Recent Posts

Talkshow Kiat Menulis Novel Duet Alhamdulillah mini talk show Selasa pagi berlangsung lancar. Live instagram hampir satu jam  ya. S...

Talkshow Kiat Menulis Novel Duet




Talkshow Kiat Menulis Novel Duet


Alhamdulillah mini talk show Selasa pagi berlangsung lancar. Live instagram hampir satu jam  ya. Sempat deg-degan khawatir kalau sisa kuota data internet nggak cukup buat live IG, karena tinggal sedikit, eh ternyata sampai selesai acara, masih sisa lho. kayaknya sih untuk satu jam live instagram butuhnya sekitar 300 - 400 MB. 


baca juga #DNevents yang terdahulu: 
Perempuan Membaca ngobrol bareng Dian Nafi: tema Produktif Menulis

refleksi event Webinar Writerpreneurship di era new normal bersama Gramedia Academy.


Di mini talk show kali ini ngobrolin tentang  menulis novel duet.
1. Berapa kali menulis novel duet? 
Terhitung dari pertama kali nulis yang serius untuk komersil ya, tahun  2009, sampai sekarang baru nulis novel duetnya lima kali.
Judul novelnya? 
Luv 
Mesir suatu waktu 

2. Kenapa memilih mengerjakannya berdua ngga sendiri aja? 

Karena berbagai alasan 
Mayasmara, karena aku lagi belajar, dan butuh guidance. waktu itu pertama kalinya nulis panjang, jadi biar lebih mudah dikerjakan bareng-bareng. Itu saja butuh delapan bulan pengerjaannya. 


Segitiga: Ada cerita di setiap sudutnya:  karena aku sama Nessa sama-sama geram dengan ilegal logging dan permainan lsm denÄ£an pejabat 

Lelaki kutunggu lelakumu, karena aku sama mbak Endang sama-sama punya pandagan eh ternyata ada laki-laki yang  bikin gemas tapi juga njengkelin karena naksir tapi  nggak berani nembung. 

Luv, karena mau coba cara bertutur lain, yang kurasa bisa kudapatkan jika nulis bareng mbak Julie Nava


Mesir Suatu Waktu, buat welcoming ke adikku yang baru saja balik dari kuliah di Al Azhar Mesir. Kurasa dia pasti punya banyak cerita. Tapi kalau disuruh nulis sendiri pasti malas, jadi aku bantuin. Hehehe.


3. Lebih mudah mana menggarap novel berdua atau sendiri? 
Apa kelebihan dan kekurangannya?

Sama saja sih. tapi kalau nulis berdua, berarti nulisnya dikit aja kan separuh-an ngerjainnya ya. 

Kelebihannya kalau berdua, bisa bagi tugas. Irit waktu, energi juga pikiran.
kekurangannya, tidak punya kuasa penuh atas jalan cerita ataupun pesan-pesan yang ingin kita selipkan. harus kompromi.
dan untuk membuatnya nge-blend, musti ngalah juga. jadi kita biarkan salah satu saja yang refining dan kasih finishing touch biar gampang nge-blendnya.  

4. Bagaimana pembagian tugas saat membuat novel berdua?
Saat pe-writing, sepakati premis, sinopsis, outline, pengkarakteran, jalan cerita dll. Setelah itu langsung siapa yang ngerjain bab mana saja. 

lebih gampang kalau masing-masing mengerjakan karakter yang berbeda, sehingga kan tidak masalah jika gaya tuturnya berbeda. 

5. Bagaimana cara memilih pasangan duet novel? 
cari yang punya vibe, frekuensi sama dan selaras dengan kita. Mudah dan enak tek tokannya. Dan tentu sepakat tentang cerita yang mau dibuat, serta punya komitmen untuk menyelesaikan sampai selesai. 

6. Gimana seandainya memiliki style bercerita yang beda
Biasanya aku menyesuaikan
pak agus tuh bahasanya sastra di mayasmara
nessa nge-pop banget di segitiga
mbak endang puitis di lelaki
mbak julie metro di luv
rabiah adawiyah khas pesantren dan azhary di mesir suatu waktu

aku tinggal ngikutin gaya mereka. soalnya kan aku gemini. hahaha
#eaaaaa

**

Upcoming event#DNevents: 
Webinar Arsitektur Masjid Agung Demak bareng para penulis arsitektur






0 komentar: