improving writerpreneurship

Post Top Ad

Tampilkan postingan dengan label momentum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label momentum. Tampilkan semua postingan
Juni 11, 2026

Menyambut Muharram: Tentang Awal yang Tidak Selalu Baru

by , in

 Menyambut Muharram: Tentang Awal yang Tidak Selalu Baru






Setiap kali Muharram datang, selalu ada kalimat yang berulang: tahun baru, semangat baru. Kita seperti diingatkan untuk memulai lagi—menata niat, merapikan langkah, dan diam-diam berharap kali ini semuanya akan berjalan lebih baik.

Tapi semakin ke sini, aku mulai merasa… tidak semua awal benar-benar terasa baru.

Ada hal-hal yang masih sama. Rutinitas yang itu-itu saja. Kebiasaan yang belum juga berubah. Bahkan doa-doa yang masih diulang dengan harapan yang serupa.

Dan mungkin, itu tidak apa-apa.

Muharram tidak selalu harus dirayakan dengan perubahan besar. Kadang, ia datang hanya untuk mengingatkan—bahwa waktu tetap berjalan, dan kita diberi kesempatan lagi, meski dalam kondisi yang belum sepenuhnya siap.

Aku pernah berpikir bahwa memulai tahun baru harus dengan sesuatu yang besar. Resolusi yang jelas. Target yang tinggi. Perubahan yang terlihat.

Tapi nyatanya, hidup tidak selalu bergerak sejauh itu.

Ada tahun-tahun di mana yang bisa kita lakukan hanya bertahan. Menyelesaikan hari dengan cukup baik. Menjaga diri tetap utuh, meskipun tidak banyak yang berubah.

Dan mungkin, itu juga bagian dari perjalanan.

Muharram mengingatkan kita pada hijrah. Tapi hijrah tidak selalu berarti pindah sejauh mungkin. Kadang, ia hanya tentang bergeser sedikit—dari kebiasaan yang tidak baik ke yang sedikit lebih baik. Dari sikap yang terburu-buru ke yang lebih sabar. Dari merasa cukup sendiri, menjadi lebih mau meminta pertolongan.

Hal-hal kecil, yang sering kita anggap tidak berarti.

Padahal justru di sanalah perubahan diam-diam terjadi.

Di awal tahun ini, aku tidak ingin membuat terlalu banyak janji pada diri sendiri. Tidak juga ingin menetapkan target yang terlalu tinggi.

Aku hanya ingin berjalan dengan lebih sadar.

Lebih peka pada apa yang kulakukan. Lebih jujur pada apa yang kurasakan. Dan mungkin, sedikit lebih berani untuk memperbaiki hal-hal yang selama ini dibiarkan.

Karena pada akhirnya, tahun baru bukan tentang seberapa jauh kita melangkah.

Tapi tentang apakah kita benar-benar bergerak, meskipun pelan.

Selamat datang, Muharram.

Semoga kita tidak hanya menghitung waktu yang berlalu, tapi juga memahami apa yang sedang kita jalani.

**

Baca buku-buku bertema menata ulang (reset) dan semacamnya di sini >> https://play.google.com/store/books/series?id=iJiKHAAAABADhM

Post Top Ad