Tips Menulis Gina S Noer

Tips Menulis Gina S Noer


Siapa yang nggak kenal nama Salman Aristo?
Nah, mbak Gina S Noer ini adalah istrinya yang juga sukses di dunia skenario film. Saya pertama kenal langsung dengannya saat saya memenangkan lomba menulis cerpen yang diadakan Plot Point dan kemudian dibukukan dalam Cerita Cinta Kota.

Kemudian  tulisan saya terpilih lagi saat Plot Point bikin event lomba menulis cerita sebagai kado hari Film Nasional. Dan mbak Gina ini serta dua orang film lainnya lagi yang menjadi jurinya.

Yuk simak tips darinya. Bagi mbak Gina S Noer aka Retna Ginatri S. Noer, kesuksesan film garapannya merupakan sebuah rezeki dan keberuntungan. Dia mengakui bahwa tidak semua film yang ditulisnya terjamin akan menjadi box office.

Untuk menciptakan film yang sukses di pasaran, ada kerjasama tim yang solid di baliknya. Jika ada sebuah skenario yang bagus, belum tentu akan terlihat bagus di layar jika sutradaranya kurang mumpuni. Namun kadangkala ada pula skenario yang biasa saja, digarap oleh sutradara yang bagus maka hasilnya pun bisa jadi memuaskan.
Gina sendiri memandang, pengembangan skenario adalah suatu investasi awal yang paling murah bagi para produser jika ingin menghasilkan film yang berkualitas. Dia melihat masih ada saja pihak yang menganggap enteng masalah skenario.

Gina tidak mau terburu-buru dalam bekerja. Dia membutuhkan waktu yang cukup panjang yaitu minimal enam bulan dalam menciptakan skenario yang matang. Waktu sepanjang itu dihabiskan antara lain untuk merumuskan ide cerita, melakukan riset, menyusun sinopsis, memperkuat karakter, hingga menulis skenarionya. Setelah jadi, skenario pun biasanya masih harus melalui proses perubahan berkali-kali.
Selama proses menggarap skenario, dia melibatkan sutradara, produser, dan sebuah sindikasi penulis skenario. Mereka akan membantu mengembangkan ide cerita tetapi ide dasar dan proses menulis skenario itu sendiri tetap berada di tangan Gina.
Pekerjaan menulis skenario memang berbeda dengan pekerjaan menulis buku, cerpen, atau puisi yang dapat dilakukan murni seorang diri. Pada prakteknya, seorang penulis skenario tetap harus berkolaborasi dengan pihak lain untuk melakukan pengembangan cerita.
Salah satu hal penting yang kerap dilupakan dalam proses penggarapan skenario adalah riset. Gina yang memiliki latar belakang pendidikan Komunikasi Massa pun merasa beruntung. Lewat ilmu jurnalisme investigasi yang dia pelajari saat kuliah, dia memiliki modal kuat untuk melakukan riset.
Skenario yang baik baginya adalah skenario yang memiliki cerita serta menampilkan karakter-karakter yang menarik, sehingga membuat penonton terus bertanya, “What’s next?”.  

Apabila penonton telah berhenti bertanya, artinya mereka kurang menikmati. Apalagi di era sekarang ini, jika bosan dengan film maka beralih ke telepon pintar di genggaman tangan adalah langkah termudah.



dian nafi dengan mbak Gina S Noer dan tim Plot Point di UWRF Ubud Bali


Gina merasa film sangat berperan penting bagi kehidupannya. Film baginya dapat membentuk hidup seseorang. Sejak kecil, dia gemar melahap berbagai bacaan dan film. Hal tersebut tak lepas dari pengaruh keluarganya.
Dia lahir dan sempat merasakan masa kecil di Balikpapan. Saat usianya 10 tahun, dia bersama keluarga pindah ke Jakarta. Selain membaca dan menonton, Gina kecil pun senang menulis.

Saat duduk di bangku SMA, sahabatnya mengenalkan kepada Angga Dwimas Sasongko yang kini menjadi sutradara. Gina dan Angga membuat bersama yaitu film pendek berjudul Maya (2003).
Film digarap dengan modal handycam pinjaman. Bahkan untuk mengedit film tersebut, mereka harus ke daerah Mangga Dua karena tidak memiliki komputer. Mereka kemudian mengikutkan filmnya ke kompetisi film pendek. Setelah film tersebut, mereka tak berhenti berkarya hingga kini.
Ada sebuah momen penting lainnya saat Gina masih duduk di bangku SMA. Dia mengikuti sebuah workshop perfilman dari kru Ada Apa Dengan Cinta? termasukMira Lesmana dan Rudy Soedjarwo. Kala itu hujan turun, tapi dia tetap bersemangat untuk ikut. Siapa sangka, saat ini dia telah menjadi rekan seprofesi Mira Lesmana dan Rudy Soedjarwo.

Seru kan pengalaman mbak Gina dalam dunia tulis menulis, skenario dan perfilm-an. Dengannya aku akhirnya bertemu langsung guna brainstorming ideku tentang sebuah novel. Berangkat dari ketertarikan mereka akan cerpenku yang menang lomba saat itu, mereka memang memintaku menulis cerita yang lebih panjang aka novel untuk bisa diterbitkan. 

Beberapa ide kusampaikan dalam pitching dan brainstorming di Jakarta kala itu, dan mbak Gina meng-ACC salah satunya yang kemudian kukembangkan menjadi novel Mengejar Mukti. Alhamdulillah novel tersebut akhirnya lahir dan sudah bisa teman-teman dapatkan di sini >> https://play.google.com/store/books/details?id=2D3JDAAAQBAJ


Kami bertemu lagi saat sama-sama menghadiri Ubud Writer Reader Festival di Bali waktu itu, sekitar Oktober beberapa tahun lalu. Kemudian kami jumpa lagi saat awarding night di Crematology Coffee &  Roaster  daerah Senopati Jakarta. Karena novelku Shape Of My Heart terpilih menjadi salah satu dari delapan novel terbaik pilihan even Bulan Narasi yang diselenggarakan Nulis Buku dan Plot Point.  Lalu aku bersua lagi dengan mbak Gina karena mendapat undangan hadir dalam gala dinner yang digelar oleh Mizan September tahun berikutnya sekaligus launching Mizan Digital Initiatives.

 
Sukses terus ya mbak! Proud of you!
dian nafi dengan gina s noer pitching dan  brainstorming jakarta

Feature Film
  • Foto, Kotak dan Jendela (2006)
  • Lentera Merah (2006)
  • Jelangkung 3 (2007)
  • Musik Hati (2008)
  • Ayat-Ayat Cinta (2008) (bersama Salman Aristo)
  • Perempuan Berkalung Sorban (2009)
  • Queen Bee (2009)
  • Hari Untuk Amanda (2010) (bersama Salman Aristo)
  • Habibie & Ainun (2012) (bersama Ifan Adriansyah Ismail)
  • Pintu Harmonika (2013) (bersama Piu Syarif, Rino Sarjono, dan Bagus Bramanti, Sigi Wimala)

Short Movies
  • Maya (2003) (produser) Sutradara : Angga Dwimas Sasongko
  • Ladies Room (2003) (produser & penulis) Sutradara : Angga Dwimas Sasongko
  • Refleksi (2005) (penulis) Sutradara : Angga Dwimas Sasongko
  • Harmoni Baruga (2009) (penulis) Sutradara : Dani
  • JK (2009) (penulis) Sutradara : Hanung Bramantyo





dari berbagai sumber

Komentar