Recent Posts

Tips Menulis Novel: PERGERAKAN Gw belajar nulis fiksi tidak mulai dr bikin cerita bagus, melainkan teknis. Teknis penceritaan adala...

Tips Menulis Novel: PERGERAKAN

Tips Menulis Novel: PERGERAKAN

Gw belajar nulis fiksi tidak mulai dr bikin cerita bagus, melainkan teknis. Teknis penceritaan adalah meta cerita. Bibit dr semua cerita di permukaan bumi. Isinya pola2. Pola2 yg terus muncul berulang2. Ikutin aja polanya. Mungkin, hasilnya gak langsung bagus, tapi jadi.


pola dasarnya cuma ini kan? >>> Ada tokoh mau sesuatu, dihalangi sesuatu, dia melawan, lalu dia berhasil/gagal dapet apa yg dia mau. Ubah aja variabel2 di situ pake apa pun, pasti jadi cerita. Bahkan klo asal2an.


Misal: Ada batu mau jadi burung, dihalangi sama sungai, dia minta tolong sama ahli pahat, akhirnya berhasil jd patung macan. Tetep jadi cerita, kan? Kalimat juga gitu. Ada pola2 dasar yg kalau dipenuhi pasti jadi kalimat (masalah dimengerti/tidak adalah perihal lain lagi).

Coba aja mulai dr tokoh tidak mau apa2. Bisa jd cerita, gak? Tokoh tidak mau jadi dokter. Trus? Ya ud, jgn jadi dokter. Kok repot? Cerita baru jadi kalo minimal ada 2 kekuatan berbeda arah, bertemu. <<< Ini Hukum Gerak Newton Tanpa ini, tidak ada cerita.

Hukum Gerak Newton berlaku di semua cerita. Kok bisa? Krn cerita sbnrnya ttg pergerakan. Unsur gerak harus ada. Gerak baru terjadi kalo resultan gaya tidak sama dengan nol. Selama resultan gaya sama dengan nol, objek tidak akan bergerak.

Hukum Newton Pertama: Setiap benda akan memiliki kecepatan yg konstan kecuali ada gaya yg resultannya tidak nol bekerja pada benda tersebut. Di cerita ini apa? Ini status quo tokoh sblm cerita mulai. Tokoh adalah dokter yg bahagia bersama istrinya, siang kerja, malam pulang.

Hukum Kedua: benda dg massa M mengalami gaya resultan sebesar F akan mengalami percepatan a yg arahnya sama dg arah gaya, & besarnya berbanding lurus terhadap F & berbanding terbalik terhadap M. atau F=Ma. Dlm cerita: Ini adalah persamaan yg melibatkan kemauan/ambisi tokoh.

Percepatan cerita (a) berbanding lurus dg Daya yg tokoh miliki (F), berbanding terbalik dg kemauan dia (M) a = F/M Makin besar keinginan (M) makin kecil percepatan yg dia lakukan, plot makin panjang. Makin besar kmampuan tokoh (F) makin tinggi percepatan, plot makin pendek.

Tokoh yg sangat kuat (dibanding masalah) akan membuat plot cerita makin pendek. Jadi perkirakan perbandingan kekuatan tokoh dan keinginan dia. Klo kekuatan (trmasuk dorongan luar) terlalu kecil, cerita bisa nggak masuk akal klo tokoh berhasil, atau bisa pakai deus ex machina.

Apa yg terjadi kalo cuma pake 2 hukum itu? Ceritanya cuma akan lurus. Kenapa? Krn arah gerakan pasti searah sama resultannya Dokter 4 tahun nikah n mau punya anak. Lalu? Ya, bikin anak, lah. Ngapain lagi?
🤷🏻‍♂️
Baru jd cerita KALAU ada gaya lain yg bekerja ke tokoh: Hukum Ketiga.

Hukum Ketiga: gaya aksi & reaksi dua benda memiliki besar yg sama, dg arah terbalik, & segaris. Artinya jika ada benda A yg memberi gaya sebesar F pd benda B, maka benda B akan memberi gaya sebesar –F kepada benda A. Intinya: Benturan menimbulkan aksi-reaksi.

Kalau dokter tadi kena masalah dr suatu arah, dia akn melawan ke arah masalah, & KALAU ada sisa F (kemampuan), dia akan terus bergerak dg arah berbeda. Ke mana? Tergantung benturannya dr arah mana.

Cerita itu begini: Dokter nikah 4 tahun ingin punya anak, dan dihalangi (bandingkan): 1. Salah satu/dua dr pasangan itu tidak subur/mandul. 2. Kebijakan Pemerintah yg melarang punya anak krn negara overpopulasi. Arah benturan menentukan ke mana berikutnya tokoh bergerak.

Skrg kita bisa bayangkan ke mana arah tokoh bergerak setelah terjadi benturan, misal: 1. Utk benturan 1: Bayi Tabung atau Adopsi 2. Utk benturan 2: Pergi ke negara yg gak overpopulasi, pindah WN, n punya anak di sana.

Nah! Cerita jadi panjang krn benturannya gak cuma satu. Skrg gw ambil premis kedua: Halangan tokoh adalah larangan Negara. Maka? Tokoh diam2 keluar negeri. Muncullah benturan kedua: Negara mengetahui akalnya. Dia dianggap mbelot & diburu. Maka? Arah berubah lagi

Masalah tokoh adalah apapun yg TIDAK searah dg tujuan tokoh. Tokoh mau ke barat, benturan datang dr arah barat menuju timur. Memaksa tokoh utk mengubah keputusan dan arah geraknya. Benturan berbeda arah adalah apa yg membuat tokoh makin lemah n makin sulit dpt keinginannya.

Apa syarat tokoh bisa terus gerak & cerita gak berhenti? Tokoh masih punya kemampuan melawan. Klo dia sama sekali gak punya kemampuan, cerita selesai. Tokoh yg sangat lemah bisa lanjut KALAU tokoh dpt bantuan. Ada kekuatan lain yg searah dg tokoh. Inilah benturan yg searah.

Benturan yg searah (mbantu tokoh) biasanya hadir berupa tokoh2 baru. Misal: si Dokter ketemu anggota organisasi perlawanan yg bantu menyelundupkan dia keluar & bikin identitas palsu. Udh, terus begitu. Tokoh dipingpong ke sana kemari sampai penulis memutuskan cerita selesai.


Sampai di sini, ini cuma gambaran sedikit bahwa sebenrnya ada pola2 serupa yg muncul di berbagai bidang yg tampak berbeda. Nulis dan Fisika, misalnya. Atau nulis dan masak. Nulis dan fashion. Dsb.

Jadi alangkah baiknya utk nggak melulu baca sastra n bahasa. Kita bisa belajar nulis fiksi dari mana pun, selama mau sedikit teliti melihat pola2 di banyak fenomena di dunia. Bnyk hal yg keliatan beda, sesungguhnya serupa.





Aturan dibuat untuk dilanggar
taken from wisnucuit

0 komentar: