Turun Berat Badan 12 kg Dalam 6 Bulan

Turun Berat Badan 12 kg Dalam 6 Bulan


Saat acara buka bersama Ramadan kemarin bersama teman-teman lulusan Arsitektur Undip, banyak teman yang takjub karena melihat perubahan yang lumayan drastis pada diri saya. Sebab saat kami bertemu sebelumnya pada bulan November lalu di acara lustrum kampus, saya kelihatan gedhe banget alias gendut.

Lho kok bisa sih? Tanya teman-teman.
Apa rumusnya? Apa resepnya?

Sambil cengengesan seperti biasanya saya jawab, resepnya adalah miliki pacar. Ahaha....

Soalnya kalau punya pacar pasti kita pengen menjaga penampilan. Iya kan? Kalau enggak punya, pasti sakkarepe dhewe. Makan banyak, ngemil terus, pokoknya santai aja terus sampai menggelembung tak terkendali. Hehehe...bercandaaaaa....






Yang sebenarnya adalah semua karunia ini adalah pemberian Allah semata. Atas pertolongan dan hidayahNya, akhirnya saya menemukan jalan untuk kembali. Semoga akan terus terjaga seperti ini. Aamiin.

Jadi kesadaran akan pentingnya kesehatan (dan ramping) datang ketika saya sering merasa pusing dan suka mengantuk, lemas, cepat lelah. Badan sepertinya berat, padahal aktifitas dan mobilitas tinggi.

Dulu sekali saya sudah pernah berhasil menjalani gaya hidup vegetarian dengan cara food combining selama empat bulan. Sampai kemudian Desember 2012 waktu dapat hadiah pelatihan menulis di Puncak selama dua hari itu membawa saya kembali ke pola makan lama.

Semuanya masih berjalan normal dan biasa saja sepertinya. Maksudnya berat badan tetap normal, ideal. Saat ke Ubud Bali Oktober 2013 itu juga masih ringan tubuh, buat jalan jauh juga oke-oke aja.

Tapi tekanan pekerjaan, stress karena situasi dan macam-macam hal membawa pola hidup dan makan makin kacau. Ketika pindah rumah sendiri tengah tahun 2014, makin tak terkendali makannya. Apalagi kalau anak-anak nggak habis makannya, pasti sayang rasanya kalau dibuang. Akhirnya masuklah ke dalam tubuh. Gitu terus.

Sehingga tahu-tahu tubuh membesar, berat badan sampai kelebihan 12 kilogram. Waktu pusing-pusing makin sering, mau tak mau saya periksa. Dan memang kolesterol  berlebih, usia metabolisme jauh lebih tua daripada usia sebenarnya, dan berbagai indikator kesehatan lainnya saya kelebihan dari yang seharusnya.

Dus, kalau mau sehat, saya harus diet dan olah raga. Mau nggak mau.

Januari 2016 alhamdulillah ketemu pak Wied Harry, instruktur diet alkali, dan belajar banyak dari beliau. Dengan memaksa diri, saya berhasil turun dua kilogram selama delapan minggu setelah pola makan disesuaikan dengan cara beliau.

Maret awal itu saya mencoba diet mayo, dan alhamdulillah turun delapan kilogram dalam dua minggu. Cerita dan menunya bisa teman-teman baca di postinganku tentang diet mayo.  

Berarti total turun 10 kg kan ya. Lalu dua kilogram lagi turun dalam kurun antara April sampai Mei. Alhamdulillah, rasanya senang sekali. Tubuh lebih ringan, terasa sehat, tidak pusing-pusing, tidak gampang mengantuk lagi, dan terasa bugar.

Oh ya, selain menjaga pola makan, saya juga pillates tiap hari. Setidaknya lima belas menit. Atau kadang-kadang jalan cepat maupun lari keliling alun-alun di pagi hari. Sekuatnya aja sih. Pokoknya kira-kira sampai keluar keringat. Hehe..

Semoga sedikit cerita ini bisa bermanfaat ya.

Sekarang sedang menjaga agar tidak naik lagi berat badannya, karena selama lebaran ini kan undangan makin banyak dan makan-makan enak seperti tak terhindarkan. Hadeuuuh...



Komentar

Posting Komentar