Beda calling dan passion

Oktober 26, 2015 dian nafi 2 Comments

Beda calling dan passion 

Sering kan dengar dua istilah ini?

Calling  dan Passion adalah dua kata yang sering tertukar. Orang lebih sering menyebut “pasion” daripada “calling”, karena pemahaman orang terhadap hidup lebih menggunakan kesuksesan, bukan kebahagiaan.


Tahu nggak sih Beda passion dengan calling?

-Passion adalah syarat untuk mencapai kesuksesan, sedangkan caling adalah syarat untuk mencapai kebahagiaan. Kalau sudah menemukan calling maka kita bisa menemukan kebahagiaan.

- Passion adalah berbicara mengenai apa yang kita sukai, sedangkan calling, bukan tentang apa yang kita sukai dan inginkan, tapi apa yang Tuhan inginkan dari diri kita.

Sedangkan Calling terdiri dari empat unsur:
1.Talent (bakat):  sesuatu yang bisa kita lakukan dengan mudah tanpa harus kita pelajari.
2.Passion. Passion adalah bagian dari calling (what you enjoy the most), apa yang kita suka.
3.Value (nilai): apa yang ingin kita perjuangkan dalam hidup ini.
4.Legacy: apa yang  ingin kita wariskan di dunia ini.

Tapi karena paradigma orang lebih banyak paradigma kesuksesan, maka “passion” lebih sering digunakan. Dengan paradigma itu, kebahagiaan dianggap sebagai akibat dari kesuksesan (penyebab bahagia adalah sukses), sehingga yang dipikirkan hanya kesuksesan.  Padahal bahagia itulah yang membuat kita sukses. Awalnya bahagia dulu, setelah itu baru nanti  akan menghasilkan kesuksesan dan kebahagiaan lainnya.


Untuk bisa membedakan antara passion dengan calling, kita harus tahu positioningnya. Kalau tidak kita akan bingung.  Calling adalah yang utama, alasan kenapa anda ada di dunia ini. Kita, manusia, dikirim ke dunia oleh Tuhan dengan sebuah maksud. Akan sia-sia kalau kita tidak menemukan maksud Tuhan itu. Maksud Tuhan itu bisa kita ketahui dari tanda-tanda yang Dia ciptakan.  
By Alvan p
Sumber :smart fm


Kalau kamu? Apa passion-mu? Apa Callingmu?

passion dian nafi di literasi, passion rizal armada di musik

2 komentar:

Lomba potret wirausaha DL 30 Oktober 2015

Oktober 23, 2015 dian nafi 0 Comments

Lomba potret wirausaha DL 30 Oktober 2015

Yuk ikut Lomba Foto “Potret Wirausaha Sosial”
Periode : 15 September s/d 30 Oktober 2015

Ketentuan :

Foto kegiatan wirausaha sosial atau sociopreneur yang kamu temui dimana saja disertai dengan cerita yang menarik tentang foto tersebut.Jumlah karakter cerita disesuaikan dengan jumlah batas setiap sosial media.Penjelasan tentang wirausaha social atau sociopreneur dapat dilihat di buku terbitan Emir yang berjudul socioteenpreneur atau klik link berikut Sociopreneur.Wajib follow Twitter Erlangga : @BukuERLANGGA & Sosmed Emir (T : @EmirBooks, FB : Emir Books, IG : @EmirBooks)Posting dan mention di sosmed Emir (twitter, FB, IG) dengan hashtag #SocioteenpreneurFoto yang diikutsertakan belum pernah mengikuti dan memenangkan kontes apapunHak penayangan dalam sosial media sepenuhnya ada pada pihak penerbit EmirFoto tidak mengandung SARA, pornografi dan hal-hal yang merugikan orang lainPemenang akan diumumkan di sosmed EmirKeputusan panitia tidak dapat diganggu gugat

Hadiah Pemenang

2 peserta dengan foto dan cerita yang menarik akan mendapatkan paket buku masing-masing senilai Rp. 200.000.

Untuk mengetahui lebih detail mengenai APA dan SIAPA sih, SOCIOPRENEUR ITU? Beli Buku Socioteenpreneur terbitan EmirBooks (imprint Penerbit Erlangga) ya :) sumber info: http://erlangga.co.id/sociopreneur 

#photocontest #socioteenpreneur

0 komentar:

Liputan Sharing Kepenulisan Di Ushuluddin IAIN

Oktober 22, 2015 dian nafi 0 Comments

Liputan Sharing Kepenulisan Di Ushuluddin IAIN

Dian Nafi, Penulis Novel 
"Ayah, Lelaki itu Menghianatiku"
(Foto: Jardel/IDEA)



“Untuk penulis pemula, sebaiknya menulis kejadian-kejadian yang ada di lingkungan sekitar ”ujar penulis novel “Ayah, Lelaki itu menghianatiku” Dian Nafi ketika mengisi materi cerpen dalam acara Pra-Workshop Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) IDEA Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo semarang, Minggu, (06/10).

Selain itu, bagi penulis harus banyak membaca karya orang lain, baik karya fiksi seperti puisi dan cerpen maupun karya non fiksi semisal bacaan tentang ekonomi, politik, agama, dll.

“Membaca puisi dan cerpen berfungsi sebagai memperbaiki diksi, sedangkan membaca buku selain sastra berfungsi sebagai pembentuk isi”katanya

Acara yang bertempat di ruang F5 Fakultas Ushuluddin itu dilangsungkan dengan permainan yang membangun. Setiap peserta diminta berpasangan dan saling bercerita pengalamannya ketika berusia lima belas tahun. Setelah itu peserta menungakan cerita tersebut ke dalam bentuk cerpen.

Bolehkah dalam cerpen itu menggunakan kata-kata yang bermajas hiperbola?

“Tergantung kondisi, kalau majas itu digunakan untuk mendramatisir sebuah cerita tidak apa-apa, tetapi kalau penempatannya asal-asalan agar dianggap nyastra itu tidak boleh, karena bisa merusak sebuah logika cerita” jelas wanita asal demak itu atas pertanyaan salah satu peserta.

Dian menegaskan, bahwa teori saja tidak cukup tidak cukup untuk jadi penulis. Tetapi harus dipraktekkan agar terbiasa dalam menulis[Rouf/IDEA].


sumber: http://www.ideapers.com/2013/10/dian-nafi-menulis-teori-saja-tidak-cukup.html

0 komentar:

Liputan Sharing Kepenulisan Di IAIN

Oktober 22, 2015 dian nafi 0 Comments

Liputan Sharing Kepenulisan Di  IAIN



IAIN - Idea News –Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi adakan kegiatan Writing Classbersama Dian Nafi. Acara tersebut merupakan rangkaian ‘”Festifal Paripurna” dengan tema “Writing or Nothing”, bertempat di audit 2 kampus 3 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo Semarang, Senin (02/12).

Acara ini dihadiri puluhan mahasiswa IAIN dari tiap fakultas dan puluhan siswa dari SMK, dimulai 13.30 WIB dan berakhir pukul 16.00 WIB.

Dian menuturkan, “mantra” menulis ialah KKN (Komitmen, Konsisten, Ngotot).

“Kita harus menulis mulai dari nol, tetapi kita juga harus berkomitmen, istiqomah tiap harinya saat menulis, konsisten untuk membaca juga, banyak jalan-jalan, aktivitas sehingga kita mempunyai pengalaman untuk kita tuliskan. Ngotot berarti harus bersikeras dikarenakan halangan menulis itu sangat banyak seperti malas, capek. Kita harus selesaikan saat  menulis,” kata pengarang novel Mesir Suatu Waktu itu.


Dian menambahkan, bahwa menulis membutuhkan wawasan yang banyak. Dalam menulis juga harus menyatu antara pikiran, perasaan dan wawasan yang dimiliki harus luas.

“Menulis itu integral antara pikiran, perasaan, wawasan kita, karena itu kita harus mengasahnya, caranya yaitu dengan kita membaca dalam rangka memberi nutrisi, vitamin bagi otak kita, dengan musik dapat melatih kepekaan kita meresapi dengan rasa itu kita luapkan lewat tulisan, banyak membaca baik peristiwa, buku, film dan sesuatu yang kita dapat, puisi lahir dari konsentrasi lain dengan yang lainnya,” tambahnya.

Dalam acara tersebut, tiap peserta mengutarakan motivasi-motivasi mereka dalam hal menulis hingga mereka memperhatikan satu persatu dan bergiliran menurut urutannya.

Acra tersebut juga memberikan doorprize berupa novel hasil karyanya untuk delapan penanya. Setelah itu, Lima lulusan terbaik dari karya cerpen peserta mendapatkan beasiswa menulis novel yang siap untuk diajukan ke penerbit.

[Ulfa/IDEA]

sumber: http://www.ideapers.com/2013/12/dian-nafi-mantra-menulis-itu-kkn.html

0 komentar:

Liputan Lecturer's Academic Works 2015 di UMK

Oktober 22, 2015 dian nafi 0 Comments

Liputan Lecturer's Academic Works 2015 di UMK

UMK - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar Lecturer's Academic Works 2015 di lantai 3 B dan 3 C Gedung FKIP pada Rabu (14/1/2015). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya pengembangan budaya akademik dalam rangka menyukseskan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Hadir dalam kesempatan itu, Prof. Maman Rachman M.Sc. sebagai pemateri workshop bahan ajar, Dr. Widiyanto M.BA. MM. (review karya ilmiah), dan Dian Nafi ST. (kiat sukses menulis buku). Acara ini disemarakkan pula dengan pameran karya ilmiah dosen FKIP. 

  Buku ajar di Perguruan Tinggi (PT) memiliki peranan penting dalam aktivitas pembelajaran. Peranan penting buku ajar antara lain untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dan menjadi alternatif yang bisa digabungkan dengan materi lain.
Guru besar Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof. Maman Rachman M.Sc. mengutaraan hal itu dalam workshop penulisan buku ajar bagi dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus di di lantai 3 B dan 3 C Gedung FKIP, Rabu (14/1/2015).
Menurut Prof. Maman, ada beberapa peran penting buku ajar bagi  mahasiswa, yaitu  bisa belajar tanpa ada dosen atau mahasiswa lain, bisa belajar di mana dan kapan saja, belajar menurut urutan yang dipilihnya, serta membantu mengembangkan potensi mahasiswa untuk menjadi pembelajar mandiri. Mengingat besarnya peranan buku ajar ini, Prof Maman pun mengingatkan agar memperhatikan dengan baik penyusunannya. ‘’Buku ajar yang baik mencerminkan kesatuan yang padu atas seluruh komponen pembelajaran, sehingga mudah pebelajar dan pengajar memahami dan mempraktikkan buku tersebut,’’ ujarnya.
 Ada lima komponen penting dalam pembelajaran. Yaitu mahasiswa, pendidik (pengajar), materi (buku ajar), cara pengajian buku ajar, dan latihan. Sementara beberapa hal yang menurutnya perlu diperhatikan dalam penyusunan buku ajar, adalah kurikulum, silabus, organisasi buku, pilihan materi, sajian materi, serta bahasa dan keterbacaan.
dian nafi  sharing di UMK 


‘’Menurut Pedoman Angka Kredit (PAK) 2009, buku ajar adalah buku pegangan untuk mata kuliah, yang ditulis dan disusun oleh pakar bidang terkait, memenuhi kaidah buku teks, serta diterbitkan secara resmi dan disebarluaskan,’’ ungkapnya dalam rangkaian Lecturer's Academic Works 2015 tersebut. (Eros-Portal)


sumber: http://www.umk.ac.id/index.php/151-agenda/1277-fkip-gelar-lecturer-s-academic-works-2015

0 komentar:

Liputan Buku Hidup Itu Indah Beib di KabarIndo

Oktober 22, 2015 dian nafi 0 Comments

Liputan Buku Hidup Itu Indah Beib di KabarIndo


Surabaya, Kabarindo- Perempuan cenderung dianggap lemah dan identik dengan urusan domestik. Namun sebenarnya perempuan memiliki kekuatan tersembunyi yang dahsyat di dalam pikiran mereka.

Sayangnya tidak banyak yang tahu bahwa banyak yang bergejolak di dalam pikiran perempuan di balik ketenangan yang mereka tunjukkan.

Inilah yang mendorong 36 perempuan Indonesia untuk menyusun buku Hidup Ini Indah, Beib (HIIB) yang diluncurkan pada Kamis (5/6/2014). Buku ini berisi 50 tulisan karya mereka yang merupakan kisah inspiratif perempuan Indonesia. Tulisan mereka bercerita tentang kehidupan sehari-hari menurut gaya dan karakter masing-masing.


Semula tim HIIB hanya mengajak sahabat dan kerabat perempuan yang dikenal untuk menulis. Namun saat diumumkan melalui media sosial, ternyata banyak perempuan yang tertarik menulis, meski tidak saling kenal. Akhirnya melalui seleksi yang cukup ketat dan digodog selama setengah tahun, terkumpul 50 judul tulisan dari 36 perempuan.

Ke-36 perempuan tersebut memiliki beragam profesi mulai dari penulis, dosen, penyair, humas, karyawati, praktisi radio, jurnalis hingga ibu rumah tangga. Ada yang memang penulis sehingga sudah terbiasa menulis. Namun banyak pula yang bukan penulis, bahkan tidak pernah menulis esai sebelumnya. Toh mereka ingin dan boleh saja curhat melalui tulisan.

Diantara mereka terdapat penulis dan penyair Wina Bojonegoro, Titie Surya, Vika Wisnu, Didi Cahya, Evie Suryani, Dian KD, Sirikit Syah dan Dian Nafi yang penulis buku dan jurnalis, Ellen Pratiwi praktisi radio serta Juli Kristina dan Inung, karyawati yang menyempatkan diri untuk menulis. Juga Umi Sukasno dan Herning, para istri yang pernah disibukkan dengan urusan kerja namun kemudian memutuskan menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya.

Buku tersebut diharapkan bisa menjadi pemacu semangat para perempuan untuk mulai aktif menulis dan mendokumentasikan pemikiran mereka, sekaligus mengajak para lelaki untuk dapat lebih memahami jalan pikiran para perempuan dengan membaca buku tersebut

sumber: http://www.kabarindo.com/?act=single&no=34814

0 komentar:

Liputan Bedah Novel Oleh Jateng Time

Oktober 22, 2015 dian nafi 0 Comments

Liputan Bedah Novel Oleh Jateng Time


Launching “ Asmara di Atas Haram’’ yang dikemas dengan kegiatan bedah novel itu dilakukan oleh Forum Lingkar Pena (FLP) bekerjasama dengan penerbit Erlangga itu berlangsung meriah dan dihadiri oleh Dian Nafi yang berprofesi sebagai pemimpin redksi salah satu media yang juga pimpinan Hasfa Publishing dan Zainul Adzvar sebagai pemerhati sastra dan Dosen Filsafat Islam Fakultas Ushuludin IAIN Walisongo Semarang.
Dijelaskan Asisten Manager Marketing Erlangga Semarang, Dony Baskoro selaku pelaksana sekaligus penerbit novel “Asmara di Atas Haram” mengatakan, biasanya penerbit erlangga hanya mengeluarkan dan mencetak buku-buku pelajaran sekolah. Namun, kali ini Erlangga ingin membuat sesuatu yang berbeda dengan menerbitkan novel bernuansa religi terangnya kepadaJatengtime.com.
Bedah novel “Asmara di Atas Haram” ini papar Dony, dipandang dari sisi sastra, budaya dan pasar maupun dari sisi religiusnya. Novel ini adalah novel islami yang terinspirasi dari kisah nyata, ujarnya.
“Sebetulnya launching yang pertama sudah dilaksanakan di Jakarta pada bulan Juni 2012 dengan pengeluaran buku sekitar 5000, dan launching di Semarang ini merupakan yang kedua kalinya juga mengeluarkan 5000 buku lagi, karena masyarakat sangat antusias dan banyak yang memburu novel ini di toko buku,” tambah Dony.**
Editor: Sarbini

sumber: http://www.jatengtime.com/2012/pendidikan/novel-%E2%80%9Casmara-di-atas-haram%E2%80%9D-diburu-pembaca/

0 komentar:

Lowongan Dosen Universitas Sultan Agung ( Unisula)

Oktober 22, 2015 dian nafi 0 Comments

Lowongan Dosen Universitas Sultan Agung ( Unisula)

Dibutuhkan Dosen di Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang dengan formasi sebagai berikut:

 1 Prodi. Akuntansi (S1)
 2 Prodi. Ilmu Hukum (S1)
 3 Prodi. Keperawatan (S1)
 4 Prodi. Manajemen (S1)
 5 Prodi. Pendidikan Agama Islam (S1)
 6 Prodi. Pendidikan Bahasa Inggris (S1)
 7 Prodi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar (S1)
 8  Prodi. Psikologi (S1)
 9 Prodi. Teknik Industri (S1)
 10 Prodi. Teknik Informatika (S1)
 11 Prodi. Teknik Sipil (S1)

Persyaratan untuk lamaran :

Curriculum Vitae (CV)
KTP
Harus Sudah S2 sesuai dengan bidang ilmunya
IPK minimal 3,00
Ijazah dan transkrip Lengkap S1 dan S2 legalisir
Umur maksimal 35 tahun
Scores TOEFL 500
Lamaran langsung dikirimkan ke bagian kesekretariatan UNISSULA atau via pos  ditujukan kepada Rektor UNISSULA  paling lambat tanggal 15 September 2015 dengan alamat  :

Jl. Raya Kaligawe Km.4 Semarang, Jawa Tengah 50112 ;

PO Box 1054/SM Indonesia.

0 komentar:

Tidak Perlu Uang Untuk Punya Yang Dimau

Oktober 21, 2015 dian nafi 0 Comments

Tidak Perlu Uang Untuk Punya Yang Dimau


Sebagai Emak Gaoel  yang suka banget kumpul dengan banyak komunitas, aku akhirnya tahu bahwa ada sebuah jalan untuk memperoleh banyak hal dengan tidak menggunakan uang. Artinya kita bisa memperoleh apapun yang kita inginkan tanpa harus belanja dan merogoh kocek. Nah lho!

Jadi ketika teman-teman banyak yang beralih dari sekedar blogspot menuju dot com, tergeraklah hatiku untuk mengikutinya. kalau jadi follower dalam hal kebaikan, nggak apa-apa kan ya?:p

Meski masih tertatih mendandani sana sini supaya semakin representatif tampilannnya, semakin kenceng dan ketat kurasi naskahnya dan semakin dalam serta tajam tulisan dan analisanya, blogging sekarang menjadi makanan kedua setelah menulis. bahkan menjadi semacam area untuk belajar lebih banyak, tempat menuai dan menanam  benih-benih ide, membuka cakrawala dan makin luasnya perspektif. Dan kalau beruntung, juga dapat hadiah. Iya kan? entah itu buku, pulsa, power bank, gadget, motor, mobil dan mungkin rumah kan? ahay.

Kalau cukup beruntung lagi, bisa terus menjadi kontributor yang berbayar sebagaimana yang sekarang sudah mulai kujalani setahun ini. The more merrier, tentu saja makin banyak order makin senang. Hohoho.

jadi, meski capek, mikir, musti pinter menej waktu di luar nulis, tetap semangat. Ya kan? Supaya barang-barang yang kita butuhkan dikirim tanpa kita harus membayar. Aamiin.

Go For It!

0 komentar:

Kesegaran Dalam Kehidupan Baru

Oktober 21, 2015 dian nafi 0 Comments


Kesegaran Dalam Kehidupan  Baru

Menakjubkan sekali dalam sebulan, aku tiba-tiba punya banyak sekali bayi baru....untuk dikunjungi. Bayi dari adikku sendiri, dari teman komunitas nulis, dari teman komunitas blogger, beberapa tetangga, dan teman mengajar. Wow, kok bisa sih bareng-bareng gitu. Hanya selisih beberapa hari antara satu dengan yang lainnya. Mungkin  karena bulan kemarin alias bulan dzulhijjah itu memang musim nikah, sehingga tahun berikutnya setelah nikah ya melahirkan. Ahaha.

Kelahiran, kehidupan baru selalu membawa kesegaran dan vitalitas. Itu yang kurasakan.

Tapi aku sudah lupa caranya menggendong bayi, jadi hanya bisa mengelus mereka. Lalu ingat bagaimana dulu anak-anakku sendiri lahir. Tak terbayangkan bahwa aku pernah melewati masa-masa itu. Mengandung, melahirkan, menyusui, merawat, mengasuh hingga mereka sekarang sebesar ini. Ingat bagaimana menyuapi mereka sejak mereka harus diperkenalkan dengan makanan. Orang-orang tua di sekitar kami selalu wanti-wanti agar kami memilih dengan baik asupan bergizi dan aman bagi si bayi. Sebisa mungkin kami memasak sendiri atau membeli di sekitar tempat tinggal kami.

Tapi kadang kalau sedang bepergian, tak mudah menemukan makanan masakan langsung seperti itu. Jadi kami membeli  Bubur Bayi Organik sebagai persediaan. Salah satunya adalah Milna. Eh ternyata malah senang dan ketagihan karena rasanya yang enak.


Saat Si Kecil pertama kali diperkenalkan dengan makanan semi padat (MPASI), sebaiknya mulai dengan memperkenalkan Si Kecil dengan satu rasa (single flavor) terlebih dahulu agar Si Kecil dapat mengenal rasa dengan baik dan meminimalkan risiko alergi pada jenis makanan tertentu
Milna Bubur Bayi Organik tersedia dalam 2 pilihan single flavor (Beras Merah & Kacang Hijau) yang lezat dan tidak berpotensi menimbulkan alergi pada bayi
Milna Bubur Bayi Organik terbuat dari bahan organik pilihan dan kandungan gizinya sudah diformulasikan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia untuk Makanan Pendamping ASI sehingga memiliki kandungan gizi lengkap dan seimbang untuk mendukung pertumbuhan bayi.
Milna Bubur Bayi Organik diperkaya dengan:
  • Tinggi Protein
  • Tinggi Serat
  • Omega 3 & Omega 6
  • Tinggi Zat Besi
  • 12 Vitamin & 8 Mineral
kandungan ini penting untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian Si Kecil agar tumbuh optimal. Kami memberikan Milna Bubur Bayi Organik 2x sehari untuk awal petualangan makan Si Kecil yang menyenangkan.

0 komentar:

Bintang Lima Menyongsong Sinarnya #SmescoNV

Oktober 21, 2015 dian nafi 0 Comments

Bintang Lima Menyongsong Sinarnya #SmescoNV


Bukan saja lebih keren, bahkan brand lokal Bintang Lima ini saat ini bisa dibilang masih menjadi satu-satunya brand yang mengangkat Belimbing sebagai wajah khas kota Demak ke dunia perkulineran.

Belimbing adalah salah satu buah di Demak yang terkenal sejak dulu. Apalagi ada tembang lir ilir yang diciptakan oleh Sunan Bonang dan dipopulerkan oleh Sunan Kalijogo, yang menjadikan pohon belimbing sebagai metafora. Buahnya yang bersegi lima sebagai lambang lima rukun Islam. Pohonnya yang licin sebagai lambang betapa tak mudah untuk menjalankan syariat Islam. Tapi penekno belimbing kuwi, lunyu lunyu penekno. Meski licin dan susah, berusahalah untuk menggapainya. Maka dari itu harus Belimbing musti dilestarikan karena merupakan salah satu warisan budaya.







Variasi dari belimbing sangat perlu untuk meningkatkan produksi industri rumah tangga. Buah belimbing yang selalu dijual buahnya tanpa diolah menjadikan orang bosan dan tidak tertarik dengan buah ini. Maka dari itu, pengolahan buah ini adalah salah satu cara untuk meningkatkan produksi dan pendapatan masyarakat Demak sendiri.salah satunya adalah membuat manisan, asinan, keripik, dodol, roti, dll yang semuanya berbahan dasar dari buah belimbing.

Bintang 5 sendiri merupakan salah satu  produk olahan belimbing buah yang legendaris dari Demak Kota wali. Sehingga  semestinya Bintang 5 menjadi produk unggulan Khas Kota Wali.

Bintang 5 terdiri dari :

Koktail Belimbing Bintang 5






Jus Belimbing Original Bintang 5





Sirup Belimbing Bintang 5





Jus Belimbing Antioksidan Bintang 5










Bintang 5 Khas Demak



Kini dikembangkan Koktail Belimbing Bintang 5 dengan label baru, lebih segar, elegan dan eksklusif. Perubahan warna dari Kuning hijau menjadi Orange dan kuning menambah kesan lebih bersinar dan matang. Perkembangan produk ini sangat pesat, dan sudah tertera logo Halal MUI di dalam label. Produk ini juga sudah mendapatkan sertifikasi halal MUI untuk produk Koktail Belimbing Bintang 5.

Koktail Belimbing Bintang 5 Khas Demak telah menjadi salah satu wakil Jawa Tengah dalam Pangan Award Nasional 2013. Dengan label baru ini di harapkan akan meningkatkan integritas produk Koktail Belimbing Bintang 5 Khas Demak.

Bermodalkan antusiasme saja tentulah tidak cukup. Karena itu Bintang 5 masih harus terus banyak belajar dari mereka yang sudah berhasil membawa produk dan brand lokalnya ke ranah global internasional. Smesco  yang concern dalam hal ini bisa menjadi salah satu role model, dan kemungkinan juga mitra bagi kemajuan bersama.


dari berbagai sumber



0 komentar:

Rindu Dendam Bojonegoro

Oktober 21, 2015 dian nafi 0 Comments

Rindu Dendam Bojonegoro

Yang sebenarnya kalau mendengar kata Bojonegoro, api yang dulu pernah singgah seperti meletup lagi. Seorang mahasiswi kedokteran cantik asal Bojonegoro waktu itu sempat membuatku cemburu, karena pacarku semasa kuliah pernah meliriknya.  Ahay. Itu masa lalu.

Mengunjungi semua kota di Indonesia adalah salah satu impianku. Bojonegoro, membuatku rindu dendam. Seolah tak terima bahwa ada seorang istimewa pernah lahir di rahimnya.

Namun rupanya Bojonegoro memang istimewa. Adalah masyarakat Samin yang sedemikian terkenalnya justru karena kesederhanaannya. Masyarakat Samin tinggal di dusun Jepang, salah satu dari sembilan dusun di desa Margomulyo yang berada di kawasan hutan seluas 74,733 Ha. Butuh sekitar dua jam untuk sampai ke sana  dengan kendaraan, jika kita berangkat dari ibu kota Kabupaten Brojonegoro.

Masyarakat Samin terdiri dari kebanyakan orang-orang tua yang gigih berjuang melawan pemerintah colonial Belanda. Dulu ada gerakan yang dikenal dengan nama Gerakan Saminisme yang dipelopori oleh Ki Samin Surosentiko. Mereka menolak membayar pajak kepada pemerintah Belanda, tidak mau bekerja sama, dan tidak mau menjual serta memberikan hasil bumi kepada pemerintah penjajah.

Prinsip dasar gerakannya adalah sami-sami amin (bersama-sama) yang dilandasi oleh kekuatan, kejujuran, kebersamaan, dan kederhanaan. Sampai saat ini rupanya  sikap hidup tersebut berhasil diwariskan kepada anak keturunannya. Gaya hidup mereka sederhana, suka bekerja keras, rajin berdoa, berpuasa, dan berderma kepada sesama. Seiring dalam sikap lahir dan batin, sabar, nrimo, rilo (rela) dan trokal (kerja keras). Sikap tidak mau merugikan orang lain diungkapkan dengan sepi ing pamrih, rame ing gawe. Mereka juga berhati-hati dalam berbicara yang dituangkan dalam ajaran ojo waton ngomong, ning ngomong kang maton.

Dusun Jepang sesungguhnya punya prospek untuk dijadikan Objek Wisata Budaya, melalui paket Wisata Homestay. Di mana pesertanya bisa mengikuti dan menikmati suasana dan gaya hidup masyarakat Samin.


Keturunan Ki Samin yang masih hidup bernama Mbah Hardjo Kardi, yang hidup bersama istri dan tujuh anaknya. Ia merupakan cicit dari R Surontiko yang bergelar R. Suryowijoyo. Mbah Hardjo Kardi  dianggap sebagai pemimpin oleh masyarakat Dusun Jepang. Asal muasal Samin bermula dari masa R. Surontiko. yang sejak kecil dididik oleh orang tuanya, RMA Brotoningrat yang masih keturunan raja, untuk mengenal lingkungan kerajaan. Ia merasa prihatin melihat penderitaan rakyat yang dijajah Belanda. Dalam hatinya ia ingin sekali meninggalkan kerajaan dan berbaur dengan rakyat jelata untuk berjuang melawan penjajah. Setelah dirasa cukup waktunya, ia benar-benar pergi meninggalkan semua kemewahan kerajaan.

Dia merampok harta orang-orang kaya untuk dibagikan kepada rakyat miskin. Jadi ingat Robin Hood ya.  Pada tahun 1840, ia mendirikan perkumpulan pergerakan pemuda yang dinamai Tiyang Sami Amin, yang artinya bersama-sama membela Negara. Dia mengajari anggotanya sikap luhur yang kemudian terus diwariskan kepada seluruh keturunannya. Suryowijoyo memperluas daerah kekuasaannya hingga ke perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah sekarang, yaitu desa Ploso kabupaten Blora. Di Blora ini pergerakan dipimpin oleh putranya yaitu Ki Samin Anom.

Ajaran inti Ki Samin mengandung lima saran:
Kehendak yang didasari usaha pengendalian diri.
Dalam beribadah kepada yang Maha Kuasa, harus menghormati sesama makhluk.
Selalu mawas diri, melihat ke dalam batin dan menyelaraskan dengan lingkungan.
Sikap dalam menghadapi bahaya atau bencana adalah yakin bahwa itu merupakan cobaan dari Yang Maha Kuasa.
Berpegang kepada budi pekerti.

Ki Samin Anom memiliki seorang putri bernama Paniyah yang dinikahkan dengan Suro Kidin. Mereka memiliki 9 putra, salah satunya bernama Ki Suro Kamidin, yang memiliki 4 anak, yang salah satunya adalah Mbah Hardjo Kardi.

Hingga tahun 1970, masyarakat Samin hidup terisolasi dan bahkan mereka baru tahu kalau Indonesia sudah merdeka. Mereka sendiri lebih suka disebut wong sikep, karena samin kadang memiliki konotasi negative. Di luar masyarakatnya, mereka dikenal sebagai orang-orang yang polos, jujur, dan menolak pajak, sayangnya pula, mereka sering dijadikan bahan lelucon.

Pada umumnya masyarakat Samin tidak mewajibkan sekolah, mereka tidak memakai peci, hanya memakai iket seperti semacam kain yang diikatkan di kepala, mengenakan celana selutut, tidak mau berdagang (karena mereka menilai berdagang masih memiliki unsur ketidakjujuran), tidak mau mencatatkan nikahnya di KUA dan tidak berpoligami, perempuannya mengenakan kebaya lengan panjang dengan sarung hingga betis atau mata kaki, dan mereka anti terhadap segala bentuk kapitalisme.

Agama bagi mereka merupakan  senjata atau pegangan hidup. Mereka tidak membenci agama apapun, karena yang penting bagi mereka adalah tabiat atau sikap. Mereka juga yakin jika orang yang sudah meninggal itu tidak meninggal, hanya sekedar ganti baju saja. Dalam mata pencaharian, mereka menolak berdagang karena ada unsur ketidakjujuran, sama seperti halnya mereka juga menolak menerima sumbangan dalam bentuk uang. Mereka juga memiliki ‘kitab suci’ yang bernama Serat Jamus Kalimasada yang isinya adalah petuah dalam bentuk puisi dalam bahasa Jawa.

Orang Samin tidak mengenal tingkatan bahasa seperti masyarakat Jawa pada umumnya, mereka hanya menggunakan bahasa ngoko. Namun seperti halnya masyarakat tradisional Indonesia, masyarakat Samin sangat senang saling berkunjung meskipun letak rumahnya berjauhan. Menurut mereka, pernikahan dianggap sah meski yang menikahkan hanya orang tua pengantin.

Orang Samin bertani dan  memanfaatkan alam, seperti kayu, secukupnya saja. Mereka menganggap tanah sebagai ibu mereka, yang memberi mereka penghidupan dan kehidupan. Mereka mengolah lahan berdasarkan musim yang ada.

Pemukiman mereka berada dalam deretan rumah-rumah yang terbuat dari kayu jati dan bambu dengan luas yang relatif besar berbentuk joglo atau limasan. Ruang tamu menempati porsi yang luas, sementara kamar mandi dan sumur terletak agak jauh dan biasanya digunakan untuk beberapa keluarga. Penempatan hewan ternak di luar atau di samping rumah.

Mereka biasa melakukan upacara nyadran (bersih desa) yang dilakukan sekaligus dengan menguras sumber air pada sebuah sumur tua. Masyarakat Samin juga sudah mulai tersentuh perkembangan zaman, yang ditandai dengan mulai menggunakan pupuk kimia, dan peralatan rumah tangga dari plastic dan logam.

Banyak nilai kearifan local mereka  yang bisa kita pelajari dan teladani dari orang Samin dengan cara  menikmati kehidupan bersama mereka selama beberapa waktu.

<a href='http://www.bloggerbojonegoro.com/lomba-ngeblog-hari-jadi-bojonegoro-ke-338-experience-bojonegoro-the-origin-of-java-the-real-indonesia.html' target='_blank'><img alt="Lomba Ngeblog Bojonegoro 2014" src="http://www.bloggerbojonegoro.com/wp-content/uploads/2014/11/Lomba-ngeBlog-Bojonegoro-2014.gif" height="250" width="300"border="0" /></a>

Referensi :
Id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Bojonegoro
Id.wikipedia.org/wiki/Ajaran_Samin


0 komentar:

Manfaatkan Semua Kanal

Oktober 21, 2015 dian nafi 0 Comments

Manfaatkan Semua Kanal


Menjadi penulis yang menulis saja di era sekarang rasanya tak lagi cukup. Kita dituntut  untuk juga memanfaatkan banyak kanal demi memperkenalkan 'anak-anak' yang telah kita lahirkan. 

Demikian kiranya maka rangkaian promo Buku 101 Bisnis Online Paling Laris ini diselenggarakan. 
Semuanya tak akan bisa berlangsung dengan baik tanpa adanya bantuan  dan kerja sama yang baik dari banyak pihak. Dari Pihak Penerbit dan Toko Buku Gramedia, TVKU dan juga radio Sonora FM.


TALKSHOW DI TVKU








TALKSHOW DI SONORA FM




TALKSHOW DI TOBUK GRAMEDIA PANDANARAN







Upaya-upaya memperkenalkan buku melalui media televisi, radio maupun  jumpa darat di event launching dan bedah buku, masih harus pula diikuti dengan pengawalannya di sosmed juga kanal-kanal lainnya.



Selamat berenang dan menyelami semua kanal, writerpreneur ^_^

0 komentar: