Recent Posts

Kumpul Diskusi Peneliti LIPI dan UI Subhanallah alhamdulillah pada akhir November kemarin saya sempat hadir pada kumpul diskusi penelit...

Kumpul Diskusi Peneliti LIPI dan UI

Kumpul Diskusi Peneliti LIPI dan UI


Subhanallah alhamdulillah pada akhir November kemarin saya sempat hadir pada kumpul diskusi peneliti LIPI dan UI di Depok.

Berangkat dari daerah Jakarta Timur naik angkot oranye langsung ke daerah sekitaran Universitas Indonesia.

Pagi sampai sore itu di sebuah base camp yang memang sering menjadi tempat kumpul dan diskusi para aktifis, scholar, peneliti, saya bertemu dengan banyak orang hebat dan berdedikasi.

Ada pak Bisri Efendi, sahabat Gus Dur, seorang peneliti LIPI. Beliau alumni Leiden University, jurusan sastra. Jadi kami seolah nostalgia Leiden ketika bertemu. Saya bercerita pengalaman selama dua minggu di Holland Juni 2019 lalu, dan memang waktu yang paling banyak aku habiskan di Leiden. Pak Bisri Efendi bercerita pengalamannya selama menempuh master dan doktor di kota Indah itu.

Pak Alfin Siagian yang debat dengan editor novel Gus, tentang semestinya novel itu tidak perlu diedit. Hehehe.

Cak Tarno yang toko bukunya sering dijadikan tempat diskusi para dosen dan mahasiswa Universitas Indonesia.

Dan beberapa lagi lainnya yang datang hari itu untuk mendiskusikan follow up kegiatan workshop kepenulisan yang digelar beberapa waktu sebelumnya. Juga merancang kegiatan lanjutan serta rancangan strategi untuk pengadaan konten digital maupun buku fisik serta tentu saja riset penelitian yang harus dilakukan ke beberapa lokus sumber data yang mau dituliskan .

Dalam kesempatan itu, pak Bisri Efendi memberiku referensi dan meminjamiku buku miliknya,  yang bicara tentang sejarah Demak. Kamu harus baca ini, kata beliau.

Alhamdulillah kubaca bukunya dari awal sampai akhir, dan memang membukakan banyak insight serta wawasan baru.

Untuk jejaring santri yang mereka bangun dan kembangkan, aku janji mengirimkan lima tulisanku terkait pesantren milik keluarga, paklik, bulik, sepupu dan keponakanku.

Dan cita-citaku untuk menulis novel imajiner tentang perempuan-perempuan di masa kerajaan Demak mendapatkan sambutan baik serta dorongan dari mereka. Ayo lekas ditulis, ditunggu terbitnya.
Semoga bisa segera terwujud ya. Aamiin.

Senang sekali meràsakan ambience brainstorming, suasana diskusi ilmiah para intelektual yang mengalir dinamis dan seru ini. Very inspiring and shifting the paradigm.



0 komentar: