improving writerpreneurship

Post Top Ad

Tampilkan postingan dengan label healing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label healing. Tampilkan semua postingan
Januari 28, 2026

Bertumbuh Sebagai Entrepreneur: Ketika Bisnis Jalan, Diri Sendiri Tertinggal

by , in

 

Bertumbuh Sebagai Entrepreneur: Ketika Bisnis Jalan, Diri Sendiri Tertinggal




Entrepreneurship sering digambarkan sebagai perjalanan yang berani, visioner, dan penuh ambisi.
Tapi jarang dibicarakan bagian sunyinya.

Tentang hari-hari ketika bisnis tetap berjalan,
tapi di dalam diri ada lelah yang tidak sempat diproses.

Target harus tercapai.
Keputusan harus diambil cepat.
Tampil yakin, meski ragu.

Dan pelan-pelan, tanpa sadar, kita belajar menunda perasaan sendiri.

Bertumbuh Cepat, Tapi Tidak Selalu Sehat

Dalam dunia bisnis, bertumbuh sering diartikan sebagai:

  • omzet naik,

  • tim bertambah,

  • jangkauan meluas.

Namun, tidak semua pertumbuhan bersifat sehat.

Ada fase ketika kita terlihat berkembang di luar,
tapi terkikis di dalam.

Terbiasa membandingkan progres dengan kompetitor.
Merasa tertinggal karena bisnis orang lain tampak lebih “jadi”.
Menuntut diri untuk selalu kuat dan tahan banting.

Padahal, setiap bisnis lahir dari kondisi, sumber daya, dan luka yang berbeda.

Proses yang Tidak Selalu Bisa Dipamerkan

Tidak semua proses entrepreneur layak diunggah.
Ada kegagalan yang terlalu personal.
Ada keraguan yang tidak bisa dibagikan ke tim.

Belajar menetapkan batas.
Belajar berkata cukup.
Belajar menerima bahwa istirahat bukan kemunduran.

Semua itu jarang disebut sebagai “kesuksesan”,
padahal justru itulah yang membuat perjalanan bisa berlanjut.

Tentang Growing While Healing

Growing While Healing bukan buku bisnis.
Ia tidak berisi strategi pemasaran atau cara scale-up.

Buku ini hadir untuk ruang yang sering terabaikan:
ruang di mana entrepreneur tetap manusia.

Di dalamnya, kamu akan menemukan refleksi tentang:

  • bertumbuh tanpa tuntutan kesempurnaan,

  • menghargai proses pribadi tanpa membandingkan diri,

  • berdamai dengan kegagalan,

  • dan membangun hubungan yang lebih sehat dengan diri sendiri.

Karena bisnis yang bertahan lama
sering kali ditopang oleh individu yang belajar merawat dirinya.

Ketika Bertumbuh Juga Berarti Berhenti Sejenak

Entrepreneurship adalah maraton, bukan sprint.
Dan tidak ada gunanya berlari cepat
jika kita kehilangan diri sendiri di tengah jalan.

Mungkin, keberanian terbesar bukan hanya memulai bisnis,
tetapi mengakui bahwa kita juga perlu pulih.

Jika kamu sedang membangun sesuatu—usaha, mimpi, atau visi—
Growing While Healing bisa menjadi teman refleksi
di sela-sela strategi dan target.

Bukan untuk membuatmu melambat tanpa arah,
tetapi untuk memastikan kamu bertumbuh dengan lebih sadar.

Karena pada akhirnya,
bisnis bisa berkembang berkali-kali lipat,
tapi diri sendirilah yang harus kamu bawa seumur hidup.

**

Baca juga buku growing while healing. Berikut link-nya: 

http://lynk.id/diannafi/mvl17zx4kwgv


http://lynk.id/diannafi/mvl17zx4kwgv/checkout


Agustus 14, 2020

Buku Million Ways of Forgiveness

by , in
Buku Million Ways of Forgiveness

Gambar
















Alhamdulillah ada kabar bahagia lagi di tengah pandemi covid-19 yang masih mencekam kita dan dunia.

Setelah kemarin aku menulis antologi bareng 11 arsitek, lalu nulis antologi bareng 12 dosen, alhamdulillah gusti Allah juga maringi kesempatan buatku nulis bareng 19 psikolog

Judul bukunya Million Ways of Forgiveness

berisi cerita-cerita, kisah-kisah tentang pemaafan dan pengampunan.

Berikut nama-nama kontributor buku antologi  Million Ways of Forgiveness ini:

1.Fuji Astutik, M.Psi., Psikolog
2.Fitri Andriani, S.Psi
3.Nurul Afni,S.Psi
4. Greata Nesya Oktavrida, M.Psi., Psikolog
5.Nurul Aini S.Psi.
6.Siti Jumrotin M.Psi Psikolog
7.Nirma Yullidya, M.Psi., Psikolog
8.Sayyidah Nuriyah, S.Psi
9.Verty Sari Pusparini M.Psi Psikolog
10.Niken Soelistyowati S.sos
11.Sovia Sahid, M.Psi, psikolog
12.Elfa Diah Suslianingrum, S. Psi
13.Putri Larasati, M.Psi.,Psikolog
14.Maria Yudica Dina S., S.Psi.Psikolog
15.Syafitri Desnawaty, M.Psi., Psikolog
16.Noverita Siboro, M.Psi.,Psikolog
 17.Siti Kamilia, M.Psi., Psikolog
18.Chrisantine Angelina, ST
19.Yeni Rahma Dwijayanti, M.Psi., Psikolog.
20. Dian Nafi, ST


Gambar


Semoga bermanfaat dan berkah

Doakan agar prosesnya lancar dan sukses sampai launching dan bedah buku nanti.

Suka cover yang mana? yang perahu atau bunga matahari?
November 08, 2019

Hectic and Overwhelming?

by , in
Hectic and Overwhelming?
Pernah nggak merasakan, kok kayaknya kerjaan buanyak banget ya. Semua mua harus kita selesaikan dengan cepat dan tepat, dalam waktu yang berdekatan. Hadeuuuh, ini gimana cara membagi waktu dan energinya. Bagaimana cara untuk merampungkan banyak hal dengan keterbatasan kita. Rasanya so hectic, sibuk banget, dan overwhelming, alias tumpuk undung istilah jawanya. 

Kayak kemarin ini, ada leader grup whatsapp yang nanya, lho mbak kok gak pernah kelihatan aktif di grup kenapa, kok gak ikut ambil bagian dalam meramaikan beberapa event online yang digelar. 

Iya, maaf banget ya Mbak. Pas Sibuk terus.  Kampus, universitas, 3 organisasi, 3 komunitas, nulis, ngeblog, pondok, anak2, kbih, ngajar Nulis, Life coaching, bootcamp startup dll. Belum problem-problem lainnya seperti gebetan yang nggak juga jelas kapan realisasi janjinya, si emak yang suka kadang cari perhatian seiring usia yang bertambah, dan ditambah drama-drama dari beberapa anggota jam'iyah. Hadeuuuh ribet banget deh. 

Saat hectic dan over whelming  (sibuk dan kewalahan) seperti ini, kita kadang jadi kehilangan arah, tidak menempatkan prioritas dengan tepat sehingga keteteran, dan yang lebih parah adalah kesehatan kita menurun, keseimbangan hidup juga terganggu. 

Belum lagi karena hectic dan over whelming ini, ada proyek dan pekerjaan yang hasilnya menjadi tidak maksimal. Yang mengakibatkan ketidakpercayaan klien dan menjadikan proyek kita dihentikan, atau jasa dan produk kita  tidak dipakai lagi pada kesempatan berikutnya. Bahkan mungkin tidak direferensikan ke calon klien potensial lainnya, yang terburuk mungkin malah mendapatkan black list karena dianggap tidak punya kapasitas yang memadai dan tidak profesional. Waduh, kan berabe. 

Yang paling parah, kemudian ada yang lost orientation, lalu mis-leading, tidak jelas arah dan tujuan. Inilah saatnya menata ulang kembali, agar semua berjalan on track, dan tidak terjadi hal yang mengakibatkan kerugian bagi lembaga, organisasi, komunitas, klien dan utamanya  diri sendiri, kesehatan, keseimbangan hidup. 


Bagi teman-teman yang merasa hectic dan overwhelming, yuk kita tata kembali kehidupan kita.  RESET YOUR LIFE!
**
EVENT RESET YOUR LIFE TERDEKAT
NOVEMBER 22, 2019
09.00-12.00 WIB
HTM: Rp 300.000

Hotel Amaris Pancoran Jakarta Selatan

TENTANG RESET COACHING
Kehidupan tidak akan maju jika tidak mau membuat perubahan atau menata ulang. Hidup diibaratkan seperti rumah dan komputer. Apa yang terjadi jika rumah dan komputer tidak pernah di atur ulang? Tentunya keadaan rumah akan kacau dan komputer akan menjadi sangat lambat. Begitupun dengan hidup. Kita perlu melakukan Atur Ulang agar hidup mempunyai arah tujuan dengan jelas. Oleh karena itu, dalam pelatihan ini akan membahas masalah yang ada diatas yaitu bagaimana menata ulang kehidupan yang amburadul menjadi lebih baik. Dalam konteks baik sebagai pribadi maupun sebagai bagian dari semesta yang lebih luas.  Melalui Workshop ini, Anda akan dapat memindai permasalahan Anda, meredefinisi diri, dan menata kembali aspek-aspek kehidupan Anda seperti karir, asmara, dan kehidupan.

Workshop ini sesuai untuk Anda yang ingin mengatur ulang hidup Anda. Bagi Anda yang sedang memiliki masalah asmara, karir, bisnis, hubungan, kehidupan; Anda disarankan untuk mengikuti workshop ini. Materi yang akan Anda pelajari dalam Workshop ini adalah:
1. Memindai Akar Masalah Diri Anda
2. Menjelaskan dan menggambarkan ulang diri Anda
3. Langkah dan Tips menata kembali kehidupan

Daftar Sekarang. Langsung klik  http://bit.ly/daftarreset

Post Top Ad