Lulusan Sekolah Kejuruan Jadi Outsource Joss

Lulusan Sekolah Kejuruan Jadi Outsource Joss

Selama rentang waktu bertahun-tahun menjadi konsultan arsitek freelance sejak 2003, aku telah menggunakan bantuan beberapa drafter untuk membantu  tugas-tugas dan PR-PR desain rumah tinggal maupun bangunan lainnya yang kukerjakan.

Ada mahasiswa arsitektur, lulusan arsitektur, mahasiswa teknik sipil, lulusan teknik sipil, bahkan mahasiswa S2 arsitektur, sampai lulusan sekolah kejuruan.

Sudah bisa ditebak kalau fee untuk lulusan sekolah kejuruan ini yang paling ringan dari semuanya. Yang paling mahal fee-nya adalah yang bukan saja lulusan S1 tapi juga sudah punya jam terbang tinggi.

Tapi jangan dikira karena fee lulusan sekolah menengah kejuruan sedikit fee nya kemudian hasil pekerjaannya di bawah performa ya.

Justru anak-anak lulusan sekolah menengah kejuruan ini punya sense of detail yang lebih, presisi ukuran dan semacamnya mereka cenderung lebih teliti. Jadi nggak kenal dengan taktik dengkul dengkulan ala ala mereka yang strata satu apalagi yang sudah terkontaminasi proyek dan industri.

Terus, anak-anak Lulusan sekolah menengah kejuruan ini juga ternyata up to date banget dengan aplikasi dan. Program program desain terkini. Dan karena setiap saat waktu sekolahnya sudah praktek terus, akhirnya mereka justru lancar banget dalam menjalankannya program dan aplikasi tersebut.

Sehingga benar-benar bisa diajak untuk mengejar target pekerjaan. Tidak lele Monte, nggak motor-motor.

Apalagi jika Lulusan sekolah menengah kejuruan ini juga punya taste of design yang bagus. Kadang mereka bahkan bisa memberikan feedback yang berarti bagi perjalanan desain itu sendiri.

Komentar

  1. Wah luar biasa ya mbak! Tidak menyangka adik-adik lulusan SMK sangat kompeten. Semoga semakin banyak orang Indonesia yang sadar bahwa SMK nggak kalah keren dengan SMA.

    www.talkativetya.com

    BalasHapus
  2. Saya termasuk orang yang percaya bahwa para siswa Sekolah Kejuruan itu memiliki keterampilan lebih karena selama di sekolah mereka terbiasa praktek, bukan melulu menelan teori.

    BalasHapus

Posting Komentar