#ngemilbaca bekisar merah

#ngemilbaca bekisar merah


Berhubung daku sudah menasbihkan diri sebagai penggemar pak ahmad tohari, maka supaya afdhol aku akhirnya mengadopsi buku bekisarmerah ini setelah sekilas melihatnya di Pameran.


Sayangnya di awal sampai agak tengah aku sempat kecewa. Ih si bapak nih, kok nulis cerita esek esek, karena ternyata kisahnya sebagaimana novel jaman dulu kala tentang perempuan yang jatuh dalam pelacuran dan perdagangan perempuan karena diselingkuhi suami. Huhu sempat ilfil.

Tapi ternyata cerita romance berbau esek esek ini cuma sebagai bungkusnya aja, sebab pak ahmad tohari sesungguhnya ingin menyampaikan realita dan kritik akan kebusukan mafia politik di negeri kita ini. Sebagaimana dulu beliau menyindir masalah gestapu tetapi meminjam kisah cinta srintil dan rasus di ronggeng dukuh paruk, di bekisar merah pun beliau melakukannya lagi.

Sebab mengkritisi langsung bisa berbahaya dan juga mungkin tak banyak peminat. Kisah cinta yang menjurus jurus bisa menjadi penyeimbang, penylimur dan sekaligus magnet.



sinopsis:
Bekisar adalah unggas elok, hasil kawin silang antara ayam hutan dan ayam biasa yang sering menjadi hiasan rumah orang-orang kaya. Dan, adalah Lasi, anak desa yang berayah bekas serdadu Jepang yang memiliki kecantikan khas—kulit putih, mata eksotis—membawa dirinya menjadi bekisar di kehidupan megah seorang lelaki kaya di Jakarta, melalui bisnis berahi kalangan atas yang tak disadarinya.

Lasi mencoba menikmati kemewahan itu, dan rela membayarnya dengan kesetiaan penuh pada Pak Han, suami tua yang sudah lemah. Namun Lasi gagap ketika nilai perkawinannya dengan Pak Han hanya sebuah keisengan, main-main.

Hanya main-main, longgar, dan bagi Lasi sangat ganjil. Karena tanpa persetujuannya, Pak Han menceraikannya dan menyerahkannya kepada Bambung, seorang belantik kekuasaan di negeri ini, yang memang sudah menyukai Lasi sejak pertama melihat wanita itu bersama Handarbeni. Lasi kembali hidup di tengah kemewahan yang datang serba mudah, namun sama sekali tak dipahaminya. Apalagi kemudian ia terseret kehidupan sang belantik kekuasaan dalam berurusan dengan penguasa-penguasa negeri.

Di tengah kebingungannya itulah Lasi bertemu lagi dengan cinta lamanya di desa, Kanjat, yang kini sudah berprofesi dosen. Mereka kabur bersama, bahkan Lasi lalu menikah siri dengannya. Namun kaki-tangan Bambung berhasil menemukan mereka dan menyeret Lasi kembali ke Jakarta. Berhasilkah Kanjat membela cintanya, dan kembali merebut Lasi yang sedang mengandung buah kasih mereka?

Komentar