Recent Posts

Menjahit, Menggambar atau Membangun Cerita Sebenarnya apakah kita ini Menjahit, Menggambar atau Membangun Cerita? Semua beda-beda met...

Menjahit, Menggambar atau Membangun Cerita

Menjahit, Menggambar atau Membangun Cerita


Sebenarnya apakah kita ini Menjahit, Menggambar atau Membangun Cerita?

Semua beda-beda metode dan pendekatan. 

Hari ini di masa pandemi corona, guru kita Pak AS Laksana menggelar pelatihan menulis (online) seharga satu juta rupiah untuk mengajarkan tentang bagaimana menggambar kalimat, menggambar cerita.


Sedangkan Mbak Dewi Dee Lestari penulis Supernova series mengajar kelas menulis online juga, Kazen Writing.  Kaizen, perbaikan kecil yang dilakukan berkesinambungan, adalah prinsip yang mbak Dewi Lestari yakini dan terapkan dalam menulis. Di kelas tersebut mbak Dee akan berbagi metode hasil pengalaman dan uji coba sepanjang 19 tahun kariernya sebagai penulis. Peserta  akan tahu tahap demi tahap yang saya lakukan, hal penting apa saja yang perlu dicermati ketika berproses, dan berbagai perbaikan yang bisa diterapkan agar kemampuan menulismu terus bertumbuh.


Pak AS Laksana jualan kelas menulisnya di facebook. Mbak Dewi Lestari jualan kelas menulisnya lewat twitter. 

Seorang penulis kelahiran Indonesia berketurunan Tionghoa yang sudah lama tinggal di Amerika Serikat, Bu Lian Gouw, punya pendekatan lain. Dia selalu menampilkan adegan-adegan dalam imajinasinya di kepala seperti dia sedang memutar film, dia menyaksikan film yang dibuatnya itu dalam benak, lalu menuangkannya dalam kalimat-kalimat novel. Begitu cara bekerjanya. 


Penulis favoritku Khaled Hussein yang karyanya The Kite Runner kubaca ulang beberapa kali, terlihat kalau menjahit ceritanya dengan sangat rapi. Ada benang merah yang tampak ketika kita membaca utuh ceritanya, semua dijalin dalam puzzle puzzle yang kemudian kita temukan saling berhubungan. Bahkan gimmick gimmick yang bertebaran juga terlihat kalau dirancang dengan apik. Kita tak tahu sebelumnya bahwa itu akan terjadi, tapi dimunculkan kemudian menjadi sebuah tayangan yang wah iya ya, ini tuh yang itu. 

baik dalam karakterisasi maupun setting dan scene serta sub-plot sub-plotnya. Indah sekali. Very neat. dan halus pisan. So subtile. 

Seperti seorang pria dengan pot tomat, kalau kita lontarkan sepotong ungkapan ini, kita tahu itu adalah diplomat amerika yang bertugas di afganistan yang mempersulit proses adopsi amir akan anak lelakinya hasan, sohrab.

Tentang amir yang menyelipkan segenggam uang di bawah karpet saudaranya si kurir pengantar amir selama di afganistan, ternyata seperti adegan saat belasan tahun lalu amir menyelipkan segenggam uang juga di bawah karpet rumah hassan demi memfitnahnya.

Daaan masih banyak lagi gimmick gimmick lain dan benang merah yang ada. 

kalau kamu?
bagaimana cara dan metodemu menulis?
apakah Menjahit, Menggambar atau Membangun Cerita?

**

Oh ya, kalau teman-teman berminat untuk ikut kelas menulis online juga bersama Dian Nafi, silakan daftar ya. Berikut link-nya:

Kelas online MENULIS CERPEN. Terbatas hanya untuk 30 peserta online.⁣⁣⁣
DAFTAR sekarang! bit.ly/kelascerpenDN

Kelas online MENULIS NOVEL. Terbatas hanya untuk 30 peserta online.⁣⁣⁣
DAFTAR sekarang! bit.ly/kelasnovelDN


Kelas online MENULIS BUKU. Terbatas hanya untuk 30 peserta online.⁣⁣⁣
DAFTAR sekarang! bit.ly/kelasbukuDN

0 komentar: