improving writerpreneurship

Post Top Ad

Tampilkan postingan dengan label Menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menulis. Tampilkan semua postingan
Mei 03, 2021

Kelas Online Menulis Memoir

by , in


Kelas Online Menulis Memoir

Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) menjadi pilihan terbaik saat pandemi Covid-19 terjadi.

Hasfa Institute mengadakan pelatihan/kelas online di berbagai platform sesuai preference teman-teman, bisa di whatsapp, telegram, zoom atau google meet.


Kelas online MENULIS MEMOIR dibuka.

Terbatas hanya untuk 30 peserta online.⁣⁣⁣

daftar 
bit.ly/kelasmemoir
**
Pilihan kelas ONLINE lainnya:
senEN cerpEN
selaSA eSAi
raBO BlOG
kamIS jurnalIS
jumAT curhAT menulis kisah inspiratif

sabTU TUlis buku
mingGO GO digital marketing
KELAS NOvel

Kelas memoir, biografi


daftar: bit.ly/orderhasfa


**
Ingin mengundang dan bekerja sama juga untuk kelas dan sharing kepenulisan, seminar, pelatihan? 
Hubungi wa.me/085701591957
atau line diannafi57 untuk terhubung langsung dengan nara sumber


Agustus 09, 2020

Bunga Rampai Tips Menulis

by , in
Bunga Rampai Tips Menulis

Musim Semi, Menulis, Berkomunikasi
Hai, apa kabar?
Sudah membaca dan menulis apa hari ini?

Berikut kami rangkumkan Bunga Rampai Tips Menulis.
Semoga bermanfaat ya:)


Tips Menulis Esai
1. Tips Esai (1)
2. Tips Esai (2)
3. Tips Esai (3)
4. Tips Esai (4)


Kiat Menulis dengan Scamper

Tips Menulis Chicken Soup Story

Kiat menulis novel duet

Nulis Single atau Duet

21 Pertanyaan untuk Kreator dan Inovator

Kiat Menulis Cerita Anak

15 Kiat Memperkuat Keberanian Menulis

Tips Produktif

Tips Content and Copy Writing

5 Rahasia Menulis ala dian nafi

7 Langkah Writerpreneur

Tips Menulis Resensi

5 Langkah Menulis dengan lebih cepat


12  Hal yang perlu diperhatikan Setelah Nulis Postingan Blog
Tangan, Menulis, Pena, Orang Orang
Tips Menulis Powerful Content

Kiat Sukses Produktif

Tips Menulis Memoir

Kiat Sukses Writerpreneur

Tips Author Personal Branding

Tips Menulis Novel 

Tips Menulis Novel Yang dipersiapkan untuk Film

Tips Efektif SEO writing

Tips membawa karya ke kancah internasional

Tips Launching Buku

16 Tips Bertahan Menjadi Penulis

Tips Ngeblog Asyik

Tips Menulis Perlit Personal Literature

6 Metode meningkatkan Kreatifitas

Menulis Novel dalam 100 hari

Tips Mengatasi Writer Blocks

Penyebab Writer Block dan cara mengatasinya


Itu dulu ya. Nanti kalau nemu lagi dari ensiklopedia tips nulis yang sudah pernah di-share dalam postingan-postingan blog dian nafi, akan kami bagikan kembali.

Selamat membaca dan menulis ^_^

EVENT TERDEKAT
Gambar
dian nafi akan mengisi sesi hari kedua pada Webinar Forum Gramedia Academy


Dapatkan tips praktis dan panduan jadi Seller Market Place dari para praktisi di bidangnya lewat Gramedia Academy Webinar Forum SELLER MARKET PLACE.

Mulai dari bagaimana cara memulai usahamu, pengelolaan toko, hingga meningkatkan skala usahamu. Jadi, apapun produk yang kamu jual dan di mana pun market placenya, kamu wajib banget ikutan Webinar Forum ini.

Ada promo early bird dan bisa pilih harinya.
Agustus 01, 2020

Prolog dan Epilog

by , in


Prolog dan Epilog

Prolog dan Epilog. Perlu nggak, sih?

Jawaban singkatnya: TIDAK
Sering banget, kan, nemu cerita pake prolog dan epilog? Di Indonesia, banyak banget fiksi yg pake prolog dan epilog.
Pertanyaan pertama: Kenapa nggak langsung Bab Satu?
sebagian (besar?) penulis baru mulai nulis dari prolognya. True? Saya sering nemu naskah2 baru di online yang pas sy buka isinya cuma prolog. Pertanyaan saya: Bagaimana bisa beliau nulis prolog kalau naskah utamanya belum ada?
Memang bnyk fiksi yg pake prolog/epilog, tapi kalau kita bikin prolog/epilog CUMA dengan alasan: Penulis lain melakukannya, kita sudah bikin KESALAHAN BESAR. Apalagi klo alasannya biar keren. Lebih salah lagi. Karena, asas dasarnya adalah Novel TIDAK PERLU pakai prolog/epilog.
prolognya selesai ditulis paling akhir. Awalnya, novel ini tidak pake prolog. Kita baru bisa tahu apakah butuh prolog/epilog KALAU naskah novelnya SUDAH SELESAI. Atau, kita sudah memiliki outline yg sangat ketat dan nggak akan berubah.

Jadi, sebenarnya nggak masuk akal ada naskah belum selesai (bahkan belum mulai!) tapi udah ada prolognya. Why? Karena eh karena (sebenarnya) PROLOG TIDAK BERHUBUNGAN sama cerita. Catat: Prolog dan Epilog BUKAN BAGIAN dr cerita dlm novel.



Prolog dan epilog HARUSNYA mirip kek kata pengantar/sambutan. Kalopun gak dibaca, nggak kenapa2. Alias: sebenarnya, klo pun DIHAPUS nggak ada (dan gak boleh ada) masalah.

Jadi, apa itu Prolog/Epilog? Prolog/epilog adalah (sesederhana) informasi tambahan DI LUAR cerita inti yang penulis pengen diketahui sama pembaca. Makanya, kalo cerita blm selesai, sbnrnya gak mungkin kita bisa nulis prolog (kecuali penulisnya nggak tau prolog itu apa).
Bagaimana kita bisa nulis kisah di luar cerita kalau cerita yang DI DALAM aja belum selesai? Nggak masuk akal, kan? Kalau sampe isi prolog/epilog ada hubungan sama ceritanya, ngapain ditaro situ? Masukin aja ke Bab Satu (atau bab mana pun). Buat apa ada prolog/epilog?

Ya begitu itu. Prolog/epilog-nya gak ada hubungan sama ceritanya. Isi Prolognya, bisa bukan kejadian yg menimpa tokoh, itu kejadian lain di luar tokoh

Pun epilognya.
Kalaupun keduanya tidak dibaca, tidak ada masalah. Gitu.

sumber wisnucuit
Agustus 01, 2020

Kiat Membuat Hook Novel

by , in
Kiat Membuat Hook NovelMerajut, Benang, Diy, Hand Made, Hobi



Kalau masalah dalam novel kita adalah Kue Apem. Mulailah dari kue apem. Jgn mulai dg matahari bersinar cerah, burung2 berkicau dan alam gemah ripah loh jinawi dan tokoh kita gegoleran di tempat tidur. Straight to the point. Mau cerita apa? Mulai dr sana.


5 paragraf awal novel itu kunci pembuka. Ntar kunci penutupnya sama. Awal dan akhir cerita itu kek 2 sejoli. Apa yg muncul di awal adalah apa yg di jawab di akhi

Penjelasan ttg karakter lakukan sambil jalan. Jgn dibubrahbrahbrah di awal. Bisa2 awal novel kita kek laporan medical check-up tokoh. Selalu mulai dg pernyataan masalah yg jelas. Dari kalimat pertama. Eksposisi cerita n penjelasan karakter gak sama dg bikin biografi tokoh.


Yg dieksposisi ceritanya. Ada masalah apa dlm novelnya? Ini sama kek kita kepo spall-spill kok. Bayangin: "Gw mau spill sesuatu nih. Gw mau cerita mantan gw. Dia adlh org yg bangun pagi setiap hari, terus membuka jendela & menyadari dirinya kesiangan." Apa yg di-spill???
Kasih tokoh kita masalah dr awal. Dan jelas, dia mau apa? Mengutip Kurt Vonnegut: "Every character should want something, even if it is only a glass of water."

Hook, Berkarat, Logam, Karat, Lama, Besi
Terkait protagonis yg sedang membuka cerita, keinginan itu perlu dibuat terkait dg keinginan INTI-nya.

Misal: Tokoh kita mau bikin perusahaan kue apem. Buat mslh di awal terkait kue apem. Misal: Emaknya ngejual cetakan kue apemnya buat beli kupon togel. Si Tokoh marah berantem ama emaknya. Kalo setelah itu dia mau gegoleran lagi, seterah. Tapi, "INI masalah Kue Apem" udh jelas.

Di bagian awal, jangan buang2 waktu (dan huruf, kata, kalimat, halaman) buat jelasin yg nggak2. Di awal inilah fondasi CERITA sedang dibangun. Cerita = Kisah tokoh memecahkan masalah. Di akhir bab pertama, sudah harus jelas, kenapa cerita ini harus ada.
Awal cerita ini namanya: HOOK. Sering sy baru fix dg bagian ini paling akhir, setelah ending solid, untuk memastikan bahwa awal dan akhir bisa saling mencerminkan. Apa fungsinya? Utk membangun kesan UTUH.

Rumusan dasar saya utk membuka cerita: 1. Mengandung pernyataan dan voice protagonis. 2. Berisi AKSI 3. Mengandung masalah yg TIDAK membocorkan plot. 4. Mengandung pertentangan, baik dg tokoh lain, dunianya, atau kepercayaan masyarakat.

Paragraf2 awal ini kek abstrak cerita yg memberi gambaran besar ttg keseluruhan isi novel tanpa jadi spoiler.
Jangan disia2kan dg njelasin tai lalet tokoh kecuali masalah tokoh adalah mau operasi tai lalet.
KLISE (alias adegan2 yg udah dipake sejuta umat) jg perlu dihindari.

Tugas penulis adalah melawan klise.
Btw ini cara editor baca cerita kita loh.
Makanya, editor gak perlu baca naskah sampai selesai utk tahu apakah cerita itu layak terbit atau nggak. 1-2-3 bab aja ud keliatan. Klo dr awal udh bertele2, itulah gaya yg cenderung akan muncul sepanjang novel.
Buku untuk acuan menulis
Stephen King - On Writing. Trus lanjut ke struktur, misal: 1. John Truby - Anatomy of Story. 2. Screenplay - Syd Field. 3. Save The Cat - Jessica Brody. 4. Prose Fiction: Introduction of Semiotics of Narrative - Ignasi Ribo 5. Semua buku Narratology.

sbnrnya gak terlalu perlu utk baca buku2 teori, kecuali memang mau mendekati wilayah analisis teoretik. Dr video2 youtube n artikel google aja udh cukup, asal tau kata kuncinya. Teori2 cuma buat wawasan aja. Lagian, utk fiksi gak ada satu pun teori yg bisa menjelaskan utuh.
sumber wisnucuit
Agustus 01, 2020

Karakter Dan Plot

by , in
Karakter Dan Plot


TIDAK PERNAH ngurusin karakter sebelum 3 unsur intrinsik lain (POV, plot, dan setting) BERES.

Karakter adalah hasil rumusan 3 unsur intrinsik lain. Ini Prinsip Keterbalikan.

Apakah sesuatu yg berlaku di dunia nyata, berlaku juga di dunia fiksi? Bisa TIDAK.

Kalau mau cepet belajar nulis fiksi, langkah pertamanya BUKAN belajar nulis atau mulai nulis. TAPI, menebak isi kepala penulis2 sebelum kita.
Klo kita tau pola2 berpikir banyak penulis sblm kita, kita bisa tahu apa yg sbnrnya harus dipelajari.


proses yg buang2 waktu, yaitu: Proses Merumuskan Karakter.
gak ngurusin karakter karena KARAKTER adalah HASIL.

Balik ke Prinsip Keterbalikan Di Dunia nyata, manusia bikin pertimbangan, menghasilkan keputusan, dan muncullah jalan hidup (Plot). Jalan hidup manusia nyata adalah hasil dr pilihan yg dipengaruhi oleh kepribadian/karakter kita. Apakah Fiksi begini juga? Bisa tidak

NGGAK BOLEH bikin titik plot yg bertentangan dg karakter. Klo mau bikin tokoh melakukan sesuatu yg beda, KARAKTERISASINYA HARUS DISESUAIKAN LAGI.

balik lagi ke definisi cerita. Apa itu cerita? Gw menyimpulkan bahwa daftar fitur dan sifat tokoh BUKAN CERITA. Itu BIODATA. Biodata gak bisa gerak. Cerita adlh tentang gerak. Apa yg gerak dr 4 unsur intrinsik? Yup! PLOT!

Kalo kita punya plot, kita punya cerita! Sebelum ada plot, TIDAK ADA cerita. Bener? Bener lah. Nah, apa hubungannya sama karakter? Ini >>> Prinsip Keterbalikan. Dunia Nyata: Karakter menghasilkan Plot. Dunia Fiksi: Plot menghasilkan karakter. How???
Based on pengamatan juga, muncul pertanyaan juga yg makin memperkuat gw utk pake cara ini: Kalau kita dikasih ciri2 seseorang, apa yg membuat kita tahu si A pasti si A? Fiturnya? Benarkah? Mari kita tes.
Ada Perempuan. Suka pake kebaya. Pintar. Cantik. Suka membaca. Peduli pada pendidikan. Siapa? RA Kartini? Salah! Itu nenek gw—guru ngaji Next >>>
Bandingkan: Ada perempuan. Lahir di Jepara. Kirim2an surat sama temennya orang Belanda. Menikah sama Bupati Rembang. Mendirikan Sekolah Putri. Melahirkan satu orang anak laki-laki. Kemudian meninggal. Surat2nya dibuat jd buku. Siapa? Pasti RA. Kartini. How do u know? PLOT.
Ini hubungan antara PLOT & KARAKTER fiksi: 1. Satu jenis plot hanya bisa dijalani oleh satu jenis karakter. 2. Perubahan Plot menuntut perubahan karakter. Pun, sebaliknya 3. Makin rumit/unik Plot, makin rumit/unik karakter. 4. Makin berat konflik dlm plot, makin kuat karakter.

5. Makin detail plot-nya, makin lengkap fitur karakter yg dibutuhkan 6. PLOT yang sama terjadi di SETTING yg beda menghasilkan KARAKTER yg beda juga. 7. Satu Plot yg sama dg POV beda akan memunculkan persepsi KARAKTER yg beda. 8. Makin serupa plot-nya, makin serupa karakternya.

Mari tes lagi. Sebut satu nama Karakter dr cerita ud ada: 1. Si A anak baru. 2. Liat anak lama ganteng 3. Eh, sekelas! 4. Dicuekin anak lama yg jutek 5. Gak sengaja ketemuan 6. Menyelidiki siapa dia 7. Jadian. Sering nemu? Jadi, gak usah heran bnyk cerita karakternya sama.
Bandingkan: 1. Si A anak baru. 2. Liat Anak lama ganteng 3. Eh, sekelas! 4. Dicuekin anak lama yg jutek 5. Gak sengaja ketemu gara2 nyaris ketabrak mobil. Si Anak lama nahan pake tangan kosong. Ajaib! 6. Menyelidiki siapa dia 7. Jadian Siapa si A? Bella - Twilite.


Begitu ada titik plot "nahan mobil ngebut pake tangan kosong" kita bisa nambahin karakterisasi: Protagonis hrs sosok yg BERANI dan punya rasa ingin tahu besar utk menyelidiki siapakah cowok ganteng yg bisa nahan mobil ngebut pake tangan kosong yg ternyata vampir.


Batu, Lukisan, Pemandangan, Tangan, Alam

Makin banyak dan unik titik konflik dan kejadian dalam plot, secara otomatis akan membuat karakter semakin rumit/unik. Kenapa? Karena karakter butuh KAPASITAS tertentu untuk bisa menjalani plot tertentu. Makin remeh plot-nya, makin remeh karakter yg dibutuhin.

Karakter berkapasitas besar dlm plot remeh = LEBAY. Hampir gak mungkin bikin karakter lemah kalau plotnya kuat. Mau bikin karakter punya kekurangan? Sama aja. Buat dia kalah. Misal: Kalah lomba debat. Apa penyebabnya? Buat aja apa, kek. Misal: GAGAP. Karakterisasi, kan?

Q: "Kak, kok karakter saya biasa aja?" A: "Cek Plotnya. Klo plotnya biasa aja, jgn harap muncul karakter luar biasa." Coba aja tambah plotpoin: Tokoh magang di WWF Afrika utk konservasi badak bercula dua. Pasti tuh karakter brubah biar bisa jalanin plotnya. Gak mungkin nggak.

Afrika? SETTING punya peran buat pembentukan karakter. Karakter anak Padang punya CARA berdialog yg beda dg anak Papua. Tokoh ke Cikajang butuh karakterisasi yg beda dg Tokoh dibawa ke Sudan. Ke Sudan jd turis, butuh karakter beda dg tokoh ke sana jd relawan kesehatan.

Tokoh yg jatuh main layangan, beda sm tokoh jatuh dr pesawat antariksa. Buat kejadian2 unik di Plot—yg NGGAK PERNAH DIALAMI ORANG BIASA, kasih POV yg tepat >>> kita otomatis liat karakter yg unik. Klo sampe gak bisa liat karakterisasi berdasarkan AKSi, sbaikny jgn jadi penulis.

Contoh lagi: Tau protagonisnya Twilite? Bella. Tambahin 1 sifat aja: Bella suka melawak di depan teman2nya. Masih bisa jalan nggak tuh plot? Pasti macet karena plot seperti itu memang cuma buat karakter Bella. Beresin Plot, Setting, POV, kita akan dapat KARAKTER.

Cuma 3 hal dlm karakter yg gw siapin di awal: 1. Jenis Kelamin. 2. Usia 3. Pekerjaan/posisi dalam cerita. Fitur lain muncul sbg akibat yaitu fitur2 yg gw perlu dia punya utk bisa menjalankan tugas dr gw di plot. Kek HRD nyari kandidat n bikin training, lah.

Contoh lg deh. Bella pindah ke daerah pegunungan gak ada angkutan umum. Artinya? Artinya bapaknya perlu beliin dia mobil. Artinya? Artinya Bella butuh bisa bawa mobil. Tiap kali ada kejadian, fitur nambah. Karakter makin kompleks. Fisik yg cuma hiasan n seru2an, terakhir.

Gw TIDAK menciptakan karakter bulat (ROUND character). Gw selalu bikin karakter datar (FLAT character) lalu plot gw jalanin. Cemplungin ke setting By process, karakter jd utuh & bulat. Sblm ada Plot/Setting, gw tidak akan bikin karakter yg utuh krn gw blm tau apa yg dia butuh.

Cara ini memungkinkan KARAKTERISASI berubah dlm proses cerita. Alias? DINAMIS. Awalnya bersifat A akhirnya A++. Makin penting peran dlm cerita makin round+dinamis karakterisasinya. Ttg karakter FLAT/ROUND/DINAMIS/STATIS, sila googling, yaaa
Buku, Membaca, Gadis, Orang Orang
Btw, merasa 'kan klo cara ini sama kayak kita menilai temen atau orang baru? Dari mana kita tau sifat/karakterisasi seorng temen baru? Dari tingkah laku dan cerita ttg jalan hidupnya, kan? Cara ini SUDAH kita pake tiap hari.


Makin banyak kita mengetahui perbuatan, tingkah laku, dan pengalaman hidup seseorang, makin jelas karakter seseorang itu di mata kita. Bener, kan?
Jalan hidup luar biasa hanya akan dijalani oleh orang2 yg luar biasa. Setuju?

Bacalah BIOGRAFI. Perhatikan bahwa selalu ada keanehan dlm jalan hidup orang2 besar yg bikin mereka beda dr orang biasa. Sumbernya, ya, dr karakter mereka.

Buat apa karakterisasi luar biasa kalau tokoh kita cuma akan datang ke sekolah utk naksir cowok di sana? Semua orang asal ud akil balig akan melakukan itu
Wajah bermasker kesehatan
Buat tokoh elu bikin demo utk membuka korupsi yg dilakukan kepala sekolah brg cowok yg dia taksir. Pasti dia keren.

taken from wisnucuit



Juli 10, 2020

What most scary things of writing?

by , in

Menulis, Penulis, Catatan, Pena

What most scary things of writing?

Apa yang paling menakutkan dalam proses kita menulis?



HARUS JUJUR The obligation to tell the truth, being honest and vulnerable so we can reveal the core of the core.

Keharusan mengatakan kebenaran, menyampaikan sesuatu dengan jujur, apa adanya sehingga kita bisa mengungkap inti dari yang inti.

Saat kita menolak bicara jujur,mencegah diri sendiri dari menyampaikan yg sebenar-benarnya apa yg kita alami dan kita rasakan,maka tak akan lahir tulisan jernih.

Meskipun ada, mungkin hanya permukaan yang dangkal dan penuh kepalsuan, atau bertopeng dengan framing tertentu yang membuat diri sendiri bergidik


Baca juga tentang 15 Cara untuk Memperkuat Keberanian Penulis.



KHAWATIR DISADUR


Pernah merasa insecure? jangan-jangan benih ide yang kita yang kita cuitkan tahu-tahu diambil dan dikembangkan orang lain? Atau bahkan sudah mengalaminya? Aku sering.

Rasanya kayak ketikung gitu. Apalagi kalau yang mengambil dan mengeksekusi adalah orang yang terkenal, lalu jadi booming, jadi duit. hehehe...

Namun perlu kita sadari juga:

Kekhawatiran kalau-kalau ada orang-orang lain mencuplik ide-ide kita (yang sejatinya berasal dariNya) yang kita tebar saat ngecuit (lalu ia mengembangkan dan menjadi lebih sukses) tak sebanding dengan terbenamnya ide-ide itu di kepala saja sebab sembunyi. Just speak out and spread the ideas. Make them useful for the people and world.
Meski sebenih dzarrah pun, Allah sudah janjikan pahalanya.
Apa kita nggak yakin? Tinggal meluruskan niat saja, lillahi ta'ala. Jariyah jariyah. Anggap saja sebagai jariyah ide, yang ketika kita sudah meninggal dunia pun, pahalanya insya Allah tetap mengalir pada kita. Aamiin.
Toh kita pun kadang terinspirasi cuitan orang-orang lain.
Andai orang lain berterima kasih, terima. Andai tidak, tetap berikan kasih.

**
ini salah satu bentuk tulisan yang hadir dari kejujuran dan apa adanya yang dirasa hari ini.

NGGAK PAKAI MASKER
Hari ini bareng 50 an saudara dr berbagai tempat yg jauh. Aku gak pakai masker sama sekali,peluk,cipika cipiki(ibu justru masih ketat pakai masker)di saat WHO umumkan virus covid tahan di udara 8 jam, dan penularan bisa lewat udara. Bukan krn tdk lagi peduli pandemi, kurasa, tapi ..mgkn lbh krn momennya persis stlh mengalami turbulance kmrn. So aku agak2 'trancendence'? Menyerahkn diri sepenuhnya pd kuasa takdir,membebaskn diri dr sgala kecemasan2 yg mungkin.
Simbol memerdekakan diri sepenuhnya stlh brtahun2 berada dlm bayangan menunggu harap yg tak pastiKalau kmrn2 aku suka mengingatkan anakku utk hati2, selalu pakai masker dst (sampai2 dia bilang aku over) tadi aku sendiri gak peduli. Stlhnya,kupikir2 tadi itu menyedihkan sekali sbnrnya. Kyk sdh siap mati aja(atau mmg pengin mati?) Tapi juga deliberating,semacam pembebasan diri

Mungkin kayak gitu kali ya yg dirasakan org2 nekat di luar sana (kita melihatnya begitu) They deliberate somethings,somehow,somewhy Smoga semua keluarga yg hadir haul hari ini sehat semua, meski langgar protokol covid kabeh:D *Tapi skrg asline awakku rodho nggreges2 ik
Bandingkan dg protesku bbrp hari lalu ttg rencana haul

keluarga besar ini ngotot tetap ngadain haul simbah spt biasanya, ngumpul byk orang. koyok gak percoyo wae yen doa buat ortu tetap akan sampai meski nggak ngumpul. dikasih pandemi covid, kan yo sakjane malah ngirit bbrp juta :D *semua akan muhammadiyah pd waktunya:D

Then suddenly sikapku sendiri berubah. Coz of that turbulence. Iya, patah hati bisa mengubah orang sedrastis itu. Iya, cinta kdg bikin orang tak lagi memperturutkan logika

**

NGGAK KUMANAN DOA KHATAMAN
Bisa jd kita seharian duduk nyimak alquran(tertegun menyadari betapa hebatnya bacaan agung itu, krn dg mendengarkannya saja hati tersirami dan mendapat obat yg ia butuhkan) tapi ternyata kita tak berkesempatan memperoleh gong momentum besarnya saat khataman sebab tiba2 hrs pergi
Ada byk pertanyaan dan kemungkinan atas ketdkoptimalan achievement ini - tdk hdrnya saat khataman,tdk lalu meng-cancel yg sblm2nya ia peroleh (saat sima'an)kan? - ultimate achievement/optimum prize(momentum doa khataman) belum lagi pantas utknya? - apakah mrk yg dtg justru pas...
..doa khataman lbh beruntung (dpt momentum besarnya) dibanding mrk yg simaan saja tp gak menangi/dapat doa khataman? - momentum optima ultima prize hy Dia berikan pd siapapun yg Dia mau beri - kealpaan/ketdkhadiran saat doa khataman, tdk berkorelasi dg asumsi apapun spt di atas?


**
Itu tadi 2 contohnya.
Andai saja memperturutkan ego karena malu memiliki pengalaman yang tidak menyenangkan seperti itu, lalu kita tidak menangkap dan mengambil hikmahnya, justru kita yang rugi sih. IMO


**

Kalau kamu, apa yang paling menakutkan bagimu dalam proses menulis?
Juli 08, 2020

Talkshow Kiat Menulis Novel Duet

by , in



Talkshow Kiat Menulis Novel Duet


Alhamdulillah mini talk show Selasa pagi berlangsung lancar. Live instagram hampir satu jam  ya. Sempat deg-degan khawatir kalau sisa kuota data internet nggak cukup buat live IG, karena tinggal sedikit, eh ternyata sampai selesai acara, masih sisa lho. kayaknya sih untuk satu jam live instagram butuhnya sekitar 300 - 400 MB. 


baca juga #DNevents yang terdahulu: 
Perempuan Membaca ngobrol bareng Dian Nafi: tema Produktif Menulis

refleksi event Webinar Writerpreneurship di era new normal bersama Gramedia Academy.


Di mini talk show kali ini ngobrolin tentang  menulis novel duet.
1. Berapa kali menulis novel duet? 
Terhitung dari pertama kali nulis yang serius untuk komersil ya, tahun  2009, sampai sekarang baru nulis novel duetnya lima kali.
Judul novelnya? 
Luv 
Mesir suatu waktu 

2. Kenapa memilih mengerjakannya berdua ngga sendiri aja? 

Karena berbagai alasan 
Mayasmara, karena aku lagi belajar, dan butuh guidance. waktu itu pertama kalinya nulis panjang, jadi biar lebih mudah dikerjakan bareng-bareng. Itu saja butuh delapan bulan pengerjaannya. 


Segitiga: Ada cerita di setiap sudutnya:  karena aku sama Nessa sama-sama geram dengan ilegal logging dan permainan lsm denģan pejabat 

Lelaki kutunggu lelakumu, karena aku sama mbak Endang sama-sama punya pandagan eh ternyata ada laki-laki yang  bikin gemas tapi juga njengkelin karena naksir tapi  nggak berani nembung. 

Luv, karena mau coba cara bertutur lain, yang kurasa bisa kudapatkan jika nulis bareng mbak Julie Nava


Mesir Suatu Waktu, buat welcoming ke adikku yang baru saja balik dari kuliah di Al Azhar Mesir. Kurasa dia pasti punya banyak cerita. Tapi kalau disuruh nulis sendiri pasti malas, jadi aku bantuin. Hehehe.


3. Lebih mudah mana menggarap novel berdua atau sendiri? 
Apa kelebihan dan kekurangannya?

Sama saja sih. tapi kalau nulis berdua, berarti nulisnya dikit aja kan separuh-an ngerjainnya ya. 

Kelebihannya kalau berdua, bisa bagi tugas. Irit waktu, energi juga pikiran.
kekurangannya, tidak punya kuasa penuh atas jalan cerita ataupun pesan-pesan yang ingin kita selipkan. harus kompromi.
dan untuk membuatnya nge-blend, musti ngalah juga. jadi kita biarkan salah satu saja yang refining dan kasih finishing touch biar gampang nge-blendnya.  

4. Bagaimana pembagian tugas saat membuat novel berdua?
Saat pe-writing, sepakati premis, sinopsis, outline, pengkarakteran, jalan cerita dll. Setelah itu langsung siapa yang ngerjain bab mana saja. 

lebih gampang kalau masing-masing mengerjakan karakter yang berbeda, sehingga kan tidak masalah jika gaya tuturnya berbeda. 

5. Bagaimana cara memilih pasangan duet novel? 
cari yang punya vibe, frekuensi sama dan selaras dengan kita. Mudah dan enak tek tokannya. Dan tentu sepakat tentang cerita yang mau dibuat, serta punya komitmen untuk menyelesaikan sampai selesai. 

6. Gimana seandainya memiliki style bercerita yang beda
Biasanya aku menyesuaikan
pak agus tuh bahasanya sastra di mayasmara
nessa nge-pop banget di segitiga
mbak endang puitis di lelaki
mbak julie metro di luv
rabiah adawiyah khas pesantren dan azhary di mesir suatu waktu

aku tinggal ngikutin gaya mereka. soalnya kan aku gemini. hahaha
#eaaaaa

**

Upcoming event#DNevents: 
Webinar Arsitektur Masjid Agung Demak bareng para penulis arsitektur






Post Top Ad