Recent Posts

Spektrum Karya Prosa, Puisi, Fiksi, Nonfiksi, Standar, & Kontrastandar. Menentukan suatu karya sebagai apa trnyata nggak semudah itu...

Spektrum Karya

Spektrum Karya


Prosa, Puisi, Fiksi, Nonfiksi, Standar, & Kontrastandar. Menentukan suatu karya sebagai apa trnyata nggak semudah itu. Kotak2 definitif hitam-putih cuma terjadi di teori (wilayah analisis). Di praktik (wilayah pengaryaan) semua jadi SPEKTRUM.

Msh ada yg rancu apa itu prosa, apa itu cerpen?

Prosa & Puisi adlh bntuk tulisan. Sdrhananya: Prosa based on paragraf. Puisi based on larik. Dlm Prosa ada Fiksi & Nonfiksi. Prosa Fiksi: Cerpen, novel, dsb Prosa Nonfiksi: Esai, buku teks kuliah, dsb. BISA diperdebatkan.

Kenapa bisa diperdebatkan? Krn ada standar n kontrastandar. Puisi bisa terdiri dr paragraf KALAU bentuk paragraf dijadiin kontrastandar. Prosa yg di dalamnya ada larik menyerupai puisi tidak membuat novel jd puisi. Ada lg prosa/puisi lirik. Standar/kontrastandar ini riweut
Mau bikin puisi/cerpen bentuk tabel? BOLEH BANGET. Bentuk tabel adalah kontra standar. Hal2 kek gini bisa jd bahan perdebatan definisi, dan ini malah serunya nulis/berkarya. Di luar itu semua, berkarya mah berkarya aja. Capek kalo terus2an bahas definisi.

Mosaik, Ikan, Ubin, Seni, Keramik

Cerpen memang dr sononya prosa. Apa lagi yg mau digabung
Yg mungkin dilakukan, Mis: Nulis cerpen dg kontrastandar makalah—cerpen pakai abstrak, pendahuluan, pembahasan, kesimpulan, dsb.

Dunia nulis, n seni secara umum selalu bisa dikembangkan, dipelajari, & dipertanyakan. Mungkin, nggak penting. Tapi, memahami hal2 semacam ini jadi penting kalau kita mau berkarya kreatif, gak terikat banyak batas, tapi tetap tidak terkesan asal2an.
Puisi Nonfiksi ada nggak? Bisa aja ada. Kali aja ada yg mau bikin puisi yang isinya penjelasan sistem reproduksi atau hukum mekanika

Skrg tinggal kitanya aja sbg pengarya mau liat batas sebagai apa? Per se batasan, atau malah ruang kreatif? Kita yg pilih

Yg jelas, batas antara kreatif dan ngawur, ide bagus atau ide sampah, memang kabur. Mostly, batas itu letaknya di cara kita eksekusi. Ide yg kreatif bisa jadi terlihat kek kengawuran yg meaningless kalo dieksekusi asal2an, dan tanpa penguasaan teknik yg proper
Menguasai teknis butuh waktu, gak terjadi semalam. Butuh jam terbang. Sabar. Ulang-ulang. Yg jelas: ide sederhana yg dieksekusi dg baik jauh lebih berharga dibanding ide rumit dg eksekusi dg teknis ambyar. One step at a time.
Seni, Seni Supplies, Artis, Biru, Sikat
Contoh di bentuk seni lain. Lukisan. Apa yang membuat lukisan jadi lukisan? STANDAR-nya adalah FLATNESS (kedataran). TAPI, kalau seorang pelukis menempelkan SEPEDA ke karyanya (saya pernah liat), apakah bentuk sepeda bikin lukisan itu bukan lukisan? TIDAK. Itu tetap lukisan.

Kenapa? Karena konsep Standar-Kontrastandar. Selama masih berbasis Flatness, karya itu tetap lukisan. Flatness adalah standar. Bentuk sepeda yang 3Dimensi adalah Kontrastandar-nya
Pun di tulisan. Misal: Biografi adlh nonfiksi, standarnya adalah KEBENARAN KEJADIAN. Tapi, biografi punya KONTRASTANDAR, salah satunya: SUARA BENAK (ini standar fiksi). Muncul dlm kalimat2 kek: "Pengkhianatan itu membuat Cut Nyak Dien merasa dalam badai."

Siapa yg bisa membuktikan bahwa Cut Nyak Dien bener2 merasa ada "badai" dalam pikirannya? Tidak ada. "Badai" muncul akibat IMAJINASI si penulis. Toh, Pernyataan itu adalah Asumsi Logis yang BOLEH dipakai oleh seorang penulis biografi karena suara benak adlh kontrastandar-nya.

sumber wisnucuit

0 komentar: