Recent Posts

Judul atau Naskah Dulu? Mana yang duluan, judul atau naskah? Jawaban sederhananya: Keduanya mungkin, tergantung sama kebiasaan penul...

Judul atau Naskah Dulu?

Judul atau Naskah Dulu?



Mana yang duluan, judul atau naskah?

Jawaban sederhananya: Keduanya mungkin, tergantung sama kebiasaan penulisnya. Judul adalah bagian penting dr proses kreatif. Apa hubungan judul dg proses kreatif?

Well, tiap penulis punya JALAN kreatif yg beda2. Ada penulis yg datang dari konsep cerita kemudian menentukan judul (ada yg sebaliknya). Saya adlh salah satu yg awalnya cerita. Kapan menentukan judul? Saya menentukan judul langsung setelah merasa satu ide tulisan saya sukai.

Jadi, tiap ide yg saya catat sudah berikut judul. Apa tujuannya? Agar saya punya Sense of Writing. Judul membuat saya punya sense sedang menyelesaikan sesuatu. Otak kita akan sulit utk mendefinisikan sesuatu yg tidak ada istilahnya. Menentukan judul adalah bagian dr proses itu.

Judul awal itu BELUM TENTU akn dipakai utk publish. Judul bisa berubah.

tujuannya agar OTAK sy sadar ttg apa yg sdg dia lakukan.

Mungkin kesannya remeh, tp penting. Otak jd bisa mendefinisikan diri ttg apa yg sedang dilakukan: A: Sedang nulis apa? Saya: Sedang nulis cerpen Serigala. Kata "Serigala" langsung mengacu ke konsep ceritanya. Ini kek ngasih nama hewan peliharaan. Nama membuatnya bisa ditunjuk.

Bayangkan nulis cerita yg ndak ada judulnya: A: Sedang nulis apa? Saya: Sedang nulis ... hmmm apa yaaa.. nulis cerpen tentang serigala yg begini begitu begini begitu. Otak sy jd terbeban lebih berat utk mengingat konsep cerita yg rumit. Percaya, otak ndak suka kerumitan.

Contoh: Jane Austen - First Impressions
Punggung tangan dengan jari telunjuk mengarah ke kanan
"Pride and Prejudice" John Steinbeck - Something That Happened
Punggung tangan dengan jari telunjuk mengarah ke kanan
"Of Mice and Men" Margaret Mitchell - Tomorrow is Another Day
Punggung tangan dengan jari telunjuk mengarah ke kanan
"Gone with the Wind" Leo Tolstoy - All’s Well that Ends Well
Punggung tangan dengan jari telunjuk mengarah ke kanan
"War and Peace". Berubah ndak salah.

Jadi, saya selalu menulis cerita yang sudah ada judulnya. Sering saya memberi judul asal2an di awal. Yg penting, ADA judulnya. Judul tidak boleh kosong kecuali mau otak kita kebingungan utk menyebut apa yg sedang ditulis. Masalah judul kemudian berubah, itu lain perkara.

NAH! Sebaliknya, ada penulis yg justru mulai dr judul TANPA CERITA. Mereka tiba2 terpikir ttg judul yg bagus sebelum tahu akan menulis cerita apa. Proses kreatif mereka justru mulai dr judul. Ini juga bagus. Cara ini membuat otak bikin batasan konseptual dan ndak melantur.

Misal: tiba2 terpikir judul "Jalan Sempit di Langit". Dengan sudah punya judul duluan, otak jadi tidak wandering around. Otak secara otomatis akan membentuk asosiasi2 dg judul itu. Otak membuat batasan kreatif ttg ceritanya dg menggunakan kata "Jalan", "Sempit", dan "Langit".

Cara ini jelas jauh lbh mudah dibanding mulai cari ide dr udara kosong. Bandingkan: 1. "Nulis cerita apa, yaaaa?" lalu otak mikir ke sana kemari ndak tentu arah; dengan 2. "Cerita apa yaaa yg cocok dg kata jalan, sempit, & langit?"
Wajah berpikir
Smoga terbayang



Aturan dibuat untuk dilanggar
taken from wisnucuit

0 komentar: