Ada Closing Lagi Setelah Closing

Ada Closing Lagi Setelah Closing

Dulu sering kepikiran, kenapa orang yang kaya malah cenderung tambah kaya, yang canggih cenderung tambah canggih, dan sebaliknya. Ada apa di balik takdir/nasib itu?

Kemarin sepulang dari mengisi talk show kepenulisan dalam rangka hari Jadi Kota Demak, sebuah pemikiran dan jawaban berkelebat dalam benak. Oh  jadi mungkin begitu cara main mereka, orang kaya dan canggih yang makin kaya dan canggih itu. Mereka beraksi, kemudian dalam perjalanan mengalami banyak hal termasuk rintangan, feedback dan semacamnya, sehingga kemudian memperbaiki lagi sistem dan performanya sehingga makin canggihlah dalam perjalanan berikutnya. Begitu seterusnya.




Ketika dalam kesempatan talkshow di radio, saya mendapat permintaan untuk memberikan statement closing, saya sadar bahwa closing ini penting banget. Dan karenanya justru harus dipersiapkan serta dipikirkan jauh-jauh hari. So, dalam tiap kali performance kopdar/offline pun saya mencantumkan closing ini.

Eh kemarin ini, ternyata meski saya sudah sampaikan closing statement yang memang sudah dipikirkan matang-matang dan disajikan dengan spektakuler di ujung presentasi, ternyata mbak moderatornya nodong minta closing statement lagi di penghujung acara tanya jawab, alias di pojok acara talkshow. Dus, nggak mungkin kan closing yang tadi sudah disampaikan, sekarang diulang lagi. Kesannya kurang kreatif, so mendadak saya jadi membuat closing lagi.

Pengalaman ini mengajarkan bahwa pada kesempatan berikutnya, saya musti menyiapkan dua closing. Closing setelah presentasi, dan closing setelah tanya jawab. Gitchu.

See?
Pengalaman dan jam terbang bagaimanapun mengasah kita. Ada yang baru lagi yang kita pelajari, ada yang baru yang mendorong kita berbuat lebih baik lagi.






Komentar