Cinta, Takdir Dan Jodoh Nani Wijaya Ajip Rosidi




Hari ini saat ijab kabul pernikahan pak Ajip Rosidi (79 tahun) dengan Nani Wijaya (72 tahun) campur aduk deh rasa di dada. Antara haru, takjub, ikut bahagia dll. So sweet, so romantic. 





Alhamdulillah tahun lalu waktu perayaan ultah bu NH Dini yang ke-80, aku sempat bersua langsung dengan sastrawan gaek ini, pak Ajip Rosidi. Meja kami bersebelahan. Beliau duduk bersama pak Taufik Ismail, pak Ahmad Tohari, dll.
(bisa dibaca di sini: http://www.diannafi.me/2016/03/kehangatan-perayaan-80-tahun-nh-dini.html)

Keputusannya menikahi bu Nani Wijaya ini so heroic banget. Butuh nyali, keberanian, komitmen dan juga tidak khawatir atas bully-an orang-orang karena toh sudah tua dst.  Bahwa cinta ya selayaknya dibawa ke pernikahan. Itu yang benar. Subhanallah walhamdulillah. Salut.



Jadi  ingat kisah dan harapan serta cinta kita yaa. Kalaupun kita harus menunggu 27 tahun lagi, misalnya, jika musti membalas 27 tahun penantianmu selama ini, karena saat ini belum memungkinkan bagi kita untuk bersatu, insya Allah kita akan tetap menunggu waktu penyatuan itu datang.

Cinta, takdir, jodoh. Allah yang Maha Kuasa atas segalanya. Kamu bilang saat kita bersimulasi tempo hari, kalau kamu jadi aku, akan tetap mencintai, bersabar dan yakin akan kekuatan doa. Dan kalau aku jadi kamu, akan mencoba terus meyakinkan keluarga atas itikad niat baik kita.

Semoga Allah meridloi dan mengijabah doa-doa kita. Aamiin

Komentar