FGD Air, Perempuan Dan Kongres Sungai Indonesia

FGD Air, Perempuan Dan Kongres Sungai Indonesia



Bersamaan launch kongres sungai Indonesia II diestafetkan dr pak ke kmrn,kami FGD ttg air di wisma perdamaian gubernuran jawa tengah di semarang.
wakil2 perempuan dr daerah yg byk sungai,demak,Blora,Wonosobo, Salatiga,magelang dll FGD pemetaan permasalahan air&dampaknya bg perempuan.

FGD di wisma perdamaian juga diselenggarakan o/ kongres sungai indonesia,jd semacam event satelit ya:)


akses perempuan terhadap air semakin kecil karena proses privatisasi dan politisasi air dan pengelolaan pembangunan yang bias gender. Sementara itu air sebagai hal esensial dalam hidup, menguasai hajat hidup, menjadi kebutuhan pokok yang pada akhirnya menjadi beban bagi perempuan. 

pemberdayaan perempuan yang dilakukan harus dimulai dari kesadaran dulu, kesetaraan dan tanggung jawab untuk mengambil keputusan. Untuk itu bagi perempuan perlu
a. dimulai dari belajar pengembangan diri, kepercayaan dan keberanian.
b. dimulai dari yang sudah ada termasuk potensi social, budaya, à kebanyakan mulai dari baru dan tidak sesuai dengan konteknya.
c. Didampingi dg program yang sustainable,

MDS telah melakukan berbagai kegiatan pengolahan air sehat à sehingga perlu diajarkan kepada ibu-ibu untuk menjual air sehat, langsung minum, juga diajarkan bagaimana untuk mencari air tanah. 
Rekomendasi kegiatan : pentingnya penguasaan isu ttg lingkungan utamanya air dan persoalan riil yang dihadapi perempuan. Sehingga harus ada penilaian atas potensi perempuan yang kontekstual, terutama terkait dengan air. 

Ada bbrp alternatif solusi dr hasil FGD yg mudah2an akan segera menemukan jalannya utk action. Di antaranya mgkn akan olah air minum sendiri



Komentar