: yulinar: tlsn ttg Dzihar bs digugat oleh perempuan n berani speak up Fadhila: jurnal prodi studi perbandingan agama. Kajian LGBT dr sdt pdg HAM, gaya nusantara. Butuh narasi agamanya Cari narsum utk Isu seksualitas
Gambar
Penddikn seksualitas bs dimulai dg sederhana. Misalnya tdk boleh dicium oleh tantenya kecuali mau. Rencana penulisan: Tlsn populer Tlsn ilmiah, membndgkn dg penddkn seksualitas di korea selatan. Memasukkan perspektif mubaadalah antara anak,ortu,guru Memasukkan referensi2 mbdlh



Lewat game dan role play, anak2 diminta diskusi, mempertanyakan persepsi gendernya. Shg tahu bhw laki2 boleh balet Zakiyah: bu Nyai sadar ketahanan pangan. Ada 28rb pesantren di indonesia dg puluhn juta santri,bs jd cnth. Nanam sendiri, fiqh sosial mitra,mubaadalah Agen gender


Aisiyah: khitan perempuan dlm perspektif hadits. Kajian living hadits di polewali mandar, sulawesi barat. Hadits dhoif. Knapa masy bertahan Tradisi berlaku turun temurun. Pdhl ayahnya antropolog,tp anak tetap dikhitan Melanggar HAM Prosedur masolo Pisaunya berkarat Proses ditutup

Gambar
Laa tunhikii Rasul melarangnya sedikit demi sedikit Ria: jurnal dan modul advokasi Menyoal perempuan, perdamaian dan intoleransi Cara2 dialog, sapa, srawung dst Pepi: relasi suis. Dunia terbalik.
Gambar
Gender sgt kompleks, jd hrs Fokus
Gambar
Menginternasionalkan mubaadalah





Post Top Ad