improving writerpreneurship

Post Top Ad

November 28, 2025

Arsitektur dan Kesadaran: Mengapa Ruang Lebih Dalam dari yang Kita Lihat

by , in

Arsitektur dan Kesadaran: Mengapa Ruang Lebih Dalam dari yang Kita Lihat



Kita hidup di tengah arsitektur setiap hari—rumah, kota, jalan, ruang kerja. Namun jarang kita menyadari bahwa ruang-ruang inilah yang sebenarnya membentuk cara kita berpikir, bernapas, dan merasakan hidup.

Buku Arsitektur dan Kesadaran hadir untuk mengajak kita melihat ruang dengan cara yang berbeda. Menggabungkan fenomenologi, antropologi, psikologi lingkungan, dan neuroarchitecture, buku ini menunjukkan bahwa arsitektur adalah bahasa yang berbicara pelan, namun memengaruhi banyak hal: dari emosi, fokus, relasi sosial, hingga spiritualitas.

Dalam bab-bab awal, pembaca diajak memahami bagaimana cahaya, skala, hening, material, dan ritme ruang dapat menuntun kesadaran. Bab-bab selanjutnya menggali bagaimana trauma, pemulihan, kota, dan keheningan berhubungan dengan desain. Ada juga studi kasus nyata—dari masjid tua Nusantara hingga ruang retreat modern.

Ini bukan buku teknis, bukan pula buku spiritual murni. Ia berada di antara keduanya—menawarkan pandangan bahwa merancang ruang berarti merancang kehidupan. Dan bahwa perjalanan pulang sejati kadang tidak ditemukan di jalan, tetapi di ruang di mana kita duduk diam dan mulai mendengar diri sendiri lagi.


baca bukunya di sini >> bit.ly/DianNafi

November 28, 2025

Manifesto Ruang dan Makna: Menghadirkan Kedalaman di Balik Arsitektur

by , in




Di tengah dunia yang bergerak cepat, kita sering melintas ruang tanpa benar-benar melihat. Kita masuk, keluar, bekerja, beraktivitas—tetapi jarang berhenti untuk bertanya: Apa yang diajarkan ruang kepada kita?

Buku Manifesto Ruang dan Makna lahir dari keyakinan bahwa arsitektur bukan sekadar urusan bentuk dan fungsi, tetapi juga tentang keberadaan dan kesadaran. Buku ini merangkai pendekatan fenomenologi, hermeneutika, dan spiritualitas untuk memahami ruang sebagai teks kehidupan.

Melalui pembahasan tentang makna, tubuh, keheningan, identitas, ruang kota, hingga teknologi dan smart cities, pembaca diajak merasakan kembali dimensi terdalam dari pengalaman ruang.
Ruang dilihat bukan sebagai objek, tetapi sebagai dialog—antara manusia dan alam, antara budaya dan sejarah, antara dunia luar dan dunia batin.

Buku ini memuat 25 tesis manifesto serta prinsip-prinsip merancang ruang bermakna yang dapat menjadi panduan bagi arsitek, desainer, akademisi, dan siapa saja yang ingin hidup lebih peka terhadap lingkungan sekitarnya.

Pada akhirnya, Manifesto Ruang dan Makna mengingatkan kita bahwa setiap bangunan yang kita buat adalah perpanjangan dari nilai-nilai yang kita percaya.
Merancang adalah tindakan etis dan spiritual.
Dan ruang yang baik adalah ruang yang membuat manusia kembali menjadi manusia.


Dapatkan bukuya di google play dan google books

bit.ly?DianNafi

Post Top Ad