Tips Menulis Pembuka Esai dan Penutupnya

November 19, 2019 dian nafi 0 Comments

Tips Menulis Pembuka Esai dan Penutupnya



Esai itu karya sastra, bukan karya akademik.

Kenapa pembuka itu penting. Judul itu atap. Kalimat pertama itu teras. Ktk awalannya saja sdh tdk menggugah, tdk membuat penasaran, tdk membuat nyaman, tdk akan melanjutkan. Apalagi pembaca jaman now. Inilah knapa hoax cepat viral. Krn kalimat pembukanya bagus,seolh kbnrn

Umumnya penulis hoax sgt mengintensifkan kalimat pembuka, paragraf pertama. Karya jurnalistik yg main clickbait, juga main di kalimat pembuka. Seolah menarik, pdhl isinya cuma pengulangan saja.
Ada 3 jenis teks, pilihan penyajian. Informasi, presentasi, narasi Bgm merayu mitra penutur. Butuh kesabaran dlm membuka. Jgn sprint, pilih maraton Dalam musik, pakai prelude, nada2 utk masuk Interlude. Jarak antara bagian2 Spt film india ada intersection, jeda utk menikmati

Meski spt simbal, utk menghentak di awal, tapi pukullah dg pelan. Esai mengeksplorasi bahasa. Pilihan katanya berbeda dg artikel opini, secara bentuk. Pakai hati. Kalau sdh biasa main2 dg bahasa, bisa main dg rasa. Rahasia kalimat, hy dg geser2 sdkt bisa beda banget nuansanya

Ktk jalan penuh dg selokan, penulis biasanya gagal bikin jembatannya. Ibarat hrs lompat, tdk bisa santai. Butuh kohesi, keterpaduan. Koherensi, saling terkait maknanya. Pakai partikel atau klause. Misal kata, ya. Sbg jembatan antar paragraf yg agak jauh hubungan idenya. #esai

Pakai perangkat kebahasaan yg sederhana utk nyambung. Tak terpungkiri Pasalnya Bahkan Walhasil Seolah konvensinya gak bener. Inilah debat antara org linguistic dan sastra Pdhl mrk pakai: oleh karena itu

Kalau hy memberi informasi, yg penting infonya yg dituturkan, bukan penuturnya. Punya efek atau tdk, gak penting2 amat. Jika bentuknya presentasi, arah sasaran yg dipentingkan penutur, bgm bs merayu jk hy dirinya yg diomongkan.

6 fungsi bahasa Ekspresif: mengungkpkn diri sendiri Konatif: yg penting sasaran, Anda Referensial Metalinguistic Fatic: sentuhan Kalau pakai narasi, mencakup 4 fungsi. Kalau bs meramu byk fungsi, dayanya lbh kuat.
Pembuka yg bersahabat dg pembaca. Tdk menggurui. Krn skrg pilihannya lbh byk, tantangannya lbh berat. Memanusiakan manusia. Org ingin dibuat jenak. Belajarlah pd penipu ulung. Sembuhkan ketergesa2an dg tdk mengedepankan pikiran. Buat karakterisasi dulu. Jangan definisi2

Kamu pikir pembaca bodoh? Jurnal utk kebutuhan khusus. Kalau koran, utk kebutuhan umum, tulisan hrs populer. Kalau esai, utk kebutuhan sendiri.
Ukuran subyektif dlm esai. ketika subyektifmu dikeluarkan, hrs tetap pd sandaran bukan fiksi, bukan tuduhan. Tunjukkan data. Ada pembuktian thd fakta. Latihan buat karakterisasi tanpa kata yg dimaksud. Antara marah dg pemarah itu berbeda. Marah itu reaksi batin, spontan

Pemarah itu sifat. Perhatikan, jebakan kalimat. Ada kohesi koherensi antar unsur di tiap kalimat. Satu paragraf, satu pokok pikiran. Satu kejadian, aksi reaksi dan reaksi balik. Beginilah bahasa membentuk konsep. Stlh nulis, baca lagi, rasakan. Dptkn keasyikan menulis

Perhatikan diksi, irama. Taufik ismail dokter hewan Dosen jurnalistik malah belum bisa menulis berita. Ilmu tinemu kanthi laku Pendidikan bahasa hrsnya dipisah dr pendidikan sastra
Pengaruhnya besar pd tradisi menulis. Ada 100rb dosen, jutaan guru, hrsnya jd agen2 literasi tp tdk pernah membaca dan menulis Scr konseptual sbnrnya byk org bs bercerita, tp kenapa lbh byk curhat Sesubyektif2nya esai tetap ada pertimbangan logika.
Bentuknya menceritakan. Ciri esai pd pilihan katanya. Jenak mana antara disuruh mikir tebakan dg mikir konsep? Cara penuturan ringan, meskipun itu konsep. Pilihan kata2nya hrs nyambung dg kalimat yg sblmnya. Kata 'memang' adl adverba itu menyatakan fakta kebenaran.


Instingtif. Pd akhirnya kita akan spt itu, jk sdh berdisiplin terus berlatih2. Tdk berpikir teori lagi, krn sdh mempraktikkan. Kita diberi keleluasaan memakai kata2 yg bahkan belum masuk kamus Hidup tdk diatur oleh pusat bahasa. Kita boleh berkreasi Penting kedisiplinan berbhs

Anakronisme. Menulis itu mirip main musik. Ada yg stacatto dll. Esai itu musik jazz. Musik tanpa titi nada. Jarang ditilik org, krn tdk semua pemusik bisa main jazz Litza mineli di film new york new york Hy bs dilakukan org yg sdh menguasai semua teknik alat musiknya

Musik lain ada titi nada. Jazz tdk ada teorinya. Membutuhkan teknik lebih dr sekedar menulis biasa. Ada juga esai yg gayanya sangat akademis sekali. Diksi esai lbh lembut secara nuansa. Tdk mengajak ber-konsep2.

Bgm sbnrnya sebuah logika itu dibangun. Logika fiksi dan logika nonfiksi/fakta. Yg tdk pakai logika hanya cinta

Karakter dibentuk oleh kebiasaan. Bukan reaksi psikologis emosional spontan, tapi rentetan reaksi2 yg terus menerus. Perangkatnya bisa dg kata keterangan waktu yg menunjukkan kebiasaan. Esai adlh bentuk prosa. Hanya punya Lisensia dialogia. Bukan poetica.

Kalau poetic-nya hanya pemanis, ditulis secara miring italic, boleh. Bentuk puisi punya lisensia poetica. Di prosa hanya boleh memasukkan lisensia dialogia. Lisensi=keleluasaan. Sajak prosais. Ada kesadaran2 pribadi utk berkarya sesuai passion. Kalau makaryo, boleh juga.


Karakterisasi adlh poin paling penting dlm prosa, baik fiksi dan non fiksi The writer is dead. Yg hidup tokoh2nya yg mengemban karakter utk menjalankan lakonnya Pengusung cerita adl tokoh yg memiliki karakter Siasat karakterisasi dg main2 teknik. Pakai trik kyk main sulap

Redundansi/pengulangan membuat tdk nyaman. Maka ganti nama tokoh dg karakterisasi yg lebih detail, menggambarkan fisik,gestur dll nya Malam lebaran Bulan di atas kuburan Sitor situmorang Dibicarakan terus menerus bhkn dibahas dlm tesis2, disertasi2 akademik. Melahirkan teori

Karakterisasi bisa dg metafora Jangan pakai kata2 klise Bikin metafora sendiri, yg sesuai fakta. Kreatif. Ketika dibaca seratus tahun lagi, tdk akan basi. Bisa jd pembahasan2 di masa mendatang Betapa pentingnya menjaga pilihan kata yg kita tulis Antara kata memang dan selalu

Tiap paragraf ada core nya. Utk mengembangkan, pikirkan hubungan tiap paragraf. Wujudkan kerangka dlm paragraf2 yg tdk lepas. Cari cara mengakhiri yg tdk menggurui. Yg menggantung. Retoris. Nunjem spy dayanya kuat.

Anekdot, lagu bs sbg pengayaan. Akhiri dg asosiasi. Main2 dg analogi utk mengakhiri dg lembut. Pakai gaya bahasa retoris. Manfaatkan hal2 yg sdh ada,viral Judul bisa dg hal2 yg populer Rima Judul spt atap, kasih ornamen yg menarik, ada cirinya.

Butuh disiplin saja utk bs merampungkan tulisan. Praktikkan semampunya. Jangan mikir teori2. Krn gak akan sampai2. Goda pembaca dg judul keren, teknik pembuka, penutup yg lembut, tdk main pukul simbal. Ada epilude, sisa2 nada.

**
Mau ikut pelatihan menulis Esai juga?
Daftarkan diri segera ke Hasfa Camp!


Butuh space, meja dan layanan internet untuk start-up mu?   
Butuh teman dan mentor untuk networking dan brainstorming?
Yuk gabung ke Hasfa Coworking Space
SMS/WA 085701591957

0 komentar: