Pemburu Piala Dan Piagam

 Pemburu Piala Dan Piagam

Waduh, kalau ditanya apa hal paling kreatif yang pernah kulakukan saat remaja; baik SMP atau SMA, agak-agak bingung juga jawabnya nih. Karena aku sebagaimana sekarang yang workaholic, dulu jaman sekolah juga studyholic. hehehe. Namun alhamdulillahnya seperti sekarang yang juga suka banget kumpul-kumpul, kopdar-kopdar dan travelling, dulu juga suka banget organisasi dan kelilingan baik dalam kota maupun luar kota.

Dari jadi regu pramuka sejak jaman SD, SMP, SMA, dikirim sekolah untuk ikut lomba sampai ke pelosok-pelosok daerah Wedung, Mranggen, Dempet dll. Sampai keluar kota, Salatiga, Magelang, Semarang, Kendal dll. Dan tahu sendiri kan seperti apa pramuka itu, full kreatif dan penuh kegilaan. Dari yang bikin yel-yel, memecahkan kode-kode, hiking dan offroad mencari jejak, sampai adu pentas seni yang membuat kita mengerahkan seluruh imajinasi. Apalagi kalau musuhnya dari luar daerah, wah rasa kebangsaan dan ketanahairan alias kedaerahan kita serasa langsung tersulut. Pokoknya kita musti yang paling bagus nih, yang paling kreatif. Jadi ya gitu deh, seru!!

Belum lagi pas kita harus masak secara bergantian sesuai jadual piket untuk kelompok atau regu kita sendiri. Kalau masakan nggak enak, mungkin sudah biasa. Tapi masakan gosong...hohoho...itu jadi cerita yang nggak habis-habis buat diolok-olok.




Itu tadi yang mainnya secara group atau kelompok. Kalau yang main sendirian, nah ini nih, nggak tahu gimana dan nggak tahu kenapa, kok ya aku terus yang ditunjuk sama guru-guru itu untuk ikut lomba sana-sini. Bahkan sampai sudah kelas tiga SMA pun, menjelang ujian nasional, masih saja aku yang disuruh ikut maju lomba. Hadeuh...

Tapi saat itu kok ya seneng-seneng aja aku melakukannya. Soalnya bisa jalan-jalan keluar kota juga kalau mewakili sekolah dan kabupaten, sampai ke Semarang, Salatiga, Jogja. Dapat uang saku, makan di luar, dan rasanya fresh karena berada di luar kelas. Alhamdulillahnya pelajaran nggak ketinggalan, nilai selalu bagus dan juga dapat NEM tertinggi sesekolah dan kabupaten waktu itu. Alhamdulillah.

Lombanya banyak bidang studi. Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Jawa,  Matematika, Fisika, dll. Jadi  urutannya menang kecamatan, dikirim ke kabupaten, setelah menang dikirim ke provinsi.

Bahkan juga bikin penelitian untuk diikutkan lomba LIPI. Dua kali waktu itu dalam dua tahun berturut-turut. Yang pertama penelitian sosial tentang pemulung, yang kedua penelitian sains tentang kunyit. Dua-duanya kalah. hehe. tapi waktu itu dapat piagam LIPI. Yang tanda tangan pak Habibie kayaknya ya sebagai menristek. Lupa-lupa ingat.

Yang aku heran, kok ya sempat-sempatnya aku aktif di OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) dan Rohani Islam aka ROHIS, jadi ketua bidang kewanitaan. Giat banget mengadakan pengajian tiap jumat bakda sekolah, pengajian dan liqo hari Ahad. Jadi redaktur Majalah Dinding ROHIS dan OSIS serta buletin Rohis.

Malamnya masih bisa sekolah madrasah dari bakda maghrib sampai jam sembilan kadang setengah sepuluh malam. Hehe.

Bolehlah dibilang hal paling kreatifnya adalah melipat waktu dan melipat jarak biidznillah, dengan ijinNYA. Kullil hamdu lillah.



Komentar

  1. Wah. Aktif sekali..penghargaannya juga banyak.. Keren mba.. Jadi ikutan termotivasi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Aamiin. ayo saling menyemangati ya.
      Terima kasih..

      Hapus

Posting Komentar