Pengalaman Residensi Penulis

Agustus 24, 2019 dian nafi 0 Comments

Pengalaman Residensi Penulis




Alhamdulillah kemarin ini belum lolos masuk residensi penulis yang diselenggarakan Komite Buku Nasional.

Tapi alhamdulillah kalau mengingat kembali perjalanan kepenulisan sepuluh tahun ini, ternyata aku sebenarnya sudah ikut beberapa residensi penulis. Meski namanya bukan residensi penulis.


Beberapa yang berkesan adalah saat cerpenku terpilih dan memenangkan hadiah workshop kepenulisan cerpen di Kompas Jakarta waktu itu. Tahun 2011 kalau gak salah ingat.  Mendapat pengajaran langsung dari begawan begawan cerpennya kompas ini sekaligus menjadi  salah satu titik atau tonggak pencapaian aka mile stone di awal awal karir kepenulisanku.


Residensi penulis yang kedua saat aku terpilih ke Bandung setelah cerpen anak karyaku menyisihkan ratusan cernak lain yang masuk. Bersama 20 an penulis lain kami digodhok di hotel tengah kota Bamdung oleh para trainer PBA dan KPK.

Ŕesidensi penulis yang ketiga adalah saat aku terpilih bersama 9 orang lainnya menyisihkan ratusan penulis yang juga submit. Kami dikirim ke villa mizan unyuk Noura Books Academy di puncak untuk residensi penulis dan diajar langsung dengan guru guru nulis yang handal.

Residensi penulis yang keempat ketika proposalku terpilih menyisihkan ratusan proposal lain yang juga masuk dari seluruh indonesia. Aku bersama 17 orang terpilih lainnya ditempa di Tempo Institute selama dua minggu langsung oleh senior senior Tempo. Beberapa di antaranya lulusan harvard. So proud and it is very wonderful experience.

Alhamdulillah. Empat residensi penulis yang kuikuti ini memberiku banyak bekal dalam karir kepenulisan.

However aku tetap berharap bisa ikut lebih banyak residensi penulis lagi.  Semoga residensi penulis dari komite buku nasional tahun depan. Dan juga IOWA etc. Aamiin

0 komentar: