Pak Hanif Dzakiri Pada General Studium dan Wisuda STIQ



Perhelatan wisuda STIQ kali ini istimewa karena ada General Studium oleh bapak Hanif Dzakiri Menteri Tenaga Kerja. Beliau pada malam sebelumnya juga hadir di pesantren milik mertuanya adikku di Semarang untuk sebuah perhelatan penting lainnya. Karena malamnya aku tak sempat ikutan ke sana, maka pagi hingga siang hari itu aku menyempatkan diri memenuhi undangan acara wisuda ini.

Deretan anggota kabinet Jokowi ini memang sebagian besarnya merupakan para santri alias orang-orang NU yang kami banggakan atas pencapaiannya. Aku sudah bertemu dan berfoto serta berbincang dengan Menteri Sosial Ibu Khofifah Parawansa. Beliau juga berkenan tanda tangan di novel-ku GUS terbitan Kaki Langit Prenada Jakarta.

Menteri Ristek pak Natsir adalah menteri (NU) berikutnya yang pernah kujumpai. Beliau alumnus pesantren milik mertuaku di Semarang. Juga dulunya rektor almamaterku Universitas Diponegoro. Nama dan prestasinya seringkali kini beredar dari mulut ke mulut santri-santri, menjadikan sosok inspiratif yang menggenjot semangat mereka.

Pak Hanif Dzakiri mulai membetot perhatianku  ketika beliau menyanyi duet dengan Rizal Armada di sebuah acara, dan dishare di medsos waktu itu. Ternyata setelah ketemu langsung pada hari wisuda ini, aku makin bisa melihat keunikan beliau. Terasa berusaha bergaya kekinian  dengan memakai semacam gelang anak muda di tangannya. Yang kalau bagi santri, gelang dengan untaian kayu kecil bulat itu bisa dipakai sebagai tasbih.

Meskipun sebagian besar materi general studiumnya normatif, tetapi kehadirannya saja sudah lumayan membuat segala sesuatunya jadi berenergi.

Selamat wisuda, adik-adik!
Kehidupan sesungguhnya baru saja dimulai. Ganbatte!

Komentar