Novel The Young Man And The Old City akhirnya rilis!

September 30, 2016 dian nafi 2 Comments

Novel The Young Man And The Old City akhirnya rilis!




Setelah ditulis beberapa tahun lalu, akhirnya novel ini rilis juga. Alhamdulillah. 
Jadi tahun ini ada novel Mengejar Mukti terbitan Bentang, novel Threez terbit di GP dan novel ini. 

Berikut blurp/sinopsisnya:

Ayla dan Radindra saling jatuh cinta ketika Ayla tinggal di rumah neneknya di Solo. Nenek memperbolehkan Ayla membonceng Radindra karena sekolahan Ayla searah dengan sekolahnya, meski agak lebih jauh. 

Kedekatan ini membuatnya menjadi cinlok (cinta lokasi) bagi Ayla yang seorang petualang cinta dan pematah hati. Tapi cinta beneran bagi Radindra. 

Pada saat bersamaan, ketika Radindra tidak sekolah, Yahya (adiknya) yang mengantar Ayla ke sekolah. Ayla memperlakukan Yahya sedikit sama dengan kakaknya. Ini seperti double date yang memacu adrenalin Ayla. Apalagi ketika pesta ultah Yahya, hampir saja kedok Ayla menduakan mereka terbongkar. 

Syukurnya, ketika belum sampai jauh berhubungan, ayah Ayla di kota asalnya meninggal. Ayla terpaksa pulang menemani ibunya. Radindra melepas kepergian Ayla dengan kesedihan karena tak akan sering bersama–sama lagi. 

Suatu ketika Radindra datang ke kota kecil Ayla dan mengantar pergi ke kampus barunya. Ayla tahu kami saling menyayangi. Tetapi usianya yang lebih muda dari Ayla akan menjadi penghalang bagi hubungan ini. Terutama di mata ibu Ayla. 


Ketika Ayla datang bersama Abduh (pacarnya) ke acara pemakaman nenek, Radindra menatap Ayla dari jauh dengan sorot mata penuh kerinduan. Abduh yang sempat menangkap adegan ini menjadi tahu bahwa Radindra salah satu mantan dan penggemar Ayla. 


Radindra bertemu Abduh, pacar Ayla yang baik. Radindra menginap dan mereka konon bercakap banyak. Sampai kemudian Radindra pulang ke Solo tanpa pernah sempat ketemu Ayla. 


Pacar Ayla meninggal. Ayla meraba-raba mencari harapan dan secercah sinar baru. Teringat Radindra dan memiliki setitik harapan padanya. Ketika ada acara buka bersama di rumah nenek, Ayla datang.

Apakah mereka akan bersatu kembali? 

Yuk, yang mau, bisa pesan via sms/wa 085701591957 juga lho. 
Atau via line diannafi57 


Selamat membaca ya!

 

2 komentar:

DigitalDN alias DNEbook Sebagai Alternatif Bacaan

September 22, 2016 dian nafi 2 Comments

DigitalDN alias DNEbook Sebagai Alternatif Bacaan





 Berkembangnya teknologi dengan cepat, semakin menjamurnya sosial media dan kemudahan setiap orang untuk berinternet berselancar di dunia maya, membuat para penerbit juga mempromosikan dan menjual buku terbitannya ke bentuk ebook, selain juga bentuk fisik/cetak.



Apalagi saat ini dengan semakin berkurangnya sumber daya material kertas, tinta dan seterusnya, serta demi menjaga keseimbangan dan kelestarian alam, buku digital menjadi salah satu alternatif untuk menjadi wahana bagi karya dan bacaan.

Bahkan bagi para calon pembaca yang tinggal di luar pulau, jauh dari toko buku konvensional dan kadang ongkos kirimnya lebih mahal daripada bukunya jika beli dari toko buku online, akhirnya malah lebih suka dengan bentuk ebook ini. 

Begitulah ceritanya sehingga buku-buku Dian Nafi aka DNBooks akhirnya selain lahir dalam bentuk cetak/fisik dan bisa dibeli di toko buku Gramedia, Togamas serta toko-toko buku online (daring) dll, tapi juga bisa dibeli dalam bentuk digital aka ebook lewat berbagai kanal dan platform.




