Wisata Alam Ke Nglimut

Wisata Alam Ke Nglimut


Alam selalu memberikan kita kesegaran kembali setelah kepenatan sehari-hari. Seringkali alam yang masih perawan, masih asli, susah kita kunjungi dan nikmati karena tingkat kesulitan penjelajahan dan aksesnya. Karenanya kita musti berterima kasih juga pada para kapitalis aka pengusaha yang telah mengupayakan adanya wisata alam yang bisa kita nikmati dalam paket yang mudah dikunjungi tanpa harus babat alas.




Termasuk di antaranya adalah wisata alam di Nglimut ini. Memadukan antara alam asli yang berasal dari hutan setempat dengan taman-taman yang artifisial membuat tempat wisata ini nyaman. Bahkan bukan saja buat orang dewasa juga remaja, tetapi juga anak-anak.




Ke sinilah kami membawa anak-anak didik kami di PAUD (pendidikan anak usia dini) fadhoilusy syukriyah berkunjung saat akhir tahun ajaran.  Paud FS ini merupakan PAUD kedua yang kurintis bersama bulik setelah PAUD cahaya di Semarang yang dulu kurintis bareng almarhum suami.




Ada banyak sekali  hal yang bisa kita nikmati di Nglimut ini. Utamanya adalah anak-anak bisa berenang dan bermain air. Yang seru adalah sembari berenang, kita bisa menikmati  pemandangan yang langsung lepas ke alam bebas.  Wow! Subhanallah!




Ada banyak saung yang tersaji di sepanjang jalan-jalan di kawasan wisata ini. Kita bisa rehat sebentar di sana ketika lelah berjalan. Bisa juga untuk ajang makan bersama sekaligus bercengkerama sembari menikmati alam sekitar.




Berbagai elemen taman diciptakan alami menyerupai alam sesungguhnya, meskipun misalnya tampilannya bambu tetapi sebenarnya dibuat dari beton. Ahaha. Seperti jembatan-jembatan lengkung yang melintasi kali-kali alias sungai-sungai kecil yang diciptakan berkelok-kelok dalam taman yang sangat luas.



Pedestrian dengan paving bersanding dengan taman dan hehijauan rumput yang karena saking luasnya, kadang ada juga yang kurang terawat. Namun malah menjadikan pemandangan yang alamiah. Karena rumput-rumput yang tinggi menjadi dinamika tersendiri di antara rumput yang tertata rapi.





Komentar