improving writerpreneurship

Post Top Ad

Fashion Ala-Ala DN

Fashion Ala-Ala  DN

Blazer Batik coklat dari Banyuwangi
Batik berwarna coklat ini aku dapat dalam perjalanan ke Banyuwangi, salah satu kota eksotis yang penuh dengan tradisi dan kebudayaan yang autentik.
Supaya aku dan kedua anakku punya seragam bersama, layaknya sarimbit bagi pasangan, kain itu dijahitkan menjadi tiga blazer dengan model yang sama.
Lumayan kan ya, bisa buat kondanngan bertiga. Ahaha.
Kemarin blazer itu menemaniku mengisi pelatihan dasar jurnalistik santri di SMP Darul Qur'an.  Visi misinya mulia bok, mencetak jurnalis berwawasan qurani. 
Aamiin ya robbal alamiin :)



Ungu Dan Jilbab Polkadot




Yang memilihkan kostum ini adalah istri dari adiknya sahabatku yang punya galery busana muslim di tengah kota kecil kami. Dia sering memberikan advice berbusana dan bahkan memilihkan langsung setelan sampai kerudung juga alas kaki buat yang pas buat para pengunjung dan pembeli koleksi baju di tokonya.


Service, selera fashion dan keramahannya ini jarang sekali kami temukan di kota kecil kami. Karena kebanyakan penjual ya sesuka-suka pembelinya aja. She has her point of view, her perspective. Yang sangat berguna, terutama untuk mereka yang bingung akan pilihan fashionnya.



Ungu dan polkadot?
Oh, kalau bukan dia yang rekomendasikan, mungkin aku juga takkan berani mencoba dan bereksperimen dengan pilihan ini. So thank you, ya:D

Brave Red Dari Tenun Sutra Makasar


Yang sebenarnya aku  sudah lama memperoleh kain tenun sutra ini dari salah seorang pembaca yang baik hati dari Makasar. Tapi baru sempat aku bawa ke penjahit beberapa waktu lalu. Bermodalkan desain yang kuperoleh dari browsing bersama mbah Google, akhirnya kain itu mewujudlah menjadi baju yang lumayan pas di badan.



Kupakai dua kali dalam bulan Oktober kemarin.
Pada waktu mengisi kuliah umum di jurusan  Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.

Dan ketika mengisi pelatihan socioteenpreneur untuk anak-anak SMK Farmasi di Medan.


Pas dan cocok kan merahnya dengan cover buku terbaruku Socioteenpreneur yang juga merah :)

Bukunya bisa teman-teman dapatkan di toko buku Gramedia, Togamas dll ^_^

Abu-Abu Rompel Dan Cardigan Hitam

Memakai cardigan adalah salah satu cara untuk menyembunyikan bentuk tubuh. Demikian juga dengan lipit atau rompel sebagai motif dalam baju yang kita kenakan. Selain juga menjadi tekstur yang bisa menampilkan dimensi dan kedalaman yang tidak akan terefleksi dalam warna abu-abu yang polos saja. 


Paduan warna abu-abu dan hitam adalah yang paling aman dan mudah. Tetapi jika gaya berkerudungnya tidak istimewa, akan menjadikannya terlalu sederhana. Semestinya harus agak berani bermain-main dalam menata jilbabnya. *Gitu deh koreksinya*

Blue And Black Strip

Novel Gus yang di tanganku ini dapat nominee untuk sampul favorit Anugerah Pembaca Indonesia 2015


Nah, ini  yang pernah jadi avatarku di twitter ataupun instagram. Yang  ketika ada salah seorang teman ketemu alias jumpa darat untuk pertama kalinya langsung bilang, lho kok aslinya beda sama yang ada di avatar ini? Dia langsung menyodorkan ponselnya dan memperlihatkan fotoku dalam baju biru bermotif garis-garis hitam ini.

Ahaha.
Ya bukan salah aku :p

Foto ini juga asli, tanpa rekayasa. Nggak pakai 360 atau semacamnya. Kebetulan aja yang mengambil fotonya waktu itu memang fotografer handal, jadi bisa tahu angle dan sudut yang tepat. She takes the best of me :D






Gaya Resmi Ala Bu Dosen

Pergi ke kampus untuk sharing kepenulisan, seringkali menuntut kita berpikir agak panjang dalam mengenakan setelan busana. Selain mempertimbangkan kepantasan, kesopanan dan kepatutan, tentu saja juga memperhatikan budaya serta kebiasaan yang ada di dalam kampus tersebut. 
Tampilan yang dipilih bisa berbeda, andai kampus  itu mungkin kampus desain, kreatif yang ala-ala seniman begitu. Tapi memasuki kampus yang sarat dengan nuansa keagamaan seperti Unissula, pilihan memakai busana ala-ala ibu Dosen mungkin yang paling tepat.  

 So, here we are. Dengan  setelan jas biru dengan kerudung sederhana bermotif bunga dengan warnaa serupa jas, sebuah setelan krem dengan sedikit ukiran kerawang menjadi aksen yang menyembul di belakangnya. Dua kain memanjang dari kerudung, bisa menggantikan syal/ shawl yang biasa dipakai para performer/public speaker.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad