Seminar Smart Saving And Investment

Seminar Smart Saving And Investment



Minggu kemarin memang berasa hectic sekali, karena beruntun event musti dihadiri. Tapi juga excited banget rasanya, karena jadi banyak ilmu dan pelajaran juga kesadaran baru yang datang seiring banyaknya wawasan dan insight yang masuk.

Ada dialog lintas iman, launching beauty clinique, Singapura Travel Fair, Live Broadcast BPJS dan  Seminar Kebangsaan,

Kali ini di dalam ballroom hotel Amantis, aku dibuat termenung saat video memutar sebuah film pendek. Bercerita tentang bagaimana seorang anak yang harus pontang-panting kepayahan karena  ibunya menderita Alzheimer. Untuk pertama kalinya, aku  baru tahu dan sadar betapa Alzheimer itu bisa sedemikian mengerikannya.

Dalam bayanganku selama ini Alzheimer itu hanya penyakit pikun yang sering diderita orang tua. Lupa makan, lupa mandi, lupa sholat dan seterusnya. Dari tayangan film itulah aku kemudian jadi tergerak googling lebih lanjut. Ternyata Alzheimer berarti penyusutan otak sehingga dalam perilakunya, seseorang menjadi seperti orang gila. Astaghfirullah.

Aku jadi teringat gurauan seorang teman yang dulu kami sama-sama bintang kelas di sekolahan. Kami pernah duet mewakili sekolah untuk ikut lomba matematika tingkat Kabupaten.

Selorohnya,"hai,  masih pinter nggak  nih?"
What?! Menghina sekali, pikirku waktu itu.

Bukannya kalau memang dikaruniai cerdas dan pintar, akan selamanya pintar. Dan bahkan makin pintar?


Saat itu aku tidak menanggapi. Tapi sepanjang hidupku, terus kupikirkan.

Lalu kemarin itu aku menemukan jawabannya. Bahwa memang otak bisa menyusut, mengecil,  mengkerut. Ya alzheimer itu salah  satu dampak nyatanya.

Naudzubillah min dzalik. Semoga Allah selalu melindungi dan menjaga kesehatan kita ya. Ruhani dan jasmani. Aamiin.

So, dari gambaran film itulah kemudian peserta seminar didorong untuk sadar akan pentingnya smart saving dan investment, agar aset yang sudah kita punya antara lain berupa properti dsb, tidak jadi habis karena 'termakan' biaya pengobatan dll.





Komentar

  1. Tapi, sejauh ini yg namanya smartsaving emang sangat2 dibutuhkan ya.

    BalasHapus
  2. iya, agar ikhtiar langit dan ikhtiar bumi berjalan bersama :)

    BalasHapus

Posting Komentar