Diskusi Parenting And Education At Louis Kienne

Diskusi Parenting And Education At Louis Kienne


















alhamdulillah stlh seharian kmrn puyeng pas tahu trial programme-nya minta license, akhirnya save by nano. pelajarannya adalah: ternyata pasti ada jalan keluar asal kita relax dan nggak tegang, kemrungsung apalagi marah2. plus harus yakin kalau pasti ada solusi.  


alhamdulillah lagi, akhirnya di tengah banyaknya deadline naskah dan tugas-tugas, sebuah kabar bahagia datang menjadi ice breaker. 
Ada reuni dan meet up dengan teman-teman yang meski lama tak bertemu, tapi cinta itu masih terasa. Kami juga tengah menyiapkan sebuah antologi tentang parenting dan education. So diskusi seru dan inspiratif mewarnai kopdaran yang heboh ini.


kmrn saat bersua lagi dg teman2 pergerakan stlh belasan thn tak jumpa,ada pemikiran&pglmn rasa baru yg dtg. cinta, terrnyata tak selalu sama warnanya. pun pencerahan. tekstur, gelombang yg dulu jd cirinya,kini bs berbentuk lain. aneka analisa bercampur aduk di kepala mencari jwb.



dulu saat merupa spt malaikat,getar emosi kemanusiaan justru merajai diri&sinaps2 antar kita. lalu kmrn saat alunan ombak tak lagi sedahsyat dulu, tp kt tahu cinta itu kekal, kemanusiaan justru mjd milik kt lagi. atau mmg shrsnya kt tak memandangnya dg pendktn malaikat/manusia?



itu krn kita menua,lalu cinta tak lagi serupa rasanya spt saat kita muda?cinta yg dewasa mungkin sebutannya?ataukah krn kemampuan kt bertambah shg dpt menampung lbh byk warna cinta tanpa hrs menimbulkan beriak di danau jiwa yg sdh mjd lbh luas&lbh bening sbb mengendapkn byk hal?
msh yg telat upload. sama2 merintis paud th 2006,tmn bdg kmrn ini sama dg tmn sini juga,bgn sd 2010 smp 2015. paud yg kurintis,msh paud aja. merasa ketinggalan gitu rasanya sedih&intropeksi,tp sisi lain hati yg syukur berbisik tak semua org sama rel-nya.

pun dtg semacam pelecut utk mengejar ketertinggalan. btw,sbnrnya klo mau py sekolah sd,smp,kmrn ini juga sdh di dpn mata lho ya. tp pikiran gak waras (atau justru waras) menyabotase diri spy jgn mengambilnya. atau itulah jln takdir,atau itulah ujian yg msh hrs dilalui. who knows


sepjg perjlnn balik kmrn juga pesan mba bar berputar2 trus di kepala. jgn ambil jk tdk darurat. jgn. &lalu sadar mrk yg mencegahku mengambil pilihan itu,bukan krn kontra pd plhnnya,atau mengkhawatirkn anggapan org atas plhn itu,tp lbh krn mrk eman akanku jk berada dlm posisi itu.



If we change view approach to life isn't about win or lose anymore,means we're loser? Bgm jk kt mengukurnya dg seberapa terbekatikah kita?

Terberkati mungkin berarti meski tampaknya kalah (materi) tp dilimpahiNya ujian yg membuat kt sadar kembali akan hakikat khdpn.& semacamnya

Balik ke konsep roodhiyatan mardhiyyah,bgm kt tahu ukuran 'puas&memuaskanNya' itu sesuai mau-Nya? Kalau less grade, gmn?Se-puol apa hrsnya?

Spt saat bpk sedho &sbnrnya msh py byk cita2 yg blum dicapai, apakah pencapaiannya selama ini sampai akhir hytnya sdh rodhiyatan mardhiyah?

Or ktk suami meninggal di usia 40&tentu sj spt msh jauh dr pencapaian2 yg mgkn bs diraih,rodhiyatan mardhiyah-nya y spt yg kami lht saat i
Apakh sbnrnya alm bpk or suami semestinya pencapaian2nya bs lebih dr keadaannya saat pergi itu? Ya mungkin sj. Tp bhw akhirnya baik,husnul..
.khotimah, sptmya itu yg terpenting. Meski ukuran rodhiyatan mardhiyah-nya bukan wewenang kt. &mungkin mmg bukan utk diukur,tak ada ukuran

Tp kebermanfaatan bg byk org itu jelas bs diukur.& ukurannya tdk selalu materi. Tdk hrs kaya dulu utk berbagi manfaat,ilmu,energi,kontribusi
Blkgn,berbagi manfaat tdk hrs lewat&py lembaga sendiri,tdk hrs dg lampu sorot, dll. *Mgkn ini bs jd salah satu ukuran rodhiyatan mardhiyyah?

 

 

Komentar