Leadership On Crisis

Maret 14, 2020 dian nafi 0 Comments

Leadership On Crisis
Kepemimpinan Dalam Masa Krisis


Leadership (Kepemimpinan) bakal nampak dan terbukti pada saat menghadapi krisis. Kalau kondisi biasa, orang cekatan vs orang Omdo alias omong doang tidak akan ekstrim perbedaannya.  Justru dalam  situasi krisis, kita bisa melihat kualitas kepemimpinan seperti apa, apakah dia pemimpin yang baik di tengah krisis atau pemimpin yang buruk di tengah krisis ini.

Iim Fahima dalam cuitannya di twitter membagikan insight-nya bagaimana semestinya karakter pemimpin dalam menghadapi krisis.

Pertama. Karakter pemimpin diuji saat krisis. Dalam kondisi ini, pemimpin harus paham akar masalah dan turun tangan langsung ambil komando. Ini tidak bisa dipindahkan ke sosok lain karena karisma, kepedulian, tonality, clarity dan gesture seorang pemimpin tidak bisa "dititipkan"

Arahan pemimpin secara langsung ke team inilah yang akan menentukan team bergerak sepenuh hati atau tidak.

Leadership is a matter of having people look at you and trust your confidence and seeing how you react. If you are in control, your people in control too.

Kedua. Saat krisis, semua orang cenderung panic dan terburu-buru. Akibatnya, langkah yang diambil cenderung reaktif, tidak strategis.

Dalam situasi ini, seorang leader harus bisa mengambil jarak sesaat agar bisa berpikir solusi yang konstruktif.

Ketiga. Krisis dan chaos harus ditangani dengan cepat, tapi tidak boleh buru-buru. Leaders have to act promptly not hurriedly. Be quick but don’t hurry.

Langkah strategis dan konsruktif tidak identik dengan gerakan yang slow.  Ini bisa dikombinasikan dengan Speed.

Keempat. Dalam situasi krisis, pemimpin harus bs manage ekspektasi. Jangan berikan janji-janji surga. Keep it realistic.

Paparkan problem, impact, strategi penanganan jangka pendek, sedang, dan panjang. Kalau kondisinya pahit ya sampaikan, we hav to fight this battle together!

Kelima. Memimpin dalam situasi krisis itu luar biasa tantangannya. If you start to lose focus on the big picture, it might be necessary to take step back from the situation and reassess it, or even seek outside advice. Ngobrol sama negara tetangga, mungkin?

Yang utama saat krisis adalah JUJUR atas masalah yang dihadapi.

Menyembunyikan masalah hanya akan membuang waktu yang mahal, yang harusnya bisa dipakai untuk penanggulangan krisis.

Apa yang akan membuat sebuah krisis jadi semakin buruk? 
Leaders yang tidak menanggapi krisis dengan serius. Leaders yang tidak turun tangan langsung mengambil alih komando.

Setidaknya di tengah krisis kepemimpinan nasional saat ini kita masih bisa melihat dan merasakan kepemimpinan yang kita anggap ideal.

0 komentar: