improving writerpreneurship

Post Top Ad

Tampilkan postingan dengan label fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fiksi. Tampilkan semua postingan
April 26, 2016

Belajar Dari SGA, Huruf Kecil Dan Oddang

by , in
Belajar Dari SGA, Huruf Kecil Dan Oddang



24 April kemarin, seperti biasanya bukannya yang ulang tahun dapat hadiah, tetapi justru ia yang menghadiahi. Hadiah ultah KF ke-3 kali ini spesial bangets. Karena kami diberi kesempatan untuk belajar langsung dari para sastrawan hebat di negeri ini. 

Ada maestro, mas Seno Gumira Ajidarma, penyair Aan Mansyur dan Faisal Oddang yang meski masih muda tapi sudah mengglobal sampai ke Asean. Alhamdulillah senang banget karena saya bareng SGA pernah sama-sama diminta menulis endorsment untuk sebuah novel tentang Papua dan toleransi.


Agar berhasil dalam menulis harus keluar dari tiga mitos tentang sastra ~ Seno Gumira Ajidarma

Banyak membaca, memanjakan imajinasi, memiliki sudut pandang yang baru & berbeda serta motivasi kuat merupakan tips utama menulis.
omong kosong belajar jadi penulis kalo tidak membaca.
buku tehnik menulis itu banyak, tapi tidak akan lahir seorg penulis itu tanpa membaca
Ngaku penulis kok nggak mau baca, ya pensiun aja
Mitos sastra; Sastra itu curhat, bahasa mendayu-dayu, isinya petuah itu omong kosong
Penulis itu yang paling penting adalah sudut pandangnya

buku yg menarik itu yg menggugah kita unk menulis
semakin banyak menulis, secara tidak lngsung kita sudah belajar
Jika kita terbiasa menulis, rasanya ada semacam musikal yg mnyertai tiap tulisan kita

meniru itu boleh, tapi plagiat itu dilarang. Silakan meniru dam jng plagiat
Mengarang itu sesuatu yg menyenangkan. Tapi plagiat itu tidak bakalan bahagia

Saya itu tidak punya tips. Tapi kalo kita kreatif pasti bisa berhasil. Pokoknya bacalah
Penulis itu tak diukur dngn umur. Jadi susah dijelaskan brp umur yg tepat menjadi penulis


Kalau urutannya, SGA jadi gongnya. Nah, sebelumnya ada Aan dan Faisal dulu. Ini beberapa kutipannya:


Kalau kata Aan Mansyur, Tugas penulis adalah mengajak orang untuk berhenti sebentar.

1997 - 1998 saya habiskan untuk membaca buku di 7 perpus makasar - M. Aan Mansyur
2015 ia membuat "kata kerja" dan dia pustakawan.

Biar kamu tdak lupa, catatlah kata kakeknya.
Salh satu yg dilakukan penulis adl berpikir 2 langkah lebih depan daripada pembaca. Misal dari A ke D
Hampir semua tulisannya ditulis dinihari, rata-rata pukul 04.00

Di komunitas ia berperan sebagai penulis, karena teman2nya tak ada yg jadi penulis

Kalo kalian ketahui menulis di Indonesia salah satu takdirnya adalah Miskin, kata Aan. *Hadeuh*
Hampir semua puisi yg kalian baca, itu pembaca pertama adalah Ibu Saya
Puisi menjadi alat komunikasi saya dng ibu saya
Membaca buku itu sama halnya dengan konsumsi
Semakin banya kamu membaca buku, semakin sadar banyak hal yg tak kamu ketahui
Ketika anda menulis, anda akan terjerumus pada pekerjaan yg tak ada waktu istirahatnya
Semakin lambat kamu berjalan, semakin banyak hal yg kamu dapat (lebih detail)
Bertanya pada hati "apa tujuan kamu menulis?" sebuah pertanyaan dari Aan untuk kita semua.
Menulis itu sebenarnya adalah menulis ulang
Menulis itu ada 2 kemungkinan; kalo kamu tdk mendokumentasikan kecerdasanmu, ya mendokumentasikan kebodohanmu -
Menulislah seperti Gandhi, dan mengeditlah seperti Hitler
Saya berhenti mengedit jika sudah mentok tulisan itu tak bisa dikurangi
Pulang, menulis sampai sesering mungkin, dan jng berusaha jadi penulis



Nah, kemudian giliran Faisal Oddang nih.

Setiap cerita yg saya tulis, itu sebagian besar pernah saya alami di masa lalu -
Setiap tulisan saya tak lepas dari lokalitas Sulawesi Selatan -
Saya suka menulis karena ayah saya selalu menceritakan waktu mau tidur
Jika ide mentok, saya akan tulis dengan sudut pandang yg berbeda

"Belum tentu sepatu yang saya gunakan berjalan kompatibel buat kaki teman-teman." 
Agar tidak jenuh dalam menulis, cintailah menulis seperti kau mencintai kekasihmu. 
Bila Aan Mansyur tidak bisa menulis di tempat ramai, maka Faisal Oddang justru kebalikannya. Dia justru tidak bisa menulis di tempat sepi.



Met Ultah kampus fiksi diva press, semoga makin sukses dan berkah. Aamiin.


*beberapa kutipan diambil dari cuitan Nasir

April 09, 2016

Malam Berdarah-darah

by , in

Malam Berdarah-darah

Astaghfirullah. Astaghfirullah.
Allah Allah..
Aku tak henti hentinya  merapal lafal lafal thoyyibah. Pandanganku kabur, tampak samar suamiku yang berdiri di sebelah bed tempatku berbaring lemah.
“Sakit, nok?”, tanya kak Aris dengan suara yang bergetar.
Kupaksakan sedikit mataku untuk melihatnya lebih jelas. Astaghfirullah.
Kulihat sebagian bagian depan dan lengan bajunya terdapat percikan darah.
“Mas……….”, lemah suaraku dan bergetar bersama degup jantungku yang tak teratur serta perih terasa di sekujur tubuh dan juga wajahku. Kak Aris meraih kepalaku dan mendekatkan tubuhnya merapat kepadaku, tetapi hampir urung ketika menyadari percikan darah di bajunya akan mengenaiku. Karena aku toh sudah berdarah -darah juga, ia melanjutkan pelukannya. Dan tangis kami membuncah di malam yang terasa menggigit menyeramkan.

“Katanya sih orangtua pintar yang disebut sebut Tante Irin bisa membaca masa depan kita”, mama menyiapkan beberapa bungkus gula pasir dan teh, memasukkannya ke dalam kardus sedang.
Aku dan kak Aris saling berpandangan. Agak janggal mendengar keterangan ibu. Hmmm….apakah ini legal, apakah ini syar'I, apakah ini benar? Begitu yang bergulat dalam pikiranku. Mungkin kak Aris sepaham denganku dalam hal ini.
“Tante Irin sukses sekarang. Bisnisnya lancar dan mbah orang tua pintar ini yang memberitahukan jalan kesuksesan tantemu”, mama melanjutkan ceritanya.
“Kalian kan kayaknya belum ketemu jalur rel karir dan usahanya. Daripada ngalor ngidul, tidak ada salahnya kita tanyakan hal ini sama mbah orang tua pintar itu”, mama terus membujukku dan Kak Aris. Kami akhirnya menurut mama dan malam itu bersama beberapa saudara lain yang memiliki tujuan serupa berkendara mobil menuju rumah orangtua pintar itu di luar kota, 25km  dari kota kami.
Duar!
Segalanya gelap gulita. Erang kesakitan lirih kudengar bersahutan dengan teriakan  orang-orang.
“Astaghfirullah. Astaghfirullah. Allah. Allah. Allahu Akbar”, rintihku.
Beberapa tubuh telah berjatuhan di sekitar diriku yang juga terjerembab dengan wajahku menatap jalan raya yang kasar. Uh! Sakit dan perih. Kurasakan dan terlihat samara ada beberapa pasang tangan yang memindahkanku dari jalan ke sebuah pick up terbuka. Kak Aris yang sudah duduk di pojoknya meraih dan mendekap aku. Dingin angin tengah malam menusuk tubuh bersama aroma darah dan kengerian di depan mataku. Astaghfirullah. Seram,nyeri, perih, dingin, takut dan semua rasa tak nyaman mencengkramku dan mungkin semua yang masih terjaga di sini.
Kulihat pamanku terbujur kaku di dekatku.
“Inna lillahi wa inna ilaihi rooji'uun”, desis Kak Aris. Ia semakin erat memelukku yang kebingungan. Cuma kami berdua yang sadar dari delapan orang penumpang mobil itu. Dan sepertinya pamanku sudah tak bernyawa lagi. Inna lillahi wa inna ilaihi rooji'uun.
Aku terus termangu di kamar tempat aku dipindahkan dari ruang ICU sekitar sejam yang lalu. Aku sendiri.
“Aku mau menengok yang lain dulu”, kata kak Aris berpamitan setelah menemaniku beberapa saat. Hanya dia seorang yang masih kuat berdiri dan berjalan kiranya.
“Rawat saudara lainnya yang lebih parah, kak. Aku tidak apa-apa”, kataku berusaha tegar. Ia menggenggam erat tanganku sebelum meninggalkan aku sendirian di kamar itu. Sendirian tapi tak sendiri.
Aku mulai meraba - raba bagaimana dan mengapa ini terjadi.
“Ya Rabb. Ya Allah. Ampuni kami”, lirih aku berbisik dalam hati. Kiranya Dia menyelamatkan kami dari jalan yang mungkin bisa menjerumuskan kami.
“Mungkin orangtua pintar itu memang diberi anugrah dan kelebihan oleh Allah”, jelas ustadz yang sering mengisi pengajian di masjid dekat rumah kami.
“Namun orang yang datang untuk meminta saran dari orang tua pintar itu bisa saja salah niat dan itikad. Bisa-bisa tauhidnya yang bergeser karena keyakinannya tidak kepada Allah, tetapi meyakini orang tua pintar itu.”, sambungnya.
Kami duduk melingkar di bawah pohon rindang yang ada di pojok pelataran rumah sakit. Berenam, aku,kak Aris, ustadz Irfan, dan tiga santri yang ditugaskan menunggui kami selama dirawat di sini.  Paman sudah dimakamkan kemarin tanpa kehadiran tante yang sengaja tidak diberitahu kejadian ini karena kondisi tante yang masih parah. Hanya kak Aris yang bisa hadir di pemakaman itu diantara kami bertujuh yang masih hidup.
“Saya juga berpikir demikian, ustadz”, kataku pelan sambil menahan perih di wajahku. Sebenarnya aku masih belum pulih tapi memilih untuk bergabung dengan mereka di luar karena jenuh dalam kamar.
“Semisal kemudian kami yang datang kemarin itu sukses dan berhasil dalam karir dan bisnis serta lainnya. Bisa jadi kekaguman terhadap terawangan orangtua pintar itu bisa meracuni akidah dan tauhid kami”, aku melanjutkan buah pikiran semalamanku
di malam berdarah itu, saat di kamar sendirian dan mencium aroma kematian dalam rombongan kami.
Malam berdarah darah itu memang menyeramkan secara fisik dan auranya, namun kesadaran akan hikmah di balik kecelakaan itu tak dapat kuungkap dengan kata manapun. Tuhan jatuh cinta padaku, pada kami. Jadi Dia menyelamatkan kami dari bahaya dan kecelakaan yang lebih besar dibanding kecelakaan mobil kami yang ditabrak mobil container besar dari arah belakang.
“Alhamdulillah”, ucap kak Aris.
Syukur yang berpadu bersama kesakitan dan kengerian yang kami alami.
Betapa berharganya pelajaran ini. Engkau tunjukkan kuasaMu dan pelajaran bagi kami akan ketauhidan. Kan ku genggam hidayah ini erat-erat selamanya, bisik hatiku.

Januari 12, 2016

Katalog DN

by , in
Katalog DN

Langsung klik judul bukunya untuk link infonya lebih lanjut :)


  1. Mayasmara
  2. Dualapan
  3. Bumi Tiga Matahari
  4. Lelaki Pertama
  5. Segitiga
  6. Lelaki Kutunggu Lelakumu
  7. LUV Untuk Cinta Yang  Selalu Menunggu
  8. Ayah Lelaki Itu Mengkhianatiku 
  9. Sarvatraesa 
  10. Miss Backpacker Naik Haji 
  11. Xali 
  12. Just In Love 
  13. Lelaki Pertama
  14. Mesir Suatu Waktu
  15. GUS
  16. Matahari Mata Hati
Kumpulan Cerpen
  1. Twinlight
  2. 22 Hari Bercerita
  3. Tugu
  4. Bunga Rampai Seringkuh
  5. Frog Rings
  6. Gado-Gado Poligami
  7. Antologi Orange
  8. Cerita Cinta Kota
  9. Love Never Fails 
  10. Journey To The Light
  11. Syair-syair Hening 
  12. Dunia Maya 

  • -
  1. Titik Balik
  2. Crazy Moments
  3. Lagu Opick Inspirasiku
  4. Bicaralah Perempuan
  5. Lovely Lebaran Serendipity
  6. Wujudkan Mimpimu
  7. Para Guru Kehidupan
  8. Selaksa Makna Ramadan
  9. For The Love of Mom
  10. Storycake For Ramadan
  11. Undimensioned
  12. Bilakah Tuhan Jatuh Cinta
  13. Pondok Comblang
  14. Setan 911
  15. Balita Hebat
  16. Masa Kecil Tak Terlupa
  17. Detik Demi Detik
  18. Berjalan Menembus Batas
  19. Storycake For Mompreneur
  20. Storycake Keajaiban Rejeki
  21. Karena Surga Di Bawah Telapak Kaki Ibu
  22. Hot Chocolate For Broken Heart
  23. Storycake Nikmatnya Bersyukur 
  24. 101 Perempuan Berkisah
  25. Hebohnya Emak-Emak


Buku-buku tsb tersedia di Toko Buku Gramedia, Togamas, Tisera, Gunung Agung, Karisma, dll. 
Bisa juga dibeli online 



Cara Pembelian online:


silakan pesan via sms/wa 081328767574, 

atau email ke: diannafihasfa@gmail.com. 
atau inbox fb ummi hasfa 
atau DM twitter @ummihasfa. 
Sertakan nama, alamat lengkap , kode pos, no telpon, judul buku pesanan apa saja. Setelah itu kami akan mengirimkan rincian harga yang harus Anda transfer ke rekening kami. terima kasih

Post Top Ad