Berikut ini beberapa di antaranya, cekidot ya, selamat berbelanja dan selamat membaca:

KATAKAN CINTA

THE OLD CITY AND THE YOUNG MAN

MAYASMARA


BENGKEL JIWA UNDIMENSIONED


DEAR LOVE

novel fisik bs beli via 085701591957, versi digitalnya bisa dibeli via

Tentu saja ini bukan nafsu,tapi juga bukan cinta http://www.getscoop.com/id/buku/just-in-love  #novel #JustInLove @grasindo_id #DigitalDN #DNEbook @SCOOPToday

Tak ada yg tahu rahasia yg tersekap dlm dadanya getscoop.com/id/buku/kabut-  

Sehrsnya pernikahan membuatnya mulia,tp tidak wayang.co.id/index.php/toko  

Bagaimana kisah 6 bulan bisa mengalahkan hubungan 6 thn? buqustore.com/Katalog/Detail  

Justru kecuekannya itulah yang menarik hatiku #CeritaCintaKota @_PlotPoint @mizanstore https://qbaca.com/product/cerita-cinta-kota#  @Qbaca #DNEbook #DigitalDN


Tak tahu apakah ini kesialan atau justru keberuntungan #MesirSuatuWaktu http://www.getscoop.com/id/buku/mesir-suatu-waktu @SCOOPtoday @grasindo_id #DNEbook #DigitalDN


Masihkah penegak hukum memperjuangkan keadilan? play.google.com/store/books/de … … antologi


2 komentar:

Sharing Tips Peroleh Beasiswa Di Hasfa Creative Camp

September 18, 2016 dian nafi 2 Comments

Sharing Tips Peroleh Beasiswa Di Hasfa Creative Camp



 Beruntung sekali kali ini Hasfa Creative Camp aka Hasfa Coworking Space kehadiran tamu, dosen Unissula yang berkenan berbagi tips mencari beasiswa.

Berikut ini beberapa langkah dan kiatnya:

1. MIMPI

semua hal dimulai dari cita-cita dan impian. Pengen ke mana, mau ngapain, dengan siapa,  gimana caranya dan lain sebagainya yang kira-kira dimulai dari keinginan dan kemauan.

So, dari sekarang bangunlah mimpimu. Agar ketika terbangun nanti, semoga mimpimu terwujud :)

2. NIAT

oh ya, mimpi saja tidak cukup, tetapi harus diserta niat yang sungguh-sungguh. Dan niat ini juga harus ditata agar memperoleh ridlo dan pertolonganNya.

3. BROWSING

mulailah cari universitas luar negeri, jurusannya, dan lembaga apa saja yang menawarkan beasiswa.
Dengarkan radio PPI Dunia, dan rasakan ambience-nya sehingga makin nyata visualisasi dalam pikiran kita.

4.  EHEF

Apa itu EHEF. Rupanya itu untuk mereka yang pengen dapat beasiswa ke Perancis.

5. Kursus Bahasa Inggris

Meskipun kita sudah bisa bahasa Inggris, ada baiknya kursus lagi supaya ketika nanti mengambil test TOEFL ataupun IELTS hasilnya bisa bagus dan memuaskan.

6. NETWORKING

Kebetulan karena pernah ketempatan dua orang mahasiswa Perancis yang magang di Indonesia, jadi semakin menambah referensi kontak dan juga pengalaman berinteraksi dengan orang Perancis asli.

7. KEDEKATAN

Silaturahim penting banget. Karena orang yang mereferensikan kita dari dalam negeri maupun luar negeri akan turut menjadi kunci bagi mudah atau tidaknya kita mendapatkan beasiswa maupun pengurusan visa dll.

Selamat mencoba ya. Semoga berhasil.

Oh ya, kalau menurut sepengetahuanmu, apalagi kiatnya?


Pemimpin Ideal Untuk Daerah 2017
Pemimpin Ideal Untuk Daerah 2017

Pemimpin Ideal Untuk Daerah 2017

Pemimpin Ideal Untuk Daerah 2017
Pemimpin Ideal Untuk Daerah 2017

2 komentar:

Writravellicious Goes To Hubud Co-Working Space (bagian 1)

September 18, 2016 dian nafi 0 Comments

Writravellicious Goes To Hubud Co-Working Space



Dari pertigaan pasar Seni Ubud, kami tengak-tengok mencari kendaraan yang bisa mengantar kami ke Hubud. Ada angkotan sih, tapi sepertinya akan lama sampainya karena pasti berhent-berhenti. Kami mencegat taksi, tapi semua taksi yang lewat ada penumpangnya.
“Apa kita jalan saja yuk,” ajakku sembari memperlihatkan GPS pada kedua anakku.
“Jauh nggak, mi?” Fatimah menyeka keningnya.
Dia tampak kelelahan dan duduk di buk beton pinggir  trotoar.
“Lumayan sih. Sekitar 1,5 km-an,” aku meringis ke arahnya.
“Ayolah, jalan. Tapi beli kipas itu dulu, mi,” pinta Fatimah sembari menunjuk keranjang milik penjual keliling yang sedang sama-sama istirahat seperti kami.
“Wah, jauh ya. Aku capek,” sahut Hasan dengan bibir mengerucut.
“Sambil jalan saja kita lihat siapa tahu ada taksi yang kosong,” putusku.
Kami lalu menawar tiga kipas kain berangka kayu pada perempuan Bali penjual souvenir itu. Dan lumayanlah, dua puluh ribu dapat tiga kipas. Huray!
Saat kami menyusuri jalan, tetiba anakku Fatimah berseru, “Mi. itu kayak pak Ketut ya?” tangannya menunjuk seorang pria yang duduk di pinggir trotoar.
“Ah, itu memang pak Ketut. Kebetulan nih,” seruku langsung mendekati pemilik bungalow tempat kami menginap.
Kutanyakan rute dan alternatif kendaraan menuju Hubud dekat Ubud Monkey Forest. Pak Ketut langsung minta teman yang duduk di sebelahnya untuk mengantar kami. Rupanya orang-orang yang sedang duduk bersama pak Ketut ini juga berprofesi sebagai tukang ojek.



Jadilah kami naik ojek menuju Hubud dengan merogoh kocek dua puluh ribu rupiah. Sepanjang perjalanan kami menikmati toko-toko souvenir yang ada di pinggir kanan kiri jalan. Lumayan jauh juga ternyata, kebayang capeknya deh kalau jadi jalan kaki.
Jadilah kami bersama orang tua dan anak-anak lainnya mengikuti SESI Film Making Workshop For Kids And Their Parents. Dalam workshop ini, kami belajar dari Peter Wall, pendiri Hubud - ruang co-kerja berbasis di Ubud - tentang cara men-shoot dan mengedit film pendek yang dibintangi & disutradarai oleh anak-anak kami. Tidak ada pengalaman sebelumnya diperlukan pembuatan film.
Sementara anak-anak menonton film yang artisnya adalah anak-anak Peter sendiri di lantai tiga, sehingga mereka punya bayangan bagaimana seharusnya berakting atau melakukan adegan, para orang tua ditatar di lantai dua. Kemudian kami dipertemukan dalam tim untuk mulai membuat film. Merancang bersama konsepnya, kemudian anak-anak memakai kostum yang mereka pilih sendiri, lalu action!
Ide dari Hubud adalah untuk memiliki sebuah tempat, ruang kreatif, untuk orang datang bersama-sama dan berkolaborasi serta bekerja bersama. Pada dasarnya tidak ada perusahaan besar di sini (selain beberapa jaringan hotel), jadi hampir semua yang ada di sini adalah pengusaha bisnis kecil atau freelancer independen. Pendirinya ingin menciptakan sebuah ruang untuk berbagai tipe orang ini agak bisa hadir, terkoneksi dan bekerja bersama, namun tetap independen.
Ruang pop-up  memiliki meja besar untuk bekerja, serta beberapa sudut serta area kecil untuk bekerja. Ada kopi, teh, dll. lalu printer yang bisa digunakan bersama. Ruang ini berupa gabungan dari beberapa ‘zona’ yang mendukung berbagai kegiatan, seperti perpustakaan/pusat teknologi, pod untuk konferensi dan sebagainya.
Ada banyak jenis kreativitas di sini, penulis, fotografer, artis, desainer, arsitek, pembuat film, namun menurut kami semua orang adalah kreatif. Pengusaha adalah kreatif. Pengusaha kecil adalah kreatif. Jadi idenya adalah menjadi tempat bagi siapapun yang ingin datang dan, seperti yang dikatakan oleh orang yang lebih pintar dari saya –  memungkinkan percepatan kebetulan untuk terjadi. Satu tema yang sudah kami antisipasi di Ubud adalah penemuan/penciptaan kembali –  secara umum ini adalah ruang kreatif dimana banyak orang ada di sini. Idenya adalah dengan membuat sistem keanggotaan, berdasarkan waktu perjam atau perbulan, atau pertahun. Atau bisa juga setengah hari/sehari penuh. 
Dan serunya, arsitektur bangunannya keren banget. Menggunakan bahan alam bamboo dan batu alam, membuat Hubud jadi tempat yang nyaman, artistic dan eksotis.
 

0 komentar:

Give Away Novel Mengejar Mukti

September 16, 2016 dian nafi 0 Comments


Give Away Novel Mengejar Mukti


Sudah tahu ada novel baru ini kan? 
Judulnya Mengejar Mukti. Tagline-nya: Biar jelek asal ningrat. Hahay :D
Ada give away-nya di goodreads juga lho...

Berikut sinopsisnya:
Mukti resah karena kakaknya, Ayu, tak kunjung menikah. Ada saja yang membuatnya gagal mendapatkan calon suami. Karena itu, Ayu melontarkan pertanyaan yang bombastis. Jangan-jangan mereka masih keturunan sunan? Konon, keturunan sunan memang dapat ujian hidup yang lebih berat dan berliku.

Awalnya Mukti tak menggubris hal itu sampai dia mengalami sendiri nasib sialnya. Larasati, gadis pujaannya ternyata lebih memilih putra seorang kiai. Mukti merasa terbanting. Ia jadi berpikir seandainya benar keturunan wali, tentu harga dirinya akan naik di mata Larasati dan yang lainnya.
Demi mengejar sebuah mukti atau kemuliaan, akhirnya seorang Mukti pun pergi mencari tahu lebih jauh silsilah keluarganya. Ia berharap status kehormatan itu memang milik keluarganya. Dari kota ke kota, dari makam ke makam, hari-harinya dipenuhi pengalaman yang tak terbayangkan sebelumnya.



Cekidot link-ya ya...
https://www.goodreads.com/giveaway/show/203331-mengejar-mukti

Teman-teman bisa dapatkan juga novelnya via https://play.google.com/store/books/details?id=2D3JDAAAQBAJ 

Selamat mencoba peruntungannya di goodreads ya.
Good luck!

0 komentar:

Threez: Pelarian, Penyatuan Dan Persaingan

September 14, 2016 dian nafi 0 Comments


Threez: Pelarian, Penyatuan Dan Persaingan



komunitas Rumah Dunia di Serang serta wadah Qoryah Thoyyibah di Salatiga yang menjadi pemicuku saat itu untuk menulis novel ini.


Semangat, gerakan dan keistiqomahan mereka dalam membangun sebuah institusi literasi serta mendukung pendidikan serta pencerdasan bangsa dan masyarakat sungguh menggugah hati.

Berdasarkan imajinasi dan tentunya karang mengarang kemudian lahirlah komunitas dan wadah Threez ini dalam novel berjudul sama.

Proses penulisannya sendiri memakan waktu kira-kira tiga bulan. Dan setelah usai dituliskan beberapa tahun lalu, baru tahun inilah akhirnya dia memperoleh wadah untuk mbrojol. Alhamdulillah.

Novel ini sekaligus bismillah saya hadirkan di Hari Literasi Ini, 8 September. Semoga mendapat tempat di hati teman-teman dan para pembaca. Aamiin.


Berikut sinopsisnya:

Zulkifli dan Zara tadinya bersahabat di dunia maya. Zara menerima persahabatan dengan senang hati karena Zulkifli mirip Wiwit (Wit), cowok yang dulu sempat memikat hati Zara tetapi ternyata sudah memiliki kekasih. Namun ketika Zulkifli dan Zara semakin dekat, sebuah even bedah buku mempertemukan Zara dengan Zainal, dosen Zulkifli di kampus. Persahabatan mereka (Three-Z) semakin erat dan komunitas yang mereka bentuk semakin berkembang seperti pohon lebat (trees) yang menaungi dan menyejukkan. Apalagi di tengah perjalanan mereka, mereka mendapat tambahan pendukung. Dalam sebuah pertunjukan musik peduli sosial yang diikuti berbagai band, Wit ternyata juga turut mengisi acara dengan band-nya. Wit (lelaki yang mirip Zulkifli) bergabung dengan komunitas mereka. Sebuah insiden buruk menyebabkan Zara shock. Dan mengambil keputusan untuk menjadikan Zainal sebagai pendamping. Kebersamaan Zara dan Zainal ternyata menyebabkan Zulkifli sangat terluka. Dia pergi begitu saja tanpa pamit. Dan tidak terlacak jejaknya. Kehilangan Zulkifli ternyata melukakan Zara. Dan kelukaan Zara meluruhkan Zainal.

Bagaimana keberlangsungan komunitas Threez?

Teman-teman bisa juga mendapatkan novel Threez via kanal-kanal sebagai berikut:

Tokopedia
https://www.tokopedia.com/guepedia/threez?n=1
Bukalapak
https://www.bukalapak.com/p/buku/novel/2ymu9v-jual-buku-threez
Elevenia
http://www.elevenia.co.id/prd-threez-15602494
Jualo.com
https://www.jualo.com/dki-jakarta/kota-jakarta-timur/buku-novel-dan-komik/threez-novel-remaja
Olx.com
http://olx.co.id/iklan/threez-novel-remaja-IDjrrlG.html
Dinomarket.com
http://www.dinomarket.com/PASARDINO/95652117/Jual-Threez/
Popazop.com
http://www.popazop.com/merchant/products/preview/threez
Hargabukuonline.com
http://hargabukuonline.com/details.php?id=856
Guepedia.com
http://store.guepedia.com/product/5891/
Kaskus.co.id
http://fjb.kaskus.co.id/buy/625/?ref=fjblanding&med=wtb_button
Fjb.net
http://forumjualbeli.net/newthread.php?do=postthread&f=5

0 komentar:

Writravellicious Wanna Return To The East

September 14, 2016 dian nafi 0 Comments

Writravellicious Wanna Return To The East


Kita tak bisa menampik keindahan dan keeksotisan daerah Indonesia timur. Selain banyak alamnya yang masih  asli dan mungkin beberapa bagian bahkan masih perawan, aish, juga adat istiadat, tradisi dan budayanya sungguh menyentuh rasa. Rasa yang seringkali tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Saking indah dan mempesonanya.


Aku sendiri baru dua kali ke Bali dan sekali ke Lombok. Itupun sudah lamaaaaa buanget. Jaman masih kuliah dulu saat Kuliah Kerja Lapangan alias KKL. Karena mahasiswa arsitektur harus mengenal juga arsitektur vernakular termasuk yang banyak terdapat di Bali dan Lombok.

Perjalanan ke Bali berikutnya adalah saat menghadiri Ubud Writer Reader Festival beberapa tahun lalu. Yang dilanjut jalan-jalan ke Denpasar dan sekitarnya.

Tentu saja masih banyak lokasi di Bali maupun Lombok, apalagi Indonesia Timur lainnya yang belum dikunjungi, dan pengeeeeen banget nget.


writravellicious goes to Bali

Sementara ini karena belum sempat kesampaian return to the east, jadinya baru bisa menikmatinya melalui tayangan Kompas TV.

Adalah Youk Tanzil yang sudah berusia 63 tahun tapi melakukan serangkaian perjalanan ini. Apakah beliau ayahnya Nila Tanzil, traveller yang terkenal itu?

Petualangan ayah tiga anak ini berlangsung selama 45 hari dengan menggunakan motor.
Bersama timnya, Ring of Fire Adventure, juga menjadikan petualangan ini dalam film dokumenter. Persiapan yang utama adalah semangat dan mental yang kuat. Tapi  juga mempersiapkan fisik dengan bersepeda setiap hari. Perjalanan diikuti lima sepeda motor dan satu mobil. Satu motor kamera khusus dan empat motor untuk show rider.

Menggunakan teknologi terkini dan tercanggih, Youk bersama timnya, berprinsip pantang pulang sebelum sukses dalam perjalanan. Proses pengambilan film dokumenter tentang perbedaan dalam senada ini, diharapkan bisa menjadi film terbaik untuk mengenalkan potensi wisata di wilayah Indonesia Timur.

RoFA Return to The East episode 2 - Mendarat di Sumbawa, Pulau Kenawa, Mendaki ke air terjun Agal, offroad di gn.Tambora.

Episode 3 tiba di FLORES tanah yang indah, ramah yang penuh dengan peninggalan prasejarah yang kembali menghebohkan dunia.
Dari Labuhan Bajo menuju ke Wae Rebo sebuah surga kecil di tengah lembah yang jauh dari segalanya  merasakan kedamaian dan ketenangan. Belajar kearifan lokal dan menikmati senandung yang menggetarkan.

Episode ke 4 RoFA Return to The East berangkat dari Wae Rebo melintasi jalur Pantai Utara Flores, Reo, Riung, Mbay hingga Maumere. Melintasi jalur offroad yang penuh dengan lumpur, kubangan air, batu-batuan lepas.

Dalam episode 5 team RoFA melakukan penyebrangan yg beresiko tinggi. Mengitari Gn berapi Ile Ape yg permai dan menajubkan. Melintasi jalur offroad yg penuh dengan lumpur dan kubangan air menuju ke desa Lamalera dimana masih ditemukan sistem barter, jual beli tanpa uang, tradisi perburuan ikan paus yg kontraversial.



 Wow!
Semoga Indonesia Timur dengan keragaman pesonanya semakin bisa dikenal Dunia.

0 komentar:

Sahabat Yang Bekerja Diam-Diam Tapi Nyata

September 14, 2016 dian nafi 2 Comments



Sahabat Yang Bekerja Diam-Diam Tapi Nyata
(Aku dan FLP)
By Dian Nafi

Perkenalanku dengan FLP terus terang termasuk lambat. Padahal dulu jaman kuliah di kampus Undip Tembalang, mbak Afifah Afra yang notabene perintis FLP Semarang dan Jawa Tengah adalah temanku aktifis Rohis. Mungkin karena waktu itu aku fokusnya kuliah arsitektur dan bacaannya seputaran arsitektur jadi tidak begitu ngeh ada komunitas literasi ini.
Baru setelah tahun 2009 saat akhirnya terjun ke hutan belantara kepenulisan inilah, persentuhanku dengan FLP dimulai. Meski terlambat, namun silaturahimnya lumayan banyak dan umumnya sangat mengesankan.


DIMINTA FLP JADI NARSUM BEDAH NOVEL

Antara lain aku diminta menjadi nara sumber untuk acara bedah buku yang diselenggarakan penerbit Erlangga  bekerja sama dengan FLP di toko buku Gramedia Pandanaran waktu itu. Sebuah novel yang bercerita tentang kisah kasih di Haromain alias Makkah Madinah. Dan aku sangat antusias karena kebetulan juga bersamaan waktunya dengan rilisnya novelku Miss Backpacker Naik Haji. 


MENERBITKAN BUKU MEMBER FLP MAKKAH


Gus Awy menulis buku motivasi dan keislaman berjudul Bengkel Jiwa dan kemudian juga buku Generasi Copy Paste. Merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan bisa meluncurkan dua buku berharga ini. 


Teman-teman yang mau memilikinya juga bisa pesan via sms/wa ke nomor 085701591957. Tulis nama/alamat/jumlah/judul buku yang dipesan ya. 



Alhamdulillah akhirnya aku juga berkesempatan silaturahim tatap muka langsung dengan Kyai muda ini. Beliau berkunjung ke rumah Demak saat akhirnya tiba di tanah air. Dan aku gantian berkunjung ke Lamongan saat pernikahan beliau. 


BERSUA BU PIPIET SENJA, PENULIS SENIOR FLP



 Terus terang semangat beliau untuk menulis meski tubuhnya sudah sering sakit-sakitan dan usianya yang tak lagi muda, membuat saya terpacu untuk teruse bersemangat menulis juga. 



BERTEMU FOUNDER FLP



Siapa sangka akhirnya aku bisa jumpa langsung dengan founder FLP, mbak  HELVY TIANA ROSA. Saat itu aku menghadiri  undangan ke Taman Ismail Marzuki (TIM) karena sempat mengirim novel untuk sayembara Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) tahun tersebut.
Meski sangat singkat karena mbak Helvy keburu pergi usai menyelesaikan tugasnya sebagai juri, tapi kami sempat berfoto dan bisa kurasakan hangat pelukan beliau. Subhanallah. 



DAPAT ENDORSMENT KETUA FLP
Salah satu novelku yang berjudul LELAKI KUTUNGGU LELAKUMU,  alhamdulillah mendapatkan endorsment dari mbak Sinta Yudisia yang notabene jadi ketua FLP juga. Seneng banget rasanya Tengkyu, mbak.
Novel LKL juga masih ada stock-nya ini, bisa langsung teman-teman pesan via 08570159157 ya. Mumpung belum kehabisan J

JUMPA MBAK AFIFAH AFRA, DEDENGKOT FLP
Akhirnya setelah belasan tahun sejak kami sama-sama lulus dari kawah gladi dan sekaligus bergiat di Rohis Undip, Allah mempertemukan kami kembali. Apalagi selama tahun-tahun tersebut kami bertemu lagi di dunia kepenulisan, tapi hanya bisa bertegur sapa via dunia maya aka digital. Sehingga kesempatan ke Solo waktu itu karena menang lomba dan berkesempatan ikut workshopnya mbak Dewi Lestari, sekalian saja malam sebelum hari H kusempatkan berkunjung ke rumah mbak Afra. Dan kami menikmati malam di Solo yang tak pernah tidur.

SHARING DI FLP BATAM


Kemudian yang terbaru dan ter-gress adalah persinggunganku dengan teman-teman FLP Batam. Subhanallah merupakan kebahagiaan tersendiri karena berkesempatan silaturahim dan sharing kepenulisan tentang Chicken Soup Stories di Masjid Raya Batam.

BERKUNJUNG KE BASE CAMP FLP PUSAT
Teman-teman FLP yang umumnya sangat relijius, ramah dan hangat, menggerakkan langkah kakiku untuk berkunjung ke base campnya di Jakarta beberapa bulan lalu. Kebetulan sekali aku sedang dalam perjalanan sharing kepenulisan di Jakarta Bandung Ramadhan itu dari Selasa sampai Jumat itu. Sebenarnya di base camp FLP juga ada acara workshop kepenulisan di hari Sabtunya, tetapi aku sudah harus balik ke kota kecilku karena jadual terima raport-nya anak-anakku. Semoga lain waktu ada masa lebih panjang untuk berinteraksi ya. Aamiin.

FLP bagiku adalah sahabat yang tak pernah lelah bergiat. Terus bekerja meski diam-diam. Bersama mereka ada rasa nyaman dan hangat, juga percaya. Mungkin itu yang disebut cinta. Cinta tanpa syarat.





2 komentar:

Writravellicious Wanna Go To Malay

September 14, 2016 dian nafi 2 Comments

 Writravellicious Wanna Go To Malay




Main Ke Tetangga Dulu Sebelum Yang Lainnya, begitu kan ya afdholnya. Jadi kalau ditanya, apa liburan impianku, ya ke Malaysia jawaban yang terdekat. Makin penasaran, karena sebenarnya Mei lalu saat ke Batam dan Singapura,  perjalanan ke Malaysia sudah masuk dalam agenda. Namun karena waktunya yang tidak memungkinkan, sehingga rencana itupun belum jadi terlaksana. Sedihnya lagi, teman yang waktu itu masih tinggal di Malaysia dan rencana mau kukunjungi juga malah sekarang sudah balik ke Indonesia. Hiks hiks. Padahal kan lumayan ya kalau bisa menginap di rumah teman, agak irit akomodasi, Hahay

Tapi untungnya ada beberapa layanan yang memberikan kita beberapa alternatif untuk mendapatkan Harga Hotel termurah. Termasuk Travel Wish Tixton ini.
Sebelum melakukan booking hotel idaman yang sedang kamu incar, masukkan travel wish kamu di Tixton, dan dapatkan potongan harga hingga 20% lebih murah dari harga yang dapat kamu temukan di manapun! Caranya gampang, cukup ikuti tahap berikut ini:
  1. Beritahu lewat halaman Travel Wish Tixton, nama hotel idaman Kamu, beserta dengan harga terendah yang dapat kamu temukan di situs lain.
  2. Genie akan menyulap harga hotel kamu menjadi lebih rendah lagi, lalu menghubungi kamu lewat e-mail
Sekarang jadi  tahu cara mudah dapatkan harga TERMURAH di hotel idaman kan?

Dan serunya lagi, sekarang sedang ada promo juga.
Beritahu  tujuan perjalanan kamu, hotel idaman, dan tanggal perjalanan melalui sistem Travel Wish! Nanti akan diberikan harga garansi lebih rendah dibandingkan sumber lain!
Tidak hanya itu, mulai tanggal 15 Agustus – 14 November 2016, ketika membeli hotel yang ditawarkan dari fitur Travel Wish, kamu berkesempatan untuk memenangkan tiket pesawat untuk 2 orang ke airport terdekat dari hotel tujuan kamu! Terlebih lagi, kamu juga akan mendapatkan uang tunai Rp 5.000.000 sebagai uang saku selama perjalanan kamu! Periode perjalanan untuk 1 Desember 2016 sampai 28 Februari 2017, dengan satu pemenang diundi setiap bulannya!

Eaaaaa, siapa tidak tergiur coba? 
Yuk yuk kita segera bikin itinerary liburan impian!

Aku sih ke Malaysia, inginnya ke beberapa tempat ini:
- Bukit Bintang

Bukit Bintang adalah dikenal sebagai kawasan yang penuh dengan tempat perbelanjaan modern. Masyarakat Kuala Lumpur menjadikan kawasan tersebut sebagai tempat hangout paling favorit terutama bagi kalangan remaja.

- Petronas, yang terkenal dengan twin towernya.

- Masjid Negara, Masjid Jamik, Masjid Sultan Abu Bakar, karena aku kan penggemar masjid dan pesantren. Sehingga tak mungkin melewatkan destinasi yang membangkitkan relijiusitas dan spiritualitas ini.

- Dataran Merdeka

Dataran Merdeka adalah tempat yang sangat bersejarah bagi masyarakat Malaysia. Di tempat itulah masyarakat Malaysia melaksanakan upacara kemerdekaan setiap tahunnya. Di sana juga ada tiang bendera tertinggi di dunia, dengan ketinggian mencapai 100 meter.

- Istana Negara Malaysia

Konon masyarakat Malaysia dan para wisatawan diperbolehkan mengunjungi bagian luarnya untuk berfoto ataupun untuk melakukan aktivitas-aktivitas lain selama tidak mengganggu lingkungan istana.

- Taman Tasik Perdana
Taman ini luasnya mencapai 91 hektar, di mana kita bisa menemukan banyak sekali jenis tanaman.


- Batu  Caves
Sekitar 13 km di sebelah utara Kuala Lumpur, wisatawan akan menemukan gua batu atau Batu Caves Gombak. Kita konon harus berjuang terlebih dahulu melewati 272 anak tangga sebelum sampai di Batu Caves. Di mana Batu Caves sendiri merupakan tempat suci bagi umat Hindu.

Kalau kamu, apa liburan impianmu?
 




2 komentar: