Bertumbuh Sebagai Entrepreneur: Ketika Bisnis Jalan, Diri Sendiri Tertinggal
Entrepreneurship sering digambarkan sebagai perjalanan yang berani, visioner, dan penuh ambisi.
Tapi jarang dibicarakan bagian sunyinya.
Tentang hari-hari ketika bisnis tetap berjalan,
tapi di dalam diri ada lelah yang tidak sempat diproses.
Target harus tercapai.
Keputusan harus diambil cepat.
Tampil yakin, meski ragu.
Dan pelan-pelan, tanpa sadar, kita belajar menunda perasaan sendiri.
Bertumbuh Cepat, Tapi Tidak Selalu Sehat
Dalam dunia bisnis, bertumbuh sering diartikan sebagai:
omzet naik,
tim bertambah,
jangkauan meluas.
Namun, tidak semua pertumbuhan bersifat sehat.
Ada fase ketika kita terlihat berkembang di luar,
tapi terkikis di dalam.
Terbiasa membandingkan progres dengan kompetitor.
Merasa tertinggal karena bisnis orang lain tampak lebih “jadi”.
Menuntut diri untuk selalu kuat dan tahan banting.
Padahal, setiap bisnis lahir dari kondisi, sumber daya, dan luka yang berbeda.
Proses yang Tidak Selalu Bisa Dipamerkan
Tidak semua proses entrepreneur layak diunggah.
Ada kegagalan yang terlalu personal.
Ada keraguan yang tidak bisa dibagikan ke tim.
Belajar menetapkan batas.
Belajar berkata cukup.
Belajar menerima bahwa istirahat bukan kemunduran.
Semua itu jarang disebut sebagai “kesuksesan”,
padahal justru itulah yang membuat perjalanan bisa berlanjut.
Tentang Growing While Healing
Growing While Healing bukan buku bisnis.
Ia tidak berisi strategi pemasaran atau cara scale-up.
Buku ini hadir untuk ruang yang sering terabaikan:
ruang di mana entrepreneur tetap manusia.
Di dalamnya, kamu akan menemukan refleksi tentang:
bertumbuh tanpa tuntutan kesempurnaan,
menghargai proses pribadi tanpa membandingkan diri,
berdamai dengan kegagalan,
dan membangun hubungan yang lebih sehat dengan diri sendiri.
Karena bisnis yang bertahan lama
sering kali ditopang oleh individu yang belajar merawat dirinya.
Ketika Bertumbuh Juga Berarti Berhenti Sejenak
Entrepreneurship adalah maraton, bukan sprint.
Dan tidak ada gunanya berlari cepat
jika kita kehilangan diri sendiri di tengah jalan.
Mungkin, keberanian terbesar bukan hanya memulai bisnis,
tetapi mengakui bahwa kita juga perlu pulih.
Jika kamu sedang membangun sesuatu—usaha, mimpi, atau visi—
Growing While Healing bisa menjadi teman refleksi
di sela-sela strategi dan target.
Bukan untuk membuatmu melambat tanpa arah,
tetapi untuk memastikan kamu bertumbuh dengan lebih sadar.
Karena pada akhirnya,
bisnis bisa berkembang berkali-kali lipat,
tapi diri sendirilah yang harus kamu bawa seumur hidup.
**
Baca juga buku growing while healing. Berikut link-nya:
http://lynk.id/diannafi/mvl17zx4kwgv
http://lynk.id/diannafi/mvl17zx4kwgv/checkout





