Recent Posts

 Manfaat Kemampuan Fotografi Bagi Penulis Banyak orang bertanya kenapa aku yang lulusan arsitektur Universitas Diponegoro bisa terjun k...

Manfaat Kemampuan Fotografi Bagi Penulis

 Manfaat Kemampuan Fotografi Bagi Penulis
Banyak orang bertanya kenapa aku yang lulusan arsitektur Universitas Diponegoro bisa terjun ke dunia penulisan, bahkan menulis fiksi cerpen, novel, memoir, kisah inspiratif, puisi, buku-buku motivasi pengembangan diri dan lainnya.
Waktu itu aku juga heran sendiri. Apa kaitannya ya antara arsitektur dan sastra serta kepenulisan. Sampai kemudian aku mendengar penjelasan dari beberapa guru fan mentor, bahwa memang pada dasarnya hal-hal prinsipil dalam arsitektur juga dipakai dalam kepenulisan. Seperti perencanaan alias planning, perancangan  alias desain, komposisi, proporsi, balance dan tentu saja fungsional serta estetis keindahan.
Salah satu guru menulisku juga mengatakan, yang sebenarnya ada banyak hal atau bidang lain yang harus kita kuasai demi mendukung kerja otak, pikiran dan perasaan kita sebagai penulis.
Orang-orang yang pandai memasak, alias bisa meramu dan memadupadankan berbagai bahan masakan serta bumbunya menjadi sebuah hidangan yang lezat juga menarik, cenderung memiliki kemampuan inttinsik dalam dirinya dalam memadukan berbagai unsur dalam kepenulisan lalu meramunya menjadi sebuah tulisan yang sedap.
Begitu juga seorang penulis yang memiliki kemampuan fotografi, ia akan cenderung lebih canggih dalam melihat segala sesuatu. Fia pandai mengambil titik di mana oa seharusnya berdiri dan melihat permasalahan atau peristiwa itu, sehingga memiliki sudut pandang perspektif yang lebih unik.

Seorang fotografer yang canggih bisa dengan secara otomatis dan cepat juga secara alam bawah sadar dalam menangkap sebuah momen. Momentum. Yang bagi kebanyakan mata biasa, dia akan melewatkan hal krusial tersebut. Dalam hal ini pulalah kemampuan tersebut berguna  bagi penulis.
Kemampuan menampilkan detail, fokus, menjaga komposisi, balance, proporsi, dan keindahan lainnya dalam fotografi mengasah kepekaan seorang penulis. Sehingga saat menulis, ia akan mempunyai keindahan dan kejelian mengeksplor sesuatu, menampilkannya dengan cara terbaik yang bisa menghanyutkan dan menyihir pembaca.
Kita tahu bahwa pekerjaan rumah paling  erat bagi penulis adalah how to deliver and convey the message after catching them from this universe.

(Foto dari berbagai sumber)

Setuju nggak nih dengan pendapat ini?
Yuk belajar fotografi juga.

0 komentar